FHI Kota Surabaya Gelar Turnamen Piala Wali Kota Surabaya 2024

Surabaya, Timurpos.co.id – Pengurus Cabang Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kota Surabaya mengadakan Turnamen Piala Walikota Surabaya yang diadakan mulai 8 Juni 2024 hingga 15 Juni 2024 di Lapangan Hokey Surabaya di Jalan Dharmawangsa No 56 Surabaya, yang diikuti 18 club.

Ketua Umum FHI Kota Surabaya, H Subakri S Pd menjelaskan bahwa, Acara ini akan berlangsung mulai hari ini hingga Minggu, 15 Juni 2024 dari pukul 09.00 WIB sampai Pukul 19.00 WIB. Dari 18 Club yang ikut pertandingan ini, selain dari Kota Surabaya juga dari luar kota, antara lain Gresik, Sidoarjo, Lumajang, Malang kota dan Kabupaten Malang.

“Bagi warga Surabaya bisa ikut menyaksikan Turnamen Hokey Piala Walikota Surabaya secara gratis, bisa datang langsung ke Lapang Hockey Surabaya,” Kata H. Subakri. Senin (10/06/2024).

Masih Kata Subakri bahwa, kami sangat bangga dengan Tim Hokey Surabaya, karana sudah mengharumkan nama Kota Surabaya di tingakat Jawa Timur bahkan Nasional. Dan menjadi kebangaan dari tim Hockey Surabaya perai emas dipanggil lagi untuk mewakili Timnas Indonsia di Piala Asia Cub di Singapore. Ini membuktikan bahwasana tim Hokey Surabaya sudah bisa go Internasional.

“Untuk Atlet putrinya yang mewakili, semua tim asli Surabaya dan atlet Putranya ada 5 orang yang mewakili Timnas yang akan diganbungkan sama atlet dari seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sementara Sekjen FHI Kota Surabaya, Siswo Hadi, S. Pd mengatakan bahwa, sangat antusias, karena beberapa bibit-bibit dari mulai kelas SD. Nantinya para Atlet bisa mendapatakan jalur prestasi untuk digunakan pendaftaran jenjang selanjutnya dan ketika mereka sudah masuk club tingkat SMP, kita akan mengadakan pesiapan Proprov IX/2025 mendatang, andaikan nantinya kita bisa meraih apa yang kita impikan yaitu emas, itupun bisa dipakai untuk jalur prestasi. Begitupula ketika meraka sudah masuk SMA juga bisa masuk ke Timmas.

Disingung bagaiman cara pendafataran bagi orang tua atau wali murid untuk bergabung di FHI Kota Surabaya,” bisa datang langsung Ke Jalan Benteng Surabaya atau di Sekertariatan FHI kota Surabaya di Jalan Dharmawangsa No 56 Surabaya.”Jelasnya. TOK

Sungai di Mulyorejo Hingga Kalidami Berbusa Lagi

Surabaya, Timurpos.co.id – Kondisi sungai yang melintasi wilayah Mulyorejo hingga Kalidami kembali memprihatinkan. Laporan dari seorang warga yang tinggal di bantaran sungai Mulyorejo kepada tim Ecoton pada pukul 6 pagi menemukan sungai berbusa seperti salju yang memenuhi badan air sungai. Penemuan ini segera ditinjau oleh tim peneliti Ecological Observation and Wetland Conservation (Ecoton) yang berjumlah 5 orang, kemudian melakukan pengujian kualitas air untuk mengidentifikasi penyebab fenomena tersebut.

Hasil Uji Kualitas Air dan Penyebab Sungai Berbusa

Uji kualitas air dilakukan di outlet rumah pompa dan di air permukaan sungai yang telah tercampur busa. Peneliti Ecoton menyoroti 3 Temuan utama dari pengujian tersebut yang melebihi baku mutu sesuai PP 22 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup meliputi:

• Kadar Oksigen Terlarut (DO): Hasil pengujian menunjukkan bahwa kadar oksigen terlarut dalam air mengalami penurunan drastis hingga 0,5 ppm di air permukaan sungai sementara di outlet rumah pompa sebesar 0,4 ppm. Baku mutu air sungai kelas 2 adalah minimal 4 ppm. Penurunan kadar oksigen terlarut dalam air ini mengindikasikan adanya peningkatan beban pencemaran organik yang sangat signifikan.
• Fosfat (P): Kandungan fosfat dalam air mencapai 3,5 ppm di air permukaan, sementara di outlet mencapai 5,3 ppm. Baku mutu air sungai kelas 2 adalah 0,2 ppm. Peningkatan kadar fosfat ini sering berkaitan dengan penggunan deterjen dan limbah pertanian yang tidak terolah dengan baik.
• Amoniak: Kadar amoniak di air permukaan sungai terdeteksi sebesar 21,2 ppm dan di outlet rumah pompa sebesar 14. Baku mutu air sungai kelas 2 adalah 0,2 ppm. Tingginya kadar amoniak ini mengindikasikan adanya pencemaran dari limbah domestik.

