Cegah Perang Sarung Berulang, Polres Blitar Kota Lakukan Patroli

Kota Blitar, Timurpos.co.id – Sebanyak 11 anak baru gede alias ABG diamankan Polres Blitar Kota pada Selasa (26/03/2024).

Langkah itu dilakukan lantaran mereka diduga akan melakukan perang sarung di wilayah hukum Polres Blitar Kota.

Langkah meringkus para remaja itu tepat lantaran tradisi tawur sarung atau perang sarung di sejumlah tempat di masa Ramadhan kerap berujung kerusuhan.

Polres Blitar Kota juga menyita sejumlah barang bukti berupa sebuah ruyung besi, batu, palu dan belati kecil dari sekelompok remaja itu.

“Sebanyak 11 remaja itu kami bawa ke Polres untuk dilakukan pembinaan,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, Iptu Sjamsul Anwar.

BACA JUGA
Tak Dapat Tagihan, Hoiri Cs Malah Culik Anak Remaja

Iptu Sjamsul mengatakan, berawal dari patroli siber Polres Blitar Kota menemukan akun media sosial yang menginformasikan akan ada perang sarung di malam hari saat Ramadhan.

Berdasarkan informasi tersebut, anggota Polres Blitar Kota menggelar patroli wilayah mulai Senin (25/3/2024) malam hingga Selasa (26/3/2024) dini hari.

Patroli dipimpin langsung Wakapolres Blitar Kota, Kompol I Gede Suartika.

Dari kegiatan patroli, anggota patroli gabungan menemukan gerombolan anak muda yang diduga akan melaksanakan perang sarung.

Anggota gabungan kemudian menggeledah sekelompok anak muda dan menemukan barang bukti berupa ruyung besi, batu, palu dan belati.

“Kami mengamankan 11 remaja untuk dilakukan pemeriksaan di Polres. Tapi, 11 remaja itu tidak dilakukan penahanan, hanya wajib lapor seminggu sekali,” katanya.

Sebanyak 11 remaja yang diamankan mayoritas masih di bawah umur. Mereka berusia mulai 15 tahun sampai 20 tahun.

“Kami menghimbau kepada para orang tua mengawasi anak-anaknya. Apabila di atas pukul 10.00 malam atau pukul 22.00 WIB anak-anaknya belum pulang segera cek keberadaannya, jangan sampai anaknya terlibat perang sarung,” ujarnya. M12

Polresta Banyuwangi Optimalkan Patroli

Banyuwangi, Timurpos.co.id – Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi dan Polsek jajaran serentak menggelar patroli ke sejumlah tempat hiburan malam.

Seperti halnya yang dilaksanakan oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Glagah kali ini dengan menggelar patroli ke sejumlah tempat hiburan malam di wilayah setempat.

Patroli tersebut sebagai upaya untuk mewujudkan kondusifitas dan kelancaran ibadah Ramadan 1445 Hijriah di Bumi Blambangan.

Patroli ini dipimpin oleh Camat Glagah, Sri Widiyanto, S.H, Kapolsek Glagah AKP Pudji Wahyono, S.H dan Danramil Glagah Kapten Inf I Made Slamet Adi Santoso.

BACA JUGA
Pengelola Blue Fish Selain Denda Administrasi Juga Bisa Dipidanakan

Camat Glagah, Sri Widiyanto mengatakan bahwa patroli ini adalah tindak lanjut dari surat edaran (SE) No. 300/369/429.020/2024 yang diterbitkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Dimana dalam aturan tersebut tempat hiburan malam, rumah karaoke, hingga penjual miras diwajibkan tutup selama bulan Ramadan.

“Sehingga patroli ini untuk mengantisipasi dan memastikan bahwa mereka patuh dengan aturan yang ada,” kata Sri Widiyanto,Selasa malam (26/03/2024).

Sementara Kapolsek Glagah, AKP Pudji Wahyono mengatakan dalam patroli itu, petugas menyasar studio-studio radio komunitas.

Alasan petugas menyisir radio komunitas lantaran kini banyak studio radio kerap dijadikan ruang karaoke terselebung.

“Sedikitnya ada 5 radio komunitas yang disisir. Dalam patroli ini kita mengantisipasi praktik-praktik karaoke terselubung,” terangnya.

Petugas juga turut memasang Surat Edaran (SE) No. 300/369/429.020/2024 yang diterbitkan Pemkab Banyuwangi.

