Surabaya, Timurpos.co.id – Keributan antara dua kelompok mewarnai arena judi merpati di kawasan rel kereta api Kapasari, Surabaya, yang dikenal dengan sebutan Kapasari Rel Sepur atau ‘Gunung’, Sabtu (10/10/2026) siang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, bentrokan diduga bermula dari persoalan taruhan yang tidak dibayarkan setelah merpati milik kubu AM cs dinyatakan kalah. Di sisi lain, kubu Rusia yang mayoritas disebut berasal dari kawasan Wonokusumo menuding pihak AM melakukan kecurangan.
Perselisihan tersebut kemudian memanas hingga berujung bentrokan fisik. Dalam keributan itu, salah satu pihak dilaporkan membawa senjata tajam (sajam) dan menyerang lawannya.
Situasi semakin tegang ketika seorang oknum anggota opsnal Reskrim Polsek Simokerto tiba-tiba muncul di lokasi dan mengejar orang yang diduga membawa sajam. Kehadiran petugas tersebut membuat arena judi merpati itu seketika bubar.
Namun, aktivitas perjudian di kawasan Kapasari Rel Sepur ternyata kembali berlangsung pada keesokan harinya, Minggu (11/10/2026). Arena tersebut kembali dipadati orang-orang yang diduga hendak mengikuti perjudian merpati.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Simokerto Kompol Zainul Rofik meminta pihak yang menjadi korban agar segera membuat laporan resmi ke kepolisian.
“Korban disuruh laporan, Mas. Pasti kami tindak…” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026) sore.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menanggapi persoalan yang terjadi di arena judi merpati Kapasari. Namun, maksud pernyataan yang terpotong tersebut masih memerlukan penjelasan lebih lanjut.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara jelas langkah penanganan yang dilakukan kepolisian terkait dugaan perjudian dan bentrokan tersebut. Sorotan juga mengarah pada kembali ramainya arena itu sehari setelah keributan terjadi.
Selain dugaan penggunaan senjata tajam, keberadaan aktivitas perjudian yang kembali berlangsung memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan penindakan aparat di kawasan tersebut.
Terlebih, berdasarkan informasi yang dihimpun, petugas disebut berada di lokasi saat keributan berlangsung.
Meski demikian, belum ada informasi mengenai pihak yang diamankan maupun tindak lanjut hukum atas dugaan perjudian dan bentrokan tersebut. M12







