SPBN Wedung Bongkol Angin-Angin layani Pembelian Solar Subsidi dengan Jirigen

Demak, Timurpos.co.id — Dugaan aktivitas pengangsu solar bersubsidi di wilayah Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, kembali menjadi sorotan. Sejumlah kendaraan jenis Tosa yang diduga digunakan untuk mengangkut solar dengan membawa jerigen disebut-sebut mengantre di SPBN Wedung Bongkol Angin-Angin, sembari menunggu kedatangan mobil tangki BBM Pertamina yang dikenal masyarakat sebagai mobil tangki Merah Putih.

Informasi yang beredar menyebutkan, kendaraan-kendaraan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas pengangkutan solar yang disebut-sebut milik seseorang berinisial atau bernama panggilan Maman. Namun, dugaan mengenai kepemilikan, tujuan pengangkutan, serta legalitas aktivitas tersebut masih perlu ditelusuri dan diverifikasi lebih lanjut.

Keberadaan kendaraan Tosa yang membawa jeriken dan diduga menunggu pasokan solar menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme penyaluran BBM di lokasi tersebut. Apakah solar yang akan diangkut merupakan BBM bersubsidi? Jika benar, siapa penerima yang berhak dan apakah pengangkutan menggunakan kendaraan serta wadah tersebut telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku?

Pertanyaan lain yang perlu dijawab adalah apakah pengangkutan tersebut merupakan bagian dari distribusi resmi untuk kebutuhan yang diperbolehkan atau justru berpotensi menyimpang dari peruntukan solar bersubsidi.

Solar bersubsidi merupakan BBM yang penyaluran dan penggunaannya diatur pemerintah. Karena itu, setiap dugaan penyimpangan dalam distribusi perlu ditelusuri berdasarkan bukti, dokumen penyaluran, serta keterangan pihak-pihak terkait.

Aparat penegak hukum, instansi terkait, serta pihak pengelola SPBN diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian dalam proses penyaluran BBM.

Pemeriksaan dapat mencakup dokumen pembelian dan penyaluran, identitas penerima, tujuan pengangkutan, serta kesesuaian aktivitas di lapangan dengan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa distribusi solar bersubsidi tidak disalahgunakan dan tetap tepat sasaran.

Pihak yang disebut dalam informasi tersebut, termasuk Maman apabila benar berkaitan dengan aktivitas yang dimaksud, perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi. Demikian pula pihak SPBN Wedung Bongkol Angin-Angin dan pihak terkait lainnya berhak memberikan penjelasan mengenai mekanisme penyaluran BBM di lokasi tersebut.

Hingga informasi ini memperoleh verifikasi lebih lanjut, dugaan keterlibatan pihak tertentu maupun dugaan penyalahgunaan solar bersubsidi belum dapat dinyatakan sebagai fakta hukum.

Masyarakat berhak memperoleh kepastian mengenai penyaluran BBM bersubsidi agar tidak terjadi penyalahgunaan yang berpotensi merugikan kepentingan umum.

Apabila ditemukan bukti adanya pelanggaran, penanganan diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Sebaliknya, apabila aktivitas tersebut merupakan bagian dari distribusi yang sah, penjelasan yang terbuka juga diperlukan untuk menghindari kesimpangsiuran informasi. M12

Kini, yang dibutuhkan bukan sekadar dugaan, melainkan penelusuran berdasarkan fakta dan bukti agar persoalan ini menjadi terang.

Perkuat Karakter Pelajar dan Cegah Kenakalan Remaja, Satbinmas Polres Pasuruan Berikan Pembinaan kepada Guru SMKN 1 Bangil

Pasuruan, Timurpos.co.id – Dalam upaya memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan, Satbinmas Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan penyuluhan dan pembinaan kepada dewan guru SMKN 1 Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 07.30 hingga 09.00 WIB. Kegiatan yang berlangsung di ruang aula pertemuan SMKN 1 Bangil tersebut dihadiri oleh KBO Binmas Polres Pasuruan, Iptu Bambang Hariyadi, S.Pd., S.Sos., dengan mengusung tema “Polisi Bersama Masyarakat Peduli Dunia Pendidikan” sebagai wujud kepedulian Polri terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan berkarakter.

