Terdakwa Ditangkap di Thailand saat Bertemu Fredy Pratama dan Frans Antony

Surabaya, Timurpos.co.id – Sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jaringan Fredy Pratama alias Miming Bandar Narkoba dengan terdakwa Steven Antoni dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Abu Achmad Sidqi Amsya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Steven Antoni mengatakan bahwa, dirinya ditangkap diluar negeri tepatnya di Thailand, kemudian dibawah ke Mabes Polri.

Disingung oleh JPU Furkon Adi Nugroho dari Kejaksaan Negeri Surabaya disingung apakah terdakwa kenal dengan Fredy Pratama, Kosnadi Irawan dan jelaskan serta apakah terdakwa tahu kalau Fredy itu pengedar Narkoba.

Steven menjelaskan bahwa, pada tahun 2019-2020 ketemu Kosnadi di Hotel Bonet bersama Kakak (Frans Antoni), Kemudian ketemu lagi di Singapore, kalau sama Fredy saat di Thailand yang dikenalkan sama Frans untuk diajak berkerja sebagai Asisten Rumah tangga.

“Terkait pemberian uang oleh Kosnadi dengan pecahan dolar Singapore sebanyak 400 ribu, 800 ribu dan 900 ribu diberikan oleh Kakak dan Kosnadi dari Ferdy. Saya juga tahu kalau Fredy itu pengedar Narkoba,” kata Steven di ruang Kartika 2 PN Surabaya. Kamis (02/05/2024).

BACA JUGA:
Terdakwa Antonius Kirim Uang Ratusan Juta ke Geraldo dan Helvi

Lanjut pertanyaan dari JPU Furkon terkait ada berapa rekening yang dimiliki terdakwa dan terkait Rumah yang ada di daerah Kencana Loka. Terdakwa juga pernah disuruh ke Money Chager oleh. Untuk keberadaan Kosnadi dan Frans dimana.

Antony mengatakan bahwa, ada 3 rekening Bank BCA dan satu Bank BRI , namun semuanya dikendalikan sama kakak (Frans). Kalau rumah tersebut saya cuma liburan aja selama 2 bulan disitu, saya juga tidak tahu terkait penyitaan. Untuk Money Chager, itu benar, namun uangnya langsung diberikan ke Frans.

“Kalau Frans saya tidak tahu, Kosnadi infonya sudah ketangkap perkara Narkoba juga,” kata Antony.

Untuk diketahui berdasarkan surat dakwaan JPU menyebutakan bahwa, Terdakwa STEVEN ANTONI bersama-sama dengan FRANS ANTONI (dalam Daftar Pencaian Orang/DPO) atau bertindak sendiri-sendiri dalam kurun waktu antara tanggal 4 November 2019 sampai dengan tanggal 12 September 2023 atau setidak-tidaknya pada waktu lain pada antara tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 bertempat di Hotel Bonnet Jalan Manyar Kertoarjo V No.62, Mojo Kecamatan Gubeng Surabaya Jawa timur

Bahwa profil dari Terdakwa STEVEN ANTONI, dilahirkan dari orang tua bernama TONY MUHAMAD dan ANI DARYANI, Terdakwa merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dengan urutan anak pertama bernama FERONIKA ANTONI, anak kedua bernama FRANS ANTONI dan anak ketiga adalah Terdakwa.

Bahwa kakak kandung dari Terdakwa yang bernama FRANS ANTONI merupakan orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian berdasarkan laporan polisi Nomor: LP/A/64/VII/2023/SPKT. Dittipidnarkoba tanggal 6 Juli 2023 tentang tindak pidana narkotika golongan I dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2023 yang dilakukan oleh jaringan FREDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET {juga masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kepolisian.

Bahwa Terdakwa semenjak lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun 2014 sampai saat ini tidak pernah bekerja, sehingga Terdakwa tidak mempunyai penghasilan tetap dan Terdakwa sering menemani saudara FRANS ANTONI berpergian ke Surabaya, Singapura dan Thailand terkait dengan peredaran narkotika jaringan FREDY PRATAMA.
Bahwa selain bersama dengan FRANS ANTONI, Terdakwa juga mengenal saksi KOSNADI IRWAN sejak tahun 2017 di Bangkok Thailand, dimana dalam peredaran gelap narkotika milik jaringan FREDDY PRATAMA tugas dari Terdakwa adalah sebagai penerima atau pengantar uang hasil penjualan narkotika ke saudara FREDDY PRATAMA atas suruhan saudara FRANS ANTONI dan FRANS ANTONI adalah orang yang berperan sebagai pemegang keuangan hasil penjualan narkotika jaringan FREDDY PRATAMA dalam bentuk tunai atau cash dan saksi KOSNADI IRWAN adalah orang yang mengantarkan uang ke saudara FRANS ANTONI atas perintah saudara FREDY PRATAMA.

Bahwa pada tanggal 16 Juni 2023 di Pataya Thailand, Terdakwa bersama dengan saksi KOSNADI IRWAN, saudara FRANS ANTONI dan saudara WAHYU alias OZIL dikumpulkan di sebuah aparteman oleh saudra FREDDY PRATAMA, dimana dalam pertemuan tersebut saudara FREDDY PRATAMA menyampaikan ”bahwa situasi lagi tidak aman” dan diperintahkan oleh saudara FREDDY PRATAMA untuk berpencar.

