Surabaya, Timurpos.co.id – Pelaksanaan proyek pembangunan saluran atau box culvert di Jalan Tambak Mayor, Kecamatan Asem Rowo, Surabaya, menjadi perhatian setelah ditemukan sejumlah kondisi lapangan yang berkaitan dengan aspek keselamatan kerja, pengaturan lalu lintas, hingga penataan area proyek.
Berdasarkan pengamatan visual pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 00.06 WIB, pekerjaan yang disebut dikerjakan oleh kontraktor Berlian Karya Teknik itu berlangsung pada malam hari. Sejumlah aspek pelaksanaan pekerjaan dinilai perlu mendapat pemeriksaan lebih lanjut, terutama terkait kelengkapan pembatas proyek, pencahayaan, pengendalian air, dan penggunaan alat pelindung diri (APD).
Temuan tersebut merupakan hasil pengamatan visual pada waktu dan lokasi tertentu. Karena itu, diperlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan kesesuaiannya dengan dokumen kontrak, rencana keselamatan konstruksi, serta ketentuan teknis yang berlaku.
Pembatas Minim, Pengaturan Lalu Lintas Perlu Diperhatikan
Salah satu aspek yang menjadi catatan adalah pembatas sementara di sekitar area pekerjaan yang terlihat terbatas dan belum tertata secara menyeluruh.
Rambu peringatan yang memadai juga menjadi perhatian, mengingat lokasi pekerjaan berada di kawasan yang dilalui kendaraan. Pada saat pengamatan, tidak terlihat petugas yang secara khusus berjaga untuk mengatur lalu lintas di sekitar area proyek.
Kondisi tersebut perlu dievaluasi karena pekerjaan saluran atau box culvert berpotensi menimbulkan gangguan terhadap arus kendaraan, terutama apabila terdapat galian terbuka, penyempitan badan jalan, atau material yang berada dekat jalur lalu lintas.
Pada pekerjaan malam hari, pembatas dan rambu harus dapat terlihat dengan jelas oleh pengguna jalan. Kebutuhan penerangan dan pengaturan lalu lintas juga perlu disesuaikan dengan kondisi aktual serta tingkat risiko di lokasi.
Pekerjaan Tengah Malam, Pencahayaan Jadi Sorotan
Pengamatan yang dilakukan sekitar pukul 00.06 WIB menunjukkan pekerjaan berlangsung pada tengah malam dengan pencahayaan yang dinilai terbatas.
Dalam pekerjaan konstruksi pada malam hari, penerangan yang memadai menjadi salah satu unsur penting untuk membantu pekerja mengenali kondisi lapangan, mengoperasikan peralatan, serta menghindari potensi bahaya.
Penerangan juga diperlukan agar pengguna jalan dapat mengenali batas area pekerjaan dan mengantisipasi perubahan kondisi jalan.
Karena itu, pelaksanaan pekerjaan pada jam tersebut perlu disertai pemeriksaan terhadap sistem penerangan, rambu peringatan, pembatas area, serta penerapan prosedur keselamatan kerja yang sesuai dengan risiko pekerjaan.
Namun, untuk memastikan apakah pelaksanaan pekerjaan malam hari telah memenuhi ketentuan, diperlukan pemeriksaan terhadap rencana kerja dan dokumen keselamatan konstruksi yang berlaku pada proyek tersebut.
Genangan Air dan Lumpur Berpotensi Mengganggu Keselamatan
Catatan lain berkaitan dengan kondisi saluran yang sedang dibangun. Pada saat pengamatan, terlihat air menggenangi sebagian area pekerjaan. Sementara itu, tanah dan lumpur tampak tersebar di sekitar badan jalan.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena genangan dapat menghambat pekerjaan, sedangkan lumpur yang terbawa ke jalan berpotensi membuat permukaan menjadi licin dan membahayakan kendaraan maupun pekerja.
Pengendalian air sementara, penataan tanah hasil galian, serta pembersihan area kerja perlu diperhatikan selama proses pembangunan berlangsung.
Meski demikian, keberadaan genangan pada satu waktu pengamatan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa sistem pengeringan tidak tersedia atau tidak berfungsi. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab genangan dan langkah penanganan yang telah diterapkan oleh pelaksana proyek.
Kelengkapan APD Pekerja Perlu Dievaluasi
Aspek keselamatan pekerja juga menjadi catatan. Dalam pengamatan visual, beberapa pekerja terlihat menggunakan helm pengaman, tetapi kelengkapan APD seluruh personel tidak dapat dipastikan.
Penggunaan sepatu keselamatan, rompi reflektif, dan sarung tangan pelindung perlu disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta potensi bahaya di lapangan.
Terlebih, aktivitas konstruksi yang berlangsung pada malam hari dan berdekatan dengan jalur kendaraan membutuhkan perhatian terhadap visibilitas pekerja serta perlindungan dari risiko kecelakaan.
Pihak pelaksana dan pengawas proyek perlu memastikan bahwa pekerja memperoleh APD yang sesuai, menggunakannya secara benar, serta menjalankan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.
Papan Informasi Proyek Tidak Lengkap
Dari sisi keterbukaan informasi, papan informasi proyek yang memuat identitas pekerjaan, pelaksana, pengawas, jadwal pelaksanaan, dan saluran pengaduan masyarakat tidak terlihat pada saat pengamatan.
Ketiadaan papan informasi yang terlihat di lokasi tersebut perlu dikonfirmasi kembali melalui pemeriksaan area proyek secara menyeluruh dan dokumen administrasi pekerjaan.
Informasi proyek penting agar masyarakat dapat mengetahui kegiatan pembangunan yang berlangsung di lingkungannya, termasuk pihak yang bertanggung jawab dan jalur penyampaian pengaduan apabila ditemukan gangguan atau persoalan selama pelaksanaan.
Selain itu, material bangunan dan tanah galian yang terlihat menumpuk kurang tertata juga perlu menjadi perhatian dalam pengelolaan area kerja. Penempatan material semestinya mempertimbangkan keselamatan pekerja, kelancaran lalu lintas, dan kebersihan lingkungan sekitar.
DSDABM dan Kontraktor Perlu Memberikan Penjelasan
Sejumlah catatan lapangan tersebut menjadi dasar perlunya evaluasi terhadap pelaksanaan proyek pembangunan saluran box culvert di Jalan Tambak Mayor.
Pihak terkait, termasuk instansi yang bertanggung jawab atas proyek, perlu menjelaskan mekanisme pengawasan, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengaturan lalu lintas selama pekerjaan malam hari, serta penanganan genangan dan lumpur di sekitar lokasi.
Kontraktor Berlian Karya Teknik juga perlu memberikan penjelasan mengenai metode pelaksanaan pekerjaan, penyediaan APD bagi pekerja, sistem penerangan, dan langkah pengamanan area proyek.
Apabila pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian dengan persyaratan teknis atau keselamatan yang berlaku, perlu dilakukan evaluasi dan tindak lanjut sesuai ketentuan.
Hingga berita ini disusun, catatan yang disampaikan masih berdasarkan pengamatan visual pada satu waktu tertentu. Belum terdapat hasil pemeriksaan teknis yang dapat memastikan adanya pelanggaran atau ketidaksesuaian terhadap kontrak.
Pemeriksaan secara objektif dan konfirmasi dari pihak terkait diperlukan agar pelaksanaan proyek tidak hanya berorientasi pada penyelesaian fisik, tetapi juga memperhatikan keselamatan pekerja, keamanan pengguna jalan, serta kepentingan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan. Tok







