Sinergi Mahasiswa dan Pegiat Lingkungan Bersihkan Sungai Plosokandang dari Sampah

Tulungagung, Timurpos.co.id – Sampah plastik merupakan isu terbesar yang paling berbahaya dan paling persisten dalam pencemaran lingkungan. Adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap produk plastik sekali pakai semakin memperparah kondisi ini. Minggu (28/07/2024).

KISMAPALA Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung kemudian mengadakan kegiatan bersih sungai dengan tema “Bersihkan Aliran, Segarkan Kehidupan” guna memperingati Hari Sungai 2024. Gerakan ini juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas pecinta alam lingkungan, seperti ALWI dan BRUIN yang membantu dalam melakukan brand audit sampah di Sungai Plosokandang, Tulungagung.

Pada kegiatan kali ini, relawan bersih Sungai Plosokandang berhasil mengevakuasi sebanyak 16 karung sampah yang kemudian diangkut dalam satu truk untuk menuju ke tempat pembuangan. Sampah yang terkumpul masih didominasi oleh sampah plastik sekali pakai, seperti sampah popok, bungkus makanan serta bungkus deterjen saset. Selain itu, para relawan juga membantu dalam membersihkan ledakan eceng gondok yang memenuhi area Sungai Plosokandang sepanjang.

“Eceng gondok yang memenuhi aliran sungai menyebabkan menurunnya jumlah cahaya yang masuk ke dalam perairan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tingkat kelarutan oksigen dalam air yang membahayakan ekosistem sungai. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya Ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.” Ungkap Haris selaku perwakilan mahasiswa dari Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung.

Pencemaran sungai saat ini merupakan permasalahan lingkungan yang dapat menjadi ancaman bagi masyarakat dan lingkungan. Riski selaku perwakilan dari MAPALA KISMAPALA berharap, masyarakat sadar akan pentingnya mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya melakukan pemilahan sampah dari rumah agar sampah tidak berakhir mencemari sungai.

Peran mahasiswa sebagai agen perubahan sangat penting pada permasalahan lingkungan. Melalui gerakan Bersih Sungai yang diinisiasi KISMAPALA Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, mahasiswa diharapkan sadar akan adanya permasalahan lingkungan yang sedang terjadi di sekitarnya. Dalam acara ini, BRUIN juga turut memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang pengidentifikasian jenis-jenis sampah dan cara mengelolanya.

Selain membersihkan aliran sungai dari eceng gondok dan sampah, acara Bersih Sungai kali ini juga diiringi dengan program penanaman bibit kelengkeng, pucung, asem jawa, johar, beringin, karet kebo, tanjung, dan karsen dengan total 150 bibit yang ditanam di sekitar bantaran Sungai Plosokandang. Penanaman ini diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya erosi, mengendalikan sedimentasi, dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar area sungai.

Harun selaku Koordinator ALWI berpendapat bahwa saat ini partisipasi aktif yang melibatkan banyak pihak seperti masyarakat, mahasiswa, pegiat lingkungan, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat gotong royong dalam pelestarian sungai. Melalui acara ini, beliau juga berharap adanya peran mahasiswa yang terlibat dapat memberikan angin segar perubahan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. TOK

Pangkalan Hunter Scout Bulukumba Ajak Masyarakat Peduli Sungai Balantieng

Bulukumba, Timurpos.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional. Pangakalan Hunter Scout Bulukumba melakukan kegiatan aksi menjaga sungai Banyorang di Desa Karama, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba. Sungai Banyorang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng yang alirannya akan masuk ke sungai utama Balantieng. Sabtu (27/07/2024).

Aksi menjaga sungai ini diikuti oleh 30 siswa. Kegiatan di awali dengan sosialisasi kepada anggota pramuka pangkalan Hunter Scout tentang pentingnya menjaga sungai, bahaya mikroplastik, dan diskusi kelompok yang membahas tentang kondisi sungai Balantieng. Kegiatan sosialisasi ini didampingi oleh yayasan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation). Setelah itu, mereka pergi ke sungai Banyorang dan melakukan aksi pembersihan sampah plastik di sekitar sungai.

“Peringatan hari sungai ini sejalan dengan kegiatan Pramuka. Di dalam pramuka ada Dasa Dharma yang kedua yakni cinta alam dan kasih sayang ke sesama manusia. Dengan mengadakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengajak anggota pramuka untuk menjaga sungai,” ujar Jabal Rahmat Pelatih Pramuka Pangkalan Hunter Scout

Dari aksi bersih-bersih sekitar sungai Banyoran diperoleh sampah sebanyak 2 tong. Mayoritas sampah yang berada di sekitar sungai didominasi jenis sampah sachet mulai dari kemasan jajan, minuman hingga produk rumah tangga.