Bahwa berdasarkan fakta-fakta tersebut diatas maka terhadap Terdakwa dianggap memiliki pengetahuan yang sempurna atau setidak-tidaknya patut menduga uang yang diterimanya secara langsung dan rekening-rekeningnya yang dibuka atas perintah saudara FRANS ANTONI sebagai sarana penampungan adalah berasal dari tindak pidana narkotika.

Bahwa berawal dari penangkapan saksi KOSNADI IRWAN berdasarkan Laporan Polisi nomor: Lp/A/19/III/2023/SPKT.Satresnarkoba Polres Lampung Selatan tanggal 19 Maret 2023 tentang tindak pidana narkotika golongan I dalam peredaran gelap narkotika sindikat FREDDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET yaitu saudara KOSNADI IRWAN, Surat Perintah Penyidikan : SP.DIK/185/III/ Huk.6.6/2023/Resnarkoba tanggal 30 Maret 2023, SPDP/38/III/Huk.6.6/ 2023/Resnarkoba tanggal 30 Maret 2023 dan laporan polisi nomor Lp/A/64/VII/2023/SPKT.Dittipidnarkoba tanggal 6 Juli 2023 tentang tindak pidana narkotika golongan I yang dilakukan oleh jaringan FREDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2023. Pelaku TPA dan TPPU tindak pidana asal Narkotika jaringan bisnis Narkotika FREDI PRATAMA antara lain :
Sdr. Fredy Pratama (DPO) adalah Bandar Narkotika jaringan internasional sesuai dengan :
DPO atas nama FREDY PRATAMA (DPO) Nomor : DPO / 71 / VI / 2023 / DIT RES NARKOBA POLDA LAMPUNG, tanggal 06 Juni 2023.
DPO atas nama FREDY PRATAMA (DPO) Nomor : DPO / 06 / IV / 2014 / BNN Kalimantan Selatan, tanggal 23 April 2014.
DPO atas nama FREDY PRATAMA (DPO) Nomor : DPO / 02 / VI / 2023 / Ditresnarkoba Polda Kalimantan Selatan, tanggal 30 Juni 2023.
DPO atas nama FREDY PRATAMA (DPO) Nomor : DPO / 61 / V / 2023 / DIT RES NARKOBA POLDA LAMPUNG, tanggal 01 Mei 2023.

Frans Antony Daftar Pencarian Orang (DPO) dengan Nomor DPO/75/VI/2023/DIT RES NARKOBA yang dikeluarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Lampung pada tanggal 26 Juni 2023 an FRAN WIJAYA rekening Bank BNI 338567613 FRANS WIJAYA dan Frans Anthoni (DPO) pada tahun 2013. Dan pernah dihukum selama 8 (delapan) bulan telah melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud Undang-undang No.35 tahun 2099 tentang Narkotika dan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor : 798/Pid.Sus/2013/PN. BJM tanggal 3 Juli 2013.

Facrul Razi alias Maskur alias Yamani Abdul Rizal, Sesuai dengan Putusan pengadilan Negeri Cilacap dengan Nomor 258 / Pid.Sus / 2019/ Pn Clp tanggal 03 Desember 2019 Nomor rekening Bank 0511675226 an AGUNG MAWARDI Rekening sebagai penampung transaksi jual beli narkoba yang dilakukan FREDY PRATAMA.

Kosnadi Irwan, Laporan polisi nomor Lp/A/19/III/2023/SPKT.Satresnarkoba Polres Lampung Selatan tanggal 19 Maret 2023 tentang tindak pidana narkotika golongan I dalam peredaran gelap narkotika sindikat FREDDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET yaitu saudara KOSNADI IRWAN, Surat Perintah Penyidikan : SP.DIK/185/III/Huk.6.6/ 2023/ Resnarkoba tanggal 30 Maret 2023, SPDP/38/III/Huk.6.6/ 2023/Resnarkoba tanggal 30 Maret 2023 dan laporan polisi nomor Lp/A/64/VII/2023/ SPKT.Dittipidnarkoba tanggal 6 Juli 2023 tentang tindak pidana narkotika golongan I yang dilakukan oleh jaringan FREDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2023.

Deden Wahyudi bin (Alm) Ahmad Tadriansyah alias Dandy Kosasih alias Raditya, Sesuai dengan Putusan pengadilan Negeri Cilacap dengan Nomor 181/ Pid.Sus / 2019 / pn Clp tanggal 06 Nopember 2019 terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari tindak pidana asal Narkotika sebagaimana Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Kaspul Anwar alias Ipul Bin Asli, Sesuai dengan Putusan pengadilan Negeri Banjarmasin dengan Nomor 1536/ Pid.Sus / 2017 / Pn BJm tanggal 15 Pebruari 2018 terbukti melakukan tindak pidana Narkotika sebagaimana Pasal 112, 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika.

