Orang Tua Protes Anak Diduga Jadi Korban Perundungan di Playtopia, Minta Pertanggungjawaban Pengelola

PERISTIWA65 Dilihat

Surabaya, Timurpos.co.id – Kekhawatiran terhadap kondisi psikis anak dirasakan Ricky Anthony, orang tua dari seorang anak laki-laki berinisial M (6). Ricky menduga putra semata wayangnya menjadi korban perundungan oleh sejumlah anak lain saat bermain di arena Playtopia, yang berada di area Pakuwon City Mall Surabaya, Sabtu (16/8/2026).

Menurut Ricky, kejadian tersebut melibatkan sejumlah anak yang diperkirakan berjumlah lebih dari tujuh orang. Ia kemudian meminta pertanggungjawaban kepada pihak pengelola arena bermain atas kejadian yang dialami anaknya.

Persoalan tersebut kembali mencuat saat Ricky bersama saudaranya, Margaret, bertemu dengan salah seorang karyawan Playtopia bernama Roni di sebuah kafe yang berada tepat di sebelah arena bermain Playtopia di lantai 3 Pakuwon City Mall, Selasa (18/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Ricky mempertanyakan tindak lanjut dari permintaannya untuk melihat rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) di lokasi kejadian. Menurut Ricky, sebelumnya pihak Playtopia sempat menjanjikan akan memberikan informasi terkait rekaman tersebut.

Baca Juga  Temu Wicara yang Dihadiri Menko Perekonomian RI di Kalbar

Namun, hingga Selasa, Ricky mengaku belum mendapatkan kepastian. Ia pun mempertanyakan alasan pihak pengelola yang belum memberikan akses atau memperlihatkan rekaman CCTV.

โ€œKita ini niat baik-baik, ya. Kita sudah kasih kesempatan dari tadi malam sampai dengan hari ini. Anda tidak ada konfirmasi apa pun ke pihak kita. Saya menunggu dari pagi, Anda menjanjikan tadi malam segera,โ€ ujar Ricky dengan nada kecewa kepada Roni.

Menanggapi desakan tersebut, Roni menjelaskan bahwa dirinya bukan pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

โ€œKebetulan saya di sini juga bukan leader, jadi tidak bertanggung jawab untuk keputusan,โ€ kata Roni.

Ricky kemudian meminta Roni menghubungi atasannya agar persoalan tersebut dapat segera mendapatkan keputusan. Roni selanjutnya menyebut nama Andry sebagai leader yang berada di atasnya.

Ricky bersama Margaret pun meminta agar komunikasi dengan pimpinan Playtopia dilakukan secara langsung melalui sambungan video.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-81 RI, Petugas dan Warga Binaan Rutan Kelas I Surabaya Gotong Royong Bersihkan Lingkungan

โ€œOke, siap telepon. Via Zoom, video call,โ€ desak Ricky.

Namun, Roni menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu jawaban dari pimpinan.

โ€œSaya belum memberi kabar karena kita masih menunggu jawaban dari beliau,โ€ ujar Roni.

Perdebatan antara kedua pihak tersebut kemudian menarik perhatian sejumlah pengunjung kafe maupun karyawan toko di sekitar arena Playtopia.

Ricky mengaku khawatir kejadian tersebut berdampak terhadap kondisi psikologis putranya. Ia bahkan mempertimbangkan pemeriksaan psikolog secara rutin untuk memastikan kondisi anaknya setelah kejadian tersebut.

Ricky juga menilai pengelola arena bermain memiliki tanggung jawab terhadap keamanan anak selama berada di area permainan. Terlebih, menurutnya, orang tua atau pendamping tidak diperbolehkan masuk ke dalam area bermain sehingga harus menunggu dari luar.

Ia menyebut harga tiket bermain yang dibayarkan berada di kisaran Rp170 ribu per jam. Karena itu, Ricky berharap pihak pengelola memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga  Waduh, Satu Mobil 2 STNK

Jika tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan, Ricky menyatakan akan mempertimbangkan menempuh jalur hukum, termasuk mengajukan gugatan ke pengadilan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Ricky, perusahaan yang mengelola Playtopia berada di bawah PT Giandhi Inti Fantasi. Kantor pusat perusahaan tersebut disebut berada di kawasan Ciputra World, Jalan Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan.

Perusahaan tersebut disebut bergerak di bidang jasa hiburan anak dan memiliki sejumlah outlet di berbagai wilayah Indonesia.

Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak pimpinan perusahaan Playtopia belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait dugaan perundungan tersebut, termasuk mengenai permintaan rekaman CCTV dan langkah penanganan terhadap keluhan orang tua korban. Tok