Polresta Malang Kota Bersama Forkopimda Musnahkan Barbuk Barbagai Jenis Narkoba

Kota Malang, Timurpos.co.id – Polresta Malang Kota bersama Forkopimda gelar pers release dan pemusnahan barang bukti narkoba di depan Ballroom Sanika Satyawada.

Pemusnahan Barang Bukti dihadiri berbagai pihak terkait, termasuk Penjabat (PJ) Walikota Malang, perwakilan dari DPRD, BNN Kota Malang, Kejari, Kasdim Kodim 0833, Lapas Kelas I Lowokwaru, Lapas Perempuan, tokoh agama, LBH Peradi, Kapolsek jajaran, dan para pejabat utama (PJU) Polresta Malang Kota.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa pemusnahan Barang Bukti hasil pengungkapan kasus narkoba periode Maret hingga Mei 2024.

“Pemusnahkan barang bukti narkoba yang berhasil kami sita dari 9 laporan polisi. Barang bukti ini terdiri dari 1,5 kg Sabu, 44,216 kg Ganja, 391 butir Ekstasi, 19.000 butir Carnophen, dan 50.000 butir Pil Koplo berlogo ££,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto,Rabu (22/05/2024).

Menurut Kombes Budi Hermanto dari pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil menangkap 10 orang tersangka yang berperan sebagai kurir dan pengedar jaringan narkoba yang beroperasi di wilayah Sumatera, Kota Malang, dan sekitarnya.

Dari perbuatn kesepuluh tersangka tersebut, dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) dan/atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda maksimum Rp 13 miliar,” jelas Kombes Budi Hermanto.

Dari pemusnahan barang bukti narkoba ini Polresta Malang Kota sudah menyelamatkan manusia dari narkoba sebanyak 440.799 jiwa.

Masih di tempat yang sama, Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan keberhasilan pengungkapan narkoba tersebut tidak terlepas dari kolaborasi dan sinergitas antar instansi.

“Kota Malang sebagai kota pelajar, kita harus terus bersinergi agar tetap aman, namun juga perlu keterlibatan serta dukungan dari masyarakat,” Kata Wahyu.

Sementara untuk pemusnahan narkoba hari ini, Poresta Malang Kota bekerjasama dengan BNN Jatim menggunakan mobil Incinerator agar barang bukti narkoba yang dibakar tidak menimbulkan polusi udara. M12

Polres Malang Bareng JSKK dan PK3 Gelar Doa Bersama di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan

Malang, Timurpos.co.id – Kepolisian Resor Malang (Polres Malang), Polda Jawa Timur, bersama keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menggelar doa bersama di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Acara ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendoakan arwah para korban dalam peringatan 1,5 tahun tragedi tersebut.

Doa bersama ini dihadiri oleh Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana beserta seluruh pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Malang.

Keluarga Korban Kanjuruhan yang tergabung dalam Jaringan Solidaritas Keadilan Korban Kanjuruhan (JSKK) dan Perkumpulan Kerukunan Keluarga Korban Kanjuruhan (PK3) juga turut hadir.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud komitmen Polres Malang untuk terus mendampingi dan mendukung keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

“Kami bersama Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan hadir di Pintu 13 Stadion Kanjuruhan untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, membaca Yasin, dan tahlilan untuk seluruh almarhum/almarhumah Tragedi Kanjuruhan,” ujar AKBP Putu Kholis Aryana, Rabu (22/5).

Kapolres Malang menambahkan bahwa Polres Malang terus membuka komunikasi dengan keluarga korban untuk menyampaikan perkembangan dan fasilitas yang mereka butuhkan ke depannya.

“Saya tidak pernah bosan untuk mengucapkan Kami Mohon Maaf, dan kami berkomitmen untuk terus membenahi dan akan membersamai bapak ibu semua,” imbuhnya.

AKBP Putu Kholis Aryana menegaskan bahwa Polres Malang akan selalu mendukung keluarga korban, termasuk dalam permohonan bantuan pendidikan, tindakan medis, serta perbaikan rumah.

“Sampai kapanpun Polres Malang akan terus bersama Keluarga Korban Kanjuruhan, kami terus membuka diri dan mendukung program keluarga korban Kanjuruhan,” tandasnya.

