BRUIN Inisiasi Kolaborasi Bersama Restorasi Kawasan Mangrove

Surabaya, Timurpos.co.id – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke–79, Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) gelar clean up dan penanaman ratusan bibit mangrove di kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 relawan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, DLH Kota Surabaya, pelaku industri, akdemisi dan beberapa relawan dari masyarakat.

“Kegiatan clean up dan penanaman mangrove kami lakukan sebagai bentuk peringatan HUT RI, Ke–79. Tema kegiatan hari ini adalah Merdeka Untuk Mangrove Surabaya, hal tersebut senada dengan kondisi mangrove di kawasan Wonorejo yang semakin hari kondisinya semakin memprihatinkan. Kondisi tersebut disebabkan oleh sampah plastik yang semakin menumpuk di kawasan mangrove. Sampah plastik menjadi persoalan utama dan seakan – akan menjadi sosok penjajah yang merampas kebebasan ekosistem mangrove di Wonorejo”, Ungkap Azis, S.H Direktur Eksekutif BRUIN. Sabtu (24/08/2024).

Restorasi Kawasan Mangrove untuk Keberlangsungan Pantai Timur Surabaya
Melakukan clean up dan penanaman mangrove di kawasan ekowisata Wonorejo Surabaya, merupakan usaha untuk mestabilkan kondisi lingkungan dan sebagai upaya menyelamatkan habitat dan biota di sekitar kawasan mangrove. Kegiatan di awali dengan melakukan clean up di 5 titik lokasi mangrove di kawasan ekowisata, yang mana setelah dilakukan clean up para relawan melakukan kegiatan penanaman ratusan bibit mangrove di area konservasi Wonorejo

“Sejalan dengan komitmen untuk mendukung mitigasi perubahan iklim, kegiatan ini sangat penting karena mangrove sendiri bermanfaat untuk menurunkan gas rumah kaca. Beberapa jurnal ilmiah menyebutkan bahwa nilai karbon yang terkandung pada vegetasi mangrove disimpan dalam bentuk biomassa yang kemudian kandungan tersebut dapat menyerap dan mengurangi kosentrasi karbondioksida (CO2) di udara”. Ungkap Ziadatur Rizqiyah, S.SI mahasiswa Strata 2 Biologi ITS Surabaya.

Muchammad Rokim Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Kota Surabaya dalam sambutannya mengatakan bahwa “manfaat mangrove sangat banyak, salah satunya mangrove berfungsi sebagai pencegahan abrasi, menahan badai, menyaring pencemar kasar, tempat hidup serta pemijahan biota laut sehingga mampu menyediakan sumber makanan bagi beberapa spesies yang hidup di area mangrove itu sendiri. Disisi lain pohon mangrove memberi zat makanan dan menjadi daerah nutrisi bagi hewan ikan dan invertebrata yang hidup di sekitarnya. Ikan dan udang yang ditangkap di laut dan di daerah terumbu karang sebelum dewasa memerlukan perlindungan dari predator dan suplai nutrisi yang cukup di daerah mangrove ini”.

Antusiasme Relawan : 1.400 Sampah di Evakuasi dan Penanaman 200 Bibit Mangrove di Kawasan Konservasi
Para relawan sangat antusias untuk terlibat dalam kegiatan. Mereka terlibat dalam kegiatan clean up dan berhasil mengumpulkan sekitar 28 karung sampah plastik berukuran 50 Kg yang jika ditimbang berat sampah keseluruhan berjumlah 1.400 Kg. Dari total keseluruhan sampah yang dikumpulkan di dominasi sampah kantong kresek, popok sekali pakai, kemasan sachet, kain dan serta styrofoam. Kemudian para relawan secara serentak melakukan penanaman 200 bibit mangrove di bebrapa titik lokasi yang sudah ditentukan.

“Kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk keberlanjutan mangrove dikawasan Surabaya, apa yang dilakukan team BRUIN, temen – temen relawan dari pemerintah, perusahaan, akademisi dan masyarakat perlu diapresiasi sebagai bentuk pengabdian terhadap keberlangsungan lingkungan. Kami harap momentum kemerdekaan merdeka untuk mangrove Surabaya, dapat menjadi role model kegiatan restorasi kawasan ekosistem mangrove lain di Jawa Timur”. Ujar Fauzi perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS) Brantas yang ikut dalam kegiatan.

Manager HR & GA PT Mekabox International, Jarot Hendro Sucahyo yang ikut dalam acara mengatakan “Meski bergerak di bidang industri, ikut berperan dalam menjaga kondisi lingkungan dan iklim tentu menjadi fokus kami, kegiatan yang berwawasan lingkungan yang melibatkan banyak orang, harapannya dapat memotivasi dan mendorong semangat kerelawanan serta kepedulian terhadap isu lingkungan dan isu perubahan iklim”.

“Perlu upaya ekstra seperti melibatkan seluruh elemen di Jawa Timur untuk menyelamatkan mangrove. Selain itu perlu saintis, pengelola kawasan, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan terutama pelaku Industri, sehingga kedepannya ancaman krisis ekosistem mangrove, beban pencemaran di kawasan mangrove dan ancaman kepunahan ekosistem dapat diminimlisir” imbuh Jarot Hendro Sucahyo.