Kepala Laboratorim Ecoton, Rafika Aprilianti mengatakan “Sungai berbusa ini dapat berasal dari limbah domestik yang mengandung deterjen salah satunya berasal dari air sabun sisa pencucian pakaian dan bahan kimia dalam personal care ditambah akumulasi dari limbah industri yang mengandung bahan kimia deterjen seperti surfaktan yang berfungsi mengikat kotoran dengan membentuk busa. Jika mengalami turbulensi makan akan membentuk busa”

Dampak Pencemaran

Sungai berbusa ini tidak hanya menjadi masalah bagi lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat sekitar yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. Alaika Rahmatullah salah satu tim peneliti Ecoton mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak jangka panjang dari pencemaran ini “Air yang tercemar bahan kimia seperti fosfat, amoniak, dapat menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari iritasi kulit hingga masalah serius pada sistem pencernaan, oksigen terlarut dalam air yang menurun juga menyebabkan ikan-ikan di sungai susah hidup bahkan mati. Dampak jangka panjangnya ikan akan punah”ujar Alaika
Lebih lanjut, sungai berbusa ini tanda nyata pencemaran lingkungan yang parah. Pencemaran seperti fosfat dapat memicu eutrofikasi yaitu pertumbuhan alga dan tumbuhan air yang berlebihan. Hal ini dapat menurunkan kualitas air dan menyebabkan kematian biota air. Kematian biota air dapat mengganggu rantai makanan dan keseimbangan ekosistem air.

Pemkot Pernah Janjikan IPAL, Namun Belum Terealisasi

Sebelumnya, berdasarkan pengamatan Ecoton fenomena serupa juga pernah terjadi di sungai tambak wedi dan kalidami di tahun 2020 – 2023. Setiap musim kemarau sungai tersebut selalu berbusa. Ecoton dijanjikan pemerintah kota akan dibangun Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di pemukiman sekitar bantaran sungai. Namun belum ada realisasi pembangunan IPAL komunal hingga saat ini.

“Sudah dua tahun lalu kami mendorong pemkot untuk segera membangun IPAL Komunal, tapi hanya dijanjikan saja tidak ada realisasinya” ujar Kurnia Rahmawati hubungan eksternal Ecoton. Kamis (06/06/2024).

Rekomendasi Tindakan

1. Pengangkatan Sedimen Sungai: Pemerintah harus melakukan upaya normalisasi dengan mengangkat sedimen sungai Mulyorejo dan Kalidami yang mengandung endapan surfaktan, sumber busa ini diangkat sebagai upaya jangka pendek untuk mengurangi timbulnya busa salju di sungai.
2. Pembangunan IPAL Komunal: Pemerintah harus segera membangun IPAL Komunal untuk menampung limbah domestik sebelum masuk ke rumah pompa. IPAL berfungsi mengolah, menyaring limbah domestik yang mengandung detergen dan senyawa beracun lainnya sebelum dialirkan ke sungai.
3. Peningkatan Pengawasan dan Penegakan Hukum: Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap pembuangan limbah industri dan domestik yang tidak sesuai dengan peraturan.
4. Edukasi dan Partisipasi Masyarakat: Masyarakat perlu diberi edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan sungai dan dampak negatif dari pencemaran air, harus mengajak partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai melalui program gotong royong membersihkan sungai dan melaporkan setiap aktivitas pembuangan limbah yang mencurigakan ke pihak berwenang. TOK

Tim GKMS Ramaikan Pameran PKK di Kabupaten Gresik

Gresik, Timurpos.co.id — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Tim Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS) meramaikan pameran PKK se-Kabupaten Gresik. Acara ini diselenggarakan untuk menunjukkan komitmen dan upaya masyarakat Gresik dalam menjaga kelestarian lingkungan serta mempromosikan produk lokal yang ramah lingkungan.