Dalam perspektif TPPU, perbuatan saudara FREDY PRATAMA alias MIMING (DPO) berdasarkan Daftar Pencarian Orang dengan nomor DPO/71/VI/2023/DIT RES NARKOBA yang dikeluarkan oleh Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Lampung pada tanggal 06 Juni 2023 dan DPO Nomor : DPO / 02 / VI / 2023 / Dit Res Narkoba 30 Juni 2023 untuk saudara FREDY PRATAMA Alias Mojopahit alias MIMING yang di keluarkan oleh Polda Kalimantan Selatan. Dimana patut diduga saudara FREDY PRATAMA (DPO) telah mengedarkan dan menjual narkotika jenis sabu dan ekstasi kepada terpidana narkotika terpidana narkotika FACHRUL RAZI alias YAMANI ABURIZAL untuk kemudian hasil pembayaran narkotika tersebut diatur agar diterima oleh saudara FRANS ANTONI baik secara sendiri ataupun dengan bantuan Terdakwa STEVEN ANTONI dikenal dengan istilah Tindak Pidana Asal (Predicate Crime).

Bahwa kemudian diperoleh informasi, tanggal 4 November 2019 saksi KOSNADI IRWAN diperintah oleh saudara FREDDY PRATAMA (DPO) untuk menyerahkan uang kepada saudara FRANS ANTONI (DPO) sebanyak 400.0000 dollar Singapura. Kemudian setelah mendapat perintah dari saudara FREDDY PRATAMA (DPO) kemudian saksi KOSNADI IRWAN menghubungi saudara FRANS ANTONI (DPO) dan saudara FRANS ANTONI (DPO) menyampaikan untuk bertemu di Hotel Bonnet Surabaya. Lalu saudara FRANS ANTONI (DPO) menghubungi Terdakwa STEVEN ANTONI untuk menemui saksi KOSNADI IRWAN di Loby hotel Bonnet Surabaya. Sesampainya di lobby Hotel Bonet Surabaya, Terdakwa STEVEN ANTONI mengajak saksi KOSNADI IRWAN menuju kamar 2208 dan di kamar 2208 kemudian saksi KOSNADI IRWAN menyerahkan 4 (empat) amplop yang setiap amplopnya berisikan 100 lembar dollar Singapura pecahan 1000 dan setelah menerima uang dari saksi KOSNADI IRWAN, kemudian Terdakwa STEVEN ANTONI menyerahkan uang tersebut kepada saudara FRANS ANTONI (DPO).

Pada tanggal 31 Agustus 2020 Terdakwa bersama dengan saudara FRANS ANTONI (DPO) pergi ke Surabaya untuk bertemu dengan saksi KOSNADI IRWAN di hotel Bonnet Surabaya. Sesampainya di hotel Bonnet Surabaya, Terdakwa STEVEN ANTONI menginap di kamar 2217 dan saudara FRANS ANTONI (DPO) bersama dengan istrinya bernama PETRA NIASI (DPO) dan saksi JOSHUA MEIMITO menginap di kamar 2215. Lalu saudara FRANS ANTONI (DPO) memerintahkan Terdakwa STEVEN ANTONI untuk bertemu saksi KOSNADI IRWAN di lobby hotel dan mengarahkannya ke kamar hotel 2217. Sesampianya di kamar hotel 2217 saksi KOSNASI IRWAN kemudian menyerahkan uang titipan dari saudara FREDDY PRATAMA (DPO) kepada Terdakwa STEVEN ANTONI sebanyak 8 amplop yang setiap amplopnya berisikan 100 lembar dollar Singapura pecahan 1000 lalu setelah menerima uang tersebut Terdakwa menuju kamar hotel 2215 untuk menyerahkan uang tersebut kepada saudara FRANS ANTONI (DPO).

Bahwa pada tahun 2020 di waktu yang Terdakwa sudah tidak ingat lagi, Terdakwa STEVEN ANTONI bersama dengan saudara FRANS ANTONI (DPO) menuju Singapura untuk bertemu dengan saksi KOSNADI IRWAN. Kemudian sesampainya di sebuah hotel di Sinagpura, saudara FRANS ANTONI (DPO) menghubungi saksi KOSNADI IRWAN dan menyampaikan untuk bertemu dengan Terdakwa STEVEN ANTONI di seberang jalan Hotel tempat saudara FRANS ANTONI (DPO) menginap. Setelah Terdakwa STEVEN ANTONI bertemu dengan saksi KOSNADI IRWAN, lalu Terdakwa STEVEN ANTONI menyerahkan 9 amplop yang setiap amplopnya berisikan 100 lembar dollar Singapura pecahan 1000 lalu setelah menerima uang tersebut, saksi KOSNADI IRWAN menghubungi saudara FRANS ANTONI (DPO) bahwa saksi KOSNADI IRWAN telsh menerima uang dari Terdakwa STEVEN ANTONI.

Bahwa pada bulan Juli tahun 2021 Terdakwa STEVEN ANTONI dan saudara FRANS ANTONI (DPO) menuju ke Singapura untuk bertemu dengan saksi KOSNADI IRWAN. Kemudian Terdakwa STEVEN ANTONI diperintah oleh saudara FRANS ANTONI (DPO) untuk bertemu dengan saksi KOSNADI IRWAN (DPO) yang sebelumnya juga saksi KOSNADI IRWAN diperintah oleh FREDDY PRATAMA (DPO). Setelah Terdakwa STEVEN ANTONI dan saksi KOSNADI IRWAN bertemu, saksi KOSNADI IRWAN atas perintah FREDDY PRATAMA (DPO) menyerahkan 9 amplop yang setiap amplopnya berisikan 100 lembar dolar Singapura pecahan 1000 kepada Terdakwa STEVEN ANTONI.