Dalam penyampaian materinya, Iptu Bambang Hariyadi menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab guru dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki kepribadian yang kuat.

Ia mengingatkan bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mencegah perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan mengarahkan perubahan karakter peserta didik ke arah yang positif.

Para pendidik diharapkan mampu membentengi siswa dari berbagai perilaku menyimpang, seperti kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, balap liar, keterlibatan dalam kelompok gengster, hingga berbagai bentuk tindak pidana yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Selain menyoroti pembinaan karakter siswa, KBO Binmas Polres Pasuruan juga mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan, kekompakan, dan keharmonisan di antara sesama guru. Menurutnya, keteladanan seorang pendidik merupakan fondasi penting dalam membangun sikap dan perilaku peserta didik.

Para guru juga diharapkan mampu menjaga keharmonisan rumah tangga, bijak dalam menggunakan media sosial, serta terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk aplikasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Dengan sikap profesional, kedewasaan dalam bertindak, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman, para pendidik diharapkan dapat menciptakan suasana sekolah yang sejuk, kondusif, dan penuh kedamaian.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika sesi tanya jawab dibuka bagi para guru yang ingin menyampaikan pertanyaan maupun berdiskusi langsung dengan narasumber. Berbagai pertanyaan disampaikan secara bergantian dan mendapat tanggapan serta penjelasan dari Iptu Bambang Hariyadi yang dinilai memuaskan oleh para peserta.

Dialog interaktif tersebut menjadi ruang berbagi wawasan sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan tenaga pendidik dalam menghadapi berbagai tantangan dunia pendidikan. Kepala SMKN 1 Bangil, Syamsul Hadi, S.Pd, M.Si menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Satbinmas Polres Pasuruan, khususnya kepada KBO Binmas yang telah hadir sebagai pembina sekaligus narasumber, atas perhatian dan kontribusinya dalam memberikan pembekalan kepada para guru.

Kegiatan penyuluhan dan pembinaan tersebut ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Iptu Bambang Hariyadi. Melalui kegiatan ini, Satbinmas Polres Pasuruan berharap terjalin sinergi yang semakin erat antara Polri dan insan pendidikan dalam mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, serta terbebas dari perundungan dan berbagai bentuk kenakalan remaja.

Kolaborasi yang berlandaskan kepedulian, keteladanan, dan tanggung jawab bersama diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, berakhlak mulia, serta siap menjadi penerus bangsa yang membanggakan. M12

Rutan Surabaya Kedepankan Pendekatan Humanis untuk Jaga Keamanan Hunian

Surabaya, Timurpos.co.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya terus memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan hunian warga binaan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pengarahan dan pembinaan langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR), Andra Naftali Gustaf Vano, kepada warga binaan Blok Chandrapura.

Kegiatan yang berlangsung di selasar Blok Chandrapura tersebut diikuti para penghuni blok dengan tertib. Pengarahan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga binaan dalam mematuhi tata tertib, menjaga keamanan, serta membangun sikap saling menghormati di lingkungan rutan.

Dalam pembinaan tersebut, Andra menekankan pentingnya peran aktif seluruh warga binaan untuk menciptakan lingkungan hunian yang aman, nyaman, bersih, dan kondusif. Menurutnya, keamanan dan ketertiban menjadi fondasi utama dalam mendukung keberhasilan program pembinaan.

“Kami selalu siap memberikan pelayanan dan perlindungan serta memenuhi hak-hak saudara sekalian. Namun, hal itu harus diimbangi dengan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban, mematuhi tata tertib, dan saling menghormati,” ujar Andra.

Ia mengajak warga binaan untuk membangun keharmonisan melalui kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama. Ia juga mengingatkan bahwa seluruh penghuni rutan merupakan bagian dari satu keluarga yang sama-sama berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

“Mari bersama-sama kita wujudkan lingkungan yang bersih, sehat, kondusif, dan membahagiakan untuk kita semua. Tetap semangat menjalani masa pembinaan dan manfaatkan kesempatan ini untuk memperbaiki diri,” imbuhnya.