“Kegiatan kali ini sangat menarik dan bermanfaat, kami bersama tim berharap kegiatan ini dilakukan bukan hanya seremonial belaka, kami akan terus mendukung secara masif apapun kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Sebagai salah satu industri besar di Jawa Timur, kami akan berusaha berkomitmen untuk selalu terlibat dalam isu penytelamatan lingkungan hidup di Jawa Timur, harapannya kolaborasi akan terus terjadi dalm isu penyelamatan lingkungan di Jawa Timur”, ujar Iip Kurtikasari Manager Marketing PT Garuda Food Putra Putri Jaya Gresik.

Kondisi Mangrove Jawa Timur Perlu Perhatian Serius Menurut data tahun 2023, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyebutkan bahwa saat ini luasan hutan mangrove di Jawa Timur mencapai 27.221 Ha. Tersebar di sepanjang pesisir selatan dan utara, dari Pacitan hingga Banyuwangi, dan Tuban sampai pulau Madura. Kemudian bagaimana kondisi hutan mangrove di Jawa Timur saat ini?

Menurut Giesen pada artikelnya pada 1993 berjudul “Indonesian mangroves: an update on remaining area and main management issues,” mangrove di Jawa Timur tercatat memiliki luas sekitar 57.500 Ha pada tahun 1985. Sejak lama memang telah mengalami penurunan drastis, karena berbagai faktor. Dari sekitar 57.500 Ha pada 1985 lalu menjadi 27.221 pada 2022 Ha, artinya selama hampir 40 tahun telah berkurang sekitar 30,279 Ha. Ini hitungan prediksi yang dihasilkan dari data yang tersedia. Karena tidak ada data yang pasti mengenai mangrove di Jawa Timur, yang ada adalah data luasan terkini dan glorifikasi penanaman mangrove serta potensi luasan yang mencapai 51.000 Ha. TOK/*

Tito Suprianto Ditunjuk Sebagai Manajer Tim Futsal U40 Jawa Timur untuk PORWANAS XlV 2024

Surabaya, Timurpos.co.id – Tim Futsal U40 Jawa Timur telah menunjuk Tito Suprianto sebagai manajer baru mereka untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (PORWANAS) XlV 2024. Ajang ini akan diselenggarakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 19 Agustus 2024 mendatang.

Koordinator Tim Futsal U40 Jawa Timur, Budi Mulyono, S.T., menjelaskan bahwa penunjukan Tito Suprianto didasarkan pada kedekatan dia dengan para wartawan di Jawa Timur serta potensi tim untuk berprestasi di cabang olahraga futsal.

“Saya melihat kedekatan secara personal dari teman-teman wartawan ini, ditunjang dengan potensi dan target mereka untuk bisa punya nama di cabang olahraga futsal. Akhirnya saya tertarik untuk membantu agar wartawan di Jawa Timur bisa terkenal di cabang olahraga futsal di Indonesia,” ujar Tito Suprianto, Kamis (9/8/2024).

Tito, yang juga merupakan pengacara ternama di Surabaya dan pengacara sepak bola yang berlaga di Liga 1 BRI 2024, menegaskan bahwa target utamanya adalah membawa tim futsal U40 Jawa Timur menjadi juara umum di PORWANAS 2024. “Yang paling penting adalah harus juara 1, harus juara umum di cabang olahraga futsal dan membawa nama Jawa Timur,” tegasnya.

Selain prestasi, Tito juga berharap PORWANAS 2024 dapat menjadi ajang silaturahmi yang baik bagi seluruh wartawan se-Indonesia dan menjadi contoh bagi generasi wartawan mendatang. “Tetap menjaga silaturahmi sesama wartawan seluruh Indonesia dan menjaga sportivitas. Ini ajang yang bagus untuk mempererat persaudaraan sesama wartawan. Harapannya, tim ini bisa memberikan contoh untuk generasi-generasi di bawahnya, agar wartawan semakin solid,” tambahnya.

Budi Mulyono selaku Ketua Koordinator Futsal U40 Jawa Timur menegaskan bahwa tujuan utama dari ajang futsal U40 adalah untuk menjalin silaturahmi antar wartawan se-Indonesia melalui olahraga. “Awalnya saya tidak ada keinginan untuk menjadi koordinator tim futsal U40 Jatim. Tapi karena dihubungi langsung oleh Ketua PWI Jatim, saya tidak bisa menolak perintah beliau,” jelasnya.

Meskipun prestasi menjadi tujuan utama, Budi menekankan bahwa yang lebih penting adalah mempertemukan dan memperkenalkan wartawan-wartawan dari berbagai daerah di Indonesia. “Saya sudah beberapa kali mengikuti ajang yang mengumpulkan wartawan se-Indonesia. Rasanya luar biasa bisa bertemu, bersapa, dan berkenalan dengan rekan-rekan dari Banjarmasin hingga Papua. Itu yang membuat saya bangga,” ungkapnya.