“Sungai harusnya nihil dari sampah sesuai baku mutu berdasarkan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sementara jika melihat kondisi sungai hari ini tadi cukup prihatin sebab sungai masih menjadi tempat membuang sampah. Dengan peringatan hari sungai ini, harapannya masyarakat turut menjaga sungai dan mengurangi pencemaran sampah di sungai,” terang Amiruddin Muttaqin, peneliti ECOTON

“Kegiatan hari ini cukup menyenangkan sekali, kami diajak melakukan aksi bersih sungai dan mendapatkan pengetahuan baru tentang dampak pembuangan sampah ke sungai, bahaya mikroplastik. Ke depannya kami akan ikut dalam kegiatan menjaga sungai,” tutup Ain Silantra anggota Pramuka Pangkalan Hunter Scout. TOK

ECOTON Ajak Anak-Anak Kurangi Penggunaan Sachet di Pameran Hari Anak

Surabaya, Timurpos.co.id – Memperingati Hari Anak Nasional, ECOTON melakukan edukasi tentang bahaya penggunaan plastik sekali pakai khususnya sachet kepada 1000 anak di kota Surabaya. Kegiatan ini diselenggarakan melalui program Amerta Kasih, yaitu kemitraan antara Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) dengan Wahana Visi Indonesia (WVI) yang diselenggarakan di Gedung Samudera Bumimoro Kota Surabaya. Sabtu, (27/07/2024).

Sachet meracuni anak-anak di Indonesia. Paparan kimia dalam sachet dapat meningkatkan resiko diabetes pada anak-anak, kasus diabetes pada anak-anak meningkat 70 kali lipat pada tahun 2023 dibandingkan tahun 2010.

Plastik sekali pakai (sachet) yang digunakan untuk membungkus minuman dan minuman dapat melepaskan senyawa kimia racun penyusun plastik serta melepaskan mikroplastik.

Mikroplastik adalah remahan atau serpihan plastik berukuran kurang dari 5 milimeter. Masyarakat Indonesia paling banyak mengkonsumsi mikroplastik di dunia, yaitu sebanyak 15 gram/bulan atau setara dengan 1 kartu ATM. Mikroplastik sudah banyak ditemukan di seluruh organ dalam tubuh manusia serta menganggu kesehatan tubuh manusia.

“Kami mengenalkan anak anak pada bahaya plastik. Mereka tercengang ketika mengetahui terdapat plasticizer dalam makanan dan minuman sachet,” kata Zulfikar Romadhon tim pameran edukasi mikroplastik.

Peneliti Ecoton, Rafika Aprilianti menyebutkan plasticizer adalah senyawa kimia penyusun sachet dapat mengganggu hormon insulin, sehingga berpotensi menyebabkan diabetes melitus.

“Gaya hidup modern turut meningkatkan resiko gangguan ginjal kronis pada anak hal ini termasuk kebiasan mengonsumsi minuman manis dalam kemasan (sachet),” ujarnya.

Ibu Hanna, dari Wahana Visi Indonesia mengungkapkan bahwa “Edukasi terkait pengurangan konsumsi sachet sangat perlu dilakukan karena saat ini sudah banyak kasus penyakit gagal ginjal pada anak-anak. Dan edukasi terkait mikroplastik merupakan hal baru bagi saya, dan masyarakat harus mulai peduli tentang permasalahan mikroplastik”

Nadia Musyarofah dari Salah satu peserta Pameran Edukasi dalam rangka memperingati hari anak nasional mengungkapkan bahwa “saya sangat senang sekali bisa mengunjungi stand ECOTON, Karena dapat melihat mikroplastik secara langsung melalui mikroskop, dan saya lebih mengetahui bahaya mikroplastik serta plastik sekali pakai”

Lebih lanjut, Nadia berharap masyarakat indonesia khususnya Surabaya jangan lagi membuang sampah sembarangan ke sungai, membakar sampah plastik dan mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai karena plastik sekali pakai itu jahat dan bahaya. TOK

Masyarakat Peduli Sungai Bulukumba Temukan Mikroplastik di Sungai Balantieng

Bulukumba, Timurpos.co.id– KMPS (Komunitas Masyarakat Peduli Sungai) desa Anrang kecamatan Rilau ale’ kabupaten Bulukumba merupakan kelompok pemuda Desa Anrang yang peduli terhadap sungai Balantieng. Kegiatan KMPS meliputi pembersihan sungai dan inventarisasi keanekaragaman hayati di sekitar sungai yang masuk di wilayah Desa anrang. Jumat (26/07/2024).

Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah atau Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON FOUNDATION) bersama 8 anggota kelompok KMPS melakukan kegiatan pengujian kualitas air dan mikroplastik di aliran sungai Balantieng yang berada di desa Anrang. Kegiatan ini merupakan bentuk keprihatinan masyarakat terhadap banyaknya sampah yang masuk ke sungai Balantieng.