Bahwa uang yang diterima maupun diserahkan Terdakwa STEVEN ANTONI dari dan kepada saksi KOSNADI IRWAN merupakan uang hasil penjualan narkotika dalam peredaran gelap narkotika sindikat FREDDY PRATAMA als MIMING als MOJOPAHIT als MERCURY als THE SECRET dan Terdakwa STEVEN ANTONI mendapatkan keuntungan dari saudara FRANS ANTONI (DPO) setiap menerima dan menyerahkan dari dan kepada saksi KOSNADI IRWAN. TOK

Setelah Ditangkap di Kunti 11 Orang Direhab !!!

Surabaya, Timurpos.co.id – Pengerebekan yang sempat viral di Kunti kampung Narkoba Surabaya Tim Gabungan Satresnarkoba Polrestabes Surabaya, 18 April 2024 lalu dan berhasil mengamankan 11 pelaku penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu, namun setelah penangkapan tersebut 11 orang dilakukan Rehabilitasi. Rabu (11/04/2024).

Adanya kebijakan terhadap 11 Pelaku yang pada akhirnya direhab menjadi buah bibir. Dimana layanan rehabilitasi ternyata tidak hanya berlaku bagi pecandu yang melaporkan dirinya sendiri secara sukarela. Tertangkap dan sudah menyandang status tersangka, ternyata juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama.

BACA JUGA:
Kampung Narkoba Kunti Digerebek Polrestabes Surabaya

Kronologi peristiwanya sebagai berikut. Sebelum direhabilitasi sebelas orang itu terlebih dahulu menjalani proses assessment. Pemeriksaan itu melibatkan Polisi, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, serta tim medis dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Catatan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur penyidik mengirim pengajuan assessment pada 22 April lalu.

Sofi Silvia selaku Kasi Pengawasan Tahanan dan Barang Bukti/Sekretariat Tim Assessment Terpadu (TAT) mengatakan, pada hari itu juga pihaknya mengeluarkan rekomendasi agar 11 orang itu menjalani pengobatan lepas dari jeratan narkoba. Rekomendasi itu keluar karena dinilai memenuhi syarat. Di antaranya tidak terdeteksi masuk dalam jaringan narkoba, dan barang bukti di bawah satu gram.

“Mereka hanyalah pengguna. Sesuai Sema (Surat Edaran Mahkamah Agung) nomor 4 tahun 2010 mereka bisa direhabilitasi,” ujarnya.

Saat disinggung seberapa parah dari 11 orang itu kecanduan sabu, Sofi menjelaskan ada yg ringan. Sedang. Berat pun ada. Bahkan, ada yang berhenti lalu mengonsumsi lagi.

saat disingung di manakah mereka direhabilitasi, Sofi tidak menjawab secara detail. Tempat pengobatan mereka di rumah sosial. Lokasinya beda-beda, menyesuaikan domisili asal.

“Ada yang di rumah sosial Surabaya, namun ada juga yang di Sidoarjo. Tujuannya agar kalau keluarga mereka jenguk tidak jauh-jauh,” ungkapnya.

BACA JUGA:
Polsek Semampir Surabaya Robohkan Bilik-Bilik, Surganya Pecandu Sabu Di Kunti Dan Jatipurwo

Diketahui, dalam kasus itu polisi masih memiliki tugas yang belum selesai. Penjual dan orang yang menyediakan tempat untuk menggunakan sabu belum tertangkap. Sedangkan, sudah menjadi rahasia umum kalau peredaran narkoba masuk wilayah merah. Pecandu bisa mendapatkan sabu, lalu kemudian dan bisa langsung mengonsumsi sabu di sana. Gara-gara itulah ada istilah ‘andok’, menggambarkan jual-beli narkoba di Jalan Kunti. TOK

Kapolda Jatim Resmikan Klinik Immunoteraphy Nusantara By Terawan di RS Bhayangkara

Surabaya, Timurpos.co.id – Telah diresmikan klinik layanan Immunoteraphy Nusantara By Terawan, di Rumah Sakit Bhayangkara H. S. Samsoeri Mertojoso, pada Senin (29/04/2024).

Klinik Layanan Immunoteraphy Nusantara By Terawan ini juga merupakan klinik layanan yang pertama kali ada di Jawa Timur.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Imam Sugianto, Kapusdokkes Polri Irjen Pol. dr. Asep Hendradiana dan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, secara langsung meresmikan layanan Immunoteraphy Nusantara By Terawan, di Rumah Sakit Bhayangkara H. S. Samsoeri Mertojoso.

Selain itu, peresmian klinik Immunoteraphy Nusantara ini juga dihadiri oleh Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Akhmad Yusep Gunawan, bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim.

BACA JUGA:
Peresmian Gedung Barang Bukti Kejari Surabaya 

Dalam kesempatan ini Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Imam Sugianto mengatakan, klinik Immunoteraphy Nusantara By Terawan ini bekerjasama dengan Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya.

“Insya Allah niat baik kerjasama kita ini dengan bimbingan Prof Terawan, klinik Immunoteraphy By Terawan bisa meningkatkan khususnya personel Polda Jatim, termasuk stakeholder terkait, instansi yang lain baik Kodam dan pemerintah daerah,” ungkap Irjen Pol Imam.