Pameran ini menampilkan inovasi dari Kampung SIBA yang berhasil menerapkan konsep zero waste. Kampung ini menjadi contoh inspiratif bagaimana komunitas lokal bisa mengelola sampah dengan baik sehingga tidak ada sampah yang terbuang sia-sia. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan dan partisipasi aktif warga setempat serta bimbingan dari Tim GKMS.

Selain itu, pameran juga memperkenalkan berbagai produk lokal yang berasal dari bahan-bahan alami dan memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti kerupuk kelor, mokies kelor, dan jamu. Produk-produk ini tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dengan mengurangi penggunaan bahan kimia dan plastik dalam proses pembuatannya.

Kegiatan ini didukung penuh oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik, Camat Gresik, Lurah Gresik dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik. Dalam sambutannya, Sekda Gresik menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif ini dan berharap agar kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian Kampung SIBA dan produk-produk lokal yang dipamerkan. Ini membuktikan bahwa dengan kerja sama dan kesadaran lingkungan yang tinggi, kita bisa menciptakan perubahan positif yang nyata,” ujar Achmad Washil Sekda Gresik ketika mengunjungi stand pameran GKMS

Lebih lanjut, lurah Sidokumpul, Muklisun menambahkan “Saat ini kami sedang menata kawasan kelurahan Sidokumpul dan kedepannya akan menjadi destinasi edutourism bagi masyarakat. Masing-masing kampung akan punya ciri khas seperti kampung zero waste di SIBA Klasik, kampung kreasi, UMKM Hijau dan lain sebagainya”

Pameran PKK ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Gresik untuk mengikuti jejak Kampung SIBA dalam menerapkan konsep zero waste. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk mendukung produk-produk lokal yang ramah lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

YAKIN Bersama Mahasiswa Lakukan Sensus Serangga Air di KEE Gresik

Gresik, Timurpos.co.id – Yayasan Konservasi Sungai Nusantara (YAKIN) melakukan biomonitoring kesehatan sungai bersama mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian. Sabtu (01/06/2024).

Kegiatan tersebut dilakukan di Kawasan Ekonomi Esensial (KEE) yang terletak pada muara Sungai Bengawan Solo di Ujungpangkah Gresik. Kawasan Ekonomi Esensial (KEE) berfungsi untuk melindungi kawasan terancamnya di luar kawasan hutan konservasi yang penting bagi konservasi keanekaragaman hayati yang mencakup ekosistem alami dan buatan yang memiliki keunikan baik spesies flora maupun fauna.

Reza Mudawam Koordinator Bidang Penelitian Yayasan Konservasi Sungai Nusantara menyampaikan bahwa Kita melakukan pemantauan kesehatan sungai dengan metode Biotilik. Biotilik adalah metode pemantauan kesehatan sungai dengan indikator serangga air. Metode ini mudah untuk dilakukan dengan biaya yang minim, sehingga siapa saja bisa melakukan pemantauan kesehatan sungai dengan metode Biotilik.

“Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana parameter kualitas air Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan pendekatan indikator Biologi.”Katanya.

Kolaborasi ini dihadiri oleh 48 orang diantaranya peneliti dari YAKIN, mahasiswa serta Dosen dari Universitas Trunojoyo Madura program studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian. Selain melakukan Biotilik, mereka juga melakukan pengujian kualitas air dan pengambilan sampel uji mikroplastik.

Hasil Biotilik di KEE Ujungpangkah Gresik ditemukan 12 famili. Biota yang ditemukan diantaranya dari famili Baetidae, Thiaridae, Parathelphusidae, Cordulidae, Corbiculidae. Gyrinidae, Atyidae, Viviparidae, Chironomidae, Ancylidae, Gerridae dan Mesovellidae.

“Kami melakukan biotilik di 4 titik, pada titik 1, 2 dan 3 dinyatakan tercemar berat karena mendapat skor rata-rata 1,25. Pada titik 4 mendapatkan skor rata-rata 2 yang berarti tercemar sedang. Hasil dari pengujian kualitas air berupa suhu, pH, oksigen terlarut dan salinitas masih memenuhi standar baku mutu menurut PP 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,”Imbuh Ilmiyatul Muzaria selaku Mahasiswa MSP UTM.

