Proyek Plastic Credit Disorot, Dinilai Berisiko Greenwashing

Surabaya, Timurpos.co.id – Koalisi organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari WALHI Jawa Timur, ECOTON, dan PPLH Bali merilis hasil investigasi terhadap sejumlah proyek plastic credit di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa skema yang diklaim sebagai solusi inovatif krisis plastik justru menyimpan berbagai persoalan mendasar, mulai dari kegagalan operasional hingga dampak lingkungan dan kesehatan.

Plastic credit merupakan mekanisme kompensasi (offset) sampah plastik, di mana perusahaan mendanai proyek pengumpulan, pengelolaan, atau daur ulang untuk “mengimbangi” jumlah plastik yang mereka hasilkan.

“Skema plastic credit merupakan solusi semu. Ia tidak menyentuh akar persoalan dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Produsen tetap leluasa memproduksi plastik tanpa pengawasan ketat, sehingga tanggung jawab atas dampak produknya terabaikan,” ujar Pradipta Indra Ariono, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur.

Tiga Proyek Besar Disorot

Investigasi menyoroti tiga proyek yang terdaftar dalam Standar Pengurangan Sampah Plastik Verra, yaitu Project STOP di Banyuwangi, proyek Danone-AQUA/Reciki di TPST Samtaku Jimbaran (Bali), serta proyek SEArcular–Greencore di Gresik dan Surabaya.

Ketiga proyek tersebut menjual kredit plastik kepada korporasi global sebagai kompensasi produksi plastik, sekaligus membangun narasi bahwa polusi plastik dapat “dinetralkan” melalui mekanisme pasar.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan hal berbeda. Di Banyuwangi, Project STOP mengalami penurunan signifikan setelah pendanaan eksternal berakhir. Infrastruktur yang dibangun tidak lagi berfungsi optimal, bahkan mengalami kerusakan dan minim perawatan.

“Keberhasilan yang ditampilkan cenderung administratif, bukan ekologis. Produksi plastik tetap tinggi dan tidak tersentuh oleh skema ini,” tambah Pradipta.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Di Bali, fasilitas TPST Samtaku Jimbaran yang menjadi bagian proyek Reciki memicu protes warga akibat bau menyengat, pencemaran lingkungan, dan dugaan gangguan kesehatan. Fasilitas tersebut akhirnya ditutup.

Sementara di Gresik dan Surabaya, plastik bernilai rendah cenderung dibakar atau diolah menjadi bahan bakar seperti RDF (Refuse-Derived Fuel), yang berpotensi menghasilkan emisi berbahaya seperti dioksin dan furan.

“Kasus TPST Samtaku harus menjadi peringatan serius. Pengelolaan sampah yang tidak matang berisiko mengancam lingkungan dan kesehatan. Praktik pembakaran dan RDF perlu dievaluasi,” ujar Catur Yuda Hariyani, Direktur PPLH Bali.

Pola Masalah Berulang

Koalisi menemukan pola serupa dalam berbagai proyek plastic credit, yakni ketergantungan pada pendanaan eksternal, tidak berkelanjutan secara finansial, serta fokus pada pengelolaan hilir tanpa menyentuh sumber produksi plastik.

Selain itu, transparansi dinilai minim. Data terkait aliran dana, volume plastik yang dikelola, serta dampak lingkungan tidak terbuka untuk publik. Di sisi lain, pekerja sektor persampahan masih berada dalam kondisi rentan.

“Tanpa transparansi, klaim keberhasilan tidak bisa diverifikasi,” tegas Daru Setyorini, Direktur Eksekutif ECOTON.

Berpotensi Jadi Greenwashing

Koalisi juga menilai skema plastic credit berisiko menjadi praktik greenwashing, karena memungkinkan perusahaan mengklaim tanggung jawab lingkungan tanpa benar-benar mengurangi produksi plastik.

Plastik bernilai rendah seperti sachet dan multilayer—yang paling banyak ditemukan—sering kali tidak tertangani dan berakhir dibakar atau dibuang ke lingkungan.

“Skema ini membuka celah bagi perusahaan untuk terlihat bertanggung jawab tanpa perubahan nyata. Ini sangat rentan menjadi greenwashing,” tambah Daru.