Sebagai ketua koordinator, Budi bertekad untuk menjaga sportivitas dan kebersamaan di antara para peserta. Ia berharap ajang ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar wartawan se-Indonesia.

Sebagai informasi, Porwanas 2024 yang diadakan di Banjarmasin bulan Agustus mendatang mempertandingkan:

ATLETIK:   
– 3.000 meter (41 tahun ke atas)
– 5.000 meter (27 tahun sampai 40 tahun)
– Estafet 4 x 100 meter (satu tim diisi pelari putra dan putri), total usia minimal empat pelari 125 tahun dan untuk wartawati minimal usia 25 tahun.

BILLIARD:
– Single Bola 8 usia 27 tahun ke atas(kelahiran 1997)
– Double Bola 8 usia 27 tahun ke atas
– Single Bola 8 Usia 27 ke atas
– Double Bola 9 Usia 27 tahun ke atas.

BULUTANGKIS:
-Ganda Usia 27-40 tahun
– Ganda Usia 41 th ke atas (kelahiran 1983)
– Beregu Usia Minimal 27 tahun (Total usia 190 tahun) (2 ganda, 1 single)

BRIDGE:
– Beregu, minimal usia 22 tahun (kelahiran 2002)
– Pasangan Minimal usia 22 tahun

DOMINO:
– Perorangan ganda usia 22 tahun ke atas
– Perorangan/Berdikari usia 22 tahun ke atas.

CATUR:
– Beregu Cepat nomor papan usia 22 tahun ke atas(5 medali)
– 1 Medali untuk Beregu
– 4 medali untuk nomor papan.
– Beregu Kilat+nomor papan usia 22 tahun ke atas (5 medali)
– 1 Medali untuk beregu, 4 medali untuk nomor papan.

TENIS MEJA:
– Perorangan Ganda Usia 27-40 tahun
– Perorangan Ganda Usia 41 tahun ke atas
– BEREGU, Total Usia minimal 200 tahun.

TENIS LAPANGAN:
– Perorangan ganda 27-40 tahun ke atas
– Perorangan Ganda 41 tahun
– Nomor Beregu usia total 200 tahun.

E-SPORT:
– Perorangan PS PES usia 22 tahun ke atas
– Perorangan co.op PS PES usia 22 tahun ke atas
– Beregu PS PES usia 22 tahun ke atas (2 perorangan, 1 co.ops)
– Perorangan PS FIFA usia 22 tahun ke atas
– Beregu Mobile Legend usia 22 tahun ke atas
– Beregu PUBG Mobile usia 22 tahun ke atas.

FUTSAL:
– Beregu usia 27-40 tahun
– Beregu usia 41 tahun ke atas.

Karya Jurnalistik:
– Karya Tulis usia 22 tahun ke atas (Geopark Meratus)
– Fotografi usia 22 tahun ke atas (Geopark Meratus)
– Fotografi usia 22 tahun ke atas (Porwanas)
– Videografi usia 22 tahun ke atas (Geopar Meratus)
– Reportase Radio usia 22 tahun ke atas (Geopark Meratus)
– Karya Jurnalistik Kategori Perempuan, usia minimal 22 tahun ke atas. ***

Menjadi Narasumber Disertasi Doktor AHY, Ketua MPR RI Bamsoet Sampaikan Pentingnya Kepemimpinan Transformasional

Jakarta, Timurpos.co.id – Ketua MPR RI ke-16 sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Dosen Tetap Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Borobudur, Universitas Trisakti, Universitas Pertahanan RI, Universitas Terbuka, Universitas Jayabaya, dan Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) Bambang Soesatyo mengingatkan pentingnya kepemimpinan transformasional atau kepemimpinan yang menginspirasi para pengikutnya untuk menyampingkan kepentingan pribadi demi kebaikan organisasi untuk membawa kapal besar Indonesia menuju negara kesejahteraan 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Bamsoet saat menjadi salah satu narasumber dalam penyusunan disertasi doktoral Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Mengangkat penelitian tentang Kepemimpinan Transformasional dan Orkestrasi SDM Menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Bamsoet, sektor ekonomi strategis yang perlu diperkuat untuk menjadi lokomotif utama Indonesia ke depan menuju Indonesia Emas 2045 yaitu sektor manufaktur dan industri berteknologi tinggi, serta pertanian.

Sebagai negara agraris, sektor pertanian menjadi penopang perekonomian rakyat, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan, peningkatan daya saing, penyerapan tenaga kerja serta penanggulangan kemiskinan.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan salah satu kunci utamanya. Karena itu, program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Terpilih Prabowo Subianto menjadi sangat relevan, karena menjadi pondasi bagi penyiapan SDM yang sehat karena terpenuhi gizinya. Sehingga bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik.