Sungai Balantieng mengalir sepanjang 53,39 km, melewati 37 desa dalam 6 kecamatan di kabupaten Bulukumba. Sementara desa Anrang merupakan salah satu desa yang dilewati sungai Balantieng dan berada di bagian tengah sungai. Di wilayah tengah, mulai banyak aktivitas manusia yang dilakukan di sungai mulai dari mencuci, kegiatan Panaung Riere (kegiatan budaya) serta masyarakat pun turut memanfaatkan sungai untuk keperluan pengairan sawah dan perkebunan.

“Pemantauan kualitas air ini bertujuan untuk melihat kondisi sungai Balantieng di bagian tengah, yang mana aktivitas masyarakat banyak dilakukan di sungai, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga sungai” ujar peneliti Ecoton, Amirudin Muttaqin yang ikut mendampingi kelompok KMPS.

Dari pengujian mikroplastik yang dilakukan hari ini ditemukan bahwa sungai Balantieng bagian tengah di temukan mikroplastik. Jenis mikroplastik yang ditemukan yakni 30 Filamen dan 20 Fiber. Selain pengujian mikroplastik, KMPS juga melakukan sensus serangga air di sungai dan melakukan pengujian kualitas air sungai menggunakan parameter fisika kimia.

Hasilnya, parameter Fosfat 0,3 ppm (baku mutu 0,2 ppm sesuai PP 22 tahun 2021), Nitrat 0 ppm, Nitrit 0 ppm, Klorin 0 ppm, Amonia 1,8 ppm (baku mutu 0,1 ppm). Sementara Serangga air terdapat sebanyak 12 jenis serangga air yang ditemukan. Jumlah ini lebih sedikit yang ditemukan daripada sungai Balantieng di bagian Hulu di Desa Kahayya yang di temukan 14 jenis serangga air. Serangga air merupakan indikator terhadap kesehatan sungai.

“Plastik tidak bisa hilang, ia akan terpecah menjadi partikel-partikel kecil yang ukurannya kurang dari 5 mm, dan disebut mikroplastik. Dari dua jenis mikroplastik yang ditemukan tersebut, sumbernya berasal dari aktivitas mencuci baju dan pembuangan sampah sembarangan. Maka dari hasil pengujian ini, penting sekali pemerintah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah dan bagi masyarakat perlu untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai” tambah Amir peneliti Ecoton.

Sebelumnya, tim Ecoton telah melakukan inventasisasi dan menemukan masih minimnnya fasilitas pengelolaan sampah yang ada di desa, membuat beberapa masyarakat memilih membuang sampah ke sungai.

“Kami tertarik terlibat dengan kegiatan pengurangan sampah di desa untuk mencegah kebocoran sampah ke sungai. Kegiatan ini akan kami mulai dari kelompok pemuda desa” ujar Siti Nuraisya Basry,( 24 tahun) Anggota KMPS

Sementara itu, anggota KMPS lainnya, Asdi kuswadi (26) berharap dengan kegiatan penelitian dan mengetahui di temukanya mikroplastik di sungai akan tumbuh kesadaran masyarakat supaya sungai tidak di jadikan sebagai tempat sampah, karena sampah yang dibuang ke sungai tidak bisa hancur tapi akan berubah menjadi mikroplastik yang kemudian bisa berdampak terhadap kesehatan masyarakat sendiri. Di temukannya mikroplastik membuat kami kaget karena air sungai biasa di buat minum oleh masyarakat, tambah Asdi. TOK

Mahasiswa KKN 34 UTM Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN Dungkek

Sumenep, Timurpos.co.id – Kasus bullying di sekolah, mulai dari jenjang SD hingga SMA/SMK, masih menjadi isu berkelanjutan yang memprihatinkan dan merugikan sistem pendidikan Indonesia. Seiring dengan kemajuan teknologi, angka kasus bullying justru meningkat dengan pelaku yang semakin bervariasi.

Menyadari urgensi ini, sekelompok mahasiswa KKN 34 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) melaksanakan program sosialisasi anti-bullying di SDN Dungkek sebagai upaya preventif untuk mengurangi kekerasan pada anak.

Sosialisasi ini melibatkan murid kelas 5 dan 6 SDN Dungkek, dimulai pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. Mahasiswa sebagai pemateri memperkenalkan perilaku bullying, mulai dari pengertian hingga jenis-jenisnya. Aktivitas ini membantu siswa mengenali perbedaan antara cyberbullying, bullying fisik, dan bullying verbal.
“Dari sosialisasi ini, harapan kami adalah mereka terdorong untuk berani melapor kepada guru jika menyaksikan atau menjadi korban bullying,” ujar Ibu Linda, wali kelas SDN Dungkek.