Lebih lanjut, Irjen Pol. Imam Sugianto berharap, dengan adanya Klinik Immunoteraphy Nusantara di Surabaya ini, dapat mewarnai Jawa Timur dan Indonesia.

“Harapan kedepan adalah dengan berdirinya klinik Immunoteraphy Nusantara di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dapat meningkatkan kesehatan masyarakat di Jawa Timur dan Indonesia pada Umumnya,” ujar Irjen Imam.

Sementara itu Dokter Terawan dalam kesempatan ini menyampaikan rasa syukur atas diresmikannya Klinik Immunoteraphy Nusantara di Rumah Sakit Bhayangkara ini.

“Saya bersyukur dan mudah-mudahan alih teknologi ini terus bisa di kembangkan di Rumah Sakit Bhayangkara di Jawa Timur ini, bisa memberikan pelayanan seperti apa yang diarahkan oleh Kapolda Jatim,” ucapnya.

Ia juga berharap layanan ini menjadi layanan unggulan yang merupakan sebuah teknologi kedepan dan menjadikan Rumah Sakit ini bisa mentransfer teknologi yang maju.

Selain itu, Dokter Terawan juga menjelaskan, Immunoteraphy ini adalah membuat Immunitas didalam tubuh kita menjadi lebih bisa bekerja dengan baik, sehingga Faktor-faktor Immunitas tubuh kita bisa direndahkan.

“Faktor-faktor itu bisa diakibatkan oleh Inflamasi, dan Inflamasi dengan ditekan oleh Immunitas kita yang baik, maka Faktor-faktor yang menyebabkan digenerati proses akibat Inflamasi, bisa ditekan,” jelasnya. M12

Kapolri Lantik Brigjen Dwi Irianto Jadi Kapolda Sultra

Jakarta, Timurpos.co.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi melantik Brigjen Dwi Irianto menjadi Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (29/04/2024) sore ini.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pelantikan dipimpin langsung oleh Kapolri dan dihadiri pejabat utama Mabes Polri di Rupatama, Mabes Polri.

“Pak Kapolri memimpin langsung acara serah terima jabatan Kapolda Sulawesi Tenggara,” kata Brigjen Trunoyudo dalam keterangannya.

BACA JUGA:
Polri Mutasi dan Rotasi Jabatan, Dankorbrimob dan 6 Kapolda Berganti

Ia menuturkan, Brigjen Dwi Irianto yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Sultra berdasarkan STR Mutasi Nomor: ST/759/IV/KEP./2024 tertanggal 26 April 2024 kemarin, ditunjuk menggantikan Irjen Teguh Pristiwanto yang telah memasuki masa purna tugas.

“Selamat kepada Brigjen Dwi Irianto semoga amanah mengemban tugas menjadi Kapolda Sultra. Dan kepada Irjen Teguh Pristiwanto terima kasih atas pengabdiannya kepada institusi Polri selama ini, dan selamat memasuki masa purna tugas,” tutur Trunoyudo. M12

Kantor Imigrasi Tanjung Perak Dianugerahi Effectiveness Leadership di HPN 2024

Jember, Timurpos.co.id – Malam puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2024, Kantor Imigrasi Tanjung Perak, berhasil membawa pulang penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, kategori Effectiveness Leadership di New Sari Utama Convention Hall Jember, Minggu 28 April 2024.

Dalam kegiatan HPN 2024 yang dihadiri oleh Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono tersebut, Kantor Imigrasi yang dipimpin Verico Sandi ini dianugerahi penghargaan di kategori Effectiveness Leadership. Verico dinilai mampu menjadi pemimpin yang efektif sehingga bisa memberikan perubahan besar pada instansi yang dipimpinnya.

Verico mengungkapkan, dirinya sangat bersyukur atas pencapaian yang diraih Kantor Imigrasi Tanjung Perak. Dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukungnya dalam melakukan perubahan.

“Terimakasih kepada teman teman PWI atas apresiasi yang luar biasa ini,” ungkapnya yang sama sekali tidak menyangka akan bisa mendapatkan penghargaan bergengsi oleh insan jurnalis tersebut.

BACA JUGA:
PWI Jatim Junjung Pers Sehat Cerdas Dan Berwibawa

Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim menjelaskan, penghargaan yang diberikan pada Malam Puncak HPN 2024 tersebut, telah melalui beragam proses dan pertimbangan.

Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Perak dianggap layak mendapatkan penghargaan tersebut karena telah membuat beberapa perubahan pada saat memimpin seperti dalam hal manajerial Sumber Daya Manusia (SDM) dan manajerial perkantoran yang berdampak positif terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Ia berharap, dengan adanya penghargaan tersebut mampu untuk dijadikan penyemangat untuk terus melakukan perubahan. “Saya ucapkan selamat kepada seluruh peraih penghargaan” tandasnya. TOK

Hofi Munawar: Segera Lakukan Revitalisasi dan Rekonstruksi Tugas dan Fungsi di Lapas

Pontianak, Timurpos.co.id – Pemerintah telah menetapkan setiap tanggal 27 April diperingati sebagai Hari Bakti Lembaga Permasyarakatan.