“Program makan bergizi gratis juga bisa menghidupkan kembali sektor pangan. Sehingga membuat orientasi industri kedepan bukan lagi hanya memanfaatkan sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti energi dan sumber daya mineral. Melainkan juga bisa memanfaatkan sektor pangan agar bisa menjadi kekuatan utama ekonomi bangsa. Pada akhirnya bisa menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045,” ujar Bamsoet dalam wawancara dengan Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, di Jakarta, Rabu (7/8/24).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 bidang Hukum, HAM & Keamanan ini menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sumber daya pertanian yang melimpah, karena termasuk daerah tropis dengan plasma nutfah (biodiversity) nomor dua terbesar di dunia setelah Brazil. Artinya, Indonesia memiliki komoditas pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan yang sangat beragam jenisnya.

Indonesia juga mempunyai lahan cukup luas yang belum dimanfaatkan dengan optimal. Total luas daratan Indonesia adalah sebesar 191,1 juta ha, terbagi atas 43,6 juta ha lahan basah dan 144,5 juta ha lahan kering. Dari total luas tersebut yang berpotensi untuk areal pertanian seluas 15,9 juta ha. Potensi ketersediaan sumber daya lahan untuk pengembangan padi sawah 7,5 juta ha, tanaman pangan, cabai, bawang merah dan tebu 7,3 juta ha, dan tanaman cabai dan merah dataran tinggi sekitar 154,1 ribu ha.

“Pada tahun 2045, Indonesia diproyeksikan mengalami puncak bonus demografi, dengan jumlah penduduk usia produktif 15-64 tahun mencapai sekitar 207,99 juta jiwa dari total penduduk 318,96 juta jiwa. Ini berarti lebih dari 65 persen penduduk akan berada dalam rentang usia produktif yang merupakan kondisi ideal untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa mengarahkan bonus demografi tersebut untuk menggeliatkan sektor pertanian. Memberikan jaminan kepada para generasi muda, bahwa sektor pertanian sangat menjanjikan bagi perekonomian nasional,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Doktor Ilmu Hukum UNPAD dan Kepala Badan Polhukam KADIN Indonesia ini menerangkan, upaya memaksimalkan manfaat bonus demografi termasuk peningkatan pendidikan dan keterampilan, serta pengembangan ekonomi yang inklusif. Perubahan gradual dari mulai gizi dan kesehatan, serta pendidikan. Sehingga siap menuju industri prioritas dengan mengedepankan sektor pertanian.

Selain sektor pertanian, Indonesia juga memiliki potensi kuat memajukan ekonomi kreatif. Pada tahun 2022, nilai produk domestik bruto (PDB) dari sektor ekonomi kreatif Indonesia mencapai sekitar Rp 1.280 triliun, dan diproyeksikan melebihi Rp 1.300 triliun pada tahun 2023. Berkontribusi signifikan terhadap PDB nasional, mencakup sekitar 6,54 persen pada tahun 2022.

“Industri kreatif di Indonesia mencakup berbagai subsektor, seperti kuliner, fashion, kriya, dan sektor digital seperti pengembangan aplikasi dan permainan. Pertumbuhan sektor ini didorong oleh potensi besar dari keberagaman budaya dan kekayaan kreativitas yang ada di seluruh Indonesia. Dengan terus berkembangnya teknologi digital dan meningkatnya penggunaan internet, sektor ini diharapkan terus tumbuh dan menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian Indonesia di masa depan,” pungkas Bamsoet. M12

MI Darussalam Jembrana Wujudkan Inisiatif Zero Waste untuk Kurangi Penggunaan Plastik

Jembrana, Timurpos.co.id – Dalam langkah signifikan menuju keberlanjutan lingkungan, MI Darussalam Jembrana telah menggagas inisiatif zero waste school yang ambisius guna mengurangi penggunaan plastik di lingkungan sekolah. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang hijau dan sehat bagi para siswa. Selasa (06/08/2024).

Insiatif ini lahir sebagai respon kekhawatiran terhadap polemik polusi plastik. MI Darussalam Jembrana berencana melibatkan pendekatan komprehensif dalam pengelolaan sampah, dengan fokus pada pengurangan, penggunaan kembali.

Para siswa, guru, dan staf diberikan edukasi mengenai pentingnya mengurangi sampah plastik. Ecoton digandeng untuk memberikan edukasi dalam menanamkan budaya tanggung jawab lingkungan. Sekolah mendorong penggunaan barang-barang yang dapat digunakan kembali seperti botol air, kotak makan, dan tas belanja. Para siswa dan staf diajak menggunakan alternatif ini untuk menggantikan plastik sekali pakai.

Sebagai bagian dari inisiatif ini, para siswa diajak menjadi “Detektif Sungai” yang dilatih para ahli dari Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton Foundation) untuk memeriksa kontaminasi mikroplastik di perairan dekat sekolah.

Hasilnya mereka menemukan kontaminasi mikroplastik jenis fiber, filamen, dan fragmen yang berpotensi merusak lingkungan dan memberikan ancaman kesehatan pada masyarakat.

“Plastik sekali pakai termasuk sachet, botol plastik sekali pakai, dan mika yang digunakan untuk membungkus makanan dan minuman dapat melepaskan senyawa kimia racun penyusun plastik serta melepaskan mikroplastik. Senyawa racun plastik dapat mengganggu hormon insulin sehingga berpotensi menyebabkan diabetes melitus” ujar Rafika Aprilianti, Peneliti Ecoton.