Koalisi mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan krisis plastik di Indonesia, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Fokus pada pengurangan dari sumber, termasuk pembatasan plastik sekali pakai

Tinjau ulang skema plastic credit dan beralih ke solusi hulu, Terapkan Extended Producer Responsibility (EPR) secara wajib dengan prinsip polluter pays, Wajibkan transparansi data terkait proyek pengelolaan sampah
Lindungi pekerja sektor persampahan, termasuk upah layak dan keselamatan kerja dan Evaluasi dan cabut izin proyek yang terbukti merusak lingkungan. Tok

Sungai Bukan Tempat Sampah: Ecoton Soroti Pencemaran di Kali Tebu

Surabaya, Timurpos.co.id – Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan pencemaran sampah plastik dan mikroplastik di Kali Tebu, Surabaya. Temuan ini diungkap dalam momentum Hari Bumi setelah dilakukan pemantauan di sejumlah titik aliran sungai. Selasa (21/4/2026).

Dalam hasil brand audit, Ecoton mencatat sebanyak 679 potong sampah plastik yang mayoritas berasal dari kemasan sekali pakai produk konsumsi harian. Lima merek dengan kontribusi terbesar yakni Wings Group (17,8%), Indofood (12,4%), Unilever (8,8%), Mayora (7,4%), dan Santos Jaya Abadi (4,6%).

Koordinator Brand Audit Ecoton, Alaika Rahmatullah, menegaskan produsen memiliki kewajiban hukum atas sampah yang dihasilkan.

“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 mengatur bahwa produsen wajib mengelola sampah dari produknya. Selain itu, PP Nomor 22 Tahun 2021 menegaskan sungai harus bebas dari sampah. Jika masih ditemukan sampah bermerek, berarti ada aturan yang dilanggar,” ujarnya.

Selain sampah makro, Ecoton juga menemukan kontaminasi mikroplastik di lima titik pemantauan dengan total 410 partikel per 100 liter air. Titik dengan temuan tertinggi berada di wilayah hilir Tambak Wedi (123 partikel), disusul Taman Toga (107 partikel), Gang Seropati (88 partikel), Jalan Pogot (52 partikel), dan Tambak Segaran (40 partikel).

Jenis mikroplastik yang ditemukan didominasi fiber dan fragmen, yang umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga.

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut kondisi ini menjadi peringatan serius bagi lingkungan dan kesehatan.

“Pencemaran mikroplastik berpotensi berdampak pada ekosistem air dan dapat masuk ke rantai makanan jika tidak dicegah sejak sumbernya,” katanya.

Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, menambahkan mikroplastik berisiko membawa zat kimia berbahaya ke dalam tubuh manusia.

“Dalam jangka panjang, mikroplastik dapat memicu gangguan hormon, peradangan, hingga menurunkan kesuburan,” ujarnya.

Ecoton mendorong penguatan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan sampah rumah tangga, pemasangan penahan sampah (trash boom), serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Tok

SDIT Al Huda Bawean Torehkan Prestasi Gemilang di Spemuga Futsal

Bawean, Timurpos.co.id – SDIT Al Huda Bawean kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang SPEMUGA Futsal Tournament yang diikuti oleh 16 lembaga pendidikan. Kompetisi ini dilaksanakan pada 18 April 2026 bertempat di SMP Muhammadiyah Bawean, dan berlangsung penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.

Dalam ajang tersebut, tim futsal SDIT Al Huda berhasil meraih Juara 2, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Keberhasilan ini semakin memperkuat reputasi SDIT Al Huda Bawean yang sebelumnya juga sukses memborong berbagai kejuaraan di bidang pramuka. Kini, semangat juang tersebut kembali ditunjukkan oleh tim futsal yang dipimpin oleh kapten Nizam (kelas 6) yang mampu memimpin tim tampil solid hingga babak final.

Pelatih tim futsal, Ustadz Husnan Syafawi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan para pemain.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tim. Anak-anak telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa sejak awal pertandingan hingga final. Kami bangga dengan pencapaian ini.”

Senada dengan itu, Ustadz Zaim Ukhrawi juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim.

“Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang proses pembinaan karakter, sportivitas, dan kebersamaan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkembang ke depannya.”

