Polri Buka Hotline Khusus Terkait Penerimaan Anggota Baru 2024

Jakarta, Timurpos.co.id – Asisten Staf Bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM) Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut lewat Hotline itu masyarakat bisa mengakses seluruh informasi seputar penerimaan anggota Polri.

“Mulai dari apa saja yang menjadi syarat penerimaan, jadwal penerimaan, sampai pengaduan terkait proses penerimaan anggota Polri ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Selasa, 26 Maret 2024.

Dedi menjelaskan Hotline Rim Polri tersebut bisa diakses masyarakat melalui nomor 1500 598 dan 021 8060 2198 yang langsung terhubung dengan petugas dari SDM Polri.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa mengakses via aplikasi pesan singkat Whatsapp dan Telegram di nomor 0813 9920 9898.

BACA JUGA
Calo Akpol Novi Aliansyah Raup Uang Rp.1.1 Miliar

Terakhir, ia mengatakan masyarakat juga dapat memantau seluruh perkembangan penerimaan anggota polri melalui akun media sosial resmi SDM Polri.

“Masyarakat bisa mengikuti akun media sosial penerimaan anggota Polri di akun Instagram @REKRUTMEN_POLRI, Facebook REKRUTMEN POLRI dan X REKRUT_POLRI,” pungkasnya. M12

Polres Gresik Libatkan Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa di Pulau Bawean

Gresik, Timurpos.co.id – Pasca gempa yang mengakibatkan banyaknya bangunan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, sebanyak 31 personel Polri dari Polres Gresik Polda Jatim diberangkatkan bersama dengan ribuan paket sembako untuk membantu korban terdampak.

Keberangkatan personel Polres Gresik tersebut juga bersama dengan personel TNI dari Kodim 0817 Gresik ke Pulau Bawean.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar mengatakan, bahwa selain bantuan sembako pihak Polres Gresik juga mengirimkan tim trauma healing.

“Banyak warga yang trauma sehingga kami menurunkan tim trauma healing untuk korban gempa di Pulau Bawean,”kata AKBP Adhitya, Senin (25/03/2024).

Kapolres Gresik juga mengatakan, tim trauma healing dari Polres Gresik nantinya akan memberikan pendampingan para korban gempa yang sebagaian besar masih di tenda pengungsian.

“Ya intinya tim trauma healing dari Polres Gresik akan memberikan pendampingan, memulihkan kondisi psikologis warga terutama yang saat ini masih di tenda pengungsian,”jelas AKBP Adhitya.

BACA JUGA
Bagunanan Gedung RS Unair Dipersoalkan Netizen, Paska Gempa 

Kapolres Gresik berharap kehadiran Polisi dapat membantu meringankan beban korban gempa di Pulau Bawean baik untuk kebutuhan sehari – hari maupun memulihkan trauma warga akibat bencana gempa.

“Polri harus selalu hadir di Tengah Masyarakat dalam kondisi apapun termasuk saat ini yang mana saudara – saudara kita di sini sedang mengalami musibah,”tegas AKBP Adhitya.

Sementara itu pemberangkatan personel dan bantuan sosial dilakukan melalui pelabuhan Gresik menggunakan kapal Bahari Express pada hari Senin (25/03/2024) kemarin.

“Jadi ini merupakan respon cepat dari instansi terkait, ada TNI,Polri, BPBD,relawan dan stakeholder yang ada membantu korban gempa di Pulau Bawean ini,”pungkas Kapolres Gresik. M12

Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuh Pencari Kepiting di Surabaya

Surabaya, Timurpos.co.id – Polisi akhirnya berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan pencari kepiting di Sukolilo Surabaya.

Saat pemeriksaan terhadap pelaku diketahui ia merasa sakit hati dengan korban, M. Hudoyo gegara masuk wilayahnya.

Ia adalah SH pria berusia 42 tahun asal Kejawan Putih Tambak Kecamatan Mulyorejo Surabaya yang bukan karena spontan, melainkan sudah terencana secara matang untuk menghabisi korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, tersangka SH telah merencanakan aksinya usai kesal dengan ulah korban yang membuang motornya sebulan sebelum peristiwa itu terjadi.