AKP Pudji menambahkan, patroli rutin ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadan untuk memastikan kondusifitas dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa.

“Kami tidak segan-segan melakukan tindakan apabila ditemukan pelanggaran,” tegasnya. M12

Tiba di Pulau Bawean, Kapolres Gresik langsung Hibur Anak-Anak Korban Gempa

Gresik, Timurpos.co.id – Keceriaan kembali terpancar di wajah anak-anak korban gempa bumi di Kecamatan Sangkapura pulau Bawean, saat Tim Trauma Healing Polres Gresik mengunjungi mereka di Posko BPBD lapangan Desa Suwari Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom memimpin langsung rombongan yang membawa bantuan bhakti sosial dan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa.

Ketua Cabang Bhayangkari Cabang Gresik Myrna Adhitya dan anggota Bhayangkari turut hadir dalam kegiatan ini.

BACA JUGA
Bagunanan Gedung RS Unair Dipersoalkan Netizen, Paska Gempa 

AKBP Adhitya menjelaskan bahwa kegiatan ini bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gresik Kodim 0817 Gresik, BNPB maupun BPBD serta stakeholder yang ada di masyarakat.

Bertujuan membantu meringankan beban korban bencana alam gempa bumi dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang mengalami trauma.

“Trauma healing penting untuk membantu anak-anak mengatasi rasa cemas dan ketakutan akibat bencana,” ujar AKBP Adhitya, Selasa (26/3)

Tim Trauma Healing Polres Gresik menghadirkan berbagai permainan dan aktivitas kreatif untuk menghibur anak-anak. Mengenakan kostum bonek zebra. Tawa dan keceriaan kembali menghiasi wajah mereka saat mengikuti permainan dan bernyanyi bersama.

Salah satu korban gempa, Samsiya dari Dusun Padang Sangkapura mengucapkan terima kasih kepada Polres Gresik atas bantuan dan perhatiannya kepada para korban gempa.

“Terima kasih kepada Polres Gresik yang sudah membantu meringankan beban kami dan melakukan trauma healing kepada anak-anak. Semoga bermanfaat,” ungkap Samsiya.

Kegiatan bhakti sosial dan kesehatan serta Trauma healing yang dilakukan Polres Gresik ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tertimpa bencana.

“Semoga bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, masyarakat korban gempa bumi di Sangkapura dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan normal,” Pungkas Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom. M12

Selama Ramadan, Polisi Berikan Bimbingan Rohani kepada Tahanan Polres Lumajang

Lumajang, Timurpos.co.id – Kepolisian Resort (Polres) Lumajang menggelar program pembinaan rohani bagi tahanan selama bulan Ramadhan, Selasa (26/03/2024).

Pembinaan rohani diberikan kepada para tahanan dari sejumlah kasus yang saat ini berada di rumah tahanan Polres Lumajang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dorongan spiritual agar kualitas ibadah para tahanan semakin meningkat.

Dalam program tersebut, para tahanan diberikan ceramah keagamaan, pelatihan ibadah, serta sesi motivasi untuk memperbaiki diri selama menjalani masa tahanan.
BACA JUGA
Kepri Ramadan Fair 2024, Wapres Ma’ruf Amin Resmikan Kampung Kurma 

Kapolres Lumajang, AKBP Mohammad Zainur Rofik, S.I.K., melalui Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Sugiarto, S.H, mengatakan, pentingnya pembinaan rohani sebagai bagian dari rehabilitasi sosial dan pembentukan karakter positif para tahanan.

“Pembinaan rohani tehadap tahanan kami lakukan sebagai bagian dari rehabilitasi sosial,” ungkap Ipda Sugiarto.

Menurutnya, dari kegiatan ini diharapkan bisa membawa tersangka tindak pidana kembali ke jalan yang baik.

“Agar para tahanan Polres dapat menyadari segala kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar”, ujarnya.

Ia juga menuturkan, bahwa personil yang memberikan bimbingan rohani juga mengingatkan agar para tahanan bisa dengan sabar mengikuti proses yang ada dan tidak mengulanginya lagi usai menjalani hukuman.

“Kegiatan seperti ini rutin dilakukan dan semoga memberikan manfaat kepada para tahanan ketika sudah kembali ke masyarakat,” tandasnya.