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri, Ustadz Elia Puspa, turut memberikan komentar atas prestasi tersebut.

“Kami sangat bangga atas capaian ini. SDIT Al Huda Bawean terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tetapi juga dalam keterampilan dan akhlak. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar.”

Kepala Sekolah SDIT Al Huda Bawean, Ustadz Rissky Wahyu Saputra, yang juga hadir langsung memberikan dukungan kepada tim, menyampaikan rasa haru dan bangganya.

“Saya menyaksikan langsung perjuangan anak-anak di lapangan. Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten dan dukungan semua pihak. Terima kasih kepada pelatih, siswa, dan seluruh keluarga besar SDIT Al Huda. Semoga ke depan kita bisa meraih hasil yang lebih tinggi lagi.”

Sementara itu, kapten tim futsal Nizam (kelas 6) juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tim.

“Alhamdulillah kami sangat senang bisa membawa SDIT Al Huda Bawean meraih juara 2. Terima kasih kepada pelatih, ustadz, dan teman-teman tim yang sudah berjuang bersama. Semoga ke depan kami bisa berlatih lebih keras lagi dan meraih juara 1.”

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa SDIT Al Huda Bawean terus berkomitmen dalam membina generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di berbagai bidang. Tok

Ratusan Ternak Impor Tiba di Juanda, Dorong Produktivitas Peternakan Nasional

Surabaya, Timurpos.co.id – PT Tombak Mas Nusantara resmi mendatangkan ratusan ternak unggulan dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis peternakan di Indonesia.

Direktur PT Tombak Mas Nusantara, Aji Bagus Setiyawan, menyebutkan bahwa seluruh ternak yang didatangkan telah melalui proses seleksi ketat dengan standar genetik terbaik.

“Kami mendatangkan sapi perah, domba, dan unta sebagai komoditas unggulan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor pangan nasional,” ujar Aji Bagus Setiyawan.

Dalam pengiriman tersebut, terdapat 145 ekor domba unggulan dari berbagai ras seperti Texel, Suffolk, dan Dorper. Bibit ini dipilih untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas peternakan lokal di Indonesia.

“Kami ingin fokus pada pengembangan bibit unggul di dalam negeri, sehingga peternak lokal dapat meningkatkan hasil ternaknya secara maksimal,” tambahnya.

Tak hanya untuk sektor pangan, perusahaan juga menghadirkan 35 ekor unta jenis Camelus dromedarius yang diproyeksikan menjadi daya tarik baru dalam pengembangan ekowisata di berbagai daerah.

Seluruh ternak yang tiba diwajibkan menjalani proses karantina sesuai regulasi pemerintah guna memastikan kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit. Dokter hewan, drh. Analis Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa prosedur ini sangat penting untuk menjaga keamanan sektor peternakan nasional.

“Proses karantina menjadi langkah utama dalam memastikan seluruh ternak bebas dari penyakit sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Ternak tersebut saat ini telah dikirim ke instalasi karantina di kawasan Tandes, Surabaya, untuk menjalani masa isolasi selama 14 hari.

“Kami memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan, termasuk pengiriman langsung ke fasilitas karantina di Tandes,” kata Aji.

Melalui langkah ini, PT Tombak Mas Nusantara optimistis dapat memperkuat sektor peternakan nasional, meningkatkan kualitas bibit ternak, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui integrasi peternakan dan ekowisata. Tok

Hari Kesehatan Dunia 2026, PPLH Bali Kampanyekan Kantin Sehat di SD Negeri 3 Kesiman

Denpasar, Timurpos.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia 2026, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali menggelar sosialisasi bertajuk “Membangun Kantin Sekolah Sehat & Berkelanjutan” di SD Negeri 3 Kesiman, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, petugas kebersihan, serta pengelola kantin. Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah terkait pengembangan kantin sehat, meningkatkan wawasan, serta mendorong peran aktif seluruh pihak dalam implementasinya.

Mengusung tema Hari Kesehatan Dunia 2026, “Together for Health. Stand with Science” (Bersama untuk kesehatan. Berdiri bersama ilmu pengetahuan), kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi berbasis sains dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara terpadu.