Menggunakan metode simulasi sederhana, permainan, dan media audio-visual, siswa SDN Dungkek belajar tentang nilai toleransi, empati, dan kerja sama. Sosialisasi bersifat interaktif, menciptakan suasana yang mendukung dan ramah, sehingga siswa merasa dihargai dan aman di lingkungan sekolahnya.

Pemateri juga menjelaskan dampak bullying dan langkah-langkah pencegahannya, yang tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga dapat menurunkan kasus siswa yang mengalami gangguan mental, takut pergi ke sekolah, atau proses tumbuh kembang yang terhambat akibat perundungan.

“KKN 34 UTM memilih sosialisasi bullying di tingkat SD karena kami melihat peningkatan kasus depresi pada anak dan putus sekolah akibat bullying,” ujar Elysa Handayani, ketua pelaksana program sosialisasi bullying KKN 34 UTM.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan para guru SDN Dungkek yang aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi. Guru-guru diberi pemahaman tentang bagaimana menangani kasus bullying dan cara-cara efektif untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara siswa dan guru dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman. Salah satu siswa kelas 6, Anthony, mengungkapkan bahwa sosialisasi ini sangat bermanfaat.

“Saya sekarang tahu bahwa bullying itu salah dan bisa berdampak buruk bagi teman-teman. Saya akan melaporkan kepada guru jika melihat ada teman yang di-bully,” ujarnya dengan semangat.
Para mahasiswa juga mengadakan sesi simulasi di mana siswa diajak untuk memainkan peran dalam situasi bullying, baik sebagai korban, pelaku, maupun penonton. Simulasi ini membantu siswa memahami perasaan dan dampak dari setiap peran, serta bagaimana cara bertindak yang benar saat menghadapi bullying.

Di akhir kegiatan, mahasiswa memberikan hadiah berupa alat tulis kepada siswa yang aktif berpartisipasi dan menjawab pertanyaan dengan baik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi dan untuk memotivasi siswa agar terus bersikap positif dan proaktif dalam mencegah bullying di lingkungan sekolah.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari rangkaian program KKN 34 UTM yang bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan anak. Diharapkan, melalui kegiatan seperti ini, angka kasus bullying dapat ditekan dan anak-anak dapat menikmati masa sekolah yang lebih bahagia dan produktif. TOK

Dorong Kemenag Terapkan Syarat Uji Bebas Mikroplastik Untuk Calon Pengantin

Gresik Timurpos.co.id – Seruan 25 aktivis yang tergabung dalam Ecoton Foundation menggema di depan gedung Kementerian Agama Kabupaten Gresik. Aktivis ingin semua lembaga pemerintah bersama untuk serius perangi polusi plastik di Gresik.

Para aktivis menggelar aksi teatrikal dengan mengenakan atribut boneka bayi yang terbungkus dalam toples yang terlilit plastik. Aksi ini menggambarkan bahwa dalam plasenta ibu hamil terdapat mikroplastik yang dapat mengganggu kesehatan janin.

“Harus ada pembaharuan dalam materi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin termasuk uji mikroplastik, karena ini mengancam kesehatan reproduksi,” kata Alaika Rahmatullah, koordinator Aksi Ecoton. Kamis (25/07/2024).

Udara Gresik Kotor, Indonesia paling banyak makan plastik Indonesia menjadi salah satu negara dengan konsumsi mikroplastik tertinggi di dunia, yaitu mengkonsumsi 15 gram per bulan, setara dengan 1 kartu ATM dari studi Cornell University dalam jurnal Environmental Science & Technology. Sepanjang bulan Juli Ecoton telah melakukan penelitian mikroplastik pada udara di 5 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kelimpahan mikroplastik tertinggi yaitu di Kabupaten Gresik dengan jumlah 26,21 partikel/2 jam.

Mikroplastik pada udara berpotensi besar masuk ke tubuh manusia. Mikroplastik sebagai bencana lingkungan dan kesehatan masyarakat, jika masalah mikroplastik tidak ditangani dengan serius, ini bisa menjadi bencana lingkungan yang lebih besar. Mikroplastik telah menjerat tubuh manusia, Ecoton berhasil melakukan kompilasi penelitian mikroplastik dan hasilnya mikroplastik ditemukan pada feses sebanyak 17 partikel/10 gram partikelnya, plasenta ibu hamil 12 partikel/4 plasenta, pada sperma 0,45 partikel/mL, pada ASI (Air Susu Ibu) partikel/mL, pada paru-paru manusia 1,50 MP/g, pembuluh darah manusia 24,5 μg/mg plak, hati manusia 4,6 partikel/g, testis 15,52 partikel/g, urine dan ginjal 66 partikel.