Lebih lanjut, Fatich Choirul Rozik Mahasiswa MSP UTM menyampaikan dengan penuh semangat bahwa kita harus senantiasa menjaga sungai dan laut agar kita juga dapat merasakan hasilnya di kemudian hari. Fatich juga berharap akan kesadaran masyarakat untuk ikut serta dalam pelestarian lingkungan perairan disekitar mereka.

Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Sungai Nusantara menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi yang cukup bagus, bagaimana terjalin Kerjasama antara pegiat lingkungan dan mahasiswa untuk melakukan pemantauan kesehatan lingkungan.

“Kami berharap kegiatan ini sering dilakukan oleh banyak pihak diataranya melibatkan pelajar, pemerintah, masyarakat dan perusahaan sehingga menimbulkan kolaborasi untuk pelestarian Sungai,”jelasnya. TOK

Desa Balongpanggang Bersiap Wujudkan Kampung Zero Waste

Gresik, Timurpos.co.id – Dalam upaya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, masyarakat Balongpanggang Kabupaten Gresik kini tengah bersiap untuk mewujudkan kampung Zero Waste. Inisiatif ini merupakan langkah konkrit dalam mengelola sampah secara lebih bijak dan berkelanjutan dengan fokus utama pada pemilahan sampah dan pengelolaan sampah organik. Sabtu (01/06/2024).

Ini merupakan hasil Kerjasama antar lini dengan tim Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS), DLH Kab Gresik dan Perangkat Desa. Berdasarkan hasil analisis sampah yang dilakukan oleh Ecoton di lingkup RT.1 RW.1 Dusun Mojoroto, didominasi oleh sampah organik dan anorganik daur ulang dikelola oleh bank sampah. Sampah organik menjadi potensi dalam pengelolaan sampah untuk dijadikan kompos.

“Kampung Zero Waste di Balongpanggang akan mengimplementasikan sistem pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Setiap warga diharapakan dapat memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Sampah organik dikelola melalui dua metode inovatif, yakni bata terawang dan biopori” Ujar Tonis Afrianto Koordinator Zero Waste Cities Ecoton.

Lebih lanjut, Tonis sapaan akrabnya menegaskan kami sangat antusias dengan inisiatif Kampung Zero Waste ini. Kami percaya bahwa dengan kerjasama dan kesadaran masyarakat bisa menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat dan berkelanjutan.

Bata Terawang dan Biopori: Solusi untuk Sampah Organik

Metode bata terawang merupakan cara sederhana namun efektif untuk mengubah sampah organik menjadi kompos. Dengan menggunakan struktur bata berlubang, sampah organik dapat diuraikan lebih cepat karena sebagai tempat masuknya oksigen sehingga dapat menghasilkan pupuk alami yang bermanfaat bagi pertanian di sekitar Balongpanggang.

Sementara itu, metode biopori memanfaatkan lubang-lubang kecil di tanah untuk mempercepat proses dekomposisi sampah organik, sekaligus untuk mengurangi volume sampah yang dibuang e TPA, biopori juga membantu meningkatkan resapan air dalam tanah, sehingga dapat mencegah banjir dan meningkatkan kualitas air tanah.

“Di setiap lingkup RT di dusun Mojoroto, Kecamatan Balongpanggang ini sudah ada bata terawang. Sampah aktivitas dapur seperti sisa makanan dapat langsung dimasukkan ke biopori yang sudah tersedia di depan rumah warga. Kedepannya, sampah organiknya dapat dikelola secara mandiri. Sementara sampah anorganik daur ulangnya dimasukkan ke bank sampah yang dapat menjadi tabungan bagi masyarakat.” ujar Eka Ernawati, Kader Lingkungan Dusun Mojoroto.

Edukasi dan Sosialiasasi bagi Masyarakat

Sebagai bagian dari inisiatif ini, pemerintah desa, kader lingkungan, pengurus bank sampah dan berbagai lembaga lingkungan untuk memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat tentang cara memilah dan mengelola sampah. Berbagai kegiatan sosialisasi juga dilakukan kepada petugas sampah untuk mengambil sampah secara terpilah

Pak Ipul, petugas sampah desa Balongpanggang menyatakan “Edukasi dan sosialisasi tentang pemilahan sampah itu sangat penting dan meringankan pekerjaan kami. Sampah yang terpilah itu nilainya bertambah. Produksi kompos bisa didukung dengan sampah organik, dan sampah daur ulang yang bersih dapat meningkatkan bank sampah. Ini juga mendukung ekonomi sirkular”

Harapan dan Dukungan

Dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk mensukseskan program Kampung Zero Waste ini. Pemerintah desa mengajak semua elemen masyarakat, termasuk sektor swasta dan akademisi untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan. Berbagai upaya juga dilakukan tidak hanya di dusun Mojoroto, tapi juga di kawasan Dusun Kalianyar dan Dusun Banci untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga dalam mengelola sampah.

