ECOTON dan Bumbi Edukasi Siswa SMPN 58 Surabaya tentang Bahaya Mikroplastik

Surabaya, Timurpos.co.id – Yayasan ECOTON bersama Bumbi menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya mikroplastik serta pentingnya gaya hidup guna ulang di SMPN 58 Platuk, Kecamatan Kenjeran, Surabaya. Kegiatan ini diikuti 50 siswa kader lingkungan sekolah sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap ancaman pencemaran plastik dan mikroplastik bagi kesehatan manusia maupun lingkungan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program MOZAIK (Mission on Zero Plastic Leakage) yang diinisiasi ECOTON melalui kolaborasi multipihak untuk mendorong pengurangan kebocoran sampah plastik ke lingkungan dan sungai melalui edukasi, perubahan perilaku, serta pelibatan masyarakat dan sekolah.

Guru SMPN 58 Surabaya, Ika Karyanti, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang diinisiasi ECOTON dan Bumbi. Menurutnya, pihak sekolah mendukung penuh edukasi lingkungan yang mendorong perubahan perilaku siswa terhadap penggunaan plastik sekali pakai.

“Kami mewakili kepala sekolah yang saat ini belum bisa hadir menyampaikan sangat senang dengan kegiatan yang diinisiasi ECOTON dan Bumbi. Kami ingin anak-anak lebih sadar terhadap dampak bahaya plastik sekali pakai, sehingga terbentuk kebiasaan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah maupun di rumah. Ini juga sejalan dengan visi sekolah yang sedang menuju Adiwiyata Nasional,” ujar Ika Karyanti.

Ia menambahkan, sekolah selama ini rutin menggelar kegiatan bersih-bersih di lingkungan sekolah dan sekitarnya.

“Kami berharap kegiatan ini juga memberikan dampak bagi Kali Tebu agar tetap lestari dan bebas sampah plastik,” tambahnya.

Sementara itu, Alaika Rahmatullah dari ECOTON menegaskan pentingnya keterlibatan anak-anak dalam menjaga sungai, khususnya Kali Tebu, agar bebas dari kebocoran sampah plastik.

Menurutnya, kondisi Kali Tebu saat ini memprihatinkan karena masih dipenuhi sampah plastik, popok sekali pakai, hingga praktik pembakaran sampah di sekitar sungai.

“Setiap hari tim kami berpatroli sekaligus mengevakuasi sampah di badan sungai. Rata-rata kami menemukan sekitar 1 ton sampah per hari, yang paling banyak adalah plastik, popok, dan styrofoam. Sampah tersebut dapat terpecah menjadi partikel mikroplastik yang akhirnya masuk ke tubuh manusia melalui air, udara, dan rantai makanan,” jelas Alaika.

Ia menambahkan, paparan mikroplastik dapat memicu gangguan hormon, peradangan, gangguan reproduksi, hingga meningkatkan risiko kanker.

“Kami ingin membangun kesadaran anak-anak untuk mengurangi plastik sekali pakai sejak dini. Sekolah juga bisa mengadopsi sungai untuk ikut menjaga agar sungai bebas sampah,” lanjutnya.

Kezia dari Bumbi menekankan pentingnya beralih dari produk sekali pakai menuju produk guna ulang, seperti popok kain dan pembalut reusable, sebagai solusi mengurangi timbulan sampah.

“Kami pernah menemukan sampah popok berserakan di Sungai Jagir Surabaya, padahal air sungainya menjadi bahan baku PDAM. Karena itu penggunaan solusi alternatif reusable penting dilakukan agar kita juga ikut menjaga sungai,” ujar Kezia.

Kegiatan edukasi diawali dengan sosialisasi mengenai bahaya mikroplastik dan gaya hidup guna ulang, kemudian dilanjutkan pembagian reusable menstrual pads kepada siswa serta praktikum lapangan untuk mengidentifikasi mikroplastik pada berbagai sampel lingkungan, mulai dari air sungai, air kran, udara, hingga daun di sekitar sekolah dan Kali Tebu.

Dalam praktikum tersebut, pengambilan sampel air dilakukan sebanyak 10 liter di setiap titik sampling. Sementara pengambilan sampel udara dilakukan selama dua jam menggunakan metode passive sampling.

