Bedah Buku As SDM Pol, Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul Mendapat Apresiasi Tinggi Para Pembicara

Jakarta, Timurpos.co.id – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Pol Dedi Prasetyo meluncurkan Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul sebagai panduan komprehensif yang mengulas konsep, implementasi, serta tantangan meritokrasi dalam jabatan fungsional di lingkungan Polri.

Pada acara Bedah Buku yang diadakan oleh SDM Polri di Ballroom Sheraton Hotel Jakarta, Selasa (28/5/2024), dalam penulisannya, Irjen Pol Dedi Prasetyo menguraikan dengan jelas bagaimana meritokrasi dapat diterapkan secara efektif guna meningkatkan kualitas dan kinerja SDM Polri.

“Buku ini juga dapat menjadi panduan dan referensi dalam upaya kita bersama untuk terus memperkuat dan memperbaiki sistem Manajemen Sumber Daya Manusia khususnya di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan umumnya untuk organisasi pemerintah lainnya, organisasi swasta, dan seluruh Stakeholder. Bahkan, buku ini juga menjadi wujud nyata dari komitmen Polri untuk terus berinovasi dan memperbaiki diri dalam rangka mewujudkan organisasi yang profesional, akuntabel, dan terpercaya,” kata Dedi Prasetyo saat diskusi Bedah Buku Mi

Meritokrasi adalah sebuah prinsip yang menekankan bahwa penilaian dan penghargaan terhadap individu harus didasarkan pada kemampuan, kinerja, dan prestasi. Dalam konteks Polri, penerapan meritokrasi adalah langkah penting untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki kesempatan yang adil untuk berkembang dan meraih posisi sesuai dengan kompetensi mereka. Buku ini memberikan panduan yang komprehensif tentang bagaimana prinsip-prinsip meritokrasi dapat diterapkan secara efektif di lingkungan Polri.

Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si. memberikan apresiasi kepada AS SDM Polri yang telah menciptakan buku yang penting berjudul “Meritokrasi Jabatan Fungsional di lingkungan Polri Guna Mewujudkan SDM Unggul”.

“Seperti yang kita ketahui bahwa Personel Polri Republik Indonesia ini sangatlah banyak dan menjadi Problem pada saat mencari jabatan yang sesuai dengan pangkatnya. Meritokrasi adalah kesempatan kepada personel untuk dapat memimpin dan mendapatkan jabatan sesuai berdasarkan kemampuan dan prestasi. Buku ini menjadi motivasi dan inspirasi kepada Personel bahwa jabatan ditentukan dari kemampuan dan prestrasi Personel tersebut. Meritokrasi ini juga bertujuan untuk menghilangkan bottleneck dalam Jabatan Kepolisian,” ungkap Albertus Wahyurudhanto.

“Buku ini menjadi motivasi dan inspirasi bahwa jabatan dapat didapatkan melalui kemampuan seseorang. Meritokrasi memiliki kelemahan antara lain ketidaksetaraan awal yang dimaksud adalah saat menjadi Polisi dapat melalui pendidikan yang berbeda-beda ada Pendidikan Akpol, Bintara, dan Tamtama ini perlu adanya kajian supaya semua lulusan ini dapat merasakan keadilan dan kesetaraan dalam jabatan. Lalu yang kedua yaitu ketidaksetaraan kemudian yang ke tiga adalah kecenderuangan mengaktifkan aspek kemanusiaan,” lanjutnya.

Menurut Prof Dr. Wibowo, S.E., M.Phil. Guru Besar SDM Univ Prof. Dr. Moestopo melihat dalam buku ini intinya harus adanya kesetaran dalam keberagaman dengan kesadaran penuh dengan adanya keberagaman jenis anggota (ras, suku dan agama).

“Kita perlu lakukan peninjauan terkait hambatan-hambatan apa saja yang akan kita temui saat penerapan dan pemberian reward ini terutama masalah adanya sebagian orang dari internal dan external yang tidak mendukung adanya perubahan perlu dicarikan solusi yang tepat. Kita harus juga carikan penyelesaian terhadap setiap masalah yang kita hadapi dan kita harus segera menyesuaikan terkait masalah-masalah Politik yang ada saat ini, kedepan akan ada perubahan dinamika pimpinan politik, apakah nanti para pimpinan yang baru ini mau meneruskan apa-apa yang sudah dilaksanakan oleh pemimpin yang lama atau malah memiliki program-program yang baru namun bagaimanapun itu tetap anggota Polri harus dapat menyesuaikan dengan sistem yang ada,” jelasnya.

“Perlu kita pikirkan dan bicarakan yaitu penerapan masalah jabatan fungsional dan struktural yang mana kita harus pikirkan bersama supaya kedua jabatan ini dapat berjalan dengan baik, dan tidak ada masalah dalam penempatan anggota dalam sebuah jabatan tersebut,” sambungnya.

Irjen. Pol. (Purn) Dr. E Winarto Hadiwasito, seorang profesional di bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), menilai, buku berjudul “Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul” karya Irjen. Pol. Dedi Prasetyo ini menjadi forum penting di mana berbagai pihak, termasuk tenaga profesional seperti Hadiwasito, memberikan analisis mendalam terhadap pemikiran yang diusung dalam buku tersebut.

“Saya melihat bahwa dampak dari karya tersebut dapat menjadi katalisator untuk perubahan dalam masyarakat. Keberadaan ilmu pengetahuan dalam kehidupan masyarakat merupakan fondasi penting bagi kemajuan dan transformasi yang signifikan. Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam menghasilkan dan menyebarkan pengetahuan dianggap sebagai upaya penting dalam mewujudkan SDM unggul,” kata Winarto Hadiwasito.

“Buku ini juga terletak pada pendekatan meritokrasi yang diusung oleh Dedi Prasetyo. Meritokrasi, yaitu memberikan kesempatan kepada individu untuk memimpin dan menduduki jabatan fungsional berdasarkan prestasi, dinilai sebagai langkah penting dalam menata kembali paradigma kelembagaan di Polri. Hal ini menggambarkan pergeseran dari penilaian berdasarkan pangkat atau kelas sosial, menuju penilaian yang lebih berorientasi pada kinerja dan kompetensi,” lanjutnya.

Dalam Bedah Buku Meritokrasi Jabatan Fungsional di Lingkungan Polri guna Mewujudkan SDM Unggul ini, penulis Irjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si, M.M., menjawab seluruh pertanyaan para peserta yang hadir dengan antusias dan seobjektif mungkin serta memberikan motivasi kepada seluruh peserta.

Terakhir, buku ini juga menyoroti pembangunan Pusat SDM Unggul Polri sebagai langkah strategis dalam mengembangkan kompetensi dan keterampilan anggota Polri. Pusat ini diharapkan dapat menjadi tempat pelatihan dan pengembangan yang menyediakan program-program berkualitas tinggi, sehingga setiap anggota Polri dapat menghadapi tantangan di lapangan dengan lebih baik. Harapannya, kehadiran buku ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam mewujudkan visi bersama yakni Polri yang lebih unggul, profesional, dan terpercaya. M12

Polisi Berhasil Amankan Dua Tersangka Pencuri Motor Asal Bulak Banteng

Surabaya, Timurpos.co.id – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelabuhan Tanjungperak,Polda Jatim kembali berhasil meringkus dua pelaku pencurian sepeda motor yang meresahkan masyarakat.

Kedua tersangka itu adalah berinisial AA (38) dan PBP (20) yang keduanya merupakan warga Bulak Banteng Kenjeran Surabaya.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak AKBP William Cornelis Tanasale melalui Kasihumas Iptu Suroto menyebut, kedua pelaku AA dan PBP bersama dua temannya yakni AR dan AB (DPO) mencari sasaran sepeda motor yang diparkir di depan rumah yang tidak ada pengawasan dari pemiliknya.

“Dalam menjalankan aksinya para pelaku mempersiapkan alat berupa kunci T untuk merusak kunci kontak sepeda motor yang akan diambil,” kata Iptu Suroto, Selasa (28/05/2024).

Kasihumas Polres Tanjungperak ini menambahkan, penangkapan para tersangka berawal dari keempat pelaku usai melakukan pencurian motor di depan rumah korban di Kalimas Baru 2 Gang Timur Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya pada Selasa 14 Mei 2024 pukul 06.00 Wib.

Sebelum melancarkan aksinya, tersangka AA mendatangi tersangka AR di Kedungmangu Surabaya untuk mengajak mencuri sepeda motor di Kalimas Baru Surabaya.

Selanjutnya AA dan AR bergeser menuju warung kopi (warkop) Giras Kedungmangu untuk menjemput PBP yang bertugas sebagai eksekutor.

Kemudian pada hari Selasa 14 Mei 2024 pukul 01:00 dini hari, mereka berangkat berboncengan tiga menuju ke lokasi didaerah Kalimas Baru Surabaya.

“Disana sudah menunggu tersangka AB,”ungkap Iptu Suroto.

Selanjutnya tersangka AA, PBP dan AB berjalan kaki menuju ke dalam gang depan rumah korban, sedangkan AR bertugas memantau situasi dari luar gang.

“Kemudian tersangka AB ini menunjukan lokasi tempat sasaran sepeda yang akan dieksekusi,”tambah Iptu Suroto.

Setelah dirasa cukup aman, AA menyuruh PBP mengeksekusi sepeda motor menggunakan kunci leter T.

“Lalu tersangka AA dan PBP membawa kabur kendaraan hasil curiannya,”kata Iptu Suroto.

Aksi komplotan itu sempat terekam CCTV dan diketahui korban yang berusaha mengejar para pelaku, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

Usai menerima laporan korban, petugas Satreskrim Polres Tanjung Perak melakukan penyelidikan dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Tak butuh waktu lama, petugas berhasil menangkap dua pelaku yakni AA dan PBP dirumah masing – masing dan dibawa ke Mapolres Tanjungperak Surabaya.

Sementara dua pelaku lain yaitu AR dan AB berhasil melarikan diri dan saat ini sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Motif dari pada para pelaku mencuri sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari,” jelas Iptu Suroto.

Adapun barang bukti yang diamankan dari korban 1 lembar BPKB, 1 buah kunci kontak sepeda motor Honda dan 1 rekaman CCTV.

Sedangkan barang bukti dari tersangka AA berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, 3 buah mata kunci T, 1 buah kunci kontak beserta magnet buatan dan 1 dan buah jaket warna hijau milik PBP.

“Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 363 ayat (1) KUHP dengan Pidana 5 tahun penjara,” pungkas Iptu Suroto. M12

Budak Sabu Asal Menganti Dilakukan Rehabilitasi di LRPPN

Surabaya, Timurpos.co.id – Satreskoba Polrestabes Surabaya melalukan Rehabilitasi terhadap satu Pelaku penyalahgunaan narkotika Jenis Sabu di Rumah Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba (LRPPN) Bhayangkara Indonesia DPW Jawa Timur.

Berdasarkan informasi Media ini, David alias Penyong ditangakap oleh anggota Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya,Aiptu Iswanto, tanggal 25, Mei 2024, lalu di daerah Menganti Gresik. Namun sayang Pelaku diduga dilepas dengan tebusan sebesar Rp 20 juta.

“Ada uang mengalir sebesar Rp 20 juta.” Beber narasumber yang engan dionlinekan.

Atas informasi tersebut, Timurpos.co.id mencoba mengkonfirmasi kepada Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya, AKBP Surya Mifta. “Saya cek dulu,” sautnya.

Terpisah Kanit Idik II Satreskoba Polrestabes Surabaya Eko mengatakan bahwa, berdasarkan hasil dari Tim Asesmen Terpadu (TAT) Bandan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya. Atas nama David dilakukan rehabilitisi di LRPPN) Bhayangkara Indonesia DPW Jawa Timur.

“David dilakukan Rehabilitasi dari Hasil TAT BNNK Surabaya,” katanya kepada Timurpos.co.id. Selasa (28/05/2024).

Perlu diperhatikan bahwa, pada awal bulan Mei 2024 lalu. Polrestabes Surabaya juga mengajukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) Bandan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya terhadap 6 orang terdiri 4 laki-laki dan 2 perempuan hasil razia dari kegiatan IBIZA Club. M12

Polres Pacitan Amankan 29 Motor Diduga Balapan Liar

Pacitan, Timurpos.co.id – Polres Pacitan menggelar razia balap liar dan patroli cipta kondisi, Hasilnya, 29 motor pelanggar aturan berhasil diamankan petugas, Sabtu (25/5/2024) dini hari.

Hasilnya, 29 motor pelanggar aturan berhasil diamankan petugas.

Razia yang dimulai pukul 00.00 WIB ini menyasar titik rawan balap liar kawasan JLS Barehan Sidoharjo – JLS Sirnoboyo.

“Seluruhnya langsung kami bawa ke Mapolres. Satu unit kendaraan bermotor tanpa surat-surat juga diamankan,” ujar Kapolres Pacitan, AKBP Agung Nugroho.

Patroli cipta kondisi ini diikuti oleh para pejabat utama Polres Pacitan, anggota Satlantas, Reskrim, Intelkam, dan Propam.

“Kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi kegiatan masyarakat yang dapat mengganggu ketertiban umum,” jelas Agung.

Selain itu dia mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tetap menjaga kondusifitas wilayah.

“Kami imbau masyarakat untuk sama-sama menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan,” pintanya.

Razia balap liar dan patroli cipta kondisi ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Pacitan. M12

Berbekal CCTV Polres Pelabuhan Tanjungperak Berhasil Amankan Tersangka Curanmor

Surabaya, Timurpos.co.id – Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jatim mengamankan satu pelaku curanmor berinisial M F R D, (18) warga Surabaya. Sementara dua pelaku lainya inisial A dan N masih dalam pengejaran petugas (DPO).

Pelaku saat menjalankan aksi mencuri motor didepan sebuah warkop Green Jalan Tanjung Sadari, Kota Surabaya.

Informasi yang dihimpun kejadian pencurian sepeda motor pada Jumat (10/5) sekitar pukul 18.30 WIB.

Kapolres Pelabuhan Tanjungperak AKBP Wiliam Cornelius Tanasale melalui Kasihumas Iptu Suroto mengatakan, saat itu, korban H memarkirkan sepeda motor Honda beat miliknya didepan warkop Green Jalan Tanjung Sadari, Kota Surabaya.

“Saat ditinggal ngopi korban kaget sepeda motor miliknya sudah tidak di tempat.” ungkap Iptu Suroto, pada Rabu (22/5/2024).

Mengetahui motornya hilang korban sempat mencari di sekitar lokasi kejadian namun tidak di temukan, lantas korban membuat laporan ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Setelah adanya laporan dari korban, pada Sabtu 11 Mei 2024, Petugas Unit IV Satreskrim saat itu melakukan penyelidikan melalui rekaman CCTV dan mengumpulan informasi dari warga sekitar yang berada di TKP.

Kemudian sekitar pukul 22.00 Wib, Anggota Unit IV Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil melakukan penangkapan terhadap 1 pelaku M F R D yang berada di Surabaya.

Dari pengakuan pelaku motor hasil curian dipergunakan untuk dugem dan beli minum-minuman keras.

Pelaku juga mengaku saat melakukan aksi pencurian tersebut, bersama rekannya N (DPO) dan A (DPO), kedua rekannya bertugas sebagai penjual dari hasil curian sepeda motor lalu hasil penjualannya dibagi bertiga.

Barang bukti yang disita dari korban satu bendel fotocopy STNK SPM Honda beat tahun 2022 nopol L 4055 ABJ, satu bendel fotocopy BPKB SPM Honda beat tahun 2022 nopol L 4055 ABJ, satu bendel Surat keterangan dari finance, dan satu rekaman CCTV kejadian.

Kemudian disita pelaku satu kaos warna hitam sesuai CCTV, satu celana pendek warna coklat sesuai CCTV, dan satu unit Handphone.

Atas perbutanya pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan 7 (Tujuh) tahun. M12

Polres Batu Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Suling

Batu, Timurpos.co.id – Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukumnya, Polres Batu Polda Jatim rutin melaksanakan program ‘Suling’ (subuh keliling).

Sesuai namanya, Program ini dilaksanakan saat Sholat Subuh berjamaah di beberapa Masjid yang ada di wilayah hukum Polres Batu secara bergiliran.

Kegiatan subuh keliling merupakan salah satu program Kapolres Batu setiap minggunya dimana tujuannya selain untuk meningkatkan iman dan takwa juga untuk memelihara ukhuwah islamiyah serta menjaga silaturrahmi antara Kepolisian dengan Masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Wakapolres Batu Kompol Jeni Al Jauza, saat melaksanakan kegiatan SULING di Masjid Miftahul Huda Kasembon Kabupaten Malang bersama Bupati Kabupaten Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M.,Danramil Kasembon, Kapolsek Kasembon serta masyarakat sekitar Masjid.

“Outputnya program Suling ini untuk Harkamtibmas,” kata Kompol Jeni Al Jauza, Jumat (23/05/2024).

Lebih lanjut Wakapolres Batu memberikan himbauan kamtibmas mengajak peran serta masyarakat untuk selalu turut serta dalam memantau situasi kamtibmas.

“Apabila ada keluhan bisa disampaikan kepada pihak TNI-Polri terdekat khusunya Babinsa dan Babhinkamtibmas wilayah tersebut,” tambahnya.

Ia mengatakan Sholat Subuh keliling bukan hanya mengenai ibadah, tapi juga mengenai bagaimana semua pihak bisa bersatu dan berkolaborasi dalam menjaga kondusifitas di lingkungan masing – masing.

“Kegiatan ini membuktikan bahwa subuh keliling ini tidak hanya sebatas pendingin ruangan, melainkan juga tentang cara kita bersama-sama menjaga kebersamaan dan keamanan,” terang Kompol Jeni Al Jauza.

Dengan menggandeng Jemaah Miftahul Huda Kasembon Kabupaten Malang, kegiatan ini menjadi lebih berarti karena melibatkan unsur keagamaan dalam wujud nyata kebersamaan.

Kompol Jeni Al Jauza juga menyampaikan pesan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi, terutama di era digital.

Ajakan untuk tidak mudah percaya dengan berita hoaks bukan hanya untuk keamanan, tapi juga untuk kestabilan sosial bersama.

“Kita harus bijak dalam menerima informasi, terutama di era digital ini,” ujarnya.

Diakhir kegiatan Suling, Polres Batu bersama Bupati Malang juga memberikan tali asih berupa bantuan sosial untuk warga setempat.

Bantuan sosial ini diberikan sebagai wujud bentuk kepedulian Polres Batu dan Forkopimda Kabupaten Malang kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami setiap kegiatan subuh keliling juga menyalurkan beberapa bantuan sosial terkhusus kepada warga yang membutuhkan”, tutup Wakapolres Batu. M12

Polresta Malang Kota Kirim Personel Satlantas Terbaik ke Bali Sukseskan WWF Ke-10

Kota Malang, Timurpos.co.id – Dukung kelancaran dan kesuksesan Konferensi Tingkat Tinggi World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali, Satlantas Polresta Malang Kota kirim 11 personel terbaiknya dan kendaraan dinas terbaik.

Untuk membantu kelancaran mobilitas dan pengamanan selama WWF ke-10 berlangsung.

Satlantas Polresta Malang Kota juga mengirimkan 1 unit mobil dan 2 unit sepeda motor dinas

Kasat Lantas Polresta Malang Kota, Kompol Aristianto Budi Sutrisno mengatakan pengiriman personel dan kendaraan tersebut untuk pengamanan WWF ke-10 di Bali.

“Pengiriman personel terbaik dan kendaraan operasional, menindaklanjuti instruksi langsung Korlantas Polri dan Polda Jawa Timur,”ungkap Kompol Aris.

WWF merupakan forum air global yang diadakan tiga tahun sekali. Pada tahun 2024, Indonesia pertama kalinya menjadi tuan rumah, yang akan diadakan di Bali tanggal 18-25 Mei 2024.

Diperkirakan ada 43 duta besar dan empat organisasi internasional akan datang ke pertemuan tersebut.

WWF ke-10 ada empat pokok bahasan diantaranya konservasi air (water conservation), air bersih dan sanitasi (clean water and sanitation), ketahanan pangan dan energi (food and energy security), serta mitigasi bencana alam (mitigation of natural disasters).

“WWF Ke-10 merupakan event internasional diikuti puluhan negara dan dihadiri oleh kepala negara dan pejabat pemerintahan, maka perlu pengamanan dan pengawalan ketat,” ujar Kompol Aris kepada.

11 personel yang diterjunkan dan kendaraan yang diberangkatkan ke Bali pada Selasa (14/05) hingga WWF Ke-10 selesai.

“Personel Satlantas Polresta Malang Kota sebelum berangkat tidak ada persiapan khusus karena personel sudah terbiasa melakukan tugas pengawalan, kecuali ada pengecekan kendaraan dinas saja,” terang Aris

Pengecekan kendaraan dinas Satlantas untuk memastikan, agar selama pemakaian pengawalan tamu negara dalam kondisi prima.

“Personel berangkat bersama rombongan Satlantas Polda Jatim, sudah tiba di Bali dan melaporkan tidak ada kendala selama perjalanan berjalan lancar tidak ada kendala,”pungkasnya. M12

Kapolda Jatim Bersama Ribuan Pesepeda dari 17 Negara Ikuti Bromo KOM X 2024

Surabaya, Timurpos.co.id – Dari lapangan apel Mapolda Jawa Timur, sebanyak lebih kurang 1.500 pesepeda dari 17 negara dan 427 komunitas di 31 Provinsi di Indonesia diberangkatkan menuju rute yang sudah ditentukan.

Ribuan pesepeda ini akan mengikuti Bromo KOM X, yang Start event bersepeda itu dimulai di depan Polda Jawa Timur Jalan Ahmad Yani 116 Surabaya.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs.Imam Sugianto,M.Si bersama sejumlah pejabat utama Polda Jatim juga turut serta dalam event tersebut.

Ribuan pesepeda itu nantinya akan melewati rute flat menuju Pasuruan yang menjadi pitstop.

Dari Pasuruan, cyclist akan menghadapi rute menanjak sampai finish di puncak Wonokitri, Bromo.

Total perjalanan kurang lebih 100 km dengan lintasan menanjak total hampir 2.000 meter.

Kapolda Jatim juga mengapresiasi atas event bersepeda tersebut dan tetap menghimbau kepada seluruh peserta untuk mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

“Kami dari Polda Jatim juga telah menerjunkan personel yang akan memberikan jaminan keamanan dan kelancaran selama kegiatan ini berlangsung,”ujar Irjen Imam.

Kapolda Jatim mengatakan bahwa personel sudah ditempatkan di rute yang akan dilalui para peserta.

“Pengawalan maupun pengamanan pada titik tertentu sudah kita siapkan dengan melibatkan personel yang ada di Polres jajaran yang wilayahnya dijadikan rute ini,”kata Irjen Imam.

Sementara itu Azrul Ananda Founder Mainsepeda mengatakan, ada pengurangan jumlah pesepeda tahun ini jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Tahun lalu hampir menyentuh angka 1.700-an, sekarang 1.500,”ujar Azrul.

Menurut Azrul pengurangan peserta ini juga mengingat segi keamananan baik di jalan maupun di Bromo.

Ia mengatakan tahun lalu dengan peserta 1.700 an, di tempat Finish yaitu Wonokitri Bromo agak sesak.

Para pesepeda yang akan mengikuti event tersebut sudah mulai berdatangan ke Surabaya sejak Kamis 16 Mei 2002 4 kemarin.

Hal itu karena pengambilan racepack yang berisi body number, bike number,hingga jersey dimulai tanggal 16 sampai 17 Mei 2024.

Hampir 90 persen peserta datang dari luar Jawa Timur dan itu akan berdampak pada perekonomian di Jatim mulai dari penginapan hingga kuliner dan toko-toko sepeda.

Azrul memastikan bahwa lalu lintas akan tetap lancar meski ada event sepeda tersebut.

Hal itu menurutnya, event serupa sudah dilaksanakan ke-10 kalinya di Jawa Timur dan rutenya juga selalu sama jadi tidak ada kerumitan kerumitan baru.

“Kami juga berterima kasih kepada kepolisian di jajaran Polda Jawa Timur ini yang termasuk paling jago dan konsekuen dalam mengatur event-event sepeda karena tradisi sepeda di Jatim cukup panjang jadi selain Bromo KOM juga banyak yang lain,”ungkap Azrul.

Selain dari Indonesia para pesepeda tersebut berasal dari Malaysia,Taiwan,Jerman ,Australia, Singapura, Belanda, Myanmar, Inggris, Selandia Baru,Austria, Perancis, Filipina, Korea Selatan, Brazil Irlandia dan Latvia. M12
*

Polres Jember Gelar KRYD di Terminal dan Stasiun

Jember, Timurpos.co.id – Dalam rangka mengimbangi Operasi Puri Agung 2024, yang bertujuan untuk pengamanan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, Polres Jember telah bersinergi dengan Kodim 0824, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Daerah melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama bagi mereka yang bepergian menuju Bali menggunakan angkutan umum.

Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama Gubunagi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bagian dari Operasi Puri Agung 2024.

Operasi ini bertujuan untuk memastikan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) serta kelancaran pelaksanaan kegiatan internasional World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 25 Mei 2024.

“Kami bekerja sama dengan berbagai pihak terkait untuk melaksanakan KRYD di Terminal Tawang Alun dan stasiun-stasiun kereta api di Jember, ” ujar AKBP Bayu Pratama, Rabu (22/5).

Dalam KRYD ini meliputi pemeriksaan barang maupun orang yang bepergian menuju Bali dengan menggunakan angkutan umum.

“Pemeriksaan dilakukan secara humanis untuk memastikan bahwa semua penumpang dan barang bawaan mereka aman dan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar AKBP Bayu Pratama Gubunagi.

Selain pemeriksaan di terminal dan stasiun, Polres Jember juga meningkatkan intensitas patroli oleh Polsek jajaran Polres Jember.

Patroli juga dilakukan dengan fokus pada terminal, stasiun, dan akses jalur menuju Bali.

Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bepergian serta untuk mencegah potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu pelaksanaan WWF ke-10 di Bali.

“Kami ingin memastikan bahwa semua perjalanan menuju Bali berjalan dengan aman dan lancar, oleh karena itu kami meningkatkan frekuensi patroli dan melakukan pemeriksaan yang ketat namun tetap humanis,” terang Kapolres Jember.

Kami berkomitmen untuk mendukung suksesnya World Water Forum di Bali dengan menjaga situasi kamtibmas di wilayah kami,” jelas Kapolres Jember.

Kegiatan inipun mendapat respon positif dari masyarakat.

Banyak penumpang yang merasa lebih aman dengan adanya pemeriksaan dan patroli yang intensif.

Mereka menyadari pentingnya langkah-langkah ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan selama perjalanan dan pelaksanaan acara Internasional di Indonesia.

Kolaborasi antara Polres Jember, Kodim 0824, Dinas Perhubungan, dan Pemerintah Daerah menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tidak hanya di Jember tetapi juga mendukung kegiatan internasional yang penting seperti WWF ke-10 di Bali.

Dengan sinergi yang baik antara semua pihak, diharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Melalui KRYD dan peningkatan patroli ini, Polres Jember menunjukkan kesiapan dan dedikasi dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban. M12

Polres Ngawi Berhasil Ungkap Kasus Tipu Gelap Cokat Roka, 3 Residivis Diamankan

Ngawi, Timurpos.co.id – Polres Ngawi Polda Jatim berhasil menangkap tiga pelaku dalam kasus penipuan dan penggelapan setelah adanya laporan.

Tempat kejadian perkara berada Jl. Raya Ngawi-Solo tepatnya di area parkir Monumen Suryo masuk Dsn./Ds Planglor Kec. Kedunggalar Kab. Ngawi, yang terjadi pada Rabu (13/3/2024) sekira pukul 11.00 WIB bulan yang lalu.

Berdasarkan informasi dan keterangan korban juga para saksi, salah satunya adalah Tomy Setyawan (27) warga Gresik, Tim Tiger Satreskrim Polres Ngawi segera bertindak.

Setelah melakukan penyelidikan, para pelaku yang residivis berbagai kasus tersebut akhirnya berhasil diamankan Polisi.

Mereka adalah S bin S (41) warga Ngawi residivis pencurian gabah, NH als K bin W (36) warga Kec Imogiri Kab. Bantul-DIY, residivis pencurian sepeda motor, sedang HSH als J bin SR (38) warga Kec. Masaran Kab. Sragen adalah residivis kasus narkoba.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K kepada media, Rabu (22/05/2024).

“Ya, benar, para pelaku tipu gelap coklat roka adalah residivis, yang mana sebelumnya mereka pernah dihukum atas kasus yang berbeda,” tutur Argo sapaan akrab Kapolres Ngawi, pada Rabu (22/5/2024)

Awalnya pelapor pada 8/4/2024 mendapatkan order pengangkutan barang berupa coklat dari PT. Interfood dengan tujuan Jakarta ke Gresik, dengan menggunakan 3 angkutan pengangkut.

Dua kendaraan yang mengangkut coklat roka berjalan sesuai rencana (diangkut tanggal 11 Maret 2024 dan sampai tujuan tanggal 13 Maret 2024), sedangkan satu angkutan ada hambatan.

Karena tidak ada kabar, maka pelapor mencari tahu keberadaan sopir, yang ternyata angkutan tersebut diturunkan di wilayah Kab. Ngawi tanpa seijin pelapor.

Atas kejadian tersebut, pelapor merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ngawi

Adapun modus operandinya, pelaku awalnya mendapatkan telepon dari seseorang yang memberitahu akan ada kiriman barang berupa coklat roka.

Ketiga pelaku saling berkomunikasi, kemudian mencari tempat parkir kendaraan truk.

Setelah menemukan titik berhenti truk, para pelaku menurunkan dan memindahkan barang menggunakan kendaraan L300 dan truk, kemudian barang berupa coklat roka tersebut disimpan di rumah, sambil menunggu apabila ada pembeli.

“Para pelaku melakukan penipuan dan penggelapan barang, agar bisa dijual kembali dan mendapatkan uang untuk bersenang-senang dan kebutuhan sehari-hari,” terang Kapolres Ngawi.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 1 lembar fotokopi faktur barang dan jumlah harga, 1 lembar fotokopi surat jalan, 4 lembar foto penurunan barang coklat roka dari truck fuso ke mobil pick up Mitsubishi L 300, 167 karton coklat roka, buku tabungan bank BRI dan kartu ATM atas nama salah satu pelaku, yakni S bin S.

Atas perbuatannya maka para tersangka diterapkan pada pasal 378 KUHPidana jo pasal 372 KUPidana jo pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman hukuman selama-lamanya 4 tahun. M12