Lebih lanjut, Rafika sebagai Kepala Laboratorium Ecoton yang tergabung dalam tim edukasi mikroplastik ke sekolah-sekolah menambahkan “Perlu untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai terutama untuk anak-anak, agar terhindar dari penyakit diabetes dan gagal ginjal yang saat ini sudah banyak ditemui. Hal ini juga dapat diwujudkan dengan menerapkan Zero Waste School dan kantin sehat tanpa sachet di sekolah.” Katanya.

Kepala Sekolah Imam Muzammil menjelaskan bahwa, Kami berkomitmen untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi para siswa. “Inisiatif zero waste ini adalah langkah penting dalam mengurangi dampak lingkungan kami dan mempromosikan gaya hidup yang lebih hijau dan sehat,” jelasnya.

Menanggapi temuan dari “Detektif Sungai,” sekolah langsung sigap berkoordinasi dengan Ketua Yayasan untuk segera membentuk tim Zero Waste Sekolah. Tim ini siap mengajak siswa menerapkan gaya hidup berkelanjutan dan mengurangi plastik sekali pakai.

Inisiatif ini sejalan dengan upaya global untuk mengatasi polusi plastik dan menegaskan peran institusi pendidikan dalam memimpin dengan memberi contoh. MI Darussalam Jembrana berharap dapat menginspirasi sekolah atau institusi lain untuk mengadopsi praktik serupa dan berkontribusi pada lingkungan hidup yang lebih berkelanjutan. TOK

Robert Simangusong Dihukum 5 Bulan Penjara, Dengan Percobaan 10 Bulan

Surabaya, Timurpos.co.id – Pengacara Robert Simangunsong akhirnya dinyatakan terbukti bersalah memalsukan gelar Magister Hukum. Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan pidana selama lima bulan penjara dengan masa percobaan sepuluh bulan.

Dalam amar putusan Majelis Hakim yang diketuai Tongani, perbuatan mantan ketua DPD Partai Nasdem itu dinyatakan telah memenuhi seluruh unsur pidana sebagaimana dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Mengadili, menyatakan terdakwa Robert Simanhunsong telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 93 Jo Pasal 28 ayat (7) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi,” tutur Hakim Tongani di ruang sidang Tirta 2. Senin (05/08/2024).

Selain hukuman badan, sambung Tongani, Robert juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp50 juta rupiah. “Dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka akan digantikan dengan pidana penjara selama tiga bulan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Tongani menyampaikan dalam amar putusan lainnya, bahwa pidana yang sudah dijatuhkan tersebut tidak perlu dijalankan.

“Kecuali dalam tenggat waktu sepuluh bulan terdakwa Robert Simangunsong melakukan tindak pidana kembali dan majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah,” katanya.

Atas vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Budiarto yang sebelumna menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama enam bulan dan denda Rp100 juta subsidair enam bulan itu menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan Robert yang didampingi tim penasihat hukumnya.

“Pikir-pikir yang mulia,” ujar JPU dari Kejati Jatim itu. TOK

Ecoton Tarik Jaringan Pemerhati Sungai Internasional

Surabaya, Timurpos.co.id – Ecoton bersama 30 akademisi dari mancanegara yang tergabung dalam River Cities Network dan perwakilan dari International Institute for Asian Studies melakukan kegiatan Susur Sungai Brantas. Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari pencemaran sungai, sekaligus mengenalkan peran Ecoton dalam penyelamatan sungai dan menunjukkan secara langsung fakta dan kondisi sungai yang semakin kritis.

“Kami selalu konsisten melakukan berbagai kegiatan konservasi dan advokasi lingkungan, dengan cara melibatkan masyarakat sebagai agen pemerhati sungai. Di Sungai Brantas kami menginisiasi AKSI BRANTAS berbasis citizen science dalam upaya konservasi sungai,” ungkap Dr. Daru Setyorini, M.Si., Direktur Eksekutif Ecoton. Minggu (04/08/2024).

Peserta kegiatan dikejutkan dengan sampah plastik yang terjerat di pohon dan tumpukan sampah di bantaran sungai. Bahkan banyak masyarakat yang masih membakar sampah di bantaran sungai. Fakta ini menggambarkan tingkat pencemaran sampah plastik yang mengkhawatirkan dan mengancam ekosistem sungai. Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak untuk mengecek kualitas air sungai dan membandingkannya dengan daerah yang dekat dengan industri.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas air di daerah yang dekat dengan kawasan industri jauh lebih buruk dengan kadar polutan yang lebih tinggi pada parameter Amoniak. Peserta kegiatan juga melakukan pengujian mikroplastik di sungai, yang hasilnya menunjukkan positif terkontaminasi mikroplastik yang berjenis fiber, fragmen, filamen, di perairan Sungai Brantas.