Direktur Eksekutif PPLH Bali, Catur Yuda Hariyani, menyampaikan bahwa konsep kantin sekolah sehat memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Ini selaras dengan pentingnya kantin sekolah sehat, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pencegahan obesitas dan penyakit, peningkatan konsentrasi belajar, hingga pembentukan gaya hidup sehat serta pengurangan konsumsi makanan cepat saji,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mulai dari konsep dasar kantin sehat, kebijakan dan standar operasional, mutu pangan, konsep pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), hingga aspek sarana prasarana, sanitasi, pengendalian hama, peningkatan SDM, serta monitoring dan evaluasi.

Tak hanya itu, peserta juga dibagi ke dalam empat kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan melalui metode Compass of Sustainability. Metode ini digunakan untuk memetakan hal-hal yang sudah baik dan aspek yang perlu ditingkatkan di lingkungan sekolah.

Setiap kelompok kemudian diminta memprioritaskan lima permasalahan utama menggunakan pendekatan piramida kesuksesan yang mencakup pilar lingkungan, tim/SDM, sosial, serta kebahagiaan (well-being). Hasil diskusi menunjukkan masih adanya sejumlah aspek yang perlu diperbaiki guna mewujudkan kantin sekolah sehat yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan siswa.

Kepala SD Negeri 3 Kesiman, Desak Nyoman Sari, S.Pd.SD, menyambut positif kegiatan ini.

“Sosialisasi kantin sekolah sehat merupakan hal yang sangat positif untuk kemajuan sekolah kami. Ke depan, kami berharap kegiatan lanjutan dapat membantu kami memahami lebih baik sehingga apa yang sudah berjalan bisa selaras dengan harapan pemerintah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PPLH Bali berharap implementasi kantin sekolah sehat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat dan ramah bagi peserta didik. Tok

MR.D.I.Y Kembali Gelar Art Competition 2026, Dorong Kreativitas Seniman Indonesia ke Kancah Regional

Jakarta, Timurpos.co.id – Setelah sukses besar pada penyelenggaraan tahun 2025, MR.D.I.Y Indonesia kembali menghadirkan MR.D.I.Y Art Competition 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan seni dan kreativitas di Tanah Air. Kamis (26/3/2026).

Kompetisi tahun sebelumnya berhasil menarik partisipasi ribuan seniman dari seluruh Indonesia, bahkan mengantarkan karya anak bangsa meraih prestasi di tingkat Asia Tenggara. Melanjutkan momentum tersebut, MR.D.I.Y Indonesia bekerja sama dengan IndoArtNow kembali membuka ajang serupa dengan skala yang lebih luas.

Pendaftaran kompetisi tingkat nasional akan dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026.

Menariknya, tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tingkat regional yang akan mempertemukan para pemenang dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Para juara dari masing-masing negara nantinya akan bersaing dan menampilkan karya terbaik mereka di panggung Asia Tenggara.

Direktur Utama MR.D.I.Y Indonesia, Edwin Cheah, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Melalui MR.D.I.Y Art Competition yang kembali diselenggarakan, kami ingin menghadirkan ruang bagi potensi anak bangsa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membuka kesempatan bagi seniman Indonesia dikenal lebih luas di kancah internasional,” ujarnya.

Kompetisi tahun ini mengusung tema “Strength and Resilience”, yang mencerminkan semangat masyarakat dalam beradaptasi dan bertahan di tengah dinamika kehidupan, serta kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia. Tema ini diharapkan mampu melahirkan karya seni yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kedalaman emosional.

Pelaksanaan kompetisi akan dibagi menjadi dua tahap, yakni tingkat nasional dan regional. Pemenang tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada 12 Agustus 2026.

Ajang ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia dan terbagi dalam tiga kategori, yaitu: Profesional. Umum. Pelajar dan Mahasiswa.

Pemenang dari kategori umum serta pelajar dan mahasiswa akan melaju ke tingkat regional untuk bersaing dengan perwakilan dari Malaysia dan Thailand.

MR.D.I.Y Art Competition 2026 juga menawarkan total hadiah sebesar Rp370 juta dengan rincian sebagai berikut:

Kategori Profesional

Grand Prize: Rp125.000.