Ipda Sugiarto juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pembinaan rohani terhadap tahanan tersebut, di kawal sejumlah petugas sesuai dengan SOP Kepolisian.

“Dalam pelaksanan kegiatan kami di kawal 8 personil sesuai standar operasional,” imbuhnya.

Program pembinaan rohani ini akan terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya Polres Lumajang dalam memberikan pelayanan yang holistik kepada masyarakat, termasuk para tahanan. M12

Polri Buka Hotline Khusus Terkait Penerimaan Anggota Baru 2024

Jakarta, Timurpos.co.id – Asisten Staf Bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM) Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut lewat Hotline itu masyarakat bisa mengakses seluruh informasi seputar penerimaan anggota Polri.

“Mulai dari apa saja yang menjadi syarat penerimaan, jadwal penerimaan, sampai pengaduan terkait proses penerimaan anggota Polri ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Selasa, 26 Maret 2024.

Dedi menjelaskan Hotline Rim Polri tersebut bisa diakses masyarakat melalui nomor 1500 598 dan 021 8060 2198 yang langsung terhubung dengan petugas dari SDM Polri.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga bisa mengakses via aplikasi pesan singkat Whatsapp dan Telegram di nomor 0813 9920 9898.

BACA JUGA
Calo Akpol Novi Aliansyah Raup Uang Rp.1.1 Miliar

Terakhir, ia mengatakan masyarakat juga dapat memantau seluruh perkembangan penerimaan anggota polri melalui akun media sosial resmi SDM Polri.

“Masyarakat bisa mengikuti akun media sosial penerimaan anggota Polri di akun Instagram @REKRUTMEN_POLRI, Facebook REKRUTMEN POLRI dan X REKRUT_POLRI,” pungkasnya. M12

Polres Gresik Libatkan Tim Trauma Healing untuk Korban Gempa di Pulau Bawean

Gresik, Timurpos.co.id – Pasca gempa yang mengakibatkan banyaknya bangunan di Pulau Bawean Kabupaten Gresik, sebanyak 31 personel Polri dari Polres Gresik Polda Jatim diberangkatkan bersama dengan ribuan paket sembako untuk membantu korban terdampak.

Keberangkatan personel Polres Gresik tersebut juga bersama dengan personel TNI dari Kodim 0817 Gresik ke Pulau Bawean.

Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom didampingi Dandim 0817 Gresik Letkol Inf Ahmad Saleh Rahanar mengatakan, bahwa selain bantuan sembako pihak Polres Gresik juga mengirimkan tim trauma healing.

“Banyak warga yang trauma sehingga kami menurunkan tim trauma healing untuk korban gempa di Pulau Bawean,”kata AKBP Adhitya, Senin (25/03/2024).

Kapolres Gresik juga mengatakan, tim trauma healing dari Polres Gresik nantinya akan memberikan pendampingan para korban gempa yang sebagaian besar masih di tenda pengungsian.

“Ya intinya tim trauma healing dari Polres Gresik akan memberikan pendampingan, memulihkan kondisi psikologis warga terutama yang saat ini masih di tenda pengungsian,”jelas AKBP Adhitya.

BACA JUGA
Bagunanan Gedung RS Unair Dipersoalkan Netizen, Paska Gempa 

Kapolres Gresik berharap kehadiran Polisi dapat membantu meringankan beban korban gempa di Pulau Bawean baik untuk kebutuhan sehari – hari maupun memulihkan trauma warga akibat bencana gempa.

“Polri harus selalu hadir di Tengah Masyarakat dalam kondisi apapun termasuk saat ini yang mana saudara – saudara kita di sini sedang mengalami musibah,”tegas AKBP Adhitya.

Sementara itu pemberangkatan personel dan bantuan sosial dilakukan melalui pelabuhan Gresik menggunakan kapal Bahari Express pada hari Senin (25/03/2024) kemarin.

“Jadi ini merupakan respon cepat dari instansi terkait, ada TNI,Polri, BPBD,relawan dan stakeholder yang ada membantu korban gempa di Pulau Bawean ini,”pungkas Kapolres Gresik. M12

Polisi Berhasil Menangkap Tersangka Pembunuh Pencari Kepiting di Surabaya

Surabaya, Timurpos.co.id – Polisi akhirnya berhasil membekuk terduga pelaku pembunuhan pencari kepiting di Sukolilo Surabaya.

Saat pemeriksaan terhadap pelaku diketahui ia merasa sakit hati dengan korban, M. Hudoyo gegara masuk wilayahnya.

Ia adalah SH pria berusia 42 tahun asal Kejawan Putih Tambak Kecamatan Mulyorejo Surabaya yang bukan karena spontan, melainkan sudah terencana secara matang untuk menghabisi korban.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, tersangka SH telah merencanakan aksinya usai kesal dengan ulah korban yang membuang motornya sebulan sebelum peristiwa itu terjadi.

“Sebulan sebelum kejadian, korban dan SH memiliki perselisihan perebutan wilayah tambak kepiting, ada cekcok kemudian korban merespon dengan melempar kendaraan yang digunakan SH ke tambak,” kata Hendro saat konferensi pers di Polrestabes Surabaya, Senin (25/03/2024).
BACA JUGA
Polda Jatim Tangkap Pelaku Judi Online, Kemudian Dilepaskan

Rupanya, hal itu menyulut dendam SH. Pada 18 Maret 2024, SH berencana melakukan pembunuhan pada korban.

Selain membuang motor, SH mengaku kesal karena sempat cek-cok masalah wilayah pencarian kepiting di lokasi. Lantaran kesal, SH pun menyimpan dendam pada korban.

Ia lantas berangkat ke tambak lebih awal daripada korban sekitar pukul 05.00 WIB dengan membawa sebilah celurit.

Namun, karena alat perlengkapan mencari kepitingnya tertinggal, ia sempat menyimpan sajam di sekitar lokasi.

“SH sempat pulang ambil perlengkapan ke rumah lalu menyangong korban di TKP lagi,”terang AKBP Hendro.

Tak lama kemudian, SH mendapati korban dan teman-temannya tiba di lokasi. Lalu, saat SH melihat korban berpisah dengan teman-temannya. Di saat itulah tersangka SH mulai melancarkan aksinya untuk menghabisi korban.

“Saat korban sendiri, lalu lihat sikon memungkinkan, ia beraksi mengambil celurit,”kata AKBP Hendro.

Menurut AKBP Hendro, rencana tersangka akan memenggal leher, tapi karena suatu hal jadi kena punggung sebelah kiri, sehingga menyebabkan korban luka.

“Saat itu korban sempat lari dan SH mengejar, keduanya sama-sama lari karena ternyata SH juga takut peristiwanya diketahui, lalu kabur ke Jember,” sambungnya.

AKBP Hendro memastikan, korban ditemukan sekitar 300 meter dari tempat awal kejadian.

Menurutnya, korban sempat mencari pertolongan namun lemas, kelelahan, hingga kehabisan darah dan tewas di lokasi penemuan.

“Akibat ulahnya ini, SH dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. SH terancam pidana minimal 20 tahun atau seumur hidup,”pungkas AKBP Hendro. M12

Kapolres Pasuruan Ajak Ulama Tetap Jaga NKRI

Pasuruhan, Timurpos.co.id – Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, S.I.K, M.Si bersama rombongan pejabat utama Polres Pasuruan menghadiri Haul Abuya Assayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki yang ke-20 di Masjid Ceng Ho Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Senin (25/03 2024).

Kegiatan Haul Abuya Assayyid Al-Maliki tersebut dipimpin oleh Habib Umar Bin Abdullah Assegaf, Pengasuh Majelis Taklim Roudhotussalaf.

Ketua Majelis Taklim Roudhotussalaf Habib Umar Bin Abdullah Assegaf, menyampaikan rasa terimakasih kepada Kapolres Pasuruan beserta rombongan yang telah berkenan menghadiri undangan acara Haul Abuya Assayyid Al-Maliki di Masjid Ceng Ho Pandaan.

“Kami mendoakan semoga Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra beserta rombongan senantiasa dilindungi Allah SWT, diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Kabupaten Pasuruan serta menjaga NKRI guna mempersatukan keberagaman bangsa ini, ” tutur Habib Umar.

Di kesempatan itu pula, Kapolres Pasuruan AKBP Teddy Chandra, dalam sambutannya menyampaikan permohonan doa restu kepada para alim ulama untuk tetap bisa menjaga persatuan dan kesatuan.

Ia juga menyampaikan bahwa situasi Kamtibmas di wilayah kabupaten Pasuruan masih dalam kondisi aman kondusif sehingga masyarakat bisa melakukan kegiatan sehari hari dengan nyaman.

Selain itu AKBP Teddy Chandra juga mengajak seluruh komponen alim ulama untuk tetap selalu bersinergi dengan TNI Polri dalam memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Saya mohon dan mengajak seluruh Alim Ulama untuk bersatu tetap berkontribusi berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas dan menjaga keutuhan NKRI dalam kebhinekaan,” tutur AKBP Teddy Chandra.

Kapolres Pasuruan juga menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas peran serta para Kyai, santri , dan seluruh warga Pasuruan yang telah berkontribusi ikut membantu menjaga kamtibmas yang kondusif.

“Kami mengharapkan seluruh masyarakat tetap berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban serta menciptakan perdamaian di seluruh lapisan masyarakat kabupaten Pasuruan, “tandas Kapolres Pasuruan .

Mengakhiri sambutannya di Haul Abuya Assayyid Muhammad Al-Maliki yang ke 20, Kapolres Pasuruan sekali lagi mengucapkan terima kasih kepada para Habaib yang selama ini ikut andil dan bersinergi dengan kepolisian dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban Masyarakat.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh para Habaib diantaranya Habib Husein Bin Muhammad Al-Habsyi, Habib Jakfar, Habib Ali Bin Husein Assegaf serta juga dihadiri beberapa Kyai alumni Ponpes Al-Maliki Mekkah Al-Mukaromah diantaranya Kyai Haji Abdullah Ansori, Kyai, Kyai Haji Solikhin, Kyai Haji Syaifudin Mukti. M12

Polres Malang Ungkap Kasus Produksi Miras Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Malang, Timurpos.co.id – Aparat Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, berhasil mengungkap kasus produksi minuman keras (miras) ilegal di Kabupaten Malang. Dua pelaku berinisial FA (36) dan AW (46) berhasil diamankan.

Wakapolres Malang, Kompol Imam Mustolih, menjelaskan kedua tersangka berhasil diamankan dalam operasi yang dilakukan pada tanggal 23 Maret 2024 sekitar pukul 14.00 WIB di Dusun Krajan, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan.

“Kami dari jajaran Polres Malang melaksanakan konferensi pers ungkap kasus minuman keras ilegal dengan tepat kejadian perkara langsung ini di lokasi Dusun Krajan RT 10 RW 3 Desa Sumberejo Kecamatan Gedangan kabupaten Malang,” kata Kompol Imam Mustolih, Senin (25/03/2024).

Menurut Kompol Imam Mustolih, kejadian bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat terkait peredaran minuman keras ilegal.

Respon cepat diberikan dan operasi tangkap tangan berhasil mengamankan kedua pelaku serta menyita sejumlah barang bukti.

Dalam penangkapan tersebut, barang bukti yang berhasil diamankan antara lain, lima buah alat penyuling, lima drum pendingin 250 liter, satu drum filter, dua drum penampungan serta sebuah tabung gas berkapasitas 8 kg.

Tak hanya itu, ratusan botol arak kemasan 1,5 liter serta satu jerigen besar berisi arak siap edar juga diamankan disita oleh kepolisian.

Diketahui bahwa minuman keras tersebut diproduksi oleh para tersangka secara otodidak, tanpa adanya takaran dan komposisi yang pasti.

Hal ini menjadikan minuman keras ilegal ini sangat berbahaya bagi metabolisme tubuh dan dapat menyebabkan kematian.

“Miras yang diproduksi oleh tersangka dibuat dengan cara otodidak, jadi tidak ada takaran dan komposisi yang pasti. Tentunya kan membahayakan metabolisme dalam tubuh dan berakibat fatalitas menyebabkan kematian,” jelasnya.

Kompol Imam Mustolih, menyampaikan komitmen untuk terus mengungkap kasus-kasus sejenis. Ia menegaskan perlunya kerjasama dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredaran minuman keras ilegal.

“Apabila menemukan informasi, mengetahui terkait adanya peredaran minuman keras illegal, apalagi rumah produksi segera diinformasikan. Kami pastikan ditindak sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasatresnarkoba Polres Malang, AKP Aditya Permana, mengungkapkan bahwa minuman keras yang disita ini diproduksi sebelum bulan Ramadan dengan kapasitas sekitar 500 liter.

Penjualan dilakukan di wilayah Kabupaten Malang saja, dengan harga jual per botol mencapai Rp50.000 dengan keuntungan sekitar Rp25.000 per botol.

Pengakuan dari tersangka juga menyebutkan bahwa bisnis ini telah berjalan sekitar 1,5 tahun dengan rata-rata keuntungan omzet penjualan mencapai Rp 4 juta per bulan.

“Kurang lebih sudah satu tahun setengah beroperasi untuk sehari itu bisa produksi mencapai 500 liter sehari,” kata AKP Aditya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, FA dan AW kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di rutan Polres Malang.

Keduanya akan dikenakan Pasal 204 (1) KUHP dan pasal 62 ayat 1 Juncto pasal 8 ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Ancaman hukuman bagi keduanya adalah maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga 4 miliar rupiah,”pungkasnya.M12

As-SDM Kapolri dan Rombongan Hibur Anak-anak Korban Banjir Demak

Demak, Timurpos.co.id – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As-SDM), Irjen Pol Dedi Prasetyo mengunjungi warga yang terdampak banjir Demak, Sabtu (23/03/2024).

Dedi didampingi Kadiv Humas Irjen Pol Sandi Nugroho, Kapusdokkes Irjen Pol Asep Hendradiana dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi menyambangi lokasi pengungsi di SDN Ngaluran, Kecamatan Karanganyar, Demak, Jawa Tengah. Di lokasi tersebut juga dijadikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing.

Setibanya di lokasi pengungsian, As-SDM dan rombongan langsung disambut warga yang terdampak banjir. Kedatangan Irjen Dedi untuk memastikan pelaksanaan tugas Misi Kemanusiaan dari Polri berjalan dengan baik. Sebab Polri telah mengerahkan Tim Trauma Healing dari Biro Psikologi SSDM Polri dan Tim Dokkes Polri untuk memberikan pelayanan kesehatan dan dukungan psikososial

Pada kesempatan itu, Irjen Dedi dan pejabat lainnya juga berinteraksi dengan anak-anak yang tengah mendapatkan terapi trauma healing. Para jenderal ini sempat mengajak bercanda agar anak-anak pengungsian tidak menjadi stres karena bencana banjir.

Irjen Dedi kemudian langsung menemui para orang tua dan berbincang santai sembari menghibur para pengungsi dengan candaan ringan untuk sejenak melegakan perasaan warga dan mengurangi beban yang dirasakan warga dengan bantuan yang diberikan.

Jenderal bintang dua ini juga menyempatkan melihat anggota polwan di dapur umum untuk menyiapkan segala kebutuhan makanan bagi pengungsi korban banjir Demak. Dirinya merasa terharu dan bersyukur masyarakat terdampak tertangani dengan lebih baik lagi. Hal itu kata dia, berkat sinergitas antara Polri-TNI dan Pemda Demak.

“Kita lihat atas sinergitas dan kolaborasi bersama TNI, Polri, relawan dan Pemda, pengungsi korban dapat tertangani sangat baik. Anak-anak kita lakukan trauma healing, kebutuhan para pengungsi tercukupi, tempat untuk tinggal cukup bersih,” kata Dedi.

Mantan Kapolda Kalteng ini menuturkan, atas nama Polri turut rasa prihatin atas kejadian banjir yang sudah dua kali melanda wilayah Kabupaten Demak yakni pada Februari dan Maret ini. Dirinya berharap bahwa bantuan kemanusiaan kali ini bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat yang terdampak sehingga meringankan penderitaan.

“Kami dari jajaran Polri rasa prihatin atas kejadian ini semoga bantuan yang kami bawa bisa bermanfaat terdampak,” tandasnya.

Dedi menambahkan, bahwa misi kemanusiaan yang dilaksanakan selama empat hari sejak Jumat 22 Maret sampai Senin 2 April bisa dilanjutkan apabila diperlukan. “Posko kesehatan dan trauma healing kalau memang perlu dilanjutkan akan kita lanjutkan,” ucapnya.

Sementara Kapolda Jateng mengungkapkan untuk saat ini tinggal wilayah Demak, Kudus dan Pati yang masih tergenang banjir. Sementara untuk wilayah lainnya sudah berangsur-angsur pulih.

Dirinya juga akan mendorong percepatan pemulihan pasca bencana yakni seperti perbaikan rumah-rumah warga dan sarana dan prasarana yang rusak. M12