“Kontaminasi mikroplastik yang semakin nyata dapat mengancam kesehatan manusia. Dari mikroplastik yang ditemukan semuanya berasal dari plastik sekali pakai seperti kresek, botol plastik, sedotan, dan sachet” terang Alaika Rahmatullah divisi edukasi Ecoton.

Sebagai bagian dari solusi, peserta diajak untuk mengadopsi gaya hidup zero waste dengan berhenti menggunakan plastik sekali pakai. Mereka juga didorong untuk mengajak masyarakat lebih luas untuk terlibat dalam upaya konservasi sungai, melalui edukasi dan partisipasi aktif dalam kegiatan penyelamatan ekosistem seperti gerakan penghijauan bantaran sungai serta program-program lingkungan lainnya.

“Melalui kolaborasi internasional ini, kami berharap dapat menemukan solusi yang lebih efektif dalam mengatasi pencemaran sungai dan mempromosikan konservasi lingkungan yang berkelanjutan,” tambah Paul Rabe koordinator River Cities Network

Dengan demikian, kegiatan Susur Sungai Brantas ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran bagi para akademisi internasional, tetapi juga menegaskan kembali pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai. Ecoton berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan terlibat aktif dalam upaya pelestarian sungai. TOK

Teliti Sungai Balantieng, SMPN 40 Bulukumba Bentuk Komunitas Balantieng Warrior.

Bulukumba, Timurpos.co.id – Balantieng Warrior merupakan komunitas pelajar peduli sungai Balantieng SMPN 40 Bulukumba. Balantieng Warrior terdiri dari 20 siswa dari kelas 8 yang dibentuk oleh sekolah sebagai salah satu cabang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMPN 40 Bulukumba. Kegiatan Balantieng Warrior berfokus pada penelitian sungai Balantieng di bagian tengah dan ekosistemnya.

Lokasi sekolah yang berada tidak jauh dari sungai Balantieng, yakni sekitar 1,8 km dari sekolah membuat SMPN 40 Bulukumba menginisiasi kegiatan penelitian sungai Balantieng sebagai media pembelajaran kepada siswa sekolahnya.

Idaharyani selaku Kepala Sekolah SMPN 40 Bulukumba menerangkan “Sungai banyak dimanfaatkan oleh manusia dan sungai juga sebagai tempat tinggal makhluk hidup lain. Ada banyak kehidupan di dalamnya, sehingga sungai menarik dipelajari dan dilestarikan. Melalui komunitas yang dibentuk oleh sekolah ini, harapnya dapat membuat siswa mengenal sungai dan lingkungan sekitarnya lebih dalam lagi”

Kamis 1 Agustus 2024, pihak sekolah memilih 2 – 3 siswa perwakilan kelas. Siswa yang terpilih kemudian dikumpulkan dan diajak melakukan penelitian di sungai Balantieng. Kegiatan penelitian sungai Balantieng ini juga dilakukan bersama Yayasan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation). Penelitian kualitas air sungai Balantieng dilakukan di Desa Batukaropa, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba. Untuk sampai di lokasi, pihak sekolah turut mengantarkan para siswa menggunakan mobil.

Kegiatan penelitian kualitas air sungai Balantieng ini dengan menggunakan parameter Nitrit, Nitrat, Fosfat, TDS, DO, PH, Amonia, Chlorine, Serangga air dan mikroplastik. Dari kegiatan penelitian tersebut didapatkan hasil yakni Nitrit 0 ppm, Nitrat 0,5 ppm, Fosfat 0,4 ppm (melebihi baku mutu dari 0,2 ppm), TDS 37,2 ppm, PH 7,5 , DO 6,9, Amonia 1,1 ppm, Chlorine 0 ppm dan 11 jenis serangga air. Sementara untuk mikroplastik didapatkan jenis Filamen 42 buah, Fiber 18 buah dan Fragmen 3 buah.

“Tingginya kandungan fosfat yang melebihi baku mutu, kemungkinan besar disebabkan oleh aktivitas masyarakat yang memanfaatkan sungai untuk mencuci dan mandiri serta masuknya limbah rumah tangga dan pertanian yang secara langsung masuk ke sungai Balantieng. Sedangkan pembuangan mikroplastik juga disebabkan oleh pembuangan sampah ke sungai” terang Firly Mas’ulatul Janah, peneliti ECOTON

“Saya kaget sekali ketika mengetahui hasil dari penelitian kualitas air sungai hari ini. Karena hasilnya tercemar ringan kalau dilihat dari sensus serangga air. Sementara itu jika diperhatikan banyak masyarakat yang menggunakan air sungai untuk kegiatan sehari-hari seperti mandi dan cuci” ungkap Ketua Balantieng Warrior, Nur Aina (14)

Kegiatan penelitian kualitas air sungai Balantieng hari ini merupakan kegiatan pertama sekaligus pembuka dari komunitas Balantieng Warriors. Ke depannya mereka akan berkegiatan secara rutin dan pertemuannya dilakukan setiap hari Kamis.

