Even dan Broadcasting Jadi Topik Kerjasama Studi Tiru JOSS dan GAS di Pagaktv Malang

Batu, Timurpos.co.id – Studi tiru Jurnalis Online Siber Sidoarjo (JOSS) bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Arek Sidoarjo (LSM GAS) lokasi pertama kunjungan ke kantor Pagaktv Jalan. Adi Sucipto, Belimbing Malang, Kamis (26/12/2024).

Sekilas tentang Pagaktv, berdiri sejak Tahun 2016, digawangi oleh 2 orang pendiri, salah satunya Sugiyanto ST, MM. Pada perjalanannya Sugiyanto berjuang sendiri. Awalnya nama Pagak diambil dari nama salah satu tempat, karena Sugiyanto berjalan sendiri akhirnya Pagak menjadi sebuah singkatan, yaitu ‘pancen apik ga atek komen’.

Pada Kunjungan pertama ke Pagaktv Ketua Joss, Agus Susilo, S.E, didampingi beberapa pengurus kunci, diantaranya Bid. Pengawas: Hendricko Rifky R, Bendahara, Ricard Septian, Divisi Humas, Carlo dan Divisi Kerjasama, Heri Margo Widodo, S.Sos . Sebagai pendamping LSM GAS di wakili dari Ketua Bidang Investigasi, Hendro Setiawan.

Kedatangan dari Tim rombongan JOSS dan GAS di sambut oleh Direktur Utama Bapak Sugiyanto yang diwakilkan oleh Heni Wardhani, Shirley W (presenter, host, kameraman), Joko Hartono, Host Talent. Pada kesempatan itu Ibu Heni menyampaikan, “terimakasih atas kunjungan ini, semoga dalam waktu dekat bisa diwujudkan kerjasama baik dalam bentuk even baik talent, budaya atau lainnya”, pungkas Heni.

Shirley W. usai pertemuan, “jujur saya sempat membaca beberapa karya personil JOSS, militansi dalam mengungkap kasus korupsi layak diapresiasi. Untuk menjadi penulis inveatigasi memang ngeri-ngeri sedap, tanpa mengabaikan UU pokok pers dan KEWI (kode etik wartawan Indonesia). Kunjungan ini jadi komunikasi awal untuk masuk pada komitmen kerjasama yang faktual”, tutup Shirley (26/12/2024 pada rombongan JOSS dan GAS.

Ketua Joss, Agus Susilo, S.E menutup kunjungan dengan pesan, ” dalam waktu dekat format dan bentuk kerjasama akan kami kordinasikan, sesuai dengan isi pembicaraan tadi maka akan kami fokuskan pada segmen even dan broadcasting tentunya masukkan dari Pagaktv menjadi acuan dalam kerjasama kedepan”, imbuh Agus sambil berpamitan. carlo

Peringatan Hari Ibu, Ormas dan Pemerintah Bagikan Makanan Bergizi dan Bunga di Gresik

Gresik, Timurpos.co.id – Hari Ibu diperingati setiap tahunnya pada tanggal 22 desember, pada hari ini biasanya banyak simbolis yang diberikan kepada ibu seperti kejutan hadiah.

Begitu pula yang dilakukan oleh masyarakat di kabupaten Gresik pada gelaran Car Free Day (CFD) di depan gedung WEP. Lebih dari 20 organisasi berkumpul untuk merayakan Peringatan Hari Ibu (PHI) pada minggu pagi (22/12/2024).

Menurut koordinator acara, Nafi’ah dari menyampaikan, kegiatan ini merupakan hal yang luar biasa. Masyarakat sipil berkolaborasi swadaya dan bersinergi dengan pemerintah. Kita bisa melaksanakan agenda bersama. Semoga dalam hal untuk kebaikan kita selalu tetap bergandeng tangan saling melengkapi dan berbagi di hari ibu kali ini bertema Makan Bergizi Hari Ibu Sehat Bebas Plastik.

“Acara ini sengaja kami siapkan dengan tema yang berbeda salah satunya kampanye makanan bergizi sehat dan kampanye bebas plastik sekali pakai, dari sini kami ingin mewujudkan Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya Menuju Indonesia Emas 2045 sesuai tema tahun ini,” jelasnya

Acara ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bunda.