Sementara itu, Vincensius Sari, salah satu keluarga korban yang hadir, menekankan pentingnya doa bersama ini untuk mengenyampingkan perbedaan di antara keluarga korban.

Melalui momen doa bersama ini ia tidak memikirkan dari kelompok mana, namun berharap seluruh pihak adalah satu keluarga.

“Meskipun ada perbedaan dalam bentuk perjuangan, saya kira wajar. Dalam bentuk doa, tetap bersatu dalam doa ini untuk 135 korban dan mudah-mudahan diterima di sisi Allah,” ungkapnya.

Doa bersama ini menjadi momen penting untuk mengenang dan mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan, sekaligus memperkuat ikatan antara pihak kepolisian dan keluarga korban.

Dengan penuh harap, acara ini menjadi salah satu langkah kecil menuju pemulihan dan keadilan bagi semua pihak yang terdampak. M12

Polisi 24 Jam Awasi Penyeberang Selama WWF di Bali

Banyuwangi, Timurpos.co.id – Selain penambahan jumlah personel oleh Polda Jatim, CCTV di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi ditambah untuk optimalisasi pengawasan penumpang yang menyeberang selama gelaran World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali.

Penambahan CCTV juga sebelumnya telah diatensi oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Fadil Imran saat melakukan pemantauan di Pelabuhan Ketapang pada 10 Mei 2024.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Drs Imam Sugianto,M.Si saat berada di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi.

“Sudah dipenuhi, bahkan ada penambahan (CCTV) di pintu masuk (pelabuhan),” kata Irjen Pol Imam Sugianto, Selasa (21/05/2024)

Penambahan CCTV di titik-titik strategis digunakan untuk memantau seluruh calon penumpang dan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali.

“Ada 58 titik CCTV yang tersebar di Pelabuhan Ketapang,” ujar Kapolda Jatim.

Irjen Pol Imam berharap dengan penambahan CCTV dapat mengoptimalkan pengamanan yang telah disiagakan sehingga WWF di Nusa Dua, Bali dapat berjalan dengan aman dan nyaman.

Sementara itu, General Manager ASDP Ketapang Syamsudin mengatakan ada 8 titik CCTV tambahan yang tersebar di Pelabuhan Ketapang sesuai arahan Kabaharkam Polri.

Termasuk di antaranya juga perbaikan posisi CCTV yang dapat mendukung pengawasan wajah para calon penumpang kapal.

“Kami mendukung gelaran WWF, kami sudah bekerja dari jauh-jauh hari,” ujar Syamsudin.

Ia menjelaskan ASDP juga serius mendukung pengamanan Polri dan berharap gelaran WWF yang berlangsung pada 18-25 Mei 2024 berjalan lancar dan aman. M12

Ditresnarkoba Polda Jatim Gelar Road Show Upaya Cegah Tangkal Penyalahgunaan Narkotika

Gresik, Timurpos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba ( Ditresnarkoba) kembali menggelar road show dalam rangka mencegah generasi penerus bangsa terebak dalam lingkaran Narkoba.

Kali ini dengan menggandeng Forkopimda Kabupaten Gresik dan mengundang pelajar dari berbagai sekolah di 10 Kabupaten dan Kota, Ditresnarkoba Polda Jatim menggelar sosialisasi di Gedung Wahana Ekspresi Poesponegoro Gresik, Selasa (21/05/2024).

Adapun pelajar yang hadir dari Surabaya sebanyak 58 sekolah, Gresik 30 sekolah, Lamongan 35 sekolah, Tuban 28 sekolah, Bojonegoro 22 sekolah, Bangkalan 21 sekolah, Sampang 19 sekolah, Pamekasan 19 sekolah dan Sumenep 18 sekolah.

Dari jumlah keseluruhan 250 sekolah tersebut sedikitnya 500 pelajar dan 250 guru pendamping hadir mengikuti kegiatan road show Ditresnarkoba Polda Jatim yang bertujuan Sosialisasi Membangun Daya Cegah dan Daya Tangkal Penyalahgunaan Narkotika.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) pada Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim,Kombes Pol Robert Dacosta mengatakan,road show dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada generasi muda ini sebelumnya juga sudah dilaksanakan di beberapa wilayah di Jawa Timur.