“Melalui kegiatan ini semoga anak-anak nantinya dapat menyebarkan informasi dan pengetahuan yang pernah mereka dapatkan ini. Harapannya ilmu yang mereka dapat ini bukan untuk mereka saja tapi juga untuk banyak orang. Dari sinilah bibit-bibit generasi peduli sungai itu tumbuh” tutup Idaharyani

Firly turut menambahkan dengan mengajak sekolah terlibat dalam penelitian sungai Balantieng dapat menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap fungsi sungai sebagai mana mestinya dan sekolah juga menjadi bagian dari solusi terhadap masalah di sungai Balantieng. TOK

Wings, Mayora, dan Unilever Produsen Pencemar Sungai Plosokandang

Tulungagung, Timurpos.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional tahun 2024, BRUIN lakukan bersih sungai dan sensus sampah plastik di Sungai Plosokandang, Kabupaten Tulungagung. BRUIN bersama KISMAPALA Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung mengadakan kegiatan bersih sungai dengan tema “Bersihkan Aliran, Segarkan Kehidupan”. Kegiatan ini turut mengajak beberapa komunitas, siswa dan mahasiswa serta tokoh masyarakat pecinta alam setempat. Minggu (28/07/2024).

Kegiatan ini diikuti sekitar 60 orang yang akan membersihkan aliran Sungai Plosokandang. Keadaan sungai begitu memprihatinkan, aliran sungai dipenuhi dengan tanaman eceng gondok dan ceceran sampah rumah tangga. Masifnya pertumbuhan eceng gondok di Sungai Plosokandang juga dapat dijadikan sebagai indikator pencemaran air karena mengandung nutrien tinggi seperti nitrogen, fosfat dan potassium.

“Sampah plastik baru terlihat setelah eceng gondok dibersihkan. Mulai dari sampah pampers, bungkus saset hingga sampah pakaian telah mencemari Sungai Plosokandang. Air sungai yang berbau dan berwarna hitam juga menjadi wujud nyata terjadinya pencemaran.” Ungkap Harun selaku Koordinator ALWI yang menjadi relawan Bersih Sungai.

Sampah plastik sekali pakai masih menjadi pelaku utama pada pencemaran Sungai Plosokandang. Sampah-sampah plastik ini kebanyakan berasal dari sampah rumah tangga yang tidak dipilah dan dibuang begitu saja ke aliran sungai. Adapun sampah plastik yang ditemukan oleh relawan seperti sampah popok, bungkus detergen, bungkus makanan, dan sampah plastik lainnya yang tidak dapat diidentifikasi. Dari pengumpulan sampah yang didapatkan oleh relawan di sekitar sungai, BRUIN kemudian melakukan brand audit untuk mengetahui jenis-jenis sampah plastik tersebut.

Brand audit ini dilakukan untuk mengetahui perusahaan yang memproduksi sampah tersebut, tipe material kemasan sampah plastik, tipe produk dan jenis layer/lapisan plastik yang digunakan. Hasil dari brand audit yang dilakukan oleh BRUIN, menunjukan bahwa perusahaan polluter atau pencemar Sungai Plosokandang paling banyak ialah :

1. Unbranded (plastik tanpa merk) dengan
jumlah 169,
2. Wings Grup dengan jumlah 96,
3. Mayora Grup dengan jumlah 58,
4. Unilever Grup dengan jumlah 48,

Hasil di atas hanya sebagian kecil dari banyaknya sampah di aliran Sungai Plosokandang. Sampah di aliran sungai ini bersumber dari hulu dan minimnya kesadaran masyarakat sekitar bantaran sungai yang membuang sampah secara sembarangan. Menurut PP No. 22 Tahun 2021, apabila didapati satu sampah saja di aliran sungai maka dapat dipastikan bahwa sungai tersebut telah tercemar oleh sampah.

Undang-undang No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 15 menjelaskan bahwa produsen wajib mengelola kemasan dan/atau barang yang diproduksinya apabila kemasan tersebut tidak dapat atau sulit terurai oleh proses alam. Aturan ini menjadi langkah positif dalam proses pengurangan timbulan sampah. Namun sayangnya, aturan ini belum bisa diterapkan di seluruh Lokasi karena masih maraknya toko ataupun pusat perbelanjaan yang menjual produk dengan kemasan plastik sekali pakai.

“Kita berkampanye untuk menggunakan wadah guna ulang sebagai bentuk upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.” Ungkap Irkham Maulana selaku Koordinator Program SPASI BRUIN. TOK

Sinergi Mahasiswa dan Pegiat Lingkungan Bersihkan Sungai Plosokandang dari Sampah

Tulungagung, Timurpos.co.id – Sampah plastik merupakan isu terbesar yang paling berbahaya dan paling persisten dalam pencemaran lingkungan. Adanya perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap produk plastik sekali pakai semakin memperparah kondisi ini. Minggu (28/07/2024).

KISMAPALA Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung kemudian mengadakan kegiatan bersih sungai dengan tema “Bersihkan Aliran, Segarkan Kehidupan” guna memperingati Hari Sungai 2024. Gerakan ini juga berkolaborasi dengan berbagai komunitas pecinta alam lingkungan, seperti ALWI dan BRUIN yang membantu dalam melakukan brand audit sampah di Sungai Plosokandang, Tulungagung.