Reni dari Dinas KBPPPA kab.Gresik menyampaikan dalam sambutannya, “Momentum hari ibu ini kita merefleksikan dan menghormati perjuangan perempuan di segala bidang, termasuk keluarga, masyarakat maupun berkontribusi dalam pembangunan.” Pungkasnya.

Menurut salah satu pengunjung CFD ibu Nik, mengatakan acara ini sangat meriah sehingga dirinya terwakili.

“saya tersentuh krn melalui acara ini merasa terwakili sebagai ibu, banyak kegiatan parenting dan pemberian bunga,” ujarnya.

Dalam rangkaian acara juga dibagikan voucher belanja bergizi untuk ibu-ibu yang beruntung.

Kegiatan ini juga diisi parenting oleh Asti Candrasasi, menyampaikan polah asuh di dalam keluarga. Dan bagi pengunjung CFD juga bisa menikmati makanan bergizi bebas plastik.

Juga pesan untuk selalu melestarikan lingkungan hidup melalui aksi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang merupakan program Gresik Kawasan Merdeka Sampah (GKMS). Jika lingkungan bersih maka bisa menunjang kehidupan yang sehat bagi ibu dan anak. TOK/*

Kader Lingkungan Dusun Mojoroto, Balongpanggang Gelar Studi Tiru di ECOTON

Gresik, Timurpos.co.id — Sebagai bagian dari inisiatif “Gresik Kawasan Merdeka Sampah” (GKMS), kader lingkungan dari Kelurahan Mojoroto, Desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang, mengikuti kegiatan studi tiru di Ecoton Foundation, Sabtu (16/12/2024).

Kunjungan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis kawasan yang berkelanjutan diikuti oleh 15 orang dari kader lingkungan dan pemerintah desa Balongpanggang.

Kegiatan dimulai dengan sesi diskusi mengenai pengelolaan sampah skala kawasan dan manajemen kelembagaan tata kelola sampah skala kawasan. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pemaparan tentang pentingnya kolaborasi antara komunitas lokal, pemerintah, dan swasta untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan efisien.

Setelah diskusi, rombongan melanjutkan kunjungan ke TPS3R Wringinasri di Desa Wringinanom. Di fasilitas ini, mereka mempelajari proses pemilahan sampah serta pengolahan limbah organik menjadi kompos. “Kami sangat terinspirasi oleh bagaimana TPS3R memanfaatkan sampah organik untuk menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal dan tidak ada pengelolaan sampah dengan pembakaran” ujar Eka Ernawati, salah satu kader lingkungan. Sabtu (21/12/2024).

Selain itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi toko refill Ecoton Foundation, yang menawarkan solusi pengurangan penggunaan plastik sekali pakai melalui sistem isi ulang. Kunjungan ini memberi wawasan praktis tentang cara mengurangi konsumsi plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kegiatan adalah kunjungan ke laboratorium Ecoton, tempat peserta diajak melihat langsung penelitian terkait mikroplastik. Peserta diperlihatkan bagaimana sampah plastik dapat mencemari air dan ekosistem, bahkan masuk ke dalam rantai makanan manusia.

Direktur Ecoton Foundation, Dr. Daru Setyorini, M.Si., menekankan bahwa pendekatan holistik seperti yang diterapkan di Ecoton sangat penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. “Melalui tata kelola kelembagaan dan keterlibatan masyarakat disertai edukasi dan inovasi seperti ini, kami berharap komunitas-komunitas lokal dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan kawasan bebas sampah” ujar Daru.

Kader lingkungan Kelurahan Mojoroto mengaku optimis bahwa pengalaman dan ilmu yang mereka dapatkan dari kunjungan ini bisa diterapkan di tingkat lokal. Mereka berencana memulai inisiatif baru seperti pembentukan kelembagaan tata kelola sampah skala kawasan, pengelolaan sampah organik, hingga promosi pengurangan plastik melalui penerapan sistem reuse.