Kategori Umum

Grand Prize: Rp85.000.000

Judge’s Award: Rp50.000.000

President Director’s Award: Rp35.000.000

Kategori Pelajar dan Mahasiswa

Grand Prize: Rp30.000.000

Judge’s Award: Rp25.000.000

President Director’s Award: Rp20.000.000.

Melalui ajang ini, MR.D.I.Y Indonesia berharap dapat terus menjadi wadah bagi seniman dan calon seniman untuk berkembang, sekaligus memperkenalkan karya kreatif Indonesia ke tingkat internasional. Tok

Juru Warta Sidoarjo Bersama YDSF Salurkan Sembako dan Paket Lebaran untuk Duafa

Sidoarjo, Timurpos.co.id – Menyambut Hari raya dan dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial, juru warta Sidoarjo bersama YDSF (Yayasan Dana Sosial Al-Falah) menggelar kegiatan berbagi puluhan paket Lebaran dan sembako bagi kaum duafa, janda, anak yatim, serta rekan sejawat (jurnalis) pada Rabu (18/3/26) dan Kamis (19/3/26) diwilayah Tanggulangin, Gedangan,Wonoayu,Buduran dan Tulangan sebagian di kantor bersama Perumtas Grabagan Kecamatan Tulangan.

“Kegiatan berbagi sembako dan paket Lebaran ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta membantu meringankan beban kaum duafa, janda, dan anak yatim. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan solidaritas, baik di tengah masyarakat”, ujar Okeh (18/3/2026) sapaan Kang Yuli dari media Gempur.

Ke depan, pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,agar semakin banyak pihak tergerak untuk berpartisipasi. Selain itu, ucapan terimakasih kepada para pihak yang ikut mensupport dan mendukung kegiatan dan doa disampaikan agar pimpinan dan pengurus YDSF Sidoarjo senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan keberkahan, serta para donatur terus mendapatkan kemudahan rezeki,” Okeh alias Kang Yuli.

Manajer Pendayagunaan YDSF Sidoarjo, Baihaqi, yang mewakili Kepala Cabang YDSF (Yayasan Dana Sosial Al-Falah)Sidoarjo, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam kebaikan.
“Kolaborasi ini bukan sekadar berbagi bantuan, namun juga menghadirkan kepedulian agar saudara-saudara kita dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idulfitri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Juru Warto dan para donatur atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin,” ujarnya (18/3/2026)

Bang Ochim (63) warga Boro menyampaikan banyak terima atas kedatangan dan bantuan paket sembako (paket lebaran)”, pungkasnya.

Terpisah,Ibu Sriwahyuni janda 62 tahun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu juru warta (wartawan)Sidoarjo dan YDSF dan para donatur yang telah peduli dan memberikan bantuan sembako(paket lebaran) kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda. Sekali lagi, terima kasih atas bantuan dan dukungannya,” kata Ibu Sriwahyuni, warga Desa Karangbong, Gedangan, Sidoarjo.(carlo)

Momentum Ramadhan, PERADI Surabaya Buka Puasa Bersama Insan Pers

Surabaya, Timurpos.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Surabaya menggelar acara buka puasa bersama dengan para jurnalis Surabaya di Graha Mahameru Surabaya. Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai upaya mempererat silaturahmi antara advokat dan insan pers.

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota PERADI DPC Surabaya serta sejumlah jurnalis dari berbagai media. Selain menjadi momen berbagi di bulan suci Ramadhan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan profesional antara praktisi hukum dan media.

Advokat dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners, Yasin N. Alamsyah Hidayat Ali Samiaji, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara advokat dan media merupakan bagian penting dalam ekosistem penegakan keadilan.

“Sinergi advokat dan media adalah elemen penting dalam ekosistem keadilan. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena dapat membangun kedekatan, kepercayaan, serta komunikasi yang konstruktif,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran pengurus PERADI DPC Surabaya menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk perkembangan dunia hukum dan proses penegakan keadilan. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis dan profesional antara advokat dan jurnalis perlu terus dijaga.

Pengurus PERADI, Aulia Rahman, juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Iskan dan Bapak Hariyanto selaku Ketua DPN PERADI Pusat sekaligus Ketua IKADIN Surabaya atas dukungannya dalam acara buka puasa bersama ini bersama rekan-rekan jurnalis,” kata A. Rahaman alias Begal sapa akrabnya.