“Sebulan sebelum kejadian, korban dan SH memiliki perselisihan perebutan wilayah tambak kepiting, ada cekcok kemudian korban merespon dengan melempar kendaraan yang digunakan SH ke tambak,” kata Hendro saat konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Senin (25/03/2024).
BACA JUGA
Polda Jatim Tangkap Pelaku Judi Online, Kemudian Dilepaskan

Rupanya, hal itu menyulut dendam SH. Pada 18 Maret 2024, SH berencana melakukan pembunuhan pada korban.

Selain membuang motor, SH mengaku kesal karena sempat cek-cok masalah wilayah pencarian kepiting di lokasi. Lantaran kesal, SH pun menyimpan dendam pada korban.

Ia lantas berangkat ke tambak lebih awal daripada korban sekitar pukul 05.00 WIB dengan membawa sebilah celurit.

Namun, karena alat perlengkapan mencari kepitingnya tertinggal, ia sempat menyimpan sajam di sekitar lokasi.

“SH sempat pulang ambil perlengkapan ke rumah lalu menyangong korban di TKP lagi,”terang AKBP Hendro.

Tak lama kemudian, SH mendapati korban dan teman-temannya tiba di lokasi. Lalu, saat SH melihat korban berpisah dengan teman-temannya. Di saat itulah tersangka SH mulai melancarkan aksinya untuk menghabisi korban.

“Saat korban sendiri, lalu lihat sikon memungkinkan, ia beraksi mengambil celurit,”kata AKBP Hendro.

Menurut AKBP Hendro, rencana tersangka akan memenggal leher, tapi karena suatu hal jadi kena punggung sebelah kiri, sehingga menyebabkan korban luka.

“Saat itu korban sempat lari dan SH mengejar, keduanya sama-sama lari karena ternyata SH juga takut peristiwanya diketahui, lalu kabur ke Jember,” sambungnya.

AKBP Hendro memastikan, korban ditemukan sekitar 300 meter dari tempat awal kejadian.

Menurutnya, korban sempat mencari pertolongan namun lemas, kelelahan, hingga kehabisan darah dan tewas di lokasi penemuan.

“Akibat ulahnya ini, SH dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. SH terancam pidana minimal 20 tahun atau seumur hidup,”pungkas AKBP Hendro. M12

Kapolres Pasuruan Ajak Ulama Tetap Jaga NKRI

Pasuruhan, Timurpos.co.id – Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K, M.Si bersama rombongan pejabat utama Polres Pasuruan menghadiri Haul Abuya Assayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki yang ke-20 di Masjid Ceng Ho Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/03 2024).

Kegiatan Haul Abuya Assayyid Al-Maliki tersebut dipimpin oleh Habib Umar Bin Abdullah Assegaf, Pengasuh Majelis Taklim Roudhotussalaf.

Ketua Majelis Taklim Roudhotussalaf Habib Umar Bin Abdullah Assegaf, menyampaikan rasa terimakasih kepada Kapolres Pasuruan beserta rombongan yang telah berkenan menghadiri undangan acara Haul Abuya Assayyid Al-Maliki di Masjid Ceng Ho Pandaan.

“Kami mendoakan semoga Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra beserta rombongan senantiasa dilindungi Allah SWT, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pasuruan serta menjaga NKRI guna mempersatukan keberagaman bangsa ini, ” tutur Habib Umar.

Di kesempatan itu pula, Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, dalam sambutannya menyampaikan permohonan doa restu kepada para alim ulama untuk tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah kabupaten Pasuruan masih dalam kondisi aman kondusif sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan sehari hari dengan nyaman.

Selain itu AKBP Teddy Chandra juga mengajak seluruh komponen alim ulama untuk tetap selalu bersinergi dengan TNI Polri dalam memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya mohon dan mengajak seluruh Alim Ulama untuk bersatu tetap berkontribusi berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI dalam kebhinekaan,” tutur AKBP Teddy Chandra.

Kapolres Pasuruan juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas peran serta para Kyai, santri , dan seluruh warga Pasuruan yang telah berkontribusi ikut membantu menjaga kamtibmas yang kondusif.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat tetap berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan perdamaian di seluruh lapisan masyarakat kabupaten Pasuruan, “tandas Kapolres Pasuruan .