Menurut Dr Herman Hofi Munawar Pakar Hukum dan Pengamat Kebijakan Publik mengatakan kepada awak media 27 April 2024 Wib, bahwa sebagaimana kita pahami bersama bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki fungsi utama untuk melakukan pembinaan agar warga binaan dapat kembali sebagai warga yang normal dan bermartabat. Dalam kontek itu maka lembaga pemasyarakatan memberikan berbagai program pembinaan khusus, seperti pelatihan keterampilan, pembentukan akhlak, penguatan mental.
 
Setiap memperingati Hari Bakti Lembaga diharapkan menjadi momen penting untuk melakukan evaluasi kinerja lembaga pemasyarakatan apakah tugas dan fungsi yang d amanah kan untuk memperbaiki dan mengubah kehidupan narapidana sudah optimal atau justru sebalik nya. Semakin meningkatkan profesionalisme nya dalam melaksanakan tidak kejahatan nya atau lahir nya para residivis. Untuk itu tentunya memperingati hari bakti LP ini harus nya dimanfaatkan untuk melukukan evaluasi, agar fungsi LP ini betul2 bermakna dalam menekan tindak kejahatan. Untuk itu diperlukan upaya maksimal untuk melakukan berbagai pembinaan.

BACA JUGA:
Mewujudkan Lapas Bersih dari Narkoba

Terang Herman Hofi berbagai kegiatan dan acara diadakan untuk menumbuhkan kesadaran warga binaan LP yang titik fokus nya adalah kemampuan melakulan rehabilitasi, reintegrasi sosial, dan pengembalian narapidana yang telah pulih ke dalam masyarakat.

Hari Bakti Pemasyarakatan juga merupakan kesempatan bagi para petugas LP semua untuk meningkatkan semangat dan niat yang tulus dalam melaksanakan tugasnya, terutama dalam mendidik, membimbing, dan membantu narapidana mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Terutama untuk mempersiapkan narapidana yang akan kembali ke masyarakat setelah menjalani hukuman pidana.

Sebagaimana telah ditentukan bahwa tujuan utama LP adalah untuk merehabilitasi narapidana, membimbing mereka agar dapat berintegrasi kembali ke dalam masyarakat, dan mencegah mereka terlibat dalam kegiatan kriminal di masa depan. Tujuan ini harus di sadari benar oleh semua pihak dalam LP. Jika demikian diharapkan dalam LP Tidak ada lagi klasifikasi atau perbedaan warga binaan berdasar hal hal tertentu cetus Hofi lagi.

Pada Lembaga Pemasyarakatan melibatkan berbagai aspek, termasuk pendidikan, pelatihan keterampilan, pekerjaan, kesehatan fisik dan mental, serta dukungan sosial. Narapidana diberikan akses ke program rehabilitasi dan layanan yang dirancang untuk membantu mereka mengubah perilaku dan pola pikir yang mendorong mereka melakukan tindakan kriminal.

Pendidikan merupakan bagian penting dalam pemasyarakatan. Narapidana diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan formal, seperti menyelesaikan pendidikan dasar atau mengejar pendidikan menengah atau tinggi. Selain itu, program pembelajaran keterampilan dan pelatihan kerja juga diberikan agar narapidana dapat memperoleh keterampilan yang dapat digunakan dalam mencari pekerjaan setelah bebas.

BACA JUGA:
Kepala KPLP Lapas Surabaya 1 Porong, Angkat Bicara

Serta adanyab layanan rehabilitasi bagi mereka yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, bukan justru sebaliknya.
Persoalan kesehatan mental merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dalam membantu narapidana mengatasi masalah psikologis yang mungkin berkontribusi pada perilaku kriminal.

Untuk itu sangat penting adanya konselor untuk memberikan konseling secara intens pada mereka.

Hofi menambahkan,” Selain itu, dalam proses pembebasan bersyarat harus nya benar2 memperhatikan persyaratan apakah warga binaan sudah ada perubahan atau tidak bukan hanya di dasarkan “kesiapan administrasi” semata.

Narapidana diberikan kesempatan untuk menjalani sisa hukuman di luar penjara dengan memperhatikan perubahan yang terjadi pada nara pidana tersebut.

Satu hal yang di rasakan masih kurang adalah LP dalam menjalankan fungsinya, lembaga pemasyarakatan hendak lebih banyak bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal.

Kolaborasi ini penting untuk memastikan narapidana mendapatkan dukungan dan kesempatan yang mereka butuhkan untuk mengubah hidup mereka dan mencegah mereka kembali terlibat dalam kegiatan kriminal.

Masih terang Hofi,’ Melalui peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ini kita berharap agar bukan hanya sekedar acara-acara seremonial tampa makna, kita berharap momentum ini benar-benar dijadikan bahan renungan dan para pihak yang diberi amanah bekerja di LP bertekat untuk melakukan evaluasi dan menyadari untuk melakukan perubahan terhadap sistem pembinaan di dalam LP. Memperlakukan para narapidana sebagai manusia yang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan membangun kembali kehidupan mereka setelah menjalani hukuman.

Sukses tidak nya proses penyadaran dalam LP terlihat dari sejumlah warga binaan yang sudah menjalani hukuman berapa banyak yang kembali melakukan tindak pidana.