Ia menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara advokat dan jurnalis.
Para jurnalis yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut.

Mereka menilai pertemuan seperti ini dapat memperkuat hubungan kemitraan sekaligus mempermudah koordinasi dalam penyampaian informasi hukum kepada publik secara akurat dan berimbang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, berbuka puasa, serta sesi ramah tamah dan foto bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara PERADI DPC Surabaya dan para jurnalis semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi hukum yang edukatif, akurat, dan berimbang. Tok

Yoshua Cahyono Pembela LGBT Minta Keringanan Hukuman

Surabaya, Timurpos.co.id – Sidang lanjutan perkara dugaan penyelenggaraan dan keikutsertaan dalam event bermuatan pornografi bertajuk “Siwalan Party” kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Dalam persidangan dengan nomor perkara 118/Pid.B/2026/PN Sby, agenda sidang adalah pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Deddy Arisandi sekaligus pembacaan pledoi dari penasihat hukum terdakwa berinisial R.

Dalam tuntutannya, JPU Deddy Arisandi menyatakan terdakwa Mochamad Ridwan alias Ardi terbukti melakukan tindak pidana mendanai, memfasilitasi, atau menyediakan pornografi, sebagaimana diatur dalam Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Mochamad Ridwan alias Ardi selama 1 tahun, dikurangi masa tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan. Serta satu unit handphone iPhone 14 Pro Purple 128 GB dirampas untuk negara,” ujar JPU Deddy Arisandi dalam persidangan.

Menanggapi tuntutan tersebut, kuasa hukum terdakwa Yoshua Cahyono, yang dikenal sebagai pembela Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), bersama timnya menyampaikan pledoi di hadapan majelis hakim. Ia menyebutkan bahwa isi tuntutan tidak dapat dipublikasikan secara rinci karena perkara tersebut termasuk sidang tertutup sesuai ketentuan hukum acara.

Meski demikian, penasihat hukum membeberkan beberapa poin utama dalam pledoi yang diajukan kepada majelis hakim. Dalam pledoi tersebut, terdakwa menyampaikan permohonan maaf sekaligus pengakuan bersalah (plea bargaining) atas perbuatan yang didakwakan oleh penuntut umum.

Terdakwa juga memohon kepada majelis hakim agar diberikan keringanan hukuman atas kesalahan yang telah dilakukan.

Selain itu, penasihat hukum menegaskan bahwa berdasarkan fakta persidangan, terdakwa tidak secara inisiatif dan sengaja menjadi pendana kegiatan “Siwalan Party”. Menurut mereka, transfer sejumlah uang yang dilakukan terdakwa bermula dari permintaan serta iming-iming dari terdakwa lain berinisial RA, yang disebut sebagai admin utama acara tersebut.

Kuasa hukum juga meminta majelis hakim mempertimbangkan kondisi kesehatan terdakwa yang diketahui mengidap HIV/AIDS dan harus mengonsumsi obat secara rutin. Mereka menyebutkan distribusi obat di rumah tahanan kerap mengalami kendala sehingga dikhawatirkan berdampak pada kondisi kesehatan terdakwa.

“Berdasarkan keterangan medis, dengan kondisi tersebut terdakwa diperkirakan hanya dapat bertahan paling lama sekitar 10 tahun, dengan catatan tetap rutin mengonsumsi obat tanpa terputus,” ungkap penasihat hukum dalam pledoinya.

Sementara itu, dalam surat dakwaan, JPU Deddy Arisandi membeberkan kronologi penyelenggaraan event “Siwalan Party” yang digelar pada 18 Oktober 2025 di wilayah Surabaya.

Menurut jaksa, informasi mengenai kegiatan tersebut pertama kali beredar melalui grup WhatsApp “Surabaya X-Male 1.1 st” yang memiliki sekitar 1.022 akun anggota aktif.

Salah satu saksi, Raka Anugrah Hamdhana alias Ardi, disebut berperan sebagai admin utama sekaligus penyelenggara acara yang membuat dan menyebarkan flyer kegiatan bermuatan pornografi di dalam grup tersebut.