Hasil identifikasi menunjukkan partikel mikroplastik ditemukan di hampir seluruh sampel yang diuji. Pada sampel air kran sebanyak 10 liter ditemukan masing-masing dua partikel filamen dan dua partikel fiber. Pada daun mangga di lingkungan sekolah ditemukan delapan partikel fiber yang menunjukkan mikroplastik dapat menempel pada permukaan tumbuhan melalui paparan udara.

Pada sampel udara di lingkungan sekolah ditemukan enam partikel fiber. Sedangkan di udara sekitar Kali Tebu ditemukan delapan partikel mikroplastik yang terdiri dari satu fragmen, enam fiber, dan satu granule.

Temuan tertinggi berada pada sampel air Sungai Kali Tebu sebanyak 10 liter, yakni 19 partikel mikroplastik yang terdiri dari 12 fiber, dua filamen, dan lima fragmen.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa mikroplastik tidak hanya mencemari sungai, tetapi juga telah berada di udara yang dihirup sehari-hari dan lingkungan sekitar sekolah. Kondisi ini memperlihatkan manusia dapat terpapar mikroplastik melalui berbagai jalur, baik dari air minum, makanan, maupun udara.

Karena itu, ECOTON dan Bumbi mendorong perubahan gaya hidup masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memperkuat budaya guna ulang, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sungai sebagai sumber kehidupan. Tok

Walk For Peace 2026 Melintas di Surabaya, Henry Chen Bagikan Minuman untuk Para Bhikkhu

Surabaya, Timurpos.co.id – Ketua Yayasan Dhammacarini Buddhist Studies yang juga menjabat Ketua Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jawa Timur, Henry Chen, turut menyambut kedatangan para bhikkhu mancanegara peserta Indonesia Walk For Peace (IWPF) 2026 saat melintas di Kota Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Didampingi keluarga, Henry Chen membagikan minuman kepada para bhikkhu dan peserta perjalanan damai sebagai bentuk dukungan dan penghormatan atas perjalanan spiritual tersebut.

Henry Chen berharap kegiatan Indonesia Walk For Peace 2026 dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga toleransi, perdamaian, dan harmoni sosial di tengah keberagaman.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada para bhikkhu dan seluruh peserta perjalanan damai yang telah menempuh perjalanan panjang dari Bali, Banyuwangi, dan kota lainnya hingga tiba di Surabaya,” ujarnya di sela kegiatan.

Diketahui, sebanyak 57 bhikkhu mengikuti perjalanan damai tersebut, terdiri dari 43 bhikkhu asal Thailand, empat bhikkhu dari Malaysia, tiga bhikkhu dari Laos, dan tujuh bhikkhu dari Indonesia.

Para bhikkhu tiba di Denpasar pada 7 Mei 2026 dan menjalani perjalanan selama 11 hari melewati sejumlah kabupaten dan kota menuju Candi Borobudur. Mereka dijadwalkan tiba pada 28 Mei 2026 untuk melaksanakan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Raya Waisak. Tok

Proyek Plastic Credit Disorot, Dinilai Berisiko Greenwashing

Surabaya, Timurpos.co.id – Koalisi organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari WALHI Jawa Timur, ECOTON, dan PPLH Bali merilis hasil investigasi terhadap sejumlah proyek plastic credit di Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa skema yang diklaim sebagai solusi inovatif krisis plastik justru menyimpan berbagai persoalan mendasar, mulai dari kegagalan operasional hingga dampak lingkungan dan kesehatan.

Plastic credit merupakan mekanisme kompensasi (offset) sampah plastik, di mana perusahaan mendanai proyek pengumpulan, pengelolaan, atau daur ulang untuk “mengimbangi” jumlah plastik yang mereka hasilkan.

“Skema plastic credit merupakan solusi semu. Ia tidak menyentuh akar persoalan dalam sistem pengelolaan sampah di Indonesia. Produsen tetap leluasa memproduksi plastik tanpa pengawasan ketat, sehingga tanggung jawab atas dampak produknya terabaikan,” ujar Pradipta Indra Ariono, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Jawa Timur.

Tiga Proyek Besar Disorot

Investigasi menyoroti tiga proyek yang terdaftar dalam Standar Pengurangan Sampah Plastik Verra, yaitu Project STOP di Banyuwangi, proyek Danone-AQUA/Reciki di TPST Samtaku Jimbaran (Bali), serta proyek SEArcular–Greencore di Gresik dan Surabaya.