Pada pembinaan dalam LP sudah saat nya di lakukan revitalisasi dan rekonstruksi tugas dan fungsi LP. Banyak hal yang perlu di lakukan pembenahan dalam management LP.

Serta lebih terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan pembinaan saat ini LP terkesan tertutup dari pihak lain untuk berkolaborasi. M12

Kejari Surabaya Hentikan 6 Perkara Berdasarkan Restorative Justice

Surabaya, Timurpos.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerapkan Restorative Justice (RJ) 8 tersangka dari 6 perkara yang ditangani. Enam perkara meliputi pencurian, penipuan/penggelapan, perdagangan hingga perkara lainnya yang hukumannya dibawah 5 tahun dengam syarat dan ketentuan berlaku.

Delapan tersangka ini antara lain Achmad Andri Kurniawan dan Angga Kusumahadi keduanya kasus penipuan dan penggelapan. Perkara penadahan atas nama tersangka Rachmad dan Jamilah. Satu perkara kecelakaan lalu lintas atas nama tersangka Rosy Nurwahyudi, satu perkara perbuatan curang atas nama Handy Suprataya dan satu perkara penyalahgunaan narkotika atas nama Rustam dan Sahuri.

“Kami memberikan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKPP) kepada 8 tersangka setelah sebelumnya adanya perdamaian antara tersangka dan korban. Serta adanya ganti rugi yang sudah dibayarkan kepada korban sesuai kesepakatan,” ucap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya Ali Prakosa, Jumat (26/04/2024).

BACA JUGA:
Kejari Surabaya Optimalkan Omah Rembug Adhyaksa

Ali menjelaskan dari delapan tersangka, Kejari Surabaya sudah lebih dulu merampungkan adminitrasi untuk salah satu tersangka Jamilah yang merupakan penada motor ini mendapatkan SKPP. “Satu tersangka perempuan ini kami urus dulu adminitrasinya karena ada di Lapas Porong, jadi yang hadir ini hanya lima,” ucap pria asli Blora Jawa Tengah ini.

Dari pemberian SKPP ini, Ali berharap tersangka harus bisa berhati-hati agar tidak terlibat perkara hukum. “Karena jika terkena perkara lagi tersangka sudah tidak bisa lagi mendapatkan RJ,” ucapnya.

Jaksa yang berasal dari Blora dan sedaerah dengan pesepakbola Pratama Arhan pahlawan kemenangan pada pertandingan perempat final Piala Asia U23 saat mengalahkan Korea Selatan ini menjelaskan syarat RJ tersebut yang terpenting bukan seorang residivis dalam perkara lainnya. Serta harus adanya perdamaian antara tersangka dan korban, selain itu adanya pemulihan kerugian yang dilakukan.

“Jika semua itu sudah terpenuhi, kami bisa dengan senang hati untuk menjalankan program RJ ini,” ucap Ali.

Dengan mendapatkan RJ ini, maka Kejari Surabaya sudah melakukan pemberhetian perkara melalui RJ sebanyak 28 perkara. “Tahun lalu 2023 kami melakukan RJ sebanyak 87 perkara,” ucap Ali.TOK

Panglima TNI Pimpin Upacara HUT Ke-78 TNI AU

Yogyakarta, Timurpos.co.id – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin Upacara HUT Ke-78 TNI AU, bertempat di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara Yogyakarta, Jawa Tengah, Senin (22/04/2024).

Panglima TNI dalam amanatnya mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Prajurit dan PNS TNI AU, “Saya ucapkan selamat ulang tahun yang ke-78 TNI AU, saya juga mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI AU atas profesionalitas, dedikasi dan militansi dalam setiap pelaksanaan tugas. Saya bersyukur dan bangga terhadap capaian Prajurit TNI AU yang telah berhasil melaksanakan misi bantuan kemanusiaan ke Palestina baru-baru ini,” ujarnya.

BACA JUGA:
Panglima TNI Hadiri Rakor KTT WWF Di Bali

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa keberhasilan kemampuan diplomasi kemanusiaan khususnya TNI di kancah internasional merupakan salah satu wujud kemampuan TNI dalam interprobabilitas dengan militer negara lain.

Mengakhiri amanatnya, Panglima TNI memberikan beberapa penekanan yaitu: Pertama, bekerjalah dengan niat ibadah loyal, tulus dan ikhlas; Kedua, wujudkan TNI yang PRIMA dan TNI AU yang AMPUH (Adaptip, Modern, Profesional, Unggul dan Humanis); Ketiga, pertahankan tingkat kesiapan operasi dari kemampuan pemeliharaan seluruh Alutsista dengan tetap mengedepankan budaya safety.

Keempat, lakukan terobosan-terobosan yang inovatif dan kreatif dan sesuai dengan marwah TNI Angkatan Udara yang syarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi; Kelima, pupuk dan perteguh komitmen sinergitas dan soliditas TNI dengan Polri serta Kementerian/Lembaga lain dengan berbasis Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. M12

Antusias Warga Gorontalo, Minggu Malam Jokowi Makan Bakso

Gorontalo, Timurpos.co.id – Presiden Joko Widodo mengunjungi Citimall Gorontalo, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Minggu malam, 21 April 2024. Presiden yang tiba sekitar pukul 19.20 WITA, tampil santai mengenakan kaus putih lengan panjang dipadu celana hitam.