Mengabaikan masalah mikroplastik dapat mengancam kesehatan dan kesejahteraan generasi mendatang. Mikroplastik layaknya magnet yang dapat menyerap dan mengikat polutan misalnya logam berat, bakteri maupun virus yang ada disekitar nya. Diketahui plastik mengandung senyawa EDC yang dapat merubah fungsi sistem endokrin dan akibatnya berdampak negatif pada makhluk hidup dan keturunannya seperti gangguan reproduksi, perkembangan abonormal pada anak-anak, gangguan metabolisme seperti obesitas, diabetes bahkan sampai gangguan fungsi tiroid.

Selain itu, mikroplastik menurunkan kesehatan sperma, yaitu menyebabkan sperma tidak sehat dan sulit bergerak. Sekitar 40% laki-laki mengalami masalah gangguan produksi sperma. Lebih lanjut, zat kimia pada mikroplastik yang masuk ke sistem reproduksi perempuan dapat mengakibatkan perubahan siklus menstruasi dan penurunan kesehatan reproduksi.

Kemenag perlu menambah syarat untuk uji bebas mikroplastik Pentingnya pembaruan materi bimbingan perkawinan bagi calon pengantin termasuk uji mikroplastik tidak hanya berfokus pada kesehatan reproduksi tetapi juga pada kesehatan keluarga secara keseluruhan. Mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia melalui berbagai jalur seperti makanan, air, dan udara dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan hormonal, masalah perkembangan janin, dan penyakit kronis lainnya.

Peneliti Ecoton, Rafika Aprilianti mengungkapkan dalam jangka panjang, kesehatan reproduksi yang terganggu oleh paparan mikroplastik dapat berdampak pada kesuburan, perkembangan janin, dan kesehatan anak-anak yang dilahirkan.
“Dengan memasukkan edukasi tentang bahaya mikroplastik dalam bimbingan perkawinan, calon pengantin akan lebih sadar dan lebih siap untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam menjaga kesehatan mereka dan keluarga mereka” terangnya.

Langkah yang harus ditindak lanjuti
Berdasarkan fakta dan temuan tersebut, Ecoton mendorong Kementerian Agama Kabupaten Gresik untuk:
1.Pemerintah, melalui Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, perlu mengintegrasikan uji mikroplastik dalam pemeriksaan kesehatan pranikah. Ini akan menjadi langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa calon pengantin tidak hanya sehat secara umum tetapi juga bebas dari paparan mikroplastik yang berbahaya seperti mewajibkan calon pengantin laki-laki untuk cek kesehatan sperma terutama kandungan mikroplastiknya, Mewajibkan calon pengantin laki-laki dan perempuan untuk cek swab mikroplastik pada area kulit wajah.
2.Pemerintah, melalui Kementerian Agama, perlu mewajibkan calon pengantin untuk hidup zerowaste 3 bulan sebelum menikah yaitu mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, meliputi sedotan, styrofoam, botol minum, kantong kresek, kemasan sachet dan popok berbahan plastik sekali pakai. Hal ini diusulkan untuk meminimalisir calon pengantin (laki-laki dan Perempuan) terpapar mikroplastik dan senyawa kimia penyusunnya, yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi calon pengantin serta berpotensi mengganggu kesehatan calon bayi nya nanti.
3.Pemerintah melalui Kementerian Agama dapat mengadakan edukasi untuk meningkatkan kesadaran publik yang intensif tentang bahaya mikroplastik. Ini bisa dilakukan melalui berbagai media, seminar, dan lokakarya yang melibatkan masyarakat luas, khususnya pasangan yang akan menikah. TOK

SMPN Satap 13 Bulukumba Pantau Kualitas Air di Hulu Sungai Balantieng

Bulukumba, Timurpos.co.id – SMPN Satap 13 Bulukumba, Desa Kahayya melakukan kegiatan pemantauan kualitas air di sekitar mata air Danau Lurayya desa Kahayya, Kec. Kindang, Kab. Bulukumba. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan yayasan Ecological Observation and Wetland Conservation (ECOTON). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 36 siswa dari kelas 7 dan 8 dalam kegiatan pemantauan kualitas air. Senin (22/07/2024).

“Kegiatan pemantauan kualitas air ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi tentang kondisi sungai dan lingkungannya dengan terlibat dalam pemantuan kualitas air di wilayah mereka, salah satunya melalui siswa sekolah” ujar peneliti ecoton, Firly Mas’ulatul Janah.

Sumber mata air di kawasan Danau Lurayya merupakan salah satu sumber air yang mengalir ke Sungai Balantieng. Sementara itu sungai Balantieng merupakan sungai penting karena dimanfaatkan masyarakat kabupaten sinjai dan bulukumba sebagai baku air minum dan pasokan air untuk pertanian. Sehingga jika secara rutin dilakukan pemantauan maka akan menjaga ekosistem dan kualitas air sungainya.