“Kami percaya, langkah kecil yang dimulai dari keterlibatan masyarakat dan kader lingkungan desa Balongpanggang Kabupaten Gresik seperti kami akan menjadi bagian dari solusi besar bagi Gresik untuk menjadi kawasan merdeka sampah,” tutup Eka Ernawati. TOK/*

Waspadai Flu di Tengah Padatnya Pekerjaan Akhir Tahun, Simak Caranya Agar Tetap Produktif

Jakarta, Timurpos.co.id – Cuaca yang tidak menentu di penghujung tahun sering kali menjadi penyebab meningkatnya kasus penyakit musiman seperti Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), sakit tenggorokan, dan influenza. Sebagai ekosistem layanan kesehatan digital terlengkap di Indonesia, Halodoc mencatat bahwa ketiga penyakit musiman tersebut pun menjadi keluhan yang paling banyak dikonsultasikan, dengan tren peningkatan pada November hingga Desember. Selain itu, hampir 50% dari keluhan gangguan pernapasan pada periode tersebut dialami oleh masyarakat usia produktif di rentang usia 25-35 tahun.

dr. Monica Cynthia Dewi, Medical Manager Halodoc, menjelaskan, “Perubahan suhu ekstrem antara hujan dan panas dapat melemahkan daya tahan tubuh, membuat masyarakat lebih rentan terhadap infeksi virus dan bakteri. Meski tampak ringan, penyakit musiman ini sering kali mengganggu produktivitas, terutama saat kita harus menyelesaikan pekerjaan akhir tahun atau mempersiapkan liburan.”

Meskipun tergolong penyakit ringan, namun gejala dari penyakit musiman tidak boleh dianggap remeh. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Environmental Medicine menunjukkan bahwa influenza dapat mengurangi produktivitas pekerja hingga 67%-74%. Sementara itu, penelitian dari Current Medical Research and Opinion menemukan bahwa batuk dan pilek (salesma) menyebabkan penurunan produktivitas sebesar 26,4%.

Untuk itu, dr. Monica menyarankan masyarakat untuk segera mencari bantuan medis apabila:

Gejala tidak membaik dalam 2-3 hari meskipun sudah mengonsumsi obat yang biasa digunakan.

Mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat Celcius selama lebih dari dua hari.

Mengalami kesulitan bernapas atau nyeri dada.

Gejala mengganggu aktivitas sehari-hari seperti pekerjaan atau perencanaan liburan.

Selain itu, dr. Monica juga memberikan beberapa tips lain yang dapat diterapkan para pekerja agar tetap sehat meski harus menuntaskan pekerjaan sambil mempersiapkan liburan jelang akhir tahun:

Jaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan minum suplemen vitamin.

Manfaatkan layanan kesehatan digital untuk mendapatkan pengobatan cepat dari ahli

Lakukan tindakan preventif seperti suntik vitamin C atau vaksinasi flu

“Halodoc memahami bahwa penyakit musiman kerap menjadi tantangan yang mengganggu produktivitas para pekerja, terlebih karena bisa terjadi berulang kali dalam setahun. Oleh karena itu, kami berkomitmen selalu mendampingi para pekerja melalui edukasi kesehatan untuk mencegah risiko sakit. Selain itu, layanan Halodoc yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja juga merupakan wujud dukungan kami dalam memastikan para pekerja mendapat penanganan medis yang tepat agar produktivitas tetap terjaga,” pungkas dr. Monica.

Sebagai ekosistem layanan kesehatan digital terlengkap di Indonesia, Halodoc menyediakan layanan layanan konsultasi dengan dokter dan pembelian obat yang dapat diakses selama 24/7. Selain itu, Halodoc juga menghadirkan layanan preventif dalam membantu para pekerja mencegah terserang berbagai penyakit musiman, seperti melalui injeksi vitamin C hingga vaksinasi flu. ***

ECOTON Ajak Pelajar MI Negeri 1 Sidoarjo Kenali Bahaya Mikroplastik dan Promosikan Kantin Bebas Sachet

Sidoarjo, Timurpos.co.id – Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran lingkungan, sebanyak 100 siswa MI Negeri 1 Sidoarjo mengikuti kegiatan edukasi yang berkolaborasi dengan Ecoton Foundation, Senin (13/12). Dalam kegiatan ini, para siswa diperkenalkan pada bahaya mikroplastik, baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia.

Materi edukasi yang disampaikan mencakup penjelasan tentang bagaimana mikroplastik—partikel plastik berukuran kecil—terbentuk dari sampah plastik yang terurai di lingkungan. Selain mencemari sungai dan laut, mikroplastik juga memasuki rantai makanan manusia, sehingga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan seperti gangguan sistem hormon dan pencernaan.