Selain menekankan kedisiplinan, Andra mengingatkan warga binaan agar menjaga kebersihan kamar dan lingkungan blok, tidak melakukan pelanggaran, serta tidak menyimpan barang-barang terlarang di dalam rutan.

Warga binaan juga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan kendala atau indikasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban guna mewujudkan lingkungan rutan yang sehat, kondusif, serta terbebas dari potensi gangguan keamanan.

“Kami senantiasa hadir untuk mengayomi serta memfasilitasi setiap warga binaan agar fokus menjalani masa binaan dengan positif dan penuh optimisme,” ujarnya.

Menurutnya, pengamanan di Rutan Kelas I Surabaya tidak hanya berorientasi pada kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga mendukung proses pembinaan yang positif dan humanis. Lingkungan yang tertib diharapkan membuat warga binaan dapat menjalani masa pembinaan dengan tenang sekaligus memanfaatkan waktu untuk memperbaiki diri.

Pengarahan tersebut mendapat respons positif dari warga binaan Blok Chandrapura. Mereka menyimak arahan yang disampaikan dan menyatakan komitmen untuk mendukung terciptanya lingkungan hunian yang aman, tertib, dan humanis.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan jajaran pengamanan Rutan Kelas I Surabaya dalam mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus memperkuat kedisiplinan warga binaan.

Melalui komunikasi dan pendekatan persuasif, pihak rutan berharap kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban dapat tumbuh sebagai tanggung jawab bersama, baik bagi petugas maupun seluruh warga binaan. Ron

Ketua Umum PRKB Imam Buhori Sampaikan Ucapan Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur

Surabaya, Timurpos.co.id – Ketua Umum Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB), Imam Buhori, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan panjang pembangunan serta kontribusi Jawa Timur dalam mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

Melalui ucapan tersebut, Imam Buhori mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga semangat gotong royong, serta berperan aktif dalam mewujudkan Jawa Timur yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Menurutnya, peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar momentum seremonial, melainkan juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan capaian pembangunan, mempererat kebersamaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap masa depan daerah.

Sebagai organisasi kepemudaan, PRKB berkomitmen untuk terus menanamkan nilai-nilai persaudaraan, solidaritas, dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Semangat tersebut diharapkan menjadi landasan bagi generasi muda untuk berkontribusi secara positif dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.

“Dengan semangat persatuan dan gotong royong, Jawa Timur harus terus melangkah maju dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” demikian pesan yang disampaikan dalam ucapan peringatan tersebut pada hari ini, Senin (12/10/2026).

Imam Buhori juga berharap Provinsi Jawa Timur semakin berkembang, mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, serta terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Selamat Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Semoga Jawa Timur senantiasa menjadi daerah yang kuat, harmonis, berdaya saing, dan semakin sejahtera bagi seluruh masyarakat. M12

Perkuat Sinergi Lintas Kementerian, Karutan Surabaya Hadiri Pisah Sambut Pimpinan Kanwil Kemenkum Jawa Timur

Surabaya, Timurpos.co.id – Sinergi lintas fungsi di bidang pemasyarakatan dan hukum terus diperkuat guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta mengoptimalkan proses pembinaan bagi warga binaan.

Komitmen tersebut tercermin dalam kehadiran Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya pada agenda pisah sambut Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Selasa (6/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kusnali, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Raden Fadjar Widjanarko, pejabat baru Dr. Saiful Sahri, serta jajaran Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendapat undangan.

Momentum pergantian kepemimpinan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat komunikasi, membangun koordinasi, dan menyelaraskan langkah antarlembaga dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing.

