Surabaya, Timurpos.co.id – Guna menekan laju pencemaran lingkungan di kawasan Kali Tebu Surabaya, Ecological Observation and Wetlands Conservation (ECOTON) melalui tim MOZAIK meluncurkan inovasi tempat penampung sampah organik bernama ORBIN (Organic Bin). Program yang menyasar warga di kawasan Kali Tebu Surabaya ini bertujuan mengubah kebiasaan masyarakat yang sering membuang sampah sisa makanan menggunakan kantong plastik sekali pakai. Kamis (29/10/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pencegahan setelah tim MOZAIK berhasil mengevakuasi hingga 133 ton sampah dari aliran Kali Tebu hingga Oktober 2026. Inisiatif ECOTON ini berjalan berkat dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Kemenko Marves, dan UNDP Indonesia.
Wasis Sutikno, ST, MM Kepala Bidang Kebersihan dan Pemberdayaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi pencegahan timbulan sampah plastik dari tingkat rumah tangga ini.
“kami mengucapakan terima kasih kepada ECOTON atas inovasi ORBIN yang manfaatnya sangat luar biasa ini. Saat ini, dari 1.800 ton timbulan sampah per hari di Surabaya, sebagian besar adalah sampah organik yang pengelolaannya masih harus terus kita tingkatkan. Kota Surabaya memiliki target wajib untuk mengurangi sampah hingga 40 persen setiap tahunnya. Dengan ORBIN, anggapan bahwa mengelola sampah organik itu sulit dapat terpatahkan karena prosesnya menjadi sangat dipermudah. Kami di DLH berharap ORBIN dapat menjadi sarana yang mudah dan menyenangkan, serta secara efektif membantu pencapaian target pengurangan sampah 40 persen melalui pilah olah sampah organik.”
“Inisiatif ECOTON melalui pengenalan ORBIN sangat sejalan dengan misi Pemerintah Kota Surabaya dalam mereduksi sampah langsung dari sumbernya. Kami di Dinas Lingkungan Hidup sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Memfasilitasi masyarakat untuk mengelola sampah organik tanpa mengandalkan kantong plastik sekali pakai adalah langkah nyata yang sangat krusial untuk mencegah kebocoran residu plastik dan memulihkan ekosistem sungai kita, khususnya di aliran Kali Tebu,” ungkap perwakilan pejabat DLH Kota Surabaya.
Dampak positif dari program ini langsung disambut baik oleh masyarakat setempat. Mujiatiningsih, Fasilitator Kelurahan sekaligus perwakilan Ketua PKK RW 13 Simokerto, menegaskan tingginya antusiasme warga dalam mengadopsi gaya hidup baru yang lebih minim sampah.
“Kami merasakan cara ini cukup efektif dan bagus. Warga juga sudah mulai merespons dan praktek pilah sampah organik dengan wadah ORBIN ini. Jadi ini tidak hanya sebatas jalannya program saja, tetapi akan kami lakukan seterusnya. Karena dampaknya sudah bisa kami rasakan meskipun baru berjalan,” tegas Mujiatiningsih yang akrab disapa Bu yuli tersebut.
Berbeda dengan Siti Cholifah Ketua Bank Sampah Markisa RT.05 Kel.Tanah Kalikedinding mengatakan dirinya mendukung implementasi penggunaan ORBIN dengan membangun bata terawang di lingkungannya.
“seperti dilingkungan saya terdapat bata terawang untuk mengelolah sampah organik, jadi warga yang sudah memilah sampah bisa mengantar ke tempat pengolahan organik menggunakan ORBIN, dilengkapi dengan tutup dan tidak bocor memudahkan mobilitas penyaluran sampah organik rumah tangga ke tempat komposter terdekat”, jelas ifa panggilan akrabnya.
Waste Prevention Manager ECOTON, Tonis Afrianto, menjelaskan bahwa ORBIN merupakan wadah berkapasitas 4-5 kilogram yang dirancang khusus untuk skala rumah tangga. Dilengkapi penutup rapat untuk mencegah bau dan hama seperti lalat dan tikus, serta pegangan agar mudah dibawa ke tempat sumur komposter.
“Sering kali kita melihat banyak orang menggunakan plastik sekali pakai untuk mengumpulkan sampah organik dari dapur. Akibatnya, pembuangan ini menjadi dua jenis : sampah organiknya dan pembungkus plastiknya yang kemudian menjadi residu atau sampah baru. Dengan ORBIN, warga cukup mudah tinggal membawa sampah dari dapur langsung menuju ke tempat pengelolaan sampah tanpa perlu memproduksi sampah plastik baru dan per oktober 2026 kami berhasil mendistribusikan lebih dari 300 ORBIN kepada rumah tangga di sepanjang kali Tebu dari target 750 ORBIN” jelas Tonis.
Saat ini, penggunaan ORBIN telah diterapkan di tiga kelurahan sepanjang aliran Kali Tebu di Surabaya yaitu kelurahan Simokerto, Kapas Madya Baru, dan Tanah Kali Kedinding, dan mulai direplikasi ke wilayah lain, termasuk di puluhan rumah tangga di Kota Batu, jawa timur melalui skema program RW Mandiri Sampah. Tok