“Masyarakat Indonesia paling banyak makan mikroplastik paling banyak kedua di Dunia setelah Malaysia. Masyarakat Indonesia makan 15 gram plastik perbulan setara 3 kartu ATM/bulan. Edukasi kepada generasi muda dari SD, SMP, hingga SMA seperti ini sangat penting agar mereka paham dampaknya dan turut serta mencari solusi,” kata Rafika Kepala Laboratorium Ecoton Foundation.

Tidak hanya mendengarkan materi, para siswa juga diminta menyampaikan pesan kepada khalayak luas melalui poster yang digambar oleh tiap siswa, pesan tersebut berisi himbauan agar stop menggunakan plastik sekali pakai, dan menerapkan prinsip 3R, dan yang ditekankan adalah Reduce dan Reuse, mengurangi penggunaan plalastik sekali pakai dan menggunakan kembali wadah guna ulang.

Beberapa poin yang diungkapkan para siswa antara lain:
1. Melarang penggunaan plastik sekali pakai secara bertahap.
2. Meningkatkan fasilitas pengolahan sampah, terutama di daerah-daerah yang belum memiliki sistem pengelolaan memadai.
3. Mendorong program makan siang bebas plastik.
4. Menggunakan solusi alternatif pengganti plastik seperti wadah guna ulang, botol tumbler, dan rantang
5. Mengurangi makanan dan minuman manis berbungkus scahet plastik, karena bepotensi merusak kesehatan anak-anak

Siswa kelas 4 Nora dan aulia, menuliskan poster yang bertuliskan “Ingat bahaya mikroplastik ! Mikroplastik sudah ditemukan dalam air minum berpemanis dalam kemasan, mulai sekarang ayo kurangi minuman dan makanan berpemanis dalam kemasan plastik mulai sekarang, agar kita sehat terhindar dari racun plastik. Kami ingin Indonesia menjadi negara yang lebih bersih dan sehat.”

Kegiatan ini diakhiri dengan deklarasi bersama untuk menjaga lingkungan serta pengumpulan tulisan siswa yang akan disampaikan kepada pihak berwenang.

Kepala Sekolah MI Negeri 1 Sidoarjo, Ibu Sri Utami, S.Pd menyatakan bahwa Indonesia saat ini darurat mikroplastik, segala aktivitas manusia menghasilkan sampah plastik. “Edukasi bersama ecoton ini diperlukan anak-anak supaya disampaikan ke keluarga, teman, dan saudara untuk mengurangi plastik sekali pakai. Kegiatan ini sekaligus sejalan dengan program P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang bertema gaya hidup berkelanjutan” ujarnya

“Kami berharap kegiatan ini dapat menanamkan kepedulian lingkungan yang berkelanjutan pada anak-anak. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan besar,” ujar kepala Madrasah
Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin Ecoton Foundation, dalam edukasi ini ecoton menggunakan metode yang interaktif dan visual dengan membawa mikroskop dan poster infografis yang bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya polusi plastik. TOK/*

Nina: Minta Suara Anak Muda Didengar Saat Bertemu Direktur Eksekutif UNEP

Busan, Timurpos.co.id – INC 5 atau negosiasi internasional yang kelima untuk perjanjian guna mengatasi polusi plastik berjalan tidak sesuai harapan untuk menghentikan polusi plastik global dengan pengurangan produksi plastik. Sikap Delegasi dari negara-negara peserta INC terbelah menjadi dua kelompok besar.

“Negosiasi berjalan tidak sesuai yang kami harapkan, delegasi negara-negara produsen petrokimia dan kimia, seperti Arab Saudi dan Rusia, berusaha mencegah perjanjian yang kuat untuk pembatasan produksi dan pengaturan bahan kimia tertentu dalam plastik” ungkap Aeshnina Azzahra Aqilani.

lebih lanjut anggota delegasi Masyarakat sipil Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Zerowaste Indonesia menjelaskan bahwa Negara-negara penghasil minyak ini menolak pembatasan produksi karena hal itu dianggap bisa menggangu kepentingan ekonomi mereka.

“Pembatasan produksi plastik dinilai bisa mengganggu produksi minyak dan gas karena bahan baku plastik terutama dari bahan bakar fosil” pungkas Aeshnina ditemui di Busan. (Minggu 01/12/2024).