Kehadiran pimpinan Rutan Kelas I Surabaya menunjukkan pentingnya kolaborasi antara jajaran pemasyarakatan dan kementerian terkait dalam mendukung penyelenggaraan pelayanan publik yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Melalui koordinasi yang solid, berbagai aspek pelayanan hukum, pengelolaan tahanan, hingga pelaksanaan pembinaan warga binaan diharapkan dapat terus berjalan secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sinergi antarlembaga juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program kerja, meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, serta memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus berbenah, Rutan Kelas I Surabaya diharapkan mampu memperkuat kontribusinya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang berintegritas, humanis, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ron

Dua Proyek DSDABM Surabaya di Tanjungsari dan Radial Road Rp38,65 Miliar Disorot, Mutu dan Metode Kerja Jadi Perhatian

Surabaya, Timurpos.co.id – Dua proyek infrastruktur di bawah Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemerintah Kota Surabaya Tahun Anggaran 2026 menjadi sorotan. Kedua proyek yang dikerjakan PT Diatasa Jaya Mandiri itu memiliki nilai kontrak gabungan mencapai Rp38,65 miliar. Senin (12/10/2026).

Sorotan tersebut berkaitan dengan resume sementara analisis pelaksanaan pekerjaan yang mempertanyakan kesesuaian metode kerja, pemasangan konstruksi, serta spesifikasi mutu material, khususnya pada proyek pembangunan saluran drainase di Jalan Tanjungsari, Surabaya.

Meski demikian, indikasi ketidaksesuaian tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan fisik, pencocokan dengan dokumen kontrak, serta pengujian teknis untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Dua proyek yang dimaksud meliputi pembangunan saluran U-Ditch ukuran 150/200 lengkap dengan penutup (cover) berkapasitas beban gandar 20 ton di Jalan Tanjungsari senilai Rp20.989.084.443.

Sementara itu, proyek kedua berupa pembangunan jalan flexible pavement kolektor di kawasan Jalan Radial Road dengan nilai kontrak Rp17.667.328.654. Dengan demikian, total nilai kontrak kedua proyek tersebut mencapai Rp38.656.413.097.

Mutu U-Ditch dan Metode Pemasangan Perlu Diperiksa

Dalam pekerjaan saluran drainase, pemasangan beton pracetak U-Ditch tidak cukup hanya mengandalkan kesesuaian bentuk dan ukuran. Kondisi dasar saluran, elevasi, sambungan antarelemen, serta kualitas material juga menjadi bagian penting yang harus memenuhi spesifikasi teknis.

Hal serupa berlaku terhadap penggunaan cover yang dipersyaratkan mampu menahan beban gandar 20 ton. Kesesuaian produk dengan spesifikasi, kapasitas beban, dan metode pemasangan perlu dipastikan melalui dokumen teknis serta pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Apabila ditemukan ketidaksesuaian terhadap spesifikasi kontrak, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kekuatan konstruksi, fungsi drainase, hingga umur layanan bangunan.
Namun, dugaan penyimpangan mutu tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengamatan visual atau dokumentasi foto.

Diperlukan pemeriksaan yang membandingkan kondisi aktual di lapangan dengan gambar kerja, spesifikasi teknis, metode pelaksanaan, serta hasil pengujian material.

Karena itu, pemeriksaan teknis menjadi penting untuk memastikan apakah pekerjaan yang telah dilaksanakan benar-benar sesuai dengan persyaratan kontrak.

Pengawasan DSDABM dan Kontraktor Jadi Perhatian

Besarnya nilai anggaran yang dialokasikan membuat aspek pengawasan kedua proyek tersebut patut mendapat perhatian. Setiap pekerjaan yang menggunakan anggaran publik harus dilaksanakan sesuai kontrak, memenuhi standar teknis, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

DSDABM Pemkot Surabaya perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan, hasil pemeriksaan mutu material, serta evaluasi terhadap metode pemasangan U-Ditch di Jalan Tanjungsari.

Selain itu, peran konsultan pengawas dan pihak terkait dalam memastikan kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi kontrak juga menjadi aspek yang perlu diperjelas.

Konfirmasi dari PT Diatasa Jaya Mandiri selaku kontraktor diperlukan untuk menjelaskan spesifikasi material yang digunakan, metode pelaksanaan di lapangan, serta langkah pengendalian mutu yang diterapkan selama pekerjaan berlangsung.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan ketidaksesuaian, perlu dijelaskan bentuk evaluasi yang dilakukan, tindak lanjut dari pengawas, serta kemungkinan perbaikan agar pekerjaan memenuhi persyaratan teknis.