Kegiatan ini dimulai dengan pengenalan kepada siswa mengenai pentingnya menjaga sungai, metode-metode yang bisa dipakai dalam memantau kesehatan sungai seperti sensus serangga air, pengukuran TDS, Ph, Fosfat, Amonia, Chlorin, Suhu, DO serta pengenalan pentingnya mengurangi sampah plastik untuk mengurangi beban pencemaran di lingkungan.

Setelah itu, siswa dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan tugasnya. Kelompok 1 bertugas melakukan sensus serangga air, kelompok 2 bertugas melakukan brand audit sampah plastik di sekitar mata air, kelompok 3 dan kelompok 4 melakukan pengujian air berdasarkan parameter air TDS, Ph, Fosfat, Amonia, Chlorin, Suhu, DO.

Hasilnya menunjukkan parameter TDS sebesar 53 ppm yang jauh di bawa baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah No 22 Tahun 2021 tentang pengelolaan lingkungan hidup, PH 7,32, DO 3,6 ppm, Fosfat 1,9 ppm, Amonia 0,8 ppm, Chlorine 0,01 ppm, Suhu 20,2 derajat celcius. Sementara untuk serangga air didapat 14 jenis yang masuk dalam kategori sungai sehat.

“Hari ini saya senang karena medapatkan pelajaran baru. Saya bisa meneliti hewan-hewan yang tinggal di air selain ikan. Kedepannya saya mau ikut kegiatan ini lagi dan siap membersihkan sungai dari sampah” Terang Fika Fati Ani, siswa kelas 7 SMPN Satap 13 Bulukumba.

Dalam kegiatan yang difasilitasi oleh yayasan ECOTON ini, disepakati untuk membangun kelompok siswa peduli sungai. Siswa yang dilibatkan ini antusias untuk mengikuti kegiatan pemantauan kualitas air lagi.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali, kami para guru di sini mendapatkan ilmu tentang bagaimana pentingnya menjaga ekosistem sungai bersama dengan siswa. Harapan kedepan para guru dan siswa dapat terlibat dalam menjaga lingkungan sekitar, terutama tentang kebersihan air sehingga air tidak tercemar.” Tutup Andi Asriani Kepala Sekolah SMPN Satap 13 Bulukumba.

Kegiatan pemantauan kualitas air ini juga di lakukan oleh yayasan Ecoton di sepanjang aliran sungai Balantieng dari hulu sampai hilir yang bertujuan untuk menjaga ekosistem sungai Balantieng dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga sungai,Tambah Firly. TOK

Hari Pertama MPLS SMA/SMK Sejahtera Dapat Bimbingan Singkat Terkait, Bahaya Narkoba, Bahaya Bullying, Dan Edukasi Psikis Dari Berbagai Lembaga Di Luar Sekolah

Surabaya, Timurpos.co.id – MPLS ( Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) merupakan masa awal perkenalan siswa baru terhadap lingkungan, budaya dan program yang ada di sekolah baru termasuk kurikulum juga baru

Ada yang menarik saat MPLS dilaksanakan di SMA/SMK Sejahtera Surabaya yang diikuti sekitar 300 siswa, saat MPLS hari pertama di hadiri oleh babarapa penggiat dari berbagai lembaga setingkat Jawa Timur. Senin (15/07/2024).

Para penggiat itu memberikan materi kepada para siswa baru antara lain, Materi sosiaalisasi P4GN terkait Narkoba, Sosialisasi Cyberbullying tarkait pembullyan di sosial media, serta Edukasi terkait tumbuh kembang dan karakter siswa, yang dilaksanakan di ruang aula lantai dua SMA/SMK Sejahtera.

Para Penggiat yang memberikan materi kepada siswa berasal dari, Yayasan PANNA Jawa Timur disampaikan oleh OSCAR, BAKOMUBIN Jawa Timur Oleh Dewi Novita Kurniawati, S.Psi,M.Psi, serta Komnas Perlindungan Anak Jawa Timur Oleh Febri Kurniawan Pikulun. SH., CLA.

Acara MPLS SMA/SMK Sejahtera ini juga dihadiri dan dibuka oleh Drs. H. Rasiyo M.Si, selaku penasehat yayasan PANNA Jawa Timur yang dalam sambutanya menyampaikan agar para pemuda bisa menjadi generasi muda yang bersih dari narkoba serta bisa dibanggakan oleh orang tua dan berguna bagi nusa bangsa.