Suasana mal yang ramai menjadi makin meriah dengan kehadiran Kepala Negara. Masyarakat yang ada di mal antusias menyambut dan memanggil Presiden Jokowi.

“Pak Jokowi.. Pak Jokowi.. Pak Jokowi,” teriak masyarakat dengan antusias.

Tidak sendiri, Presiden Jokowi didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat daerah, di antaranya adalah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Pj. Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, dan Wali Kota Gorontalo Marten A. Taha.

Presiden Jokowi dan rombongan kemudian menyempatkan diri untuk menikmati makan malam di salah satu kedai yang ada di dalam mal. Tampak Presiden Jokowi menyantap menu nasi goreng, mi ayam jamur, hingga bakso.

Selama di Citimall Gorontalo, Presiden Jokowi juga berfoto bersama masyarakat setempat. Zelita, salah seorang warga menyebut momen bertemu dan berswafoto dengan Presiden Jokowi merupakan momen yang tidak terlupakan.

“Senang banget, soalnya kan ini terakhir masa jabatannya Pak Jokowi, jadi kan kapan lagi bisa foto sama Pak Jokowi. Anaknya juga pengen, pengen ketemu sama Pak Jokowi,” ujar Zelita.

BACA JUGA:
JPU Terapkan Pasal 303 Bis KUHP di Perkara Judi Online

Senada, Wita, warga lainnya juga mengungkapkan kebahagiannya bisa bertemu dan berfoto bersama Presiden Jokowi meskipun harus melewati kerumunan. Wita juga menyampaikan doa agar Presiden Jokowi diberikan kesehatan dan kesuksesan.

“Senang, tadi desak-desakan di depan tapi alhamdulillah bisa foto dan dapat kaus juga. Buat Pak Jokowi mudah-mudahan sehat selalu, panjang umur, terus sukses dunia dan akhirat,” ucap Wita.

Tidak hanya warga, Danang, seorang pramusaji di salah satu tempat makan juga menyampaikan kegembiraannya dapat berfoto bersama Presiden Jokowi. Ia tidak menyangka bisa bertemu dan berfoto bersama Presiden Jokowi saat sedang bekerja.

“Alhamdulillah senang banget, tidak menyangka juga bisa foto bareng sama Pak Jokowi dari situasi yang desak-desakan ini alhamdulillah dapat kesempatan buat foto bareng sama Pak Jokowi,” ucap Danang.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Citimall Gorontalo menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi langsung dengan pemimpin negara dan menyampaikan harapan serta dukungan mereka untuk masa depan Indonesia. Dalam kunjungan ini, Presiden Jokowi kembali menegaskan kedekatannya dengan rakyat. M12

Presiden Jokowi Resmikan Jalan Inpres di Gorontalo

Gorontalo, Timurpos.co.id – Presiden Joko Widodo pada Senin, 22 April 2024, meresmikan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah di Provinsi Gorontalo, yang merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan konektivitas dan produktivitas di daerah. Dalam sambutannya, Presiden menekankan pentingnya infrastruktur jalan untuk mendukung produksi lokal seperti kelapa dan jagung.

“Kalau di sini ada produksi kelapa, ada produksi jagung, kalau enggak ada jalan mau dibawa ke mana?” ujar Presiden Jokowi saat acara peresmian di Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo. “Jalan sangat penting untuk menaikkan produktivitas di sebuah daerah,” tambahnya.

Untuk tahun ini, Provinsi Gorontalo telah menerima dana sebesar Rp161 miliar yang dialokasikan untuk pembangunan lima ruas jalan dengan total panjang 46 kilometer. Jalan-jalan tersebut melintasi tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

Reaksi dari masyarakat setempat terhadap pembangunan jalan ini sangat positif. Herman, seorang warga lokal, mengungkapkan rasa syukurnya karena pemerintah tidak melupakan mereka yang berada di daerah terpencil.

“Ini dulu jalan setapak, jangankan kendaraan roda empat, sepeda pun tak bisa lewat. Adanya jalan ini berasa pengaruhnya pada perekonomian masyarakat setempat,” tutur Herman.

BACA JUGA:
Puji Triasmoro, Eks Kajari Bondowoso Terima Suap Dihukum 7 Tahun Penjara di PN Tipikor Surabaya

Petani setempat, Irwan, juga merasakan manfaat langsung dari adanya jalan baru. “Petani produktivitasnya makin meningkat karena akses jalan ini. Adanya jalan mempermudah akses jalur produksi bagi masyarakat,” kata Irwan.

Asma, warga lainnya, menyatakan kegembiraannya atas perbaikan infrastruktur dan kedatangan Presiden ke desanya. “Dulu tidak bagus jalannya tapi alhamdulillah sekarang sudah bagus. Senang sekali Pak Jokowi datang ke desa. Masyarakat seluruh Boalemo datang ke sini, kami senang Pak Jokowi datang ke sini,” ungkap Asma.

Kunjungan Presiden Jokowi tidak hanya meresmikan pembukaan jalan tetapi juga membawa harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan dan mobilitas ekonomi di wilayah Gorontalo. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan akan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Busi Karya Sumadi, Pj. Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, dan Pj. Bupati Boalemo Sherman Moridu. M12