Mengakhiri sambutannya di Haul Abuya Assayyid Muhammad Al-Maliki yang ke 20, Kapolres Pasuruan sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada para Habaib yang selama ini ikut andil dan bersinergi dengan kepolisian dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Habaib diantaranya Habib Husein Bin Muhammad Al-Habsyi, Habib Jakfar, Habib Ali Bin Husein Assegaf serta juga dihadiri beberapa Kyai alumni Ponpes Al-Maliki Mekkah Al-Mukaromah diantaranya Kyai Haji Abdullah Ansori, Kyai, Kyai Haji Solikhin, Kyai Haji Syaifudin Mukti. M12

Polres Malang Ungkap Kasus Produksi Miras Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Malang, Timurpos.co.id – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus produksi minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Malang. Dua pelaku berinisial FA (36) dan AW (46) berhasil diamankan.

Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, menjelaskan kedua tersangka berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 2024 sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan.

“Kami dari jajaran Polres Malang melaksanakan konferensi pers ungkap kasus minuman keras ilegal dengan tepat kejadian perkara langsung ini di lokasi Dusun Krajan RT 10 RW 3 Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan kabupaten Malang,” kata Kompol Imam Mustolih, Senin (25/03/2024).

Menurut Kompol Imam Mustolih, kejadian bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait peredaran minuman keras ilegal.

Respon cepat diberikan dan operasi tangkap tangan berhasil mengamankan kedua pelaku serta menyita sejumlah barang bukti.

Dalam penangkapan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, lima buah alat penyuling, lima drum pendingin 250 liter, satu drum filter, dua drum penampungan serta sebuah tabung gas berkapasitas 8 kg.

Tak hanya itu, ratusan botol arak kemasan 1,5 liter serta satu jerigen besar berisi arak siap edar juga diamankan disita oleh kepolisian.

Diketahui bahwa minuman keras tersebut diproduksi oleh para tersangka secara otodidak, tanpa adanya takaran dan komposisi yang pasti.

Hal ini menjadikan minuman keras ilegal ini sangat berbahaya bagi metabolisme tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

“Miras yang diproduksi oleh tersangka dibuat dengan cara otodidak, jadi tidak ada takaran dan komposisi yang pasti. Tentunya kan membahayakan metabolisme dalam tubuh dan berakibat fatalitas menyebabkan kematian,” jelasnya.

Kompol Imam Mustolih, menyampaikan komitmen untuk terus mengungkap kasus-kasus sejenis. Ia menegaskan perlunya kerjasama dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran minuman keras ilegal.

“Apabila menemukan informasi, mengetahui terkait adanya peredaran minuman keras illegal, apalagi rumah produksi segera diinformasikan. Kami pastikan ditindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Malang, AKP Aditya Permana, mengungkapkan bahwa minuman keras yang disita ini diproduksi sebelum bulan Ramadan dengan kapasitas sekitar 500 liter.

Penjualan dilakukan di wilayah Kabupaten Malang saja, dengan harga jual per botol mencapai Rp50.000 dengan keuntungan sekitar Rp25.000 per botol.

Pengakuan dari tersangka juga menyebutkan bahwa bisnis ini telah berjalan sekitar 1,5 tahun dengan rata-rata keuntungan omzet penjualan mencapai Rp 4 juta per bulan.

“Kurang lebih sudah satu tahun setengah beroperasi untuk sehari itu bisa produksi mencapai 500 liter sehari,” kata AKP Aditya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, FA dan AW kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Polres Malang.

Keduanya akan dikenakan Pasal 204 (1) KUHP dan pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 8 ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancaman hukuman bagi keduanya adalah maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga 4 miliar rupiah,”pungkasnya.M12

As-SDM Kapolri dan Rombongan Hibur Anak-anak Korban Banjir Demak

Demak, Timurpos.co.id – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Pol Dedi Prasetyo mengunjungi warga yang terdampak banjir Demak, Sabtu (23/03/2024).

Dedi didampingi Kadiv Humas Irjen Pol Sandi Nugroho, Kapusdokkes Irjen Pol Asep Hendradiana dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menyambangi lokasi pengungsi di SDN Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah. Di lokasi tersebut juga dijadikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing.