Bang Oscar selaku ketua DPW PANNA Jawa Timur berpesan kepada Siswa dan Siswi SMA dan SMK Sejahtera Surabaya untuk “Jauhi Narkoba Dan Sayangi Diri Anda “, bersama PANNA jatim kita wujudkan sekolah bersinar dan Indonesia bersinar. M12

PASI Kalbar Gelar Kejurda Atletik 2024, Membangun Talenta Atletik Berprestasi

Pontianak, Timurpos.co.id – PASI Kalbar kembali menggelar Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat atletik yang potensial. Event ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebuah platform penting dalam upaya mengangkat prestasi atlet-atlet muda hingga senior di Kalimantan Barat.

Rangkaian kegiatan Persatuan Altelit Seluruh Indonesia (PASI) di gelar di Stadion Sultan Syarif Abdurahman pada tanggal 16-17 Juli 2024 dengan berbagai cabang olahrga alteltik dan katagori usia 16, 18 Tahun hingga Senior.

Ketua Pelaksana Kejurda Kalbar 2024 Dr. Herman Hofi Munawar menyampaikan tujuan utama dapat menemukan bibit dan bakat unggulan. Kejurda Atletik Kalbar dapat menarik partisipasi dari berbagai daerah di provinsi ini.

“Atlet-atlet ini dari 14 Kabupaten/ Kota berkumpul untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai cabang olahrga atletik, seperti lari 5K, lompat jauh dan tolak peluru,” sampainya. Minggu 14/7/2024

Dikatakan Herman Hofi, setiap kompetisi di Kejurda ini tidak hanya tentang meraih juara, tetapi juga tentang memberi kesempatan pada atlet untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki teknik, dan mengukur kemampuan mereka secara kompetitif.

Kemudian kompetisi ini tidak hanya menuntut kemampuan fisik, tetapi juga mental. Belajar untuk mengelola tekanan kompetisi, menangani kegagalan, dan menjaga fokus dalam setiap lomba. Latihan, disiplin, dan semangat juang menjadi kunci dalam mencapai prestasi yang gemilang.

Diadakannya Kejurda Atletik 2024, Pasi Kalbar tidak hanya memperkuat komitmen mereka dalam mengembangkan olahraga atletik di tingkat daerah, tetapi juga menciptakan panggung bagi atlet-atlet muda untuk berkembang dan bersaing secara sehat.

“Event ini tidak hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang membangun karakter dan semangat juang yang kuat dalam setiap peserta. Semoga keberhasilan ini menjadi langkah awal yang berarti bagi pencapaian lebih besar di masa depan,” pungkasnya. M12

Mendorong Perda Poso Tentang Sampah Plastik Sekali Pakai

Poso, Timurpos.co.id – Workshop Saya Pilih Bumi : Tolak Plastik Sekali Pakai, yang dilaksanakan sejak 9 – 12 Juli telah menggugah kepedulian sekaligus kegelisahan para peserta workshop. Peserta yang terdiri dari siswa dari berbagai sekolah , juga warga di Pamona Utara, Pamona Puselemba dan Desa Tokorondo kecamatan Poso Pesisir.

Prigi Arisandi dan Daru Setyorini dari Ecoton menjelaskan mengenai bahaya plastik sekali pakai yang menjadi biang mikroplastik dengan menunjukkan serangkaian penelitian yang menggambarkan mikroplastik telah ada di feses, paru-paru, sperma, air susu ibu, plasenta hingga otak manusia. Penjelasan ini disertai dengan meneliti air sungai, danau, laut, tanaman , udara serta wajah manusia di Kabupaten Poso. Hasilnya, semua telah terpapar mikroplastik.

“Cara pikir dan gaya hidup jaman sekarang yang maunya instan telah membuat alam dan manusia menderita. Memang plastik itu mempermudah tapi sebenarnya dampaknya membuat penderitaan yang berabad-abad lamanya” demikian Nina, aktivis muda Co-captain River Warrior menjelaskan.

Konsumsi plastik sekali pakai telah mempermudah hidup manusia dan menjadi gaya hidup, namun manusia tidak bertanggungjawab atas apa yang digunakannya. Daru Setyorini menambahkan bahwa mikroplastik berasal dari dua sumber, sumber primer yaitu plastik yang sengaja dibuat seperti tas kresek dan sumber sekunder yaitu plastik yang tidak sengaja dibuat namun ditambahkan sebagai sebuah unsur dari sebuah produk misalnya pembersih wajah.

Penggunaan plastik yang tidak bertanggungjawab ini nampak dalam survei online yang dilakukan oleh Institut Mosintuwu dan Ecoton. Survei online ini per 12 Juli 2024 diikuti oleh 152 orang dari 48 wilayah desa/kelurahan/dusun di Kabupaten Poso. Sebanyak 61,8 persen responden mengatakan, masalah lingkungan yang paling mengkhawatirkan di Kabupaten Poso adalah pencemaran sampah plastik. Tribunpalu.com pada tanggal 29 November 2023 memberitakan 400 ton sampah masuk ke TPA Poso setiap.