Transparansi tersebut penting untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya mengejar penyelesaian pekerjaan, tetapi juga menjamin kualitas konstruksi dan keselamatan pengguna infrastruktur.

Hingga pemeriksaan teknis dan konfirmasi dari para pihak diperoleh, dugaan ketidaksesuaian mutu maupun metode kerja dalam proyek tersebut belum dapat dipastikan.

Pemeriksaan secara objektif dan terbuka diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai kualitas kedua proyek sekaligus memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran pembangunan Kota Surabaya. Tok

Laporan 110, Bekas Galian hingga Bantahan PT PRM, Aktivitas Kabel Telkom Lamongan Diselidiki

Lamongan, Timurpos.co.id – Perkembangan dugaan aktivitas penarikan kabel milik PT Telkom di wilayah hukum Polres Lamongan kembali menjadi sorotan. Setelah sebelumnya muncul bantahan terkait adanya kegiatan di lokasi yang dilaporkan, temuan tim di lapangan justru menunjukkan adanya bekas galian di sejumlah titik yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Temuan tersebut diperoleh pada Jumat (9/10/2026) setelah tim melakukan penelusuran lanjutan di kawasan Jalan Raya Lamongan–Babat, Kabupaten Lamongan.

Selain menemukan bekas galian, keterangan sejumlah warga juga menjadi bagian dari penelusuran. Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan membenarkan bahwa pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 00.12 WIB, dirinya melihat beberapa orang melakukan aktivitas penggalian di sekitar lokasi.

Namun, warga tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti pekerjaan yang dilakukan.

“Dikira pekerjaan PU,” ujarnya saat ditanya mengenai aktivitas tersebut.

Laporan 110 dan Respons Petugas Dipertanyakan

Temuan di lapangan tersebut juga menjadi perhatian karena sebelumnya telah terdapat pengaduan melalui layanan kepolisian 110 terkait dugaan aktivitas penarikan atau pengambilan kabel Telkom.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pengaduan dilakukan setelah terdapat wartawan yang berada di sekitar lokasi dan melihat aktivitas yang dinilai perlu mendapat perhatian aparat.

Adanya laporan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tindak lanjut petugas, termasuk apakah lokasi yang dilaporkan benar-benar telah didatangi dan apakah aktivitas yang ditemukan di lapangan memiliki hubungan dengan laporan 110 tersebut.

EAS Dinilai Berbalik Sikap Saat Kembali Dikonfirmasi

Ironisnya, saat kembali dikonfirmasi terkait kejadian pada malam hari EAS justru dinilai tidak memberikan penjelasan lebih lanjut terkait keterangan yang sebelumnya disampaikannya.

Sikap tersebut menimbulkan pertanyaan, mengingat sebelumnya EAS sempat memberikan keterangan mengenai situasi di lokasi, termasuk adanya pihak yang disebut melakukan pengamanan terhadap aktivitas tersebut.

Namun ketika kembali dikonfirmasi mengenai temuan terbaru di lapangan, EAS disebut memilih menghindari pertanyaan dan tidak memberikan jawaban secara terbuka.

Kondisi tersebut menjadi perhatian tim investigasi. Sebab, keterangan dari saksi atau orang yang berada di sekitar lokasi dapat menjadi salah satu informasi penting untuk membantu mengurai siapa yang melakukan aktivitas, pekerjaan apa yang sedang dilakukan, serta siapa pihak yang bertanggung jawab.

Saat dikonfirmasi mengenai temuan terbaru tersebut, Kasatreskrim Polres Lamongan AKP Adimas Firmansyah memberikan respons.

“Oke, terima kasih informasi dan konfirmasinya. Kita dalami,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa informasi mengenai temuan lapangan masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.

PT PRM Bantah Terlibat Aktivitas

Sementara itu, pihak PT PRM Putri Ratu Mandiri melalui Sholahudin Al Ayyubi membantah bahwa aktivitas yang ditemukan tersebut merupakan pekerjaan pihaknya.