Setibanya di lokasi pengungsian, As-SDM dan rombongan langsung disambut warga yang terdampak banjir. Kedatangan Irjen Dedi untuk memastikan pelaksanaan tugas Misi Kemanusiaan dari Polri berjalan dengan baik. Sebab Polri telah mengerahkan Tim Trauma Healing dari Biro Psikologi SSDM Polri dan Tim Dokkes Polri untuk memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial

Pada kesempatan itu, Irjen Dedi dan pejabat lainnya juga berinteraksi dengan anak-anak yang tengah mendapatkan terapi trauma healing. Para jenderal ini sempat mengajak bercanda agar anak-anak pengungsian tidak menjadi stres karena bencana banjir.

Irjen Dedi kemudian langsung menemui para orang tua dan berbincang santai sembari menghibur para pengungsi dengan candaan ringan untuk sejenak melegakan perasaan warga dan mengurangi beban yang dirasakan warga dengan bantuan yang diberikan.

Jenderal bintang dua ini juga menyempatkan melihat anggota polwan di dapur umum untuk menyiapkan segala kebutuhan makanan bagi pengungsi korban banjir Demak. Dirinya merasa terharu dan bersyukur masyarakat terdampak tertangani dengan lebih baik lagi. Hal itu kata dia, berkat sinergitas antara Polri-TNI dan Pemda Demak.

“Kita lihat atas sinergitas dan kolaborasi bersama TNI, Polri, relawan dan Pemda, pengungsi korban dapat tertangani sangat baik. Anak-anak kita lakukan trauma healing, kebutuhan para pengungsi tercukupi, tempat untuk tinggal cukup bersih,” kata Dedi.

Mantan Kapolda Kalteng ini menuturkan, atas nama Polri turut rasa prihatin atas kejadian banjir yang sudah dua kali melanda wilayah Kabupaten Demak yakni pada Februari dan Maret ini. Dirinya berharap bahwa bantuan kemanusiaan kali ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak sehingga meringankan penderitaan.

“Kami dari jajaran Polri rasa prihatin atas kejadian ini semoga bantuan yang kami bawa bisa bermanfaat terdampak,” tandasnya.

Dedi menambahkan, bahwa misi kemanusiaan yang dilaksanakan selama empat hari sejak Jumat 22 Maret sampai Senin 2 April bisa dilanjutkan apabila diperlukan. “Posko kesehatan dan trauma healing kalau memang perlu dilanjutkan akan kita lanjutkan,” ucapnya.

Sementara Kapolda Jateng mengungkapkan untuk saat ini tinggal wilayah Demak, Kudus dan Pati yang masih tergenang banjir. Sementara untuk wilayah lainnya sudah berangsur-angsur pulih.

Dirinya juga akan mendorong percepatan pemulihan pasca bencana yakni seperti perbaikan rumah-rumah warga dan sarana dan prasarana yang rusak. M12

Polres Tulungagung Lakukan Patroli Skala Besar di Bulan Ramadan

Tulungagung, Timurpos.co.id – Dalam rangka menjaga kondusifitas di wilayah Kabupaten Tulungagung selama bulan Ramadhan Jajaran Polres Tulungagung, Polda Jatim melaksanakan patroli skala besar untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas dan aksi kejahatan.

Patroli ini dilakukan dengan menyasar tempat tempat yag dianggap rawan dijadikan sasaran aksi kejahatan, tawuran, konvoi, pesta miras, balap liar dan gangguan kamtibmas lainnya selama bulan Ramadan.

Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi melalui Kasihumas Polres Iptu Mujiatno mengatakan bahwa patroli skala besar ini dilaksanakan bersama TNI dan juga Satpol PP Pemkab Tulungagung.

“Polres Tulungagung bersama tiga pilar melaksanakan patroli skala besar untuk mengantisipasi kerawanan selama bulan Ramadhan”, kata Iptu Mujiatno, Jumat (22/3).

Selain Patroli Skala Besar, kata Iptu Mujiatno juga melakukan kegiatan razia di sejumlah hiburan malam.

“Ini dilakukan untuk mencegah segala bentuk yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,” sambungnya.

Iptu Mujiatno juga mengatakan, Patroli skala besar akan rutin dilakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan.

Selain itu juga untuk antisipasi tawuran, balap liar, kenakalan remaja, laka lantas, curas, curat dan curanmor yang berpotensi terjadi di Tulungagung.