Flyer tersebut memuat informasi acara yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 20.00 WIB hingga selesai di sebuah hotel di wilayah Surabaya. Dalam flyer juga dicantumkan fasilitas seperti soft drink, door prize, guest star, serta kriteria peserta yang dibagi dalam kategori “Top” dan “Bottom”.

Selain melalui WhatsApp, promosi acara juga disebarkan melalui akun X (Twitter) @FacthurSyz milik Muhammad Fathur Rochman alias Tur, yang berisi ajakan mengikuti kegiatan tersebut di Surabaya.

Jaksa mengungkapkan acara tersebut dihadiri 34 orang peserta yang terbagi dalam beberapa kelompok peran.

Kelompok pertama merupakan admin atau penyelenggara yang berjumlah delapan orang, di antaranya Raka Anugrah Hamdhana (Ardi), Wahyu Wirda Paskabhakti, Muhammad Fathur Rochman (Tur), Muhammad Abduh Kuswono (Abduh), Muhammad Bastomi (Tristan), Habib Fasal Muttaqi Aziz (Aza), Enggar Lukito Wignyo (Hasel), serta Adam alias Daniel.

Sementara itu, 25 orang lainnya berperan sebagai peserta yang terdiri dari kategori Top dan Bottom, di antaranya Edi Susanto alias Stedy, Muhammad Handika Riki Saputra, Bintang Kerta Wijaya, Abdul Wahid, serta sejumlah nama lainnya.

Dalam pengungkapan perkara ini, aparat juga menyita berbagai barang bukti, di antaranya puluhan ponsel berbagai merek, kartu SIM, kondom, obat perangsang (poppers), cock ring, cairan pelumas, serta rekaman percakapan WhatsApp yang berisi pembahasan terkait kegiatan tersebut.

Menurut jaksa, barang bukti tersebut memperkuat dugaan bahwa kegiatan dalam event “Siwalan Party” mengandung unsur pelanggaran kesusilaan dan pornografi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tok

Expose Temuan Bahan Kimia Racun Plastik dalam Darah: Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Berbahaya di Dalam Tubuh

Surabaya, Timurpos.co.id – Ancaman polusi plastik kini tidak lagi hanya berada di sungai, laut, udara, atau tanah. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan kimia berbahaya dari plastik telah ditemukan dalam tubuh manusia dan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan. Senin (9/3/2026).

Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Seminar “Expose Temuan Bahan Kimia Racun Plastik dalam Darah” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya bekerja sama dengan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, dan Universitas Bojonegoro pada Senin, 9 Maret 2026 di Auditorium Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti, akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, serta media.

Dalam forum ilmiah ini dipresentasikan 14 hasil penelitian terbaru yang mengkaji dampak paparan bahan kimia plastik dan mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Penelitian tersebut mencakup biomonitoring pada pekerja pengelola sampah perempuan yang memiliki risiko paparan tinggi terhadap limbah plastik, serta studi eksperimental pada hewan uji untuk memahami mekanisme dampak mikroplastik di dalam tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan berbagai bahan kimia aditif plastik seperti bisfenol, ftalat, PFAS, organophosphate flame retardants (OPFR), dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dengan sejumlah indikator gangguan kesehatan. Dampak yang diamati antara lain respon inflamasi, perubahan profil sel darah, gangguan metabolisme, hingga potensi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Sejumlah penelitian eksperimental yang dipaparkan dalam seminar ini juga menunjukkan potensi dampak mikroplastik terhadap berbagai organ tubuh. Paparan mikroplastik polietilena, jenis plastik yang banyak digunakan dalam produk sehari-hari seperti kantong plastik, kemasan makanan, dan berbagai wadah rumah tangga, dilaporkan dapat memicu peradangan jaringan mata, memengaruhi hormon stres, menurunkan fungsi kognitif, menyebabkan perubahan pada jaringan tulang, serta mengganggu sistem reproduksi.

Para peneliti menjelaskan bahwa bahan kimia berbahaya dari plastik dapat masuk ke dalam tubuh melalui dua mekanisme utama.

Bahan kimia seperti ftalat atau bisfenol dapat terlepas dari produk plastik ke lingkungan, kemudian masuk ke tubuh manusia melalui makanan, minuman, air, atau udara.