“Tidak ada, Mas. Kami masih menunggu izin dari Telkom Jakarta. Saya juga kemarin sempat dikonfirmasi oleh PU dan sama saya bilang belum ada aktivitas, masih menunggu izin dari Telkom pusat,” jelas Sholahudin.

Keterangan tersebut menjadi penting untuk memastikan siapa sebenarnya pihak yang melakukan aktivitas di lapangan apabila benar terdapat pekerjaan penggalian atau penarikan kabel.

Redaksi juga masih berupaya memperoleh klarifikasi dari Telkom Witel Sidoarjo melalui Fauzi. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan terkait temuan tim di lapangan.

Legalitas Pekerjaan Perlu Dibuka

Persoalan berikutnya adalah mengenai legalitas kegiatan. Apabila benar terdapat pekerjaan penarikan kabel Telkom, perlu dipastikan siapa pelaksana, siapa pemberi pekerjaan, serta apakah terdapat dokumen resmi yang menjadi dasar pelaksanaan.

Termasuk di antaranya dokumen pekerjaan, PU, NODIN, maupun dokumen perizinan atau penugasan lainnya yang relevan.

Dengan adanya bantahan dari PT PRM bahwa pihaknya belum melakukan aktivitas karena masih menunggu izin dari Telkom pusat, maka identitas pihak yang melakukan pekerjaan di lokasi menjadi salah satu hal yang perlu dijelaskan.

Hal tersebut penting agar tidak terjadi kesimpulan sepihak bahwa kegiatan tersebut merupakan pekerjaan resmi Telkom ataupun pekerjaan ilegal sebelum ada hasil pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak berwenang.

Kapolda Jatim Diminta Pastikan Informasi Tidak Simpang Siur

Dalam perkembangan kasus ini, perhatian juga diarahkan pada pentingnya kesamaan informasi antara temuan di lapangan, hasil tindak lanjut kepolisian, serta keterangan yang disampaikan kepada publik.

Sebagaimana informasi yang diterima redaksi, Kapolda Jatim Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono diminta memberikan atensi dan arahan kepada jajaran agar persoalan tersebut dapat didalami sehingga informasi mengenai temuan di lapangan tidak menimbulkan simpang siur.

Publik pada akhirnya membutuhkan kejelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.

Jika memang kegiatan tersebut merupakan pekerjaan resmi, maka pihak terkait diharapkan dapat menunjukkan dasar penugasan dan legalitasnya. Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya aktivitas tanpa kewenangan atau tanpa dasar hukum yang sah, masyarakat tentu berharap persoalan tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Telkom: Akan Melaporkan atau Tidak?

Kini perhatian juga tertuju kepada PT Telkom sebagai pihak yang disebut memiliki tanggung jawab aset kabel tersebut.

Apabila hasil pemeriksaan internal Telkom menunjukkan adanya pengambilan atau penarikan kabel tanpa kewenangan, publik menunggu langkah perusahaan, termasuk apakah akan membuat laporan resmi kepada kepolisian untuk mengungkap siapa pihak yang berada di balik aktivitas tersebut.

Sebab, persoalan utama bukan hanya mengenai siapa yang berada di lokasi, tetapi juga siapa yang memberikan perintah, siapa pelaksana, siapa yang bertanggung jawab, dan atas dasar dokumen apa pekerjaan tersebut dilakukan.

Masyarakat juga berharap layanan 110 benar-benar dapat memberikan rasa aman dan menjadi sarana yang efektif bagi masyarakat ketika menemukan dugaan tindak pidana atau membutuhkan kehadiran polisi di lapangan.

Dugaan aktivitas penarikan kabel Telkom di wilayah hukum Polres Lamongan kini masih menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab secara terang dan berdasarkan fakta.

Temuan bekas galian, keterangan warga terkait aktivitas pada Kamis dini hari, adanya laporan melalui layanan 110, serta bantahan PT PRM yang menyatakan belum melakukan pekerjaan karena masih menunggu izin dari Telkom pusat, menjadi rangkaian informasi yang perlu diverifikasi oleh pihak berwenang.