“Sosialisasi ini merupakan upaya Polda Jatim untuk menciptakan generasi bangsa yang bersih dari narkoba, terutama bagi para pelajar,”kata Kombes Pol Robert.

Apalagi anak-anak yang masih sekolah, kata Kombes Pol Robert saat ini sering menjadi sasaran para bandar narkoba karena mereka mudah dipengaruhi.

Untuk itu kata Kombes Pol Robert, Ditresnarkoba Polda Jatim menggandeng Forkompimda dan pihak sekolah melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba.

Didalam sosialisasi tersebut narasumber juga menyampaikan bagaimana para Bandar membujuk generasi muda untuk terjerumus kedalam jurang peredaran narkoba.

Dengan sosialisasi para pelajar dan guru bisa mengetahui cara Bandar membujuk dan merayu untuk memakai narkoba.

“Dengan mengetahui cara licik para bandar narkoba ini,kita harapkan anak – anak kita bisa melakukan pencegahan dan tidak sampai salah jalan,”ujar Kombes Pol Robert.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani mengucapkan terima kasih kepada Polda Jatim dan Polres Gresik, sebab Polri telah menjadikan kabupaten Gresik sebagai tuan rumah sosialisasi ini.

“Artinya kita masih diberi perhatian oleh Polri dalam hal ini Polda Jatim dan Polres Gresik agar menjadi kota bebas dari narkoba,”kata Bupati Gresik yang akrab disapa Gus Yani.

Ia juga menjelaskan pihaknya sudah melakukan kerjasama dengan Polres Gresik dan BNN Kabupaten Gresik untuk melakukan tes urine secara berkala terutama di lingkungan pemerintahan dan kalangan pelajar SMA.

Hal ini kata Gus Yani adalah dalam rangka komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memerangi Narkoba sehingga Gresik bisa bersih dari peredaran Narkoba.

“Kita akan mulai dari lingkungan pemerintahan Kabupaten Gresik untuk itu kita sudah melakukan kerjasama dengan pihak Polres dan BNN Kabupaten Gresik untuk melakukan tes urine secara berkala,”ungkap Gus Yani.

Kepada ratusan pelajar yang hadir Gus Yani juga berpesan tentang bahaya narkoba dan pergaulan bebas.

Bupati Gresik berpesan ketika ingin menjadi orang yang sukses jangan pernah mencoba narkoba dengan alasan apapun.

“Kita tadi juga menyampaikan boleh nakal tapi jangan sampai salah jalan, untuk itu Stop narkoba tanpa negoisasi apapun karena narkoba tentu bisa menjadi penghalang bagi generasi bangsa,”pungkasnya. M12

IPW Sebut Langkah Polri Sudah Tepat di Kasus Vina

Jakarta, Timurpos.co.id – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Mabes Polri di kasus pembunuhan Vina sudah tepat dan meminta masyarakat menunggu hasil penyidikan.

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyambut baik langkah pengerahan tim Bareskrim Polri sebagai asistensi penyidikan yang dilakukan oleh Polda Jawa Barat.

Sugeng meyakini dengan adanya bantuan dari Mabes Polri tersebut, dapat semakin mempercepat pengungkapan ketiga pelaku kasus pembunuhan Vina yang masih tersisa.

“Polri melalui Bareskrim merespon dengan sangat baik. Menurunkan tim untuk mengasistensi Polda Jawa Barat menyidik kembali kasus Vina dan Eki,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (22/05/2024).

Di sisi lain, ia menyebut Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat sebelumnya juga mempunyai rekam jejak yang baik karena berhasil mengungkap kasus pembunuhan Subang yang sempat tidak terpecahkan.

“Artinya Polda Jawa Barat punya kemampuan, oleh karena itu kita dorong agar Bareskrim bisa ikut membantu Polda Jawa Barat membantu mengejar ketiga DPO,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sugeng juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarkan informasi hoaks yang beredar di media sosial terkait kasus yang terjadi pada 2016 silam.

Menurutnya penyebaran hoaks seperti itu hanya akan semakin memperkeruh keadaan dan menyulitkan proses penyidikan yang dilakukan Polda dan Bareskrim Polri.

Ia lantas meminta agar masyarakat dapat bersabar dan menunggu serta mendukung proses penyidikan yang tengah dilakukan pihak kepolisian bisa terang-benderang.

“IPW mendukung proses penyidikan yang sedang dilakukan dan mendorong masyarakat agar dalam proses ini kita menunggu hasil dari Bareskrim dan Polda Jawa Barat,” pungkasnya. M12

Imbangi Pengamanan WWF di Bali, Polisi Periksa Kapal dan Penumpang di Pelabuhan Jangkar Situbondo

Situbondo, Timurpos.co.id – Satuan Kepolisian Perairan dan Udara ( Satpolairud) Polres Situbondo Polda Jatim memperketat pengawasan perairan khususnya Pelabuhan Jangkar dan Kalbut.

Hal itu kata Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rahkmanto untuk mendukung Operasi Puri Agung 2024 dalam rangka pengamanan pelaksanaan World Water Forum (WWF) 2024 di Nusa Dua Bali hingga 25 Mei 2024 nanti.

“Kami melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan untuk imbangan Operasi Puri Agung 2024 dalam rangka pengamanan WWF di Bali,”ujar AKBP Dwi Sumrahadi, Selasa (21/5).

Pada pelaksanaan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) petugas juga melakukan pemeriksaan kapal yang melintas di perairan wilayah hukum Polres Situbondo.

Ditemui di Pelabuhan Jangkar, Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa mengatakan anggota Satpolairud Polres Situbondo secara rutin melaksanakan patroli perairan dan melakukan pemeriksaan KLM di tengah laut.

Pemeriksaan ini kata AKP Gede meliputi barang dan orang yang diangkut oleh KLM yang melintas di perairan Situbondo.

“Pelabuhan Kalbut dan pelabuhan Jangkar, jadi sasaran patroli karena kedua Pelabuhan itu juga sering dipakai untuk menuju Pulau Bali,”kata AKP Gede.

Dalam pelaksanaan KRYD ini Satpolairud Polres Situbondo petugas berkolaborasi dengan TNI dan sejumlah stakeholder di Pelabuhan ASDP dan KSOP Panarukan Situbondo.

Pengawasan difokuskan terhadap setiap kapal yang melintas di perairan Situbondo dan KLM yang akan bersandar di pelabuhan wilayah Situbondo baik pelabuhan barang maupun penumpang.

Calon penumpang kapal menuju lembar yang melalui pelabuhan Jangkar satu per satu diperiksa barang bawaanya.

“Pemeriksaan digelar di pelabuhan Jangkar tepatnya pada Ramp Door kapal,” kata AKP Gede.

Pemeriksaan meliputi identitas yang dicocokan dengan tiket kapal dan barang bawaan calon penumpang.

Polres Situbondo yang merupakan jajaran Polda Jatim di wilayah tapal kuda ini akan terus meningkatkan pengamanan di wilayah perairan maupun jalur darat hingga berkahirnya Operasi Puri Agung 2024 di Bali.

“Kami laksanakan imbangan pengamanan karena mempunyai perairan yang panjangnya sekitar 150 Km dan berpotensi dapat berlayar tembus ke pulau Bali,” pungkas AKP Gede. M12

Polda Jatim Berhasil Membongkar Rumah Produksi Narkoba

Surabaya, Timurpos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba ( Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur kembali berhasil mengungkap pembuatan Pil ekstasi hingga carnophen di Surabaya.

Terbongkarnya dugaan pembuatan obat keras berbahaya ( okerbaya) itu setelah menggerebek sebuah rumah di Jalan Kertajaya Indah Timur IX, Surabaya.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat ( Kabidhumas) Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto kepada media, Senin (20/05/2024).

“Atas kasus ini Polisi mengamankan Dua tersangka dan ribuan butir pil sebagai barang bukti,” kata Kombes Dirmanto.

Dikesempatan yang sama Direktur Resnarkoba pada Ditresnarkoba Polda Jatim, Kombes Robert Da Costa mengatakan penggerebekan dilakukan bermula dari penangkapan dua pelaku berinisial ADH dan MY.

Ia mengatakan saat dikembangkan dari penangkapan kedua tersangka tersebut didapati tempat yang digunakan untuk memproduksi.

Kombes Robert Da Costa juga mengungkapkan bahwa tersangka ADH adalah residivis tahun 2020, pernah diadili di PN Surabaya dan divonis 5 tahun.

“Tersangka ADH bebas pada bulan Juni tahun 2023. Sedangkan MY Residivis tahun 2018 diadili di PN Surabaya serta bebas pada tahun 2022,” ujar Kombes Robert.

Ia menjelaskan tersangka MY mendapatkan carnopen dan bahan farmasi pil double L dari seseorang berinisial WD yang saat ini masuk daftar pencarian orang ( DPO).

“WD menerima barang tersebut di rumah kontrakan yang di Perumahan Kertajaya Indah Timur 9 Nomor 47 Surabaya,” ujarnya.

Masih kata Kombes Robert Da Costa, sebelumnya MY disuruh oleh WD (DPO) untuk mencari sebuah rumah kontrakan.

Lalu mendapat kontrakan di Perumahan Kertajaya Indah Timur 9 Nomor 47 Surabaya digunakan untuk home industry pil carnophen serta pil berlogo LL.

“Selain itu juga sebuah ruko yang beralamat di daerah Sidorame Baru Surabaya yang digunakan untuk menyimpan hasil produksi pil carnophen dan pil berlogo LL,” jelasnya

Saat menggrebek di rumah yang diduga digunakan produksi itu, Polisi mendapatkan 9 bungkus teh China warna merah berisi Sabu seberat 8.929,191 gram.

Selain itu juga 9 bungkus klip berisi ekstasi berlogo burung hantu warna ungu dengan jumlah total 1.568 butir dengan berat bersih total 639,831 gram.

Ada juga 8 bungkus plastik berisi ekstasi berlogo singa warna krem dengan jumlah total 1.326 butir dengan berat bersih total 337,745 gram.

“Ini kami dapatkan dari tangan tersangka ADH,” kata Kombes Robert.

Polisi juga mendapatkan pil Carnophen 1.080.000 Butir dan pil berlogo double L sebanyak 6.780.000 butir, yang saat ini disita sebagai barang bukti.

“Total barang bukti pil yang kami amankan dari lokasi senilai Rp 23,15 miliar,” kata Kombes Robert Da Costa.

Atas pengungkapan ini kata Kombes Robert Da Costa, Polda Jatim telah menyelamatkan sekitar 50 ribu jiwa jadi korban narkoba.

“Atas pengungkapan jaringan kelompok ADH dan MY ini, Polda Jatim diperkirakan telah menyelamatkan kurang lebih 50.000 jiwa masyarakat Jatim dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” pungkasnya. M12

Warga Ngagel Bayar Rehab Rp 100 Juta?

Surabaya, Timurpos.co.id – Satreskoba Idik 1 Polrestabes Surabaya, kembali menjadi soratan, dimana 3 pelaku penyalahgunaan Narkotika diduga dilepaskan dengan membayar uang tebusan sebesar Rp 100 juta.

Berdasarkan nara sumber media ini menjelaskan bahwa, anggota idik 1 Satreskoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap 3 orang pelaku, 04 Mei 2024, terkait perkara Narkotika. Salah satu pelaku berinsial (H. AN) ditangkap dirumahnya di daerah Ngagel Surabaya, bersama teman perempuannya.

“Informasinya (H. AN) ditangkap dari hasil pengembangan. Namun sayanngnya para pelalu dilepaskan atau direhab. Yang jelas tidak dilakukan proses hukum. “Katanya yang namanya engan dionlinekan.

Ia menambahkan bahwa, infomasinya guna memuluskan pelepasan tersebut ada uang yang mengalir sekitar Rp 100 juta.

Terkait informasi tersebut, Timurpos.co.id mengkonfirmasi kepada Kanit Idik 1 Satreskoba Polrestabas Surabaya, AKP Yoyok mengatakan bahwa, membenarkan ada penangkapan terhadap 3 orang pelaku dan ketiganya sedang dilakukan Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Sendangkan terkait uang tersebut, tidak benar adanya.

“Terkait Nominal itu, tidak benar,” Tegasnya.

Perlu diketahui, pada bulan lalu, Tim gabubungan dari Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan pengerebekan di kampung Narkoba di Jalan Kunti. Dari pengebekan tersebut di tangkap 11 orang setelah dilakuan pemeriksaan oleh petugas.

Kemudian ke-11 orang tersebut juga dilakukan rehabilitasi berdasarkan rekomentasi TAT dari BNNP Jatim, namaun sayangnya pihak BNNP Jatim belum merilis diamana aja Rumah Rehab yang dituju?. M12

Polres Situbondo Gelar KRYD di Terminal dan Jalur Pantura

Situbondo, Timurpos.co.id – Polres Situbondo Polda Jatim terus melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh wilayah Kabupaten Situbondo.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari Operasi Puri Agung 2024, yang bertujuan untuk memastikan kelancaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 World Water Forum (WWF) di Bali, yang berlangsung pada 18 hingga 25 Mei 2024.

Kegiatan KRYD yang dilakukan dengan sasaran terminal dan jalur Pantura mulai wilayah Kecamatan Banyuglugur sampai dengan Kecamatan Banyuputih.

Tujuan KRYD ini untuk meminimalisir adanya potensi gangguan dan memastikan situasi yang aman serta kondusif.

Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kasatlantas AKP Yudho mengatakan Patroli dilakukan dengan tujuan mendeteksi dan mencegah gangguan keamanan yang bisa memengaruhi acara internasional tersebut.

“Wilayah Situbondo ini juga merupakan akses menuju Bali, baik melalui jalur darat atau jalur laut melalui pelabuhan Jangkar,”kata AKP Yudho saat melaksanakan patroli di Terminal Situbondo, Minggu (19/05/2024).

Ia mengatakan Satlantas Polres Situbondo dan Polsek jajaran akan terus meningkatkan intensitas Patroli baik di Terminal dan Jalur Pantura.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas yang dapat mempengaruhi kelancaran kegiatan internasional yang dilaksanakan di Bali.

Lebih lanjut, AKP Yudho mengatakan selain di Terminal, Patroli dilaksanakan di rest area Utama Raya dimana lokasi tersebut sebagai lokasi kendaraan bus pariwisata beristirahat.

Di sana petugas Patroli melakukan pemeriksaan awak bus terutama yang akan menuju Bali sekaligus dan menyampaikan imbauan kepada sopir untuk tertib berlalu lintas.

“Bus wisata khususnya yang akan menuju Bali juga diperiksa dan diberi himbauan kepada awak bus untuk tertib lalu lintas supaya perjalanan lancar dan mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya.

Sebagai informasi, saat melaksanakan patroli di terminal, Polisi juga sesekali memeriksa barang bawaan penumpang yang akan menuju ke Bali. M12

Polresta Banyuwangi Siagakan Tenaga Medis

Banyuwangi, Timurpos.co.id – Seksi Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Polresta Banyuwangi disiagakan di Pelabuhan Ketapang untuk menjaga kesehatan personel yang siaga dalam imbangan Operasi Puri Agung 2024 untuk World Water Forum (WWF) di Bali.

Kasi Dokkes Polresta Banyuwangi Penata Nur Prasetyo Hadi, mengatakan penyiagaan Dokkes itu bertujuan untuk menjaga personel yang bertugas dalam OPS Puri Agung 2024 agar tetap prima.

“Kami menyiagakan tenaga kesehatan yang selalu stand by berjaga-jaga,” kata Nur Prasetyo di Pelabuhan Ketapang, Minggu (19/05/2024).

Dalam Tactical Floor Game OPS Puri Agung 2024 di Pelabuhan Ketapang, Siddokes juga melakukan pemeriksaan kesehatan lapangan.

“Untuk memastikan semua personel dalam kondisi prima,”ungkapnya.

Dengan kesiapan dan simulasi ini, pihaknya berharap penyelenggaraan KTT WWF di Bali bisa berjalan aman, terkendali dan nyaman.

“Alhamdulillah, semua personel yang bertugas hingga saat ini masih tetap dalam kondisi prima,”ujarnya.

Sebagaimana diketahui dalam pengamanan WWF, Polda Jatim mengerahkan 596 pasukan untuk membantu pengamanan imbangan di Banyuwangi. M12