Ketiga proyek tersebut menjual kredit plastik kepada korporasi global sebagai kompensasi produksi plastik, sekaligus membangun narasi bahwa polusi plastik dapat “dinetralkan” melalui mekanisme pasar.

Namun, temuan di lapangan menunjukkan hal berbeda. Di Banyuwangi, Project STOP mengalami penurunan signifikan setelah pendanaan eksternal berakhir. Infrastruktur yang dibangun tidak lagi berfungsi optimal, bahkan mengalami kerusakan dan minim perawatan.

“Keberhasilan yang ditampilkan cenderung administratif, bukan ekologis. Produksi plastik tetap tinggi dan tidak tersentuh oleh skema ini,” tambah Pradipta.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan
Di Bali, fasilitas TPST Samtaku Jimbaran yang menjadi bagian proyek Reciki memicu protes warga akibat bau menyengat, pencemaran lingkungan, dan dugaan gangguan kesehatan. Fasilitas tersebut akhirnya ditutup.

Sementara di Gresik dan Surabaya, plastik bernilai rendah cenderung dibakar atau diolah menjadi bahan bakar seperti RDF (Refuse-Derived Fuel), yang berpotensi menghasilkan emisi berbahaya seperti dioksin dan furan.

“Kasus TPST Samtaku harus menjadi peringatan serius. Pengelolaan sampah yang tidak matang berisiko mengancam lingkungan dan kesehatan. Praktik pembakaran dan RDF perlu dievaluasi,” ujar Catur Yuda Hariyani, Direktur PPLH Bali.

Pola Masalah Berulang

Koalisi menemukan pola serupa dalam berbagai proyek plastic credit, yakni ketergantungan pada pendanaan eksternal, tidak berkelanjutan secara finansial, serta fokus pada pengelolaan hilir tanpa menyentuh sumber produksi plastik.

Selain itu, transparansi dinilai minim. Data terkait aliran dana, volume plastik yang dikelola, serta dampak lingkungan tidak terbuka untuk publik. Di sisi lain, pekerja sektor persampahan masih berada dalam kondisi rentan.

“Tanpa transparansi, klaim keberhasilan tidak bisa diverifikasi,” tegas Daru Setyorini, Direktur Eksekutif ECOTON.

Berpotensi Jadi Greenwashing

Koalisi juga menilai skema plastic credit berisiko menjadi praktik greenwashing, karena memungkinkan perusahaan mengklaim tanggung jawab lingkungan tanpa benar-benar mengurangi produksi plastik.

Plastik bernilai rendah seperti sachet dan multilayer—yang paling banyak ditemukan—sering kali tidak tertangani dan berakhir dibakar atau dibuang ke lingkungan.

“Skema ini membuka celah bagi perusahaan untuk terlihat bertanggung jawab tanpa perubahan nyata. Ini sangat rentan menjadi greenwashing,” tambah Daru.

Koalisi mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan krisis plastik di Indonesia, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Fokus pada pengurangan dari sumber, termasuk pembatasan plastik sekali pakai

Tinjau ulang skema plastic credit dan beralih ke solusi hulu, Terapkan Extended Producer Responsibility (EPR) secara wajib dengan prinsip polluter pays, Wajibkan transparansi data terkait proyek pengelolaan sampah
Lindungi pekerja sektor persampahan, termasuk upah layak dan keselamatan kerja dan Evaluasi dan cabut izin proyek yang terbukti merusak lingkungan. Tok

Sungai Bukan Tempat Sampah: Ecoton Soroti Pencemaran di Kali Tebu

Surabaya, Timurpos.co.id – Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menemukan pencemaran sampah plastik dan mikroplastik di Kali Tebu, Surabaya. Temuan ini diungkap dalam momentum Hari Bumi setelah dilakukan pemantauan di sejumlah titik aliran sungai. Selasa (21/4/2026).

Dalam hasil brand audit, Ecoton mencatat sebanyak 679 potong sampah plastik yang mayoritas berasal dari kemasan sekali pakai produk konsumsi harian. Lima merek dengan kontribusi terbesar yakni Wings Group (17,8%), Indofood (12,4%), Unilever (8,8%), Mayora (7,4%), dan Santos Jaya Abadi (4,6%).

Koordinator Brand Audit Ecoton, Alaika Rahmatullah, menegaskan produsen memiliki kewajiban hukum atas sampah yang dihasilkan.

“Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 mengatur bahwa produsen wajib mengelola sampah dari produknya. Selain itu, PP Nomor 22 Tahun 2021 menegaskan sungai harus bebas dari sampah. Jika masih ditemukan sampah bermerek, berarti ada aturan yang dilanggar,” ujarnya.

Selain sampah makro, Ecoton juga menemukan kontaminasi mikroplastik di lima titik pemantauan dengan total 410 partikel per 100 liter air. Titik dengan temuan tertinggi berada di wilayah hilir Tambak Wedi (123 partikel), disusul Taman Toga (107 partikel), Gang Seropati (88 partikel), Jalan Pogot (52 partikel), dan Tambak Segaran (40 partikel).

Jenis mikroplastik yang ditemukan didominasi fiber dan fragmen, yang umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga.

Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyebut kondisi ini menjadi peringatan serius bagi lingkungan dan kesehatan.

“Pencemaran mikroplastik berpotensi berdampak pada ekosistem air dan dapat masuk ke rantai makanan jika tidak dicegah sejak sumbernya,” katanya.

Kepala Laboratorium Ecoton, Rafika Aprilianti, menambahkan mikroplastik berisiko membawa zat kimia berbahaya ke dalam tubuh manusia.

“Dalam jangka panjang, mikroplastik dapat memicu gangguan hormon, peradangan, hingga menurunkan kesuburan,” ujarnya.

Ecoton mendorong penguatan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk pengurangan plastik sekali pakai, pemilahan sampah rumah tangga, pemasangan penahan sampah (trash boom), serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Tok

SDIT Al Huda Bawean Torehkan Prestasi Gemilang di Spemuga Futsal

Bawean, Timurpos.co.id – SDIT Al Huda Bawean kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang SPEMUGA Futsal Tournament yang diikuti oleh 16 lembaga pendidikan. Kompetisi ini dilaksanakan pada 18 April 2026 bertempat di SMP Muhammadiyah Bawean, dan berlangsung penuh semangat serta menjunjung tinggi sportivitas.

Dalam ajang tersebut, tim futsal SDIT Al Huda berhasil meraih Juara 2, sebuah pencapaian yang menunjukkan konsistensi dan komitmen sekolah dalam mengembangkan potensi peserta didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Keberhasilan ini semakin memperkuat reputasi SDIT Al Huda Bawean yang sebelumnya juga sukses memborong berbagai kejuaraan di bidang pramuka. Kini, semangat juang tersebut kembali ditunjukkan oleh tim futsal yang dipimpin oleh kapten Nizam (kelas 6) yang mampu memimpin tim tampil solid hingga babak final.

Pelatih tim futsal, Ustadz Husnan Syafawi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perjuangan para pemain.

“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan tim. Anak-anak telah menunjukkan semangat juang yang luar biasa sejak awal pertandingan hingga final. Kami bangga dengan pencapaian ini.”

Senada dengan itu, Ustadz Zaim Ukhrawi juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim.

“Prestasi ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang proses pembinaan karakter, sportivitas, dan kebersamaan. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus berkembang ke depannya.”

Ketua Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri, Ustadz Elia Puspa, turut memberikan komentar atas prestasi tersebut.

“Kami sangat bangga atas capaian ini. SDIT Al Huda Bawean terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, tidak hanya dalam ilmu pengetahuan tetapi juga dalam keterampilan dan akhlak. Semoga prestasi ini menjadi langkah awal menuju keberhasilan yang lebih besar.”

Kepala Sekolah SDIT Al Huda Bawean, Ustadz Rissky Wahyu Saputra, yang juga hadir langsung memberikan dukungan kepada tim, menyampaikan rasa haru dan bangganya.

“Saya menyaksikan langsung perjuangan anak-anak di lapangan. Ini adalah hasil dari latihan yang konsisten dan dukungan semua pihak. Terima kasih kepada pelatih, siswa, dan seluruh keluarga besar SDIT Al Huda. Semoga ke depan kita bisa meraih hasil yang lebih tinggi lagi.”

Sementara itu, kapten tim futsal Nizam (kelas 6) juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tim.

“Alhamdulillah kami sangat senang bisa membawa SDIT Al Huda Bawean meraih juara 2. Terima kasih kepada pelatih, ustadz, dan teman-teman tim yang sudah berjuang bersama. Semoga ke depan kami bisa berlatih lebih keras lagi dan meraih juara 1.”

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa SDIT Al Huda Bawean terus berkomitmen dalam membina generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap bersaing di berbagai bidang. Tok

Ratusan Ternak Impor Tiba di Juanda, Dorong Produktivitas Peternakan Nasional

Surabaya, Timurpos.co.id – PT Tombak Mas Nusantara resmi mendatangkan ratusan ternak unggulan dari Australia melalui Bandara Internasional Juanda. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang pengembangan ekowisata berbasis peternakan di Indonesia.

Direktur PT Tombak Mas Nusantara, Aji Bagus Setiyawan, menyebutkan bahwa seluruh ternak yang didatangkan telah melalui proses seleksi ketat dengan standar genetik terbaik.

“Kami mendatangkan sapi perah, domba, dan unta sebagai komoditas unggulan yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi sektor pangan nasional,” ujar Aji Bagus Setiyawan.

Dalam pengiriman tersebut, terdapat 145 ekor domba unggulan dari berbagai ras seperti Texel, Suffolk, dan Dorper. Bibit ini dipilih untuk meningkatkan produktivitas serta kualitas peternakan lokal di Indonesia.

“Kami ingin fokus pada pengembangan bibit unggul di dalam negeri, sehingga peternak lokal dapat meningkatkan hasil ternaknya secara maksimal,” tambahnya.

Tak hanya untuk sektor pangan, perusahaan juga menghadirkan 35 ekor unta jenis Camelus dromedarius yang diproyeksikan menjadi daya tarik baru dalam pengembangan ekowisata di berbagai daerah.

Seluruh ternak yang tiba diwajibkan menjalani proses karantina sesuai regulasi pemerintah guna memastikan kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit. Dokter hewan, drh. Analis Wisnu Wardhana, menegaskan bahwa prosedur ini sangat penting untuk menjaga keamanan sektor peternakan nasional.

“Proses karantina menjadi langkah utama dalam memastikan seluruh ternak bebas dari penyakit sebelum didistribusikan,” jelasnya.

Ternak tersebut saat ini telah dikirim ke instalasi karantina di kawasan Tandes, Surabaya, untuk menjalani masa isolasi selama 14 hari.

“Kami memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan, termasuk pengiriman langsung ke fasilitas karantina di Tandes,” kata Aji.

Melalui langkah ini, PT Tombak Mas Nusantara optimistis dapat memperkuat sektor peternakan nasional, meningkatkan kualitas bibit ternak, serta menciptakan peluang ekonomi baru melalui integrasi peternakan dan ekowisata. Tok

Hari Kesehatan Dunia 2026, PPLH Bali Kampanyekan Kantin Sehat di SD Negeri 3 Kesiman

Denpasar, Timurpos.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Dunia 2026, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali menggelar sosialisasi bertajuk “Membangun Kantin Sekolah Sehat & Berkelanjutan” di SD Negeri 3 Kesiman, Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Senin (6/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, komite sekolah, guru, petugas kebersihan, serta pengelola kantin. Sosialisasi bertujuan untuk menyamakan persepsi seluruh warga sekolah terkait pengembangan kantin sehat, meningkatkan wawasan, serta mendorong peran aktif seluruh pihak dalam implementasinya.

Mengusung tema Hari Kesehatan Dunia 2026, “Together for Health. Stand with Science” (Bersama untuk kesehatan. Berdiri bersama ilmu pengetahuan), kegiatan ini menekankan pentingnya kolaborasi berbasis sains dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan secara terpadu.

Direktur Eksekutif PPLH Bali, Catur Yuda Hariyani, menyampaikan bahwa konsep kantin sekolah sehat memiliki peran strategis dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik.

“Ini selaras dengan pentingnya kantin sekolah sehat, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pencegahan obesitas dan penyakit, peningkatan konsentrasi belajar, hingga pembentukan gaya hidup sehat serta pengurangan konsumsi makanan cepat saji,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan komprehensif mulai dari konsep dasar kantin sehat, kebijakan dan standar operasional, mutu pangan, konsep pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman), hingga aspek sarana prasarana, sanitasi, pengendalian hama, peningkatan SDM, serta monitoring dan evaluasi.

Tak hanya itu, peserta juga dibagi ke dalam empat kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan melalui metode Compass of Sustainability. Metode ini digunakan untuk memetakan hal-hal yang sudah baik dan aspek yang perlu ditingkatkan di lingkungan sekolah.