Di sisi lain, perubahan sikap Eko Andika saat kembali dikonfirmasi juga menjadi catatan tersendiri. Keterangan yang sebelumnya disampaikan perlu diperjelas agar tidak menimbulkan tafsir berbeda mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lokasi.

Kini publik menunggu hasil pendalaman Polres Lamongan dan penjelasan resmi PT Telkom mengenai status kabel, legalitas pekerjaan, serta pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas aktivitas tersebut.

Apakah aktivitas itu merupakan pekerjaan resmi yang memiliki dokumen dan penugasan lengkap, atau terdapat pihak lain yang melakukan pekerjaan tanpa kewenangan? Jawaban atas pertanyaan tersebut sepenuhnya menunggu hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi.

Redaksi akan terus melakukan penelusuran secara berimbang dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. M12

Berdebu dan Semerawut, Tidak Ada Petugas Pengatur Jalan

Surabaya, Timurpos.co.id – Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) melaksanakan pembangunan saluran U-Ditch di sepanjang Jalan Tanjungsari, Surabaya. Proyek tersebut merupakan kegiatan Tahun Anggaran 2026 sekitra Rp 20 Milar dengan pekerjaan berupa pembangunan saluran U-Ditch ukuran 150/200 lengkap dengan penutup (cover) yang dirancang mampu menahan beban gandar hingga 20 ton.

Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan tersebut tercantum dengan nama “Pembangunan Saluran U-Ditch 150/200 dengan Cover, Gandar 20 ton (Saluran Jl. Tanjungsari)”.
Adapun proyek tersebut menggunakan Nomor Kontrak 000.3.3/018/06.2.01.0029.EPC/436.7.3/2026

Untuk pelaksanaan pekerjaan, Pemerintah Kota Surabaya menunjuk PT Diatasa Jaya Mandiri sebagai kontraktor pelaksana. Sementara itu, konsultan pengawas proyek adalah AJK-DBJ-CNK, KSO.

Pembangunan saluran ini ditujukan untuk mendukung peningkatan sistem drainase di kawasan Jalan Tanjungsari. Selain berfungsi sebagai saluran air, konstruksi dengan cover dan kemampuan menahan beban gandar hingga 20 ton juga disiapkan untuk mendukung aktivitas kendaraan di atas saluran. Namun dalam pelaksanaan diduga telah menyalahi aturan dan asal jadi saja dengan mengabaikan standar mutu dan sop yang berlaku.

Sejumlah titik pekerjaan masih menyisakan galian terbuka, dengan pengamanan berupa terpal dan pagar sementara yang belum sepenuhnya rapat. Rambu peringatan telah tersedia, namun dinilai belum mencakup seluruh area berisiko.

Material galian, kerikil, dan puing masih berada di sisi jalan sehingga mempersempit ruang kendaraan. Belum terlihat petugas pengatur lalu lintas maupun jalur pengganti yang aman bagi pejalan kaki. Permukaan jalan di sekitar proyek juga masih terdapat lubang dan penurunan.

Dari sisi kebersihan, masih ditemukan sisa material dan aktivitas pembakaran sampah. Papan proyek telah terpasang, tetapi belum mencantumkan jadwal rinci, target penyelesaian, maupun persentase progres fisik.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian melalui penguatan pagar pengaman, penambahan rambu dan lampu peringatan, pengaturan lalu lintas, penataan material, penyediaan jalur pejalan kaki, serta perbaikan sementara permukaan jalan. Konsultan pengawas juga diharapkan meningkatkan pemantauan penerapan K3.

“Ruwet mas, selain macet debu dijalan juga sangat menggangu sekali dan tidak ada petugas yang mengatur jalan, ” Keluh salah satu penguna jalan kepada awak media.

Pengaduan dapat disampaikan melalui Hotline/WhatsApp 081133331919 atau dengan memindai kode QR yang tersedia pada papan proyek. Namun nomer tesebut tak di bisa hubungi lewat Whatsapp.