“Kami akan terus melakukan kegiatan ini secara berkelanjutan demi menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kenyamanan”, pungkasnya. M12

Polres Trenggalek Paparkan Peran Strategis Media dan Warganet

Trenggalek, Timurpos.co.id – Kedekatan antara kepolisian dengan awak media di Kabupaten Trenggalek memang tak perlu diragukan lagi.

Sinergitas ini sangat diperlukan sebagai salah satu upaya dalam mengelola Kamtibmas yang kondusif.

Guna mempererat tali silaturahmi dan sinegitas, Polres Trenggalek yang dimotori oleh Sihumas menggelar Piramida atau Ngopi Bareng Media yang dkemas dalam bentuk buka puasa bersama di resto salah satu hotel di Kabupaten Trenggalek. Jumat, (22/03/2024).

Acara ini diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media yang operasional di wilayah Kabupaten Trenggalek serta sejumlah netizen aktif mitra Polres Trenggalek.

Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kasihumas Iptu Susila Basuki, S.Sos. menuturkan, media memiliki peran sentral dalam pengelolaan Kamtibmas.

Hal ini berkaitan dengan informasi yang disuguhkan oleh jurnalis setiap saat. Tentunya dengan validitas informasi yang tinggi.

“Dari media, masyarakat juga belajar bagaimana menjaga keamanan diri sendiri, orang lain dan lingkungan, outputnya adalah Kamtibmas yang senantiasa kondusif,”ujar Iptu Susila Basuki.

Menurutnya Media juga berfungsi sebagai sarana kontrol agar Polisi tetap bekerja pada relnya, profesional dan sesuai SOP.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada para wartawan yang hadir atas kerjasama dan pemberitaan posisitf maupun tentang keberhasilan maupun prestasi yang diraih oleh Polres Trenggalek.

Demikian pula dengan netizen yang juga dikenal dengan sebutan warganet. Peran aktif netizen sangat penting dalam pengelolaan Kamtibmas melalui pemberdayaan konten yang menyejukkan di dunia maya.

“Netizen Trenggalek terlibat aktif dalam meluruskan informasi hoax yang banyak bertebaran di media sosial,”tambah Iptu Susila Basuki.

Selain itu juga lanjut Iptu Susila Basuki menyatakan Netizen juga membantu edukasi secara luas bijak bermedia sosial.

“Hal ini sangat berdampak pada pola pikir pengguna media sosial agar lebih berhati-hati saat mengunggah konten maupun berkomentar. Saring sebelum sharing,”ungkap Iptu Susila Basuki.

Pihaknya berharap, harmonisasi yang sudah terjalin baik ini dapat terus ditingkatkan.

Kritik, masukan dan saran tentunya sangat diharapkan agar kepolisian dapat lebih memaksimalkan kontribusinya dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. M12

Satgas Pangan Polres Malang Cek Produk Kadaluwarsa di Sejumlah Pasar

Malang, Timurpos.co.id – Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang bekerjasama dengan Kepala Pasar melakukan pengecekan bahan pokok di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (20/03/2024).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pencegahan dan pengendalian stabilitas harga bahan pangan di pasaran, dalam mengantisipasi peredaran makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa.

Menurut Kasubsipenmas Sihumas Polres Malang, Ipda Dicka Ermantara, selain pengecekan produk kadaluarsa, pihaknya juga memantau ketersediaan bahan pokok, fluktuasi harga, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi oleh pedagang dan pembeli.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa stok bahan pangan di wilayah Kabupaten Malang saat ini berada dalam keadaan aman dan cukup sampai dengan Hari Raya Idul Fitri.

“Dari pengecekan di Pasar Kepanjen diketahui stok bahan pangan pokok masih tercukupi hingga hari Raya Idul Fitri,” ujar Ipda Dicka di Polres Malang, Rabu (20/3).

Lebih lanjut, Ipda Dicka menambahkan bahwa hasil pengecekan di pasar tradisional dan pertokoan kawasan Kepanjen menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok terpenuhi dan berada dalam batas aman.

“Stok bahan pokok seperti beras, minyak, dan daging masih mencukupi,”ujarnya.

Dalam pemantauan di Pasar Kepanjen, tercatat bahwa beberapa harga bahan pokok mengalami penurunan.

Harga beras premium turun dari Rp 15.000 per kilogram menjadi Rp 14.000 per kilogram, sementara beras SPHP Bulog turun Rp 500,- menjadi Rp 54.000 per lima kilogram.