Negara-negara produsen plastik, untuk melakukan intervensi pada sector hilir semisal dengan pengelolaan sampah dan daur ulang untuk mengatasi polusi plastik.

“Padahal daur ulang adalah solusi yang menimbulkan masalah baru berupa pencemaran beracun, selain itu di Eropa banyak industri daur ulang yang kolaps karena mahalnya biaya produksi dan produk daur ulang yang tidak diminati pasar,” ungkap Aeshnina.

Mulai dari INC- 1 hingga INC-5, Arab Saudi dan negara-negara lain penghasil minyak dan gas berupaya mencegah perjanjian agar tidak membatasi produksi plastik. Padahal, produksi plastik lebih tinggi berarti juga emisi gas rumah kaca yang lebih tinggi, selain dampaknya yang sudah diketahui terhadap pencemaran lingkungan dan kesehatan Manusia.

“Delegasi Indonesia juga sepertinya lebih condong pada kemauan negara produsen minyak karena usulan delegasi Indonesia tidak menunjukkan upaya untuk mengurangi produksi minyak,” Ujar Aeshnina.

Sikap mereka kontras dengan negara-negara Afrika, Kepulauan Pasifik, dan Amerika Latin, yang sangat terdampak oleh polusi dan mengadvokasi tindakan tegas, termasuk dengan membatasi produksi plastik dan penggunaan bahan kimia berbahaya

Kekecewaan ini diungkapkan Aeshnina Azzahra Aqilani saat bertemu dengan Inger Andersen, Direktur Eksekutif the United Nations Environment Programme (UNEP) ditengah Jamuan Makan malam yang diadakan Kamis malam 19.00 Waktu Korea dalam ruang 121, BEXCO Exhibition II, Busan Korea Selatan dalam gelaran INC 5.

Dalam pertemuan ini Nina panggilan Aeshnina meminta agar Perjanjian global untuk mengatasi polusi plastik global ini mengakomodasi suara anak dan dampak polusi yang kini mengancam anak muda diseluruh dunia. Nina menunjukkan replika bayi-bayi terkontaminasi mikroplastik dalam toples. Replika ini menunjukkan bahwa mikroplastik telah mengancam keselamatan bayi-bayi yang belum lahir.

Nina kemudian mengajak foto bareng sambil membawa bayi dalam toples tapi Inger Andersen menjauh sambil berkata “it is too much!(ini berlebihan)” sambil menjauh dari replika bayi dalam toples.
Untuk menyakinkan Dampak Buruk plastik di Indonesia, Nina kemudian mendekati Direktur UNEP yang di jabat sejak 2019.

Nina Menunjukan kondisi industri daur ulang kertas yang menggunakan bahan baku kertas impor dari negara Maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Belanda, Kanada dan Australia,”Daur ulang sampah Impor di Indonesia mencemari lingkungan,” ungkap NIna

Inger Merespon bahwa Fakta yang Nina ungkap harus disampaikan kepada Pemerintah Indonesia.

“Ini(Fakta-fakta) harus ditunjukkan Pada Negaramu, Saya tahu fakta-fakta yang menakutkan (tentang daur ulang) di Negaramu (Indonesia),” Ujar Inger Andersen.

Nina pun menimpali dengan meminta kepada Inger Andersen untuk mewujudkan strong treaty untuk melindungi lingkungan dan manusia dari ancaman mikroplastik.”We need strong trearty!,” ungkap Nina, dan Inger Mengiyakan. Aksi Nina Promosikan Ancaman Mikroplastik

“Rahim Ibu Sudah Terkontaminasi Mikroplastik, Kini Tempat Paling Aman Bagi Manusia Sudah Terkontaminasi. Di mana lagi tempat yang aman bagi manusia?,” Kata Aeshnina.

Nina membawa Replika bayi dalam toples yang tercemar mikroplastik, aksi ini dilakukan sepanjang jalan dan didalam kereta api bawah tanah dari penginapan di Jalan Gunamro, Haeundae hingga di tengah Kota Busan.

”saya membawa toples dan replikasi bayi terlilit plastik untuk menunjukkan pada masyarakat bahwa saat ini bayi-bayi sedang terancam mikroplastik,” ungkap Nina

Pada Momen INC 5 di Busan, Aeshnina Azzahara Aqilani, Captain River Warrior Indonesia membawa 12 replika bayi yang ditempatkan dalam toples. Instalasi seