Timur Pos

Hakim: Terdakwa Beruntung Tidak Ditahan, Meski Didakwa Gelapkan Dana Perusahaan

Surabaya, Timurpos.co.id – Diah Agustinnengrum binti Sunyoto, mantan Accounting Manager PT Dejavu Multi Kreasi, dituntut pidana penjara selama 3 bulan dalam perkara dugaan penggelapan dana perusahaan. Sementara itu, penasihat hukumnya meminta majelis hakim membebaskan terdakwa atau melepaskannya dari segala tuntutan hukum. Selasa (2/6/2026).

Dalam nota pembelaan (pledoi), penasihat hukum terdakwa memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya dengan membebaskan atau melepaskan terdakwa dari tuntutan. Alasannya, terdakwa telah mengembalikan kerugian yang dialami perusahaan dan penggantian tersebut telah diterima oleh pihak korban.

Dalam persidangan, terdakwa juga mengajukan permohonan agar alat pelacak yang dikenakan kepadanya dilepas. Menanggapi permintaan tersebut, Ketua Majelis Hakim Nur Kholis mengingatkan bahwa terdakwa masih beruntung tidak dilakukan penahanan selama proses persidangan.

“Kami sudah mempertimbangkan karena terdakwa seorang perempuan,” ujar Hakim Nur Kholis di persidangan.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Estik Dilla Rahmawati, S.H., M.H. dan Hajita Cahyo Nugroho, S.H. mendakwa terdakwa telah menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat sebagai Accounting Manager PT Dejavu Multi Kreasi.

Dalam surat dakwaan dijelaskan bahwa terdakwa yang bekerja sejak tahun 2016 memiliki kewenangan mengelola keuangan perusahaan, termasuk pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Namun, dalam kurun waktu 2018 hingga 2020, terdakwa diduga membuat dokumen e-billing dan bukti pembayaran pajak yang tidak sesuai dengan transaksi sebenarnya untuk mengajukan pencairan dana perusahaan. Dana yang seharusnya digunakan untuk membayar kewajiban pajak perusahaan diduga dialihkan dan dikuasai untuk kepentingan pribadi.

Modus yang digunakan, menurut jaksa, antara lain dengan mengajukan pencairan dana menggunakan cek perusahaan yang telah ditandatangani direktur. Dana yang dicairkan kemudian ditransfer melalui rekening seorang staf sebelum akhirnya masuk ke rekening pribadi terdakwa.

Berdasarkan hasil audit internal dan audit eksternal, perusahaan mengalami kerugian sekitar Rp298,5 juta. Sementara dana yang diduga dikuasai terdakwa mencapai Rp211 juta.

Perkara ini terungkap setelah manajemen perusahaan melakukan evaluasi keuangan pasca pergantian direktur operasional.

Pemeriksaan lanjutan oleh kantor akuntan publik kemudian menemukan sejumlah transaksi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam persidangan juga terungkap bahwa terdakwa telah mengembalikan kerugian yang dialami perusahaan dan penggantian tersebut telah diterima oleh pihak korban.

Atas perbuatannya, JPU menuntut Diah Agustinnengrum binti Sunyoto dengan pidana penjara selama 3 bulan karena dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan yang dilakukan secara berlanjut dalam hubungan kerja sebagaimana diatur dalam Pasal 488 jo Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Tok

Diduga Tipu Investor, Andi Gunawan Dipolisikan

Foto: Andi Gunawan (Terlapor) 

Surabaya, Timurpos.co.id – Dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan terkait investasi kembali mencuat di Surabaya. Seorang warga berisial (IS) melaporkan Andi Gunawan ke Polrestabes Surabaya setelah mengaku mengalami kerugian hingga Rp1,7 miliar akibat investasi yang dijanjikan memberikan keuntungan sebesar 1 persen setiap bulan. Senin (2/6/2026). 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hubungan antara pelapor dan Andi Gunawan telah terjalin sejak tahun 2015. Dalam perjalanannya, IS tertarik untuk menanamkan modal setelah mendapatkan penawaran investasi dengan imbal hasil bulanan sebesar 1 persen.

Pada kurun waktu 2017 hingga 2018, pelapor disebut menyerahkan dana investasi secara bertahap dengan total mencapai Rp1,7 miliar. Dana tersebut ditransfer kepada Kadiano Gunawan yang diketahui merupakan ayah kandung dari Andi Gunawan.

Namun, setelah dana diserahkan, pelapor mengaku tidak pernah menerima keuntungan sebagaimana yang dijanjikan. Selain itu, dana pokok yang telah diinvestasikan juga disebut belum pernah dikembalikan.

Saat dimintai pertanggungjawaban terkait investasi tersebut, Andi Gunawan kemudian memberikan dua lembar bilyet giro (BG) yang dikirim melalui kantor pos. Bilyet giro pertama bernomor EB 831670 dengan nominal Rp1 miliar, sedangkan bilyet giro kedua bernomor EB 831671 senilai Rp1,646 miliar. Keduanya bertanggal 21 April 2025.

Namun, ketika dicairkan di Bank BCA Pakuwon City Surabaya pada tanggal yang tertera, kedua bilyet giro tersebut ditolak karena dana dalam rekening dinyatakan tidak mencukupi.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada pelapor, Andi Gunawan mengaku tidak memiliki dana atau uang untuk memenuhi kewajibannya.

Merasa dirugikan, (IS) kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polrestabes Surabaya. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/1118/X/2025/SPKT/Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur tertanggal 5 Oktober 2025.

Dalam laporannya, (IS) menduga telah terjadi tindak pidana penipuan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dan/atau penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 372 KUHP.

Terpisah Kuasa hukum pelapor, Dr. Teguh Suharto Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., meminta kepada aparat penegak hukum untuk memberikan keadilan kepada pelapor dengan memproses pelaku dalam perkara ini.

“Tegakan hukum dan proses pelakunya,” Tegas Teguh kepada awak media.

Hingga berita ini ditulis, perkara tersebut masih dalam proses penanganan aparat kepolisian. Pihak terlapor belum memberikan keterangan resmi terkait laporan yang telah diajukan tersebut. Sesuai asas praduga tak bersalah, seluruh pihak yang disebut dalam perkara ini tetap dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Tok

Endorse Situs Judi Online Demi Penghasilan Tambahan, Rachmawati Diadili di PN Surabaya

Surabaya, Timurpos.co.id – Seorang perempuan bernama Rachmawati Puspita Ningrum harus menjalani proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya setelah didakwa mempromosikan situs judi online melalui akun media sosial Instagram miliknya.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Vini Angeline dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, terdakwa diduga menawarkan atau memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengakses perjudian online melalui unggahan promosi di media sosial.

JPU menjelaskan, kasus tersebut bermula sekitar Oktober 2025 ketika terdakwa berada di rumah kosnya di kawasan Jalan Jeruk Gang VI No. 28, Lakarsantri, Surabaya. Saat itu, terdakwa menerima pesan WhatsApp dari seseorang bernama Justin yang hingga kini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Dalam pesan tersebut, Justin menawarkan kerja sama promosi atau endorse terhadap situs perjudian online bernama Martabak188 dengan tautan manis188.online. Tawaran itu kemudian diterima oleh terdakwa yang menggunakan akun Instagram @rrx_rachmapuspita22_ sebagai media promosi.” Kata JPU Vini di ruang Garuda 2 PN Surabaya. Selasa (2/6/2026).

Menurut dakwaan, terdakwa beberapa kali mengunggah konten berupa story Instagram yang berisi tautan dan promosi situs judi online tersebut. Unggahan terakhir disebut dilakukan pada Rabu, 3 Desember 2025 sekitar pukul 20.00 WIB.

Dalam penyelidikan, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga digunakan untuk melakukan promosi perjudian online, antara lain satu unit telepon genggam Vivo, akun Instagram, akun WhatsApp, akun dompet digital DANA, serta dokumen mutasi transaksi keuangan.

Jaksa juga mengungkap bahwa terdakwa menerima pembayaran atas jasa promosi tersebut sebanyak tiga kali melalui aplikasi DANA. Rinciannya yakni sebesar Rp350 ribu pada 26 Oktober 2025, Rp650 ribu pada 11 November 2025, dan Rp1 juta pada 2 Desember 2025.

Total imbalan yang diterima terdakwa mencapai Rp2 juta, yang menurut dakwaan digunakan sebagai tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terdakwa menerima jasa endorse atau jasa iklan yang bermuatan perjudian untuk mencari keuntungan dan mendapatkan penghasilan tambahan, serta dilakukan tanpa izin dari instansi yang berwenang,” Beber JPU Vini

Atas perbuatannya, Rachmawati didakwa melanggar Pasal 426 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 427 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Perkara tersebut kini sedang menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya untuk memperoleh kepastian hukum lebih lanjut. Tok

Kecelakaan Balita di Depan Hotel Vasa, Proses Hukum Diwarnai Dugaan Tekanan kepada Korban

Foto: Pengemudi Mobil bersama Ibunya (WA) 

Surabaya, Timurpos.co.id – Penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang balita di Jalan H.R. Muhammad, tepatnya di depan Hotel Vasa Surabaya, menjadi sorotan publik. Diduga Pengemudi Mobil Wuling Binguo bernomor polisi L 1050 CAO, Keisha Wang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selasa (2/6/2026).

Selain itu, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, terdapat dugaan bahwa pengemudi mobil belum memiliki atau tidak membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) saat kejadian. Di sisi lain, kendaraan yang terlibat kecelakaan juga disebut belum dilakukan penahanan sebagai barang bukti. Namun informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Terkiat persoal tersebut, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa, nanti kita gelar perkara, kalau bukti-buktinya sudah lengkap.

Masih kata AKBP Galih Bayu Raditya, bahwa Sepada listrik memang tidak untuk digunakan di Jalan Raya, dikarenakan tidak memiliki sein, nopol dan STNK. Ini merujuk pada Permenhub No 45 tahun 2000, Sepada listrik tidak boleh digunakan di Jalan raya umum atua Jalan utama.

Peristiwa kecelakaan terjadi pada Rabu (20/5/2026) pagi. Maria Magdalena Mariyeni (30), seorang asisten rumah tangga (ART) asal Alor, bersama putrinya, MV (5), terlibat kecelakaan saat mengendarai sepeda listrik dengan sebuah mobil Wuling Binguo bernomor polisi L 1050 CAO.

Berdasarkan informasi yang beredar, mobil tersebut dikemudikan oleh Keisha Wang yang disebut merupakan putri dari Leny Wang.
Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah beredar video berdurasi 23 detik yang memperlihatkan seorang perempuan yang mengaku bernama Narti sedang berbicara kepada Maria. Dalam rekaman tersebut, Narti terdengar meminta Maria untuk tidak melanjutkan persoalan hukum terkait kecelakaan tersebut.

Video tersebut memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat karena dinilai mengandung tekanan psikologis terhadap korban maupun keluarganya. Namun hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam video mengenai konteks percakapan tersebut.

Sementara itu, Leny Wang yang disebut sebagai ibu dari pengemudi mobil saat dikonfirmasi oleh awak media memilih tidak memberikan komentar.

Terpisah, kuasa hukum korban, Dr. Teguh Suharto Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., yang mewakili kepentingan Marlince Viola dan ibunya, berharap Kapolrestabes Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut.

“Kami berharap Kapolrestabes Surabaya memberikan atensi penuh terhadap kondisi korban dan keluarganya, serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sehingga hak-hak korban dapat terpenuhi,” ujar Dr. Teguh.

Akibat kecelakaan tersebut, MV (5) mengalami luka serius. Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban mengalami luka berat pada bagian wajah dan diduga mengalami gegar otak. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap secara pasti kronologi kecelakaan.

Keluarga korban berharap proses penyelidikan dapat segera diselesaikan secara profesional dan transparan, sehingga memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi korban yang hingga kini masih berjuang menjalani perawatan medis. Tok

Soetijono Menang Telak di Pengadilan, Eksekusi Pengosongan Segera Diajukan

Surabaya, Timurpos.co.id – Harapan Siek Liani Puspitasari untuk membatalkan putusan yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) akhirnya kandas setelah seluruh upaya hukum yang ditempuhnya ditolak oleh pengadilan hingga tingkat Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Kuasa hukum Soetijono, Dr. Teguh Suharto Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., dari TSR Law Firm, menjelaskan bahwa perkara pokok sebelumnya telah diputus melalui Putusan Nomor 695/Pdt.G/2021/PN.Sby, yang kemudian dikuatkan oleh Putusan Nomor 189/Pdt.G/2022/PT.Sby, serta Putusan Mahkamah Agung Nomor 553/PDT/PK/MARI, dengan hasil yang seluruhnya memenangkan pihak Soetijono.

Meski demikian, menurut Teguh, Siek Liani Puspitasari masih mengajukan upaya hukum berupa gugatan perlawanan terhadap putusan yang telah inkracht tersebut melalui Perkara Nomor 1338/PDT.BTH/2025/PN.Sby. Perkara itu kemudian berlanjut ke tingkat banding melalui Putusan Nomor 774/PDT/2025/PT.Sby, hingga akhirnya diputus oleh Mahkamah Agung RI melalui Putusan Nomor 1358 K/PDT/2026 tanggal 11 Mei 2026.

“Seluruh gugatan perlawanan yang diajukan telah ditolak, mulai dari Pengadilan Negeri Surabaya, Pengadilan Tinggi Surabaya, hingga Mahkamah Agung Republik Indonesia. Majelis hakim di semua tingkat peradilan menolak seluruh dalil dan alasan yang diajukan,” ujar Teguh.

Teguh menilai putusan tersebut semakin memperkuat kedudukan hukum kliennya. Ia menyatakan pihaknya akan mempelajari langkah hukum lanjutan setelah menerima salinan resmi putusan Mahkamah Agung.

“Kami menghormati putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap. Setelah putusan ini kami terima secara resmi, kami akan mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, pihak Soetijono juga berencana mengajukan permohonan eksekusi pengosongan berdasarkan putusan yang telah inkracht.

Teguh berharap Ketua Pengadilan Negeri Surabaya dan Kapolrestabes Surabaya dapat memberikan perhatian terhadap proses pelaksanaan putusan tersebut agar dapat berjalan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dengan putusan Mahkamah Agung tersebut, rangkaian gugatan perlawanan yang diajukan Siek Liani Puspitasari dinyatakan berakhir, sementara putusan yang memenangkan Soetijono tetap memiliki kekuatan hukum mengikat dan dapat dieksekusi sesuai mekanisme yang berlaku. Tok

Kasus Pembunuhan Sidotopo Belum Tuntas, Keluarga Korban Desak Kepastian Hukum

Surabaya, Timurpos.co.id – Keluarga korban pembunuhan yang terjadi di kawasan Sidotopo Sekolahan II, Surabaya, mendesak Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk segera menuntaskan proses penyidikan dan memastikan seluruh pihak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut dapat diamankan. Minggu (31/5/2026).

Hingga kini, keluarga korban menilai penanganan perkara masih belum memberikan kepastian hukum yang jelas. Mereka mengaku terus menantikan perkembangan konkret terkait upaya pengejaran terhadap para terduga pelaku.

Menurut keluarga korban, sejak kasus ini mencuat ke publik, berbagai informasi yang beredar mengenai status para terduga pelaku kerap berbeda-beda. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai perkembangan sebenarnya dari proses penyidikan.

“Kami hanya meminta kejelasan dan kepastian hukum. Jangan sampai kasus pembunuhan ini terkesan lambat ditangani. Keluarga berharap seluruh pelaku yang terlibat segera diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar salah satu perwakilan keluarga korban.

Selain itu, keluarga korban meminta kepolisian lebih transparan dalam menyampaikan perkembangan penyidikan kepada publik. Mereka berharap tidak ada pihak yang lolos dari proses hukum apabila terbukti memiliki keterlibatan dalam tindak pidana tersebut.

Kasus pembunuhan di Sidotopo Sekolahan II sebelumnya menjadi perhatian masyarakat karena diduga melibatkan lebih dari satu orang. Namun hingga saat ini, keluarga korban masih mempertanyakan apakah seluruh pihak yang diduga terlibat telah berhasil diamankan oleh penyidik.

Karena itu, keluarga korban mendesak Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk memastikan empat orang yang diduga terkait dalam perkara tersebut segera diamankan dan diperiksa secara menyeluruh guna mengungkap fakta yang sebenarnya.

Desakan serupa juga disampaikan warga sekitar yang berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan tuntas dalam mengungkap motif, kronologi, serta pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan kasus tersebut.

Keluarga korban menegaskan akan terus mengawal jalannya proses hukum hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab atas kematian korban diproses sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, sehingga rasa keadilan bagi korban dan keluarga dapat benar-benar terwujud. M12

Dr. Teguh S. Utomo Kawal Kasus Pengeroyokan Putranya hingga Tuntas

Surabaya, Timurpos.co.id – Kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja berinisial AB di kawasan Jalan Mayjen Jonosewojo, tepatnya di depan gerai McDonald’s Graha Family, Kecamatan Wiyung, Surabaya, menjadi perhatian publik. Peristiwa yang diduga dipicu perselisihan melalui media sosial Instagram tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka fisik dan trauma psikis. Pihak keluarga juga telah melengkapi laporan dengan hasil visum et repertum sebagai bagian dari alat bukti dalam proses penyelidikan.

Berawal dari Interaksi di Instagram
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, persoalan bermula dari pesan langsung (DM) Instagram yang diterima korban dari seorang perempuan berinisial NS. Dalam pesan tersebut, korban diduga diajak untuk menghadapi pihak tertentu terkait persoalan pribadi.

Korban yang awalnya tidak menanggapi serius ajakan tersebut kemudian mendatangi lokasi yang telah ditentukan. Namun setibanya di tempat kejadian, situasi memanas setelah terjadi saling tantang antara korban dan sejumlah orang yang berada di lokasi.

Tak lama kemudian, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Salah satu pihak yang disebut dalam laporan adalah pria berinisial AA yang diduga memiliki peran dalam peristiwa tersebut.

Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Menanggapi kejadian yang menimpa putranya, Dr. Teguh S. Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., ayah korban sekaligus Wakil Ketua Umum DPN PERADI dan pimpinan Law Firm TSR, menegaskan bahwa pihak keluarga akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Peristiwa ini bukan sekadar perselisihan biasa. Kami menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum dan berharap proses hukum berjalan secara profesional, objektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dr. Teguh.

Ia menambahkan bahwa keluarga menginginkan seluruh pihak yang terbukti terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
“Kami akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan berharap perkara ini dapat diusut secara menyeluruh sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” katanya.

Harap Penanganan Profesional
Dr. Teguh juga berharap kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan dapat menangani perkara tersebut secara transparan dan berkeadilan.
Sementara itu, hingga kini penyidik Polrestabes Surabaya masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi, bukti elektronik, serta alat bukti lainnya guna mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Surabaya, Timurpos.co.id – Kasus pengeroyokan terhadap seorang remaja berinisial AB di kawasan Jalan Mayjen Jonosewojo, tepatnya di depan gerai McDonald’s Graha Family, Kecamatan Wiyung, Surabaya, menjadi perhatian publik. Peristiwa yang diduga dipicu perselisihan melalui media sosial Instagram tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka fisik dan trauma psikis. Pihak keluarga juga telah melengkapi laporan dengan hasil visum et repertum sebagai bagian dari alat bukti dalam proses penyelidikan.

Berawal dari Interaksi di Instagram
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, persoalan bermula dari pesan langsung (DM) Instagram yang diterima korban dari seorang perempuan berinisial NS. Dalam pesan tersebut, korban diduga diajak untuk menghadapi pihak tertentu terkait persoalan pribadi.

Korban yang awalnya tidak menanggapi serius ajakan tersebut kemudian mendatangi lokasi yang telah ditentukan. Namun setibanya di tempat kejadian, situasi memanas setelah terjadi saling tantang antara korban dan sejumlah orang yang berada di lokasi.

Tak lama kemudian, korban diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh beberapa orang secara bersama-sama. Salah satu pihak yang disebut dalam laporan adalah pria berinisial AA yang diduga memiliki peran dalam peristiwa tersebut.

Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Menanggapi kejadian yang menimpa putranya, Dr. Teguh S. Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., ayah korban sekaligus Wakil Ketua Umum DPN PERADI dan pimpinan Law Firm TSR, menegaskan bahwa pihak keluarga akan mengawal proses hukum hingga tuntas.

“Peristiwa ini bukan sekadar perselisihan biasa. Kami menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum dan berharap proses hukum berjalan secara profesional, objektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Dr. Teguh.

Ia menambahkan bahwa keluarga menginginkan seluruh pihak yang terbukti terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.

“Kami akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan dan berharap perkara ini dapat diusut secara menyeluruh sehingga memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” katanya.

Harap Penanganan Profesional
Dr. Teguh juga berharap kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan dapat menangani perkara tersebut secara transparan dan berkeadilan.

Sementara itu, hingga kini penyidik Polrestabes Surabaya masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan saksi, bukti elektronik, serta alat bukti lainnya guna mengungkap secara utuh kronologi dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Tok

Anak 5 Tahun Jadi Korban Kecelakaan di Depan Hotel Vasa Surabaya, Kuasa Hukum Minta Polrestabes Beri Atensi Khusus

Surabaya, Timurpos.co.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anak terjadi di Jalan H.R. Muhammad, tepatnya di depan Hotel Vasa Surabaya, pada Rabu (20/5/2026) pagi. Peristiwa tersebut sempat terekam kamera dashcam salah satu kendaraan dan videonya beredar luas di media sosial.

Akibat kecelakaan tersebut, seorang anak bernama MV (5) mengalami luka serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban mengalami luka berat pada bagian wajah dan diduga mengalami gegar otak. Saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menindaklanjuti kejadian itu, Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) Polrestabes Surabaya bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap kronologi pasti kecelakaan.

Selain mengamankan rekaman dashcam yang menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan, penyidik juga telah menyita sejumlah barang bukti. Berdasarkan Surat Tanda Bukti Penyitaan (TBP) Nomor TBP/24/V/2026/Lantas tertanggal 24 Mei 2026, polisi turut mengamankan dokumen identitas milik Maria Magdalena Mariyeni (30), yang merupakan ibu korban.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diperoleh, kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah mobil Wuling Binguo dengan nomor polisi L 1050 CAO. Pengemudi kendaraan diketahui bernama Keisha Wang, yang disebut merupakan anak dari Leny Wang.

Hingga Jumat (30/5/2026), proses penyelidikan masih berlangsung di Satlantas Polrestabes Surabaya. Penyidik terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti guna menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kuasa hukum korban, Dr. Teguh Suharto Utomo, S.Psi., S.H., M.H., M.M., yang mewakili kepentingan korban Marlince Viola dan ibunya, Maria Magdalena Mariyeni, berharap Kapolrestabes Surabaya memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut.

“Kami berharap Kapolrestabes Surabaya memberikan atensi penuh terhadap kondisi korban dan keluarganya, serta memastikan proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan sehingga hak-hak korban dapat terpenuhi,” ujar Dr. Teguh.

Terpisah Lenny ibu terduga pelaku saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan secara resmi.

Pihak keluarga berharap penyelidikan dapat segera dituntaskan sehingga memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi korban yang hingga kini masih berjuang menjalani perawatan medis.

Terpisah Lenny Wang terduga mama pelaku saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan secara resmi. Tok

 

Gudang Retur Cimory Jadi Sumber Produk Expired, Pasutri Jalani Sidang di PN Surabaya

Surabaya, Timurpos.co.id – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fathol Rasyid, SH mendakwa pasangan terdakwa Agatha Fristyan Putra dan Ria Widiawstuti dalam perkara dugaan peredaran produk makanan dan minuman kedaluwarsa dengan label yang diduga dipalsukan. Jumat (29/5/2026).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan di Pengadilan Negeri Surabaya, kedua terdakwa disebut melakukan praktik memperdagangkan produk yang tidak memenuhi standar dan ketentuan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Kasus ini bermula dari pengelolaan barang retur di gudang PT Cimory yang berada di kawasan pergudangan Tanrise Southgate, Jalan Nangka Seruni, Gedangan, Sidoarjo. Saksi Adi Purwoko yang bekerja sebagai kepala gudang disebut menerima barang retur dari toko-toko, termasuk produk yang telah melewati masa kedaluwarsa.

Sesuai SOP perusahaan, barang kedaluwarsa seharusnya dimusnahkan melalui pihak pengelola limbah di Pasuruan. Namun dalam dakwaan disebutkan barang-barang tersebut justru dijual kepada Agatha Fristyan Putra dan Ria Widiawstuti dengan harga murah.

“Barang berupa minuman merek Cimory berbagai varian dijual seharga Rp700 per pcs dan Cimory Stick Rp300 per stick,” demikian isi dakwaan JPU.