Ahmad Khudori, Kepala Dusun Banci Kecamatan Balongpanggang menyatakan “kami merasa lebih bertanggung jawab untuk mewujudkan desa kami bersih dan mampu mengelola sampahnya sendiri. Di Dusun kami sampah organik yang sudah terkelola kami masukkan ke kebun Ketapang untuk ketahanan pangan. Dengan semangat kebersamaan dan gotongroyong, Balongpanggang optimis menjadi contoh bagi kawasan lain dalam pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan”.

Mia Amiati Tuangkan Ekspresi Diri dalam Single “Aku Bukan Pilihan”

Surabaya, Timurpos.co.id – Menjadi orang nomor satu di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) bukanlah perkara yang mudah. Di tengah kesibukannya menangani segala macam perkara, Kepala Kejati perempuan pertama di Jawa Timur ini ternyata mempunyai talenta lain di dunia tarik suara.

Talenta musik ini dituangkan Mia Amiati dalam rangkaian nada yang indah. Setelah sebelumnya menciptakan single religi berjudul “Tangis Sujudku” pada 2023 lalu. Kini Mia Amiati mengisi channel youtube miliknya dengan single kedua lagu ciptaannya sendiri yang berjudul “Aku Bukan Pilihan”.

Mia menjelaskan, hobi menyanyi ini bisa menjadi sarana refreshing yang positif dan sehat. Bahkan dirinya pun seringkali membuat lirik sendiri akan lagu-lagu yang dinyanyikannya. Hal itu juga berkenaan dengan pribadi Mia yang juga suka menulis.

“Ada beberapa lagu yang memang liriknya saya buat sendiri. Alasannya ya karena saya memang suka menulis,” ungkap Mia.

Melalui kanal Youtube miliknya, yakni https://youtube.com/@miaamiatimusicchannel?si=HzkspiY-FnU8nZwx, Mia mencoba menyalurkan hobi dan talentanya di dunia tarik suara. Bahkan beberapa lagu yang ada di channel Youtube nya, merupakan buah pikir dari seorang Kepala Kejati Jatim, Mia Amiati.

Meski memiliki suara indah dan penghayatan yang apik dalam tiap lagu yang dinyanyikannya. Mia tak terfikirkan untuk menyeriusi talentanya ini sebagai seorang penyanyi. Melainkan nada-nada indah yang dihasilkannya ini merupakan bagian dari refreshing pikiran dan isi hatinya.

Suara indah itupun dibuktikan dengan singke keduanya yang dishare di kanal Youtube nya. Terbukti, sejak penayangan perdana pada 23 Mei 2024 lalu, sebanyak kurang lebih 4.378 penonton sudah mengunjungi dan menyaksikan sendiri suara emas dari seorang Ibu Kajati Jatim.

“Sama sekali tidak pernah terfikirkan menjadi seorang penyanyi. Hanya sekedar untuk merefresh fikiran dan suasana hati ketika sehari-hari dihadapkan pada rutinitas pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga, serta pukiran cukup berat,” ungkapnya. TOK/*

AKSIBRANTAS ECOTON di WWF ke-10 Bali 2024

Bali, Timurpos.co.id – Pelibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air belum mendapat ruang yang cukup dan dibatasi dalam lembaga koordinasi formal yang kurang memberikan akses informasi dan partisipasi pada masyarakat luas. Komposisi anggota forum koordinasi dari elemen masyarakat perempuan dan anak seringkali belum terwakili.

Pengelolaan sumber daya air masih didominasi oleh kepentingan korporasi dan pembangunan infrastruktur pengairan yang seringkali mengabaikan pelibatan masyarakat dalam semua tahapan pelaksanakan program pengelolaan sumber daya air, sehingga memicu ketidakadilan dan pelanggaran hak asasi manusia serta dampak kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat lokal.

Salah satu tema yang membahas pelibatan penuh semua pemangku kepetingan adalah sesi tematik T1E2 tentang Penanganan Pencemaran Air dengan perencanaan berbasis sains dan pelibatan penuh semua stakeholder.

Direktur ECOTON Dr. Daru Setyorini menjadi salah satu panelis yang memaparkan pentingnya meningkatkan kapasitas masyarakat komunitas peduli lingkungan agar mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sumber daya air, pemulihan kualitas air dan kerusakan sungai serta mengembangkan solusi lokal yang efektif mengurangi ancaman kerusakan sungai di daerahnya.

Menurut Daru, perempuan dan anak adalah kelompok yang rentan terdampak polusi lingkungan namun belum mendapat akses informasi dan partisipasi dalam pengelolaan sumber daya air.

Untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya air terpadu dan partisipatif, ECOTON berkolaborasi dengan 5 lembaga di Belanda dan Indonesia dalam menginisiasi proyek pemulihan kualitas air Sungai Brantas.

“Salah satu tujuan proyek ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat di Sungai Brantas, khususnya perempuan dan anak dengan memberikan pelatihan pemantauan pencemaran dan kerusakan sungai melalui program Citizen Science dan menjalin koordinasi dan kolaborasi untuk menjalankan aksi solusi dengan pemerintah, lembaga pendidikan dan komunitas,” Jelas Daru, Kamis (23/05/2024).

Selain Daru, panelis lain yang menyampaikan laporannya adalah Emily Kroft, peneliti kualitas air danau dari Kanada dan Liu Yang, direktur International Cooperation Department of Chinese Hydraulic Engineering Society. Forum ini menjadi ajang membangun jaringan global dalam kolaborasi menanggulangi krisis air global.

“Program AKSIBRANTAS adalah model yang sangat bagus dan kami mendapat inspirasi aksi yang dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemulihan kualitas air” ungkap You Jinjun dari Global Water Partnership China di hall Kintamani 5 Bali Nusa Dua Convention Center.

Tamara Grujic, peneliti IHE Delft Belanda menyampaikan apresiasi atas program AKSIBRANTAS sebagai program yang berhasil menggerakkan lebih banyak komunitas sungai berkontribusi dalam perlindungan sungai.

Program AKSIBRANTAS dilaksanakan selama 6 tahun selama tahun 2018 – 2024. Proyek ini telah memperkuat 15 kelompok komunitas peduli Sungai Brantas terdiri dari kelompok perempuan, mahasiswa dan pelajar.

Komunitas Aliansi Lereng Wilis (ALWI) Tulungagung dan Hijau Daun Kediri melakukan aksi rutin penghijauan dan perawatan pohon, serta membersihkan sampah di Gunung Wilis dan mendorong kebijakan pemerintah untuk membatasi penggunaan plastik sekali pakai di Kabupaten Tulungagung dan Kediri. Pelajar dan mahasiswa membentuk kelompok pemantau sungai seperti kelompok Polisi Air SMPN 1 Wonosalam Jombang, Trash Control Community UINSA dan Envigreen UIN Malang.
Kelompok perempuan juga dibekali dengan keterampilan mengembangkan green business untuk mengurangi timbulan sampah plastik, dengan Toko Refill dan produk guna ulang tas belanja, popok dan pembalut wanita berbahan kain katun, serta mengembangkan ekowisata konservasi hutan KTH Kepuh Jombang dan Kelompok Nelayan Sekarmulya Megaluh Jombang.

Program AKSIBRANTAS menghasilkan kolaborasi dengan pemerintah terkait pengelolaan sungai antara lain BBWS Brantas, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Kesehatan.

Kolaborasi seperti ini perlu dikembangkan dan direplikasi agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif menjaga sungai di wilayahnya dan pemerintah dapat mencapai target pengelolaan sumber daya air dengan dukungan masyarakat yang berdaya dan peduli pada kelestarian sungainya. TOK

95 Siswa Belajar Pengelolaan Sampah di Kampung SIBA KLASIK Untuk Program P5

Gresik, Timurpos.co.id – Dalam rangka memenuhi kurikulum sekolah, sebanyak 95 siswa kelas 2 tingkat sekolah dasar berkunjung ke kampung SIBA KLASIK di Gresik (23/05/2024).

Mereka rombongan dari MINU Tratee Putera yang ingin belajar pengelolaan sampah organik dan kreasi pemanfaatan botol bekas.

Kedatangan mereka disambut oleh ketua RT.02 RW.05 kampung SIBA KLASIK, Sidokumpul bapak Saifudin Efendi beserta tim penyuluh zero waste kawasan.

Selama kunjungan mereka diberikan palatihan tentang pengelolaan dan pemilahan sampah, penggunaan kembali botol bekas sebagai media tanam, pengenalan sistem belanja refill dan kampanye gerakan guna ulang untuk kurangi sampah plastik sekali pakai dalam penerapan PHBS di sekolah.

Menurut Nurul Qomariyah, S.Pd.I salah satu guru pendamping kelas 2 bahwa tujuan dilaksanakan kunjungan ini salah satunya mengajarkan anak agar melek sampah.

“tujuan utama ke kampung zero waste SIBA KLASIK yaitu mengajarkan kepada peserta didik tentang cara pengelolaan sampah. Hal tersebut berkaitan dengan kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang kali ini kami mengusung tema : Gaya Hidup Berkelanjutan”, jelasnya.

Nurul berharap hal-hal baik yang diperoleh dari kunjungan ini dapat menumbuhkan kepedulian siswa.

“kami juga memiliki harapan yang besar untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan hidup untuk kelanjutan kehidupan di masa yang akan datang, peserta didik kami membudidayakan dalam menjaga kebersihan dan mengelola sampah. Di lingkungan mana saja, di rumah, sekolah maupun masyarakat”, tutur nurul.

Chello Arsyl Alfiansyah salah satu siswa mengatakan senang bisa datang dan belajar di kampung SIBA KLASIK.

“saya tertarik belajar pengelolaan sampah dan kreasi botol galon bekas menjadi pot bunga, eco brick dan saya jg bisa mengompos sampah organik di lubang biopori sehingga mendapat ilmu baru”, jelas chello.

Ketua RT.02 RW.05 kampung SIBA KLASIK Saifudin Efendi menuturkan bahwa akhir-akhir ini menerima banyak kunjungan untuk _study_.

“sepanjang bulan ini sudah ada 4 kali kunjungan, jadi kampung kami makin rame yaa dan alhamdulillah masih bisa memberikan ilmu kepada masyarakat yang ingin belajar pengelolaan sampah disini”, jelasnya.

Pria yang akrab disapa Ipung ini juga membuka pintu yang lebar untuk masyarakat yang ingin belajar di kampungnya secara gratis. TOK

Lemahnya Tata Kelola Sungai Picu Krisis Air Bersih

Gresik, Timurpos.co.id – Sungai Indonesia darurat sampah plastik akibat buruknya tata kelola lingkungan di Indonesia, temuan ini pernah diluncurkan oleh tim Ekspedisi Sungai Nusantara pada akhir tahun 2022 setelah mengunjungi dan melakukan penelitian di 68 sungai strategis nasional sekaligus survei persepsi masyarakat terhadap sungai Indonesia pada 1148 responden yang berdomisili di 166 kota dari 30 provinsi. Hasilnya, 98 persen sungai-sungai nasional tercemar mikroplastik. Sementara, 82 persen responden sebut pemerintah abai kelola sungai.

World Water Forum ke 10 saat ini tengah berlangsung di Bali, di mana Indonesia menjadi negara Asia tenggara pertama yang menjadi tuan rumah yang dihadiri oleh para pakar, aktivis, pemimpin dunia.

Alaika koordinator audit sampah Ecoton menjelaskan bahwa, Forum ini menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya dalam memperbaiki pengelolaan sumber daya air dan tata kelola lingkungan. Namun, pemerintah kurang menunjukkan perhatian dan komitmennya dalam masalah pencemaran sungai dan mikroplastik.

“Apalagi sungai saat ini telah berubah menjadi tempat sampah, karena minimnya akses dan pelayananan di sebagian besar daerah,” kata Alaika.

Sampah dan Limbah Industri Sebabkan Krisis Air Bersih

Sementara itu, Ketua tim Ekspedisi Sungai Nusantara, Prigi Arisandi mempertegas, temuan ini menunjukkan bahwa sungai-sungai di Indonesia berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Ini bukan masalah lingkungan tetapi juga masalah kesehatan bagi masyarakat yang bergantung pada sungai-sungai ini untuk kebutuhan sehari-hari.

Lebih lanjut, banyak sungai-sungai di Indonesia yang airnya dijadikan sebagai bahan baku PDAM, sementara minimnya kontrol pemerintah sehingga banyak industri membuang limbahnya yang sembarangan di sungai, banyaknya timbulan sampah yang berpotensi menyumbang kontaminasi mikroplastik yang beresiko kepada kesehatan manusia dalam jangka panjang. Hal ini dapat mengancam krisis air bersih karena masyarakat sampai saat ini mengkonsumsi air yang terkontaminasi partikel mikroplastik yaitu partikel hasil fragmentasi sampah plastik yang berukuran kurang dari 5 mm.

Mikroplastik di Sungai Indonesia Ancam Kesehatan Manusia dan Kepunahan Ikan Lokal

Mikroplastik di sungai telah terbukti merusak rantai makanan. Penelitian Ecoton telah menemukan mikroplastik di air, sedimen, ikan, udang, bahkan di kotoran manusia yang hidup di bantaran sungai. Mikroplastik dapat berperan sebagai vektor transportasi racun dan senyawa dalam plastik juga termasuk sebagai senyawa pengganggu hormon seperti ftalat, bhispenol yang salah satu dampaknya apabila masuk ke manusia dapat memicu kanker. Di samping itu, menjadikan ikan menjadi intersex sehingga bisa punah dalam jangka panjang.

Data dari sensus ikan sungai Brantas yang dilakuan oleh Ecoton menunjukkan penurunan keanekaragaman ikan lokal di tahun 2023 di mana hanya ditemukan 7 spesies ikan lokal, jumlah ini berkurang drastis dibandingkan dengan data 10 tahun lalu. Belasan spesies sudah tidak ditemukan kembali

“Ekosistem sungai, jika airnya tidak mendukung dapat menyebabkan ikan bermigrasi ke tempat yang lain, bahkan bisa menyebabkan ikan mati dan punah jika pengelolaan sungai tidak baik” ungkap Tasya Husna peneliti sensus ikan Ecoton

Indonesia harus belajar dari Negara Lain

Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar dari praktik terbaik negara lain dalam pengelolaan sumber daya air dan lingkungan. Diharapkan hasil dari World Water Forum dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik dan implementasi yang kuat di masa depan. Pemerintah Indonesia harus melihat ini sebagai panggilan untuk beraksi, berkolaborasi antar elemen masyakarat. Upaya pemulihan sungai, pengurangan plastk sekali pakai, memfokuskan anggaran APBD dan APBN untuk pengelolaan sungai, memaksimalkan penegakan hukum bagi industri/perusahaan yang menemari sungai harus menjadi prioritas utama

Dengan komitmen dan tindakan nyata, Indonesia harus optimis dan bisa memperbaiki kondisi sungai dan lingkungannya sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat bagi generasi mendatang. TOK

Tebar Kebahagiaan, Kapolrestabes Surabaya Kembali Gelar Sarapan Bareng Abang Becak

Surabaya, Timurpos.co.id – Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Pasma Royce S.I.K, M.H. pagi ini kembali berbagi kebahagiaan dengan mengajak sarapan bersama Abang becak dilanjutkan dengan berbagi sembako di Lapangan A Mapolrestabes Surabaya, Polda Jatim, Selasa (21/05/2024)

Ratusan abang becak pun serentak datang ke Mapolrestabes Surabaya memenuhi undangan sarapan bareng Kapolrestabes Surabaya yang hadir didampingi dengan Pejabat Utama (PJU) untuk langsung menyapa para abang becak.

Terlihat begitu antusias para abang becak datang di acara ini, disediakan juga kopi dan teh hangat sebelum sarapan pagi bersama dimulai.

Dalam kesempatan ini, Kombes Pol Pasma Royce menyampaikan bahwa acara ini merupakan sinergitas menciptakan hubungan yang lebih erat dengan para abang becak untuk turut andil dalam menjaga Kambtibmas di kota Surabaya.

“Mudah mudahan kegiatan ini bisa bermanfaat dan berkah untuk semuanya serta menambah kebahagiaan bagi keluarga para abang becak di rumah,”ujar Kombes Pol Pasma.

Kapolrestabes Surabaya juga meminta doa kepada para Abang becak sebelum berangkat ibadah haji, agar dimudahkan segala sesuatunya dan menjadi haji yang mabrur.

Terakhir, seluruh abang becak mengucapkan rasa terimakasih kepada jajaran Polrestabes Surabaya terutama Kapolrestabes Surabaya yang selalu menjaga silaturahmi dan peduli pada masyarakat terutama pada Abang becak dengan acara rutin sarapan bareng dan berbagi sembako ini. M12