Setiap kelompok kemudian diminta memprioritaskan lima permasalahan utama menggunakan pendekatan piramida kesuksesan yang mencakup pilar lingkungan, tim/SDM, sosial, serta kebahagiaan (well-being). Hasil diskusi menunjukkan masih adanya sejumlah aspek yang perlu diperbaiki guna mewujudkan kantin sekolah sehat yang efektif dan efisien sesuai kebutuhan siswa.

Kepala SD Negeri 3 Kesiman, Desak Nyoman Sari, S.Pd.SD, menyambut positif kegiatan ini.

“Sosialisasi kantin sekolah sehat merupakan hal yang sangat positif untuk kemajuan sekolah kami. Ke depan, kami berharap kegiatan lanjutan dapat membantu kami memahami lebih baik sehingga apa yang sudah berjalan bisa selaras dengan harapan pemerintah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, PPLH Bali berharap implementasi kantin sekolah sehat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat dan ramah bagi peserta didik. Tok

MR.D.I.Y Kembali Gelar Art Competition 2026, Dorong Kreativitas Seniman Indonesia ke Kancah Regional

Jakarta, Timurpos.co.id – Setelah sukses besar pada penyelenggaraan tahun 2025, MR.D.I.Y Indonesia kembali menghadirkan MR.D.I.Y Art Competition 2026 sebagai bentuk komitmen dalam mendukung perkembangan seni dan kreativitas di Tanah Air. Kamis (26/3/2026).

Kompetisi tahun sebelumnya berhasil menarik partisipasi ribuan seniman dari seluruh Indonesia, bahkan mengantarkan karya anak bangsa meraih prestasi di tingkat Asia Tenggara. Melanjutkan momentum tersebut, MR.D.I.Y Indonesia bekerja sama dengan IndoArtNow kembali membuka ajang serupa dengan skala yang lebih luas.

Pendaftaran kompetisi tingkat nasional akan dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026.

Menariknya, tahun ini Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tingkat regional yang akan mempertemukan para pemenang dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Para juara dari masing-masing negara nantinya akan bersaing dan menampilkan karya terbaik mereka di panggung Asia Tenggara.

Direktur Utama MR.D.I.Y Indonesia, Edwin Cheah, menegaskan bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari sisi bisnis, tetapi juga dari kontribusinya terhadap masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga dari kontribusinya dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat. Melalui MR.D.I.Y Art Competition yang kembali diselenggarakan, kami ingin menghadirkan ruang bagi potensi anak bangsa untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus membuka kesempatan bagi seniman Indonesia dikenal lebih luas di kancah internasional,” ujarnya.

Kompetisi tahun ini mengusung tema “Strength and Resilience”, yang mencerminkan semangat masyarakat dalam beradaptasi dan bertahan di tengah dinamika kehidupan, serta kekayaan budaya dan keberagaman Indonesia. Tema ini diharapkan mampu melahirkan karya seni yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kedalaman emosional.

Pelaksanaan kompetisi akan dibagi menjadi dua tahap, yakni tingkat nasional dan regional. Pemenang tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada 12 Agustus 2026.

Ajang ini terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia dan terbagi dalam tiga kategori, yaitu: Profesional. Umum. Pelajar dan Mahasiswa.

Pemenang dari kategori umum serta pelajar dan mahasiswa akan melaju ke tingkat regional untuk bersaing dengan perwakilan dari Malaysia dan Thailand.

MR.D.I.Y Art Competition 2026 juga menawarkan total hadiah sebesar Rp370 juta dengan rincian sebagai berikut:

Kategori Profesional

Grand Prize: Rp125.000.

Kategori Umum

Grand Prize: Rp85.000.000

Judge’s Award: Rp50.000.000

President Director’s Award: Rp35.000.000

Kategori Pelajar dan Mahasiswa

Grand Prize: Rp30.000.000

Judge’s Award: Rp25.000.000

President Director’s Award: Rp20.000.000.

Melalui ajang ini, MR.D.I.Y Indonesia berharap dapat terus menjadi wadah bagi seniman dan calon seniman untuk berkembang, sekaligus memperkenalkan karya kreatif Indonesia ke tingkat internasional. Tok

Juru Warta Sidoarjo Bersama YDSF Salurkan Sembako dan Paket Lebaran untuk Duafa

Sidoarjo, Timurpos.co.id – Menyambut Hari raya dan dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial, juru warta Sidoarjo bersama YDSF (Yayasan Dana Sosial Al-Falah) menggelar kegiatan berbagi puluhan paket Lebaran dan sembako bagi kaum duafa, janda, anak yatim, serta rekan sejawat (jurnalis) pada Rabu (18/3/26) dan Kamis (19/3/26) diwilayah Tanggulangin, Gedangan,Wonoayu,Buduran dan Tulangan sebagian di kantor bersama Perumtas Grabagan Kecamatan Tulangan.