Partikel mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh dan melepaskan bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalamnya setelah berada di dalam sistem biologis manusia.

“Salah satu kelompok bahan kimia yang banyak ditemukan pada plastik adalah ftalat, yang digunakan sebagai zat pelentur atau plasticizer. Senyawa ini tidak terikat kuat secara kimia dengan polimer plastik sehingga dapat dengan mudah terlepas ke lingkungan sepanjang siklus hidup produk plastik, mulai dari proses penggunaan hingga setelah menjadi sampah. Plastik yang terpapar panas, sinar matahari, atau mengalami degradasi menjadi mikroplastik akan lebih mudah melepaskan bahan kimia tersebut,” jelas Rafika Peneliti Mikroplastik ECOTON

Ketika mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman, partikel kecil ini juga dapat melepaskan kembali bahan kimia berbahaya di dalam saluran pencernaan. Mikroorganisme yang hidup di dalam usus bahkan dapat mempercepat proses pelepasan tersebut. Paparan bahan kimia ini berpotensi mengganggu keseimbangan mikrobiota usus yang berperan penting dalam sistem pencernaan, metabolisme, dan daya tahan tubuh.

Sementara itu, Dr. Yudhiakuari Sincihu, dr., M.Kes., FISPH., FISCM, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, menekankan bahwa masyarakat perlu mulai menyadari jalur paparan mikroplastik dalam kehidupan sehari-hari.

“ Ketika partikel mikroplastik masuk ke dalam tubuh melalui makanan, air minum, atau udara, partikel ini dapat berinteraksi langsung dengan sel dan jaringan. Permukaan mikroplastik dapat memicu stres oksidatif dan peradangan kronis pada sel. Kondisi ini menyebabkan terbentuknya reactive oxygen species (ROS) yang dapat merusak DNA, protein, dan membran sel. Paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tersebut dapat mengganggu mekanisme perbaikan DNA, memicu perubahan ekspresi gen, serta meningkatkan proliferasi sel yang tidak terkontrol. Selain itu, peradangan kronis yang berlangsung lama juga dapat menciptakan lingkungan biologis yang mendukung perkembangan sel kanker,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa upaya pencegahan dampak kesehatan akibat mikroplastik perlu dilakukan melalui pendekatan yang menyeluruh.

“Strategi penanganan mikroplastik perlu dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penguatan riset seperti penelitian biomarker paparan dan studi toksikologi, hingga kebijakan yang lebih kuat seperti penerapan Extended Producer Responsibility (EPR) dan penetapan baku mutu mikroplastik. Pengembangan teknologi filtrasi serta kolaborasi lintas sektor juga sangat penting agar upaya penanganan mikroplastik dapat berjalan efektif,” tambahnya.

Prigi Arisandi ECOTON, menyampaikan bahwa hasil penelitian ini perlu diterjemahkan agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Kami berupaya menerjemahkan bahasa kampus menjadi bahasa kampung, agar isu ini lebih dekat dengan masyarakat. Dengan cara ini masyarakat dapat memahami bahwa masalah plastik bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan, sehingga mendorong perubahan perilaku untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujarnya.

Sementara itu, Sofi Peneliti mikroplastik ECOTON, perwakilan generasi muda yang hadir dalam kegiatan tersebut, berharap upaya penelitian dan advokasi ini dapat mendorong masa depan yang lebih sehat.

“Generasi muda berharap adanya toxic-free future, masa depan yang lebih bebas dari bahan kimia berbahaya. Kami ingin hidup di lingkungan dengan makanan, air, dan udara yang lebih aman dari kontaminasi bahan kimia plastik,” ungkapnya.

Selain seminar ilmiah, kegiatan ini juga menghadirkan pameran hasil penelitian yang menampilkan berbagai informasi mengenai dampak plastik terhadap kesehatan manusia serta pentingnya upaya pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.

Sebagai penutup Laksamana Pertama TNI Purn. Dr. Herjunianto SpPD, MMRS selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya menjelaskan ”Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog ilmiah lintas sektor yang melibatkan peneliti, akademisi, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan media untuk mendorong lahirnya kebijakan perlindungan kesehatan masyarakat dari paparan bahan kimia berbahaya dalam plastik”. Tok