Pada kegiatan kali ini, relawan bersih Sungai Plosokandang berhasil mengevakuasi sebanyak 16 karung sampah yang kemudian diangkut dalam satu truk untuk menuju ke tempat pembuangan. Sampah yang terkumpul masih didominasi oleh sampah plastik sekali pakai, seperti sampah popok, bungkus makanan serta bungkus deterjen saset. Selain itu, para relawan juga membantu dalam membersihkan ledakan eceng gondok yang memenuhi area Sungai Plosokandang sepanjang.

“Eceng gondok yang memenuhi aliran sungai menyebabkan menurunnya jumlah cahaya yang masuk ke dalam perairan. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tingkat kelarutan oksigen dalam air yang membahayakan ekosistem sungai. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya Ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.” Ungkap Haris selaku perwakilan mahasiswa dari Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung.

Pencemaran sungai saat ini merupakan permasalahan lingkungan yang dapat menjadi ancaman bagi masyarakat dan lingkungan. Riski selaku perwakilan dari MAPALA KISMAPALA berharap, masyarakat sadar akan pentingnya mengurangi konsumsi plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya melakukan pemilahan sampah dari rumah agar sampah tidak berakhir mencemari sungai.

Peran mahasiswa sebagai agen perubahan sangat penting pada permasalahan lingkungan. Melalui gerakan Bersih Sungai yang diinisiasi KISMAPALA Universitas Bhinneka PGRI Tulungagung, mahasiswa diharapkan sadar akan adanya permasalahan lingkungan yang sedang terjadi di sekitarnya. Dalam acara ini, BRUIN juga turut memberikan edukasi kepada mahasiswa tentang pengidentifikasian jenis-jenis sampah dan cara mengelolanya.

Selain membersihkan aliran sungai dari eceng gondok dan sampah, acara Bersih Sungai kali ini juga diiringi dengan program penanaman bibit kelengkeng, pucung, asem jawa, johar, beringin, karet kebo, tanjung, dan karsen dengan total 150 bibit yang ditanam di sekitar bantaran Sungai Plosokandang. Penanaman ini diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya erosi, mengendalikan sedimentasi, dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan di sekitar area sungai.

Harun selaku Koordinator ALWI berpendapat bahwa saat ini partisipasi aktif yang melibatkan banyak pihak seperti masyarakat, mahasiswa, pegiat lingkungan, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat gotong royong dalam pelestarian sungai. Melalui acara ini, beliau juga berharap adanya peran mahasiswa yang terlibat dapat memberikan angin segar perubahan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. TOK

Pangkalan Hunter Scout Bulukumba Ajak Masyarakat Peduli Sungai Balantieng

Bulukumba, Timurpos.co.id – Dalam rangka memperingati Hari Sungai Nasional. Pangakalan Hunter Scout Bulukumba melakukan kegiatan aksi menjaga sungai Banyorang di Desa Karama, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba. Sungai Banyorang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Balantieng yang alirannya akan masuk ke sungai utama Balantieng. Sabtu (27/07/2024).

Aksi menjaga sungai ini diikuti oleh 30 siswa. Kegiatan di awali dengan sosialisasi kepada anggota pramuka pangkalan Hunter Scout tentang pentingnya menjaga sungai, bahaya mikroplastik, dan diskusi kelompok yang membahas tentang kondisi sungai Balantieng. Kegiatan sosialisasi ini didampingi oleh yayasan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation). Setelah itu, mereka pergi ke sungai Banyorang dan melakukan aksi pembersihan sampah plastik di sekitar sungai.

“Peringatan hari sungai ini sejalan dengan kegiatan Pramuka. Di dalam pramuka ada Dasa Dharma yang kedua yakni cinta alam dan kasih sayang ke sesama manusia. Dengan mengadakan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan mengajak anggota pramuka untuk menjaga sungai,” ujar Jabal Rahmat Pelatih Pramuka Pangkalan Hunter Scout

Dari aksi bersih-bersih sekitar sungai Banyoran diperoleh sampah sebanyak 2 tong. Mayoritas sampah yang berada di sekitar sungai didominasi jenis sampah sachet mulai dari kemasan jajan, minuman hingga produk rumah tangga.

“Sungai harusnya nihil dari sampah sesuai baku mutu berdasarkan pada lampiran Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaran Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sementara jika melihat kondisi sungai hari ini tadi cukup prihatin sebab sungai masih menjadi tempat membuang sampah. Dengan peringatan hari sungai ini, harapannya masyarakat turut menjaga sungai dan mengurangi pencemaran sampah di sungai,” terang Amiruddin Muttaqin, peneliti ECOTON

“Kegiatan hari ini cukup menyenangkan sekali, kami diajak melakukan aksi bersih sungai dan mendapatkan pengetahuan baru tentang dampak pembuangan sampah ke sungai, bahaya mikroplastik. Ke depannya kami akan ikut dalam kegiatan menjaga sungai,” tutup Ain Silantra anggota Pramuka Pangkalan Hunter Scout. TOK