Penurunan harga juga terjadi pada Daging Ayam Potong yang turun Rp. 5.000,- menjadi Rp. 36.000 per kilogram, dan Minyak Goreng yang turun Rp 1.000,- menjadi Rp 14.000,- per liter.

Harga cabai rawit turun drastis menjadi Rp 30.000,- per kilogram, sementara cabai merah besar juga turun menjadi Rp 35.000,- per kilogram.

Adapun harga gula pasir saat ini adalah Rp 17.000 per kilogram, sementara harga Daging Sapi tetap di Rp. 115.000,- per kilogram.

“Selain pengecekan ketersediaan bahan pokok, Satgas Pangan Polres Malang juga memantau masa kadaluwarsa makanan ringan dan kue sebagai upaya mengantisipasi gangguan kualitas ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri,” jelasnya.

Satgas Pangan Polres Malang berkomitmen untuk menjaga stabilitas stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Malang, dengan memastikan tidak ada penyelewengan distribusi dan penimbunan bahan pokok.

Mereka juga akan terus berkoordinasi dengan Disperindag Kabupaten Malang untuk melakukan monitoring dan pengecekan harga, stok bahan pokok, serta antisipasi terhadap peredaran makanan dan minuman yang telah kadaluwarsa.

Ipda Dicka menghimbau kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Malang, untuk tetap tenang terkait ketersediaan bahan pokok, serta agar melaporkan perilaku penimbunan bahan pokok kepada pihak berwajib apabila mengetahuinya.

“Hasil pengecekan di Pasar Kepanjen tidak ditemukan produk kedaluwarsa, namun demikian kita bersama satgas pangan akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk menjamin produk yang layak konsumsi,” pungkasnya. M12

Polresta Malang Kota Sosialisasi Stop Bullying di Sekolah

Kota Malang, Timurpos.co.id – Mencegah perundungan di kalangan pelajar,Polresta Malang Kota menggelar sosialisasi dan pembinaan kepada 350 siswa-siswi dengan materi “Stop Bullying”.

Edukasi dan sosialisasi yang dilaksanakan di Masjid Darul Hikmah MAN 1 Kota Malang ini juga dalam rangka Pondok Ramadhan 1445H/2024M di MAN 1 Kota Malang.

Kasikeu Polresta Malang Kota, Iptu Totok Hariyanto S.H M.H sebagai narasumber dan pemateri mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto untuk memberikan edukasi tentang bahaya bullying kepada para siswa.

“Tujuan utama sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang bahaya bullying dan bagaimana cara mencegahnya,”kata Iptu Totok, Jumat (23/3).

Selain itu sosialisasi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa saling menghormati antar siswa, tidak merasa superior, dan dalam pergaulan para siswa harus mengedepankan akhlakul karimah baik di lingkungan sekolah maupun saat bermasyarakat.

“Pelaku bullying berpotensi menjadi pelaku kriminal di masa depan, bisa mengalami gangguan mental, hingga berurusan dengan hukum, Sulit bergaul dan diterima di lingkungan sosial” jelas Iptu Totok.

Ia tidak hanya menjelaskan dampak pelaku bullying, namun dampak korban bullyingpun dijelaskan pada kesempatan tersebut.

Menurutnya korban bullying lebih berbahaya dimasa depannya sebab bisa menimbulkan merasa cemas, menurunkan prestasi belajar dan lebih bahaya lagi korban bullying hingga bisa depresi, trauma hingga bisa berpotensi bunuh diri.

Melalui sosialisasi ini, Iptu Totok dan pihak sekolah berharap bisa menekan para siswa tidak ada yang melakukan perundungan sesama teman.

“Semoga para siswa yang hadir bisa lebih memahami bahaya bullying dan bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman” pungkas Iptu Totok.

Iptu Totok berpesan kepada Kepala Sekolah MAN 1 Kota Malang, para guru, dan staf sekolah, berperan aktif turut serta mencegah dan melanjutkan sosialisasi ke wali murid.

Sosialisasi ini merupakan langkah positif Polresta Malang Kota dan sekolahan yang ada di Kota Malang memerangi bullying untuk meningkatkan kesadaran semua pihak untuk mencegah dan menghentikan tindakan bullying. M12