Produk-produk itu kemudian dijual kembali oleh para terdakwa dengan harga lebih tinggi, yakni sekitar Rp3.000 hingga Rp4.000 per pcs, sedangkan Cimory Stick dijual antara Rp1.200 hingga Rp1.700.

Tak hanya itu, jaksa mengungkap sebelum dipasarkan kembali, tanggal kedaluwarsa pada kemasan dihapus menggunakan cairan thinner lalu dicetak ulang menggunakan printer inkjet agar tampak masih layak edar.

Penjualan dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dengan sistem COD maupun pengambilan langsung ke rumah terdakwa. Pembayaran disebut dilakukan secara tunai maupun transfer rekening.

Praktik tersebut akhirnya terungkap setelah aparat kepolisian melakukan penggeledahan di rumah terdakwa di Jalan Gubeng Kertajaya III/39 Surabaya.

Dari lokasi itu, polisi menemukan ribuan produk makanan dan minuman berbagai merek yang diduga telah kedaluwarsa, tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, maupun telah diganti labelnya.

Barang bukti yang diamankan antara lain berbagai varian Cimory Yogurt Bites, Yogurt Stick, Yogurt Squeeze, Eatmilk, Indomie Goreng Jumbo, sosis merek Kanzler, bumbu sachet merek Sedap, hingga produk Indofood Racik.

Selain di Gubeng Kertajaya, petugas juga menemukan stok produk dalam jumlah besar di rumah lain di kawasan Pagesangan Asri Surabaya. Di lokasi tersebut ditemukan puluhan kardus produk Cimory, Teh Kotak Ultra Jaya, dan minuman ISO Plus yang sebagian tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

Dalam dakwaan disebutkan, Ria Widiawstuti berperan memilah barang dan menghapus tanggal kedaluwarsa menggunakan thinner. Selanjutnya, Agatha Fristyan Putra mencetak ulang tanggal baru menggunakan printer inkjet sebelum barang dikemas dan dikirim kepada pembeli.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa didakwa melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf a, d, g dan i juncto Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto Pasal 20 huruf C KUHP. Tok

Peduli Lingkungan, KOMPAK Gunakan Kemasan Alami untuk Distribusi Daging Kurban

Surabaya, Timurpos.co.id – Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) menggelar penyembelihan hewan kurban dalam rangka Iduladha 1447 H/2026 M pada Kamis (28/5/2026) dengan mengusung konsep ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tahun ini, KOMPAK menyembelih tiga ekor sapi dan dua ekor kambing yang kemudian dikemas menjadi sekitar 1.000 paket daging kurban untuk dibagikan kepada masyarakat.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, panitia tidak lagi menggunakan kantong plastik sebagai kemasan pembagian daging kurban. Sebagai gantinya, KOMPAK memilih memakai besek bambu dan daun jati guna mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai.

Ketua Umum KOMPAK, Budi Mulyono, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung gerakan go green.

“Momentum Iduladha tidak hanya tentang berbagi, tetapi juga bagaimana kita ikut menjaga lingkungan. Karena itu, kami mengganti kemasan plastik dengan besek dan daun jati yang lebih ramah lingkungan serta mudah terurai,” ujar Budi.

Ia menambahkan, penggunaan bahan alami tersebut sekaligus menjadi edukasi kepada masyarakat agar mulai mengurangi ketergantungan terhadap plastik dalam kegiatan sehari-hari, termasuk saat pembagian daging kurban.

Menurutnya, panitia sempat mengalami kesulitan mencari pasokan daun jati dalam jumlah besar. Namun kebutuhan itu akhirnya terpenuhi setelah mendatangkan daun jati langsung dari Jember ke Surabaya.

“Alhamdulillah akhirnya bisa terpenuhi. Kami ingin pembagian daging kurban tahun ini benar-benar minim sampah plastik,” katanya.

Sementara itu, Juru Sembelih Halal (Juleha) Muhammad Maftuchin memastikan proses penyembelihan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Hewan kurban cukup tenang dan tidak memberontak sehingga proses penyembelihan berjalan lancar,” ungkapnya.

Diketahui, kegiatan penyembelihan hewan kurban KOMPAK telah menjadi tradisi rutin sejak 2019. Hewan kurban berasal dari partisipasi para anggota komunitas sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat kebersamaan di momentum Iduladha. Tok