Pemasangan papan informasi tersebut menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah.

Masyarakat juga dapat turut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan, spesifikasi teknis, serta target yang telah ditetapkan. Tok

Merajut Kebersamaan, Ansor dan PRKB Rabasan Rutinkan Dzikir-Sholawat

Kedundung, Timurpos.co.id – Malam yang tenang di Desa Rabasan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, terasa lebih sejuk. Puluhan pemuda tampak khusyuk melantunkan dzikir dan sholawat secara bersama-sama, pada Senin (5/10/2026) malam.

Kegiatan tersebut wujud nyata sinergi antara GP Ansor dan Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB).

Kolaborasi apik ini sengaja dihidupkan untuk merawat tradisi keagamaan, sekaligus memperkuat persaudaraan.

“Dzikir dan sholawat adalah nutrisi batin bagi kita. Melalui majelis ini, berharap hati para pemuda senantiasa tenteram,” ungkap Ketua PR GP Ansor Desa Rabasan, Lora Ali Murtado.

Kiai yang akrab disapa Ra Tado ini menilai, pemuda adalah motor penggerak utama di tengah masyarakat.

Karenanya, ketahanan mental dan spiritual mutlak diperlukan agar tidak mudah goyah oleh arus modernisasi.

“Ikatan spiritual yang kuat akan melahirkan jiwa yang peduli. Pemuda harus menjadi teladan dalam menjaga kedamaian desa,” tegas Ra Tado.

Dilain sisi, semangat persatuan ini juga disambut antusias pengurus Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB).

Kehadiran kedua organisasi kepemudaan tersebut, membuktikan perbedaan latar belakang bukanlah halangan untuk bersatu.

“Sinergi ini energi positif bagi kemajuan desa kita. Kalau bukan kita yang memulai kebaikan ini, siapa lagi?,” kata Sekretaris PRKB, Ach. Mustain.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas organisasi ini tidak akan berhenti sampai di sini.

Menurutnya, PRKB bersama GP Ansor siap berjalan berdampingan dalam mengawal syiar Islam.

“Kami berkomitmen untuk terus konsisten mengawal ajaran Islam ahlussunnah wal-jamaah. Warisan para ulama’ ini wajib kita jaga bersama,” pungkas Mustain. M12

HUT TNI ke-81, Ketua PRKB Sampang Ajak Pemuda Perkuat Sinergi

Sampang, Timurpos.co.id – Momentum Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) ke-81 disambut penuh semangat oleh jajaran pemuda di Kabupaten Sampang.

Ketua Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) Kabupaten Sampang, Abd Kudus, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi prajurit TNI.

“Selamat HUT TNI ke-81. Terima kasih atas seluruh pengabdian dan pengorbanan dalam menjaga kedaulatan NKRI,” tuturnya, Senin (5/10/2026).

Menurut Kudus, kehebatan TNI tidak lepas dari kemampuannya untuk terus melangkah dan berjuang bersama masyarakat.

“TNI bukan hanya benteng pertahanan negara, tetapi juga sahabat sejati rakyat yang selalu hadir di tengah kesulitan,” tuturnya.

Ia menekankan, sinergi antara TNI dan elemen pemuda merupakan kunci utama menciptakan stabilitas daerah yang aman dan kondusif.

“Sinergitas ini adalah fondasi kokoh untuk merawat persatuan, menjaga keamanan, dan membangun daerah yang modern,” jelas Kudus.

Memanfaatkan momentum bersejarah ini, PRKB mempertegas komitmennya untuk terus menebarkan semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Kami siap bergandengan tangan dengan TNI dalam mengawal pembangunan dan memajukan bangsa,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Kudus mengajak pemuda Sampang khsusnya pemuda Rabasan, untuk terus berkontribusi positif demi masa depan Indonesia.

“TNI kuat bersama rakyat, pemuda bersatu Indonesia maju. Mari jaga semangat kebersamaan ini demi keutuhan NKRI. Dirgahayu TNI ke-81! TNI Prima, modern, dan makin dicintai rakyat,” pungkasnya. M12