Sebanyak 20,4 persen menyebut, pencemaran di sungai, danau dan laut sebagai yang paling mengkhawatirkan mereka. Sebanyak 33 persen responden juga mengatakan, sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik sebagai salah satu sebab tingginya kejadian banjir belakangan ini di Sulawesi Tengah. Di sisi kesehatan, sebanyak 48 persen responden mengkhawatirkan sampah plastik mengancam kesehatan manusia di Kabupaten Poso.

Menariknya, saat ditanya apakah mereka melakukan pengelolaan sampah dengan benar di rumahnya? Hanya 30,9 persen responden yang melakukan pemilahan sampah di rumahnya. Mayoritas atau 3,8 persen mengakui mereka membakar sampah plastik.

Dalam workshop yang difasilitasi Lian Gogali, disepakati untuk membangun jaringan dan kelompok untuk mengkampanyekan diet plastik mulai dari diri sendiri hingga lingkungan sekitar. Menggunakan botol minuman isi ulang dan menolak penggunaan botol minuman sekali pakai serta membawa wadah makanan sendiri, merupakan tindakan yang harus dinormalisasi pada semua orang.

Beberapa ide yang kemudian muncul untuk dilakukan adalah membuat Warung Refill. Yakni mendorong kios dan warung untuk tidak menyiapkan plastic atau kantongan kresek kepada pembeli yang datang.

Beberapa contoh untuk bertanggungjawab atas plastik yang dikonsumsi juga telah dilakukan di Desa Tindoli kecamatan Pamona Tenggara dengan membuat Ecobrik atau bata dari plastik.

Komunitas yang kemudian menamakan dirinya Saya Pilih Bumi merencanakan beberapa inisiatif antara lain Sekolah Ekologis, Gereja Ekologis, Pesantren Ekologis. Seiring dengan inisiatif tersebut, direncanakan juga penelitian tentang penggunaan plastik sekali pakai, keberadaan mikroplastik, serta penelitian tentang wadah alternatif di Kabupaten Poso.

Beberapa kelompok yang selama ini telah melakukan gerakan angkut sampah, akan mulai melakukan audit brand perusahaan produsen plastik. Ini untuk mendorong pertanggungjawaban perusahaan.

Daru Setyorini menyebutkan tiga pihak harus bertanggungjawab dalam penyelesaian masalah plastik sekali pakai yaitu pemerintah, produsen atau perusahaan, dan masyarakat. Saat ini terdapat 113 pemerintah kota dan daerah telah membuat kebijakan untuk menolak plastik sekali pakai.

Hari Jumat, 12 Juli 2024, dalam audiensi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Murni Putosi, Komunitas Saya Pilih Bumi menginisiasi usulan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Poso membuat kebijakan untuk menolak plastik sekali pakai.

Dalam audiensi ini, secara bergantian juru bicara komunitas, Fivi Anastasya Tarusu, Fita Libbe dan Lenny Palese menyebutkan sampah plastik yang sangat banyak dibuang dan mencemari sungai, danau dan laut di Kabupaten Poso. Ketiganya secara bergantian menjelaskan bahaya plastik sekali pakai, inisiatif yang sedang direncanakan dan usulan peraturan daerah. Fita Libbe dari komunitas Orang Tokorondo menyebutkan , laut di wilayah Tokorondo sudah penuh sampah karena tidak ada pengaturan yang cukup kuat.

Dony Dese dari komunitas Okotaka menceritakan aktivitas mereka mengangkut sampah berulangkali dilakukan di tempat yang sama, namun selalu berakhir dengan sampah yang baru di tempat yang sama.

Sementara itu dalam survei online, 97,3 % responden menyebutkan perlunya Peraturan Daerah yang mengatur penggunaan plastik sekali pakai.

Merespon usulan komunitas, Murni Putosi menyebutkan mendukung inisiatif yang sudah direncanakan dan menceritakan bahwa saat ini sudah ada surat instruksi yang diedarkan bagi para pemilik usaha di sekitar wilayah Danau Poso untuk tidak membuang sampah di danau. Namun, Murni juga menyebutkan usulan komunitas untuk meningkatkan surat instruksi menjadi Peraturan Daerah mengenai plastik sekali pakai disambut baik untuk bisa ditindaklanjuti bersama.

Dukungan untuk usulan Peraturan Daerah mengenai penggunaan plastik sekali pakai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Poso ini menjadi langkah awal yang akan ditindaklanjuti oleh komunitas Saya Pilih Bumi : Tolak Plastik Sekali Pakai. TOK