“Kegiatan berbagi sembako dan paket Lebaran ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial serta membantu meringankan beban kaum duafa, janda, dan anak yatim. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan solidaritas, baik di tengah masyarakat”, ujar Okeh (18/3/2026) sapaan Kang Yuli dari media Gempur.

Ke depan, pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,agar semakin banyak pihak tergerak untuk berpartisipasi. Selain itu, ucapan terimakasih kepada para pihak yang ikut mensupport dan mendukung kegiatan dan doa disampaikan agar pimpinan dan pengurus YDSF Sidoarjo senantiasa diberikan kesehatan, kelancaran, dan keberkahan, serta para donatur terus mendapatkan kemudahan rezeki,” Okeh alias Kang Yuli.

Manajer Pendayagunaan YDSF Sidoarjo, Baihaqi, yang mewakili Kepala Cabang YDSF (Yayasan Dana Sosial Al-Falah)Sidoarjo, menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan wujud nyata kolaborasi dalam kebaikan.
“Kolaborasi ini bukan sekadar berbagi bantuan, namun juga menghadirkan kepedulian agar saudara-saudara kita dapat merasakan kebahagiaan menjelang Idulfitri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Juru Warto dan para donatur atas kepercayaan dan sinergi yang terjalin,” ujarnya (18/3/2026)

Bang Ochim (63) warga Boro menyampaikan banyak terima atas kedatangan dan bantuan paket sembako (paket lebaran)”, pungkasnya.

Terpisah,Ibu Sriwahyuni janda 62 tahun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan Ibu juru warta (wartawan)Sidoarjo dan YDSF dan para donatur yang telah peduli dan memberikan bantuan sembako(paket lebaran) kepada kami. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda. Sekali lagi, terima kasih atas bantuan dan dukungannya,” kata Ibu Sriwahyuni, warga Desa Karangbong, Gedangan, Sidoarjo.(carlo)

Momentum Ramadhan, PERADI Surabaya Buka Puasa Bersama Insan Pers

Surabaya, Timurpos.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Surabaya menggelar acara buka puasa bersama dengan para jurnalis Surabaya di Graha Mahameru Surabaya. Senin (16/3/2026).

Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh keakraban sebagai upaya mempererat silaturahmi antara advokat dan insan pers.

Acara tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota PERADI DPC Surabaya serta sejumlah jurnalis dari berbagai media. Selain menjadi momen berbagi di bulan suci Ramadhan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat hubungan profesional antara praktisi hukum dan media.

Advokat dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners, Yasin N. Alamsyah Hidayat Ali Samiaji, SH., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara advokat dan media merupakan bagian penting dalam ekosistem penegakan keadilan.

“Sinergi advokat dan media adalah elemen penting dalam ekosistem keadilan. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi karena dapat membangun kedekatan, kepercayaan, serta komunikasi yang konstruktif,” ujarnya.

Sementara itu, jajaran pengurus PERADI DPC Surabaya menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, termasuk perkembangan dunia hukum dan proses penegakan keadilan. Oleh karena itu, hubungan yang harmonis dan profesional antara advokat dan jurnalis perlu terus dijaga.

Pengurus PERADI, Aulia Rahman, juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Iskan dan Bapak Hariyanto selaku Ketua DPN PERADI Pusat sekaligus Ketua IKADIN Surabaya atas dukungannya dalam acara buka puasa bersama ini bersama rekan-rekan jurnalis,” kata A. Rahaman alias Begal sapa akrabnya.

Ia menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang lebih baik antara advokat dan jurnalis.
Para jurnalis yang hadir menyambut baik kegiatan tersebut.

Mereka menilai pertemuan seperti ini dapat memperkuat hubungan kemitraan sekaligus mempermudah koordinasi dalam penyampaian informasi hukum kepada publik secara akurat dan berimbang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, berbuka puasa, serta sesi ramah tamah dan foto bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara PERADI DPC Surabaya dan para jurnalis semakin solid serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam penyampaian informasi hukum yang edukatif, akurat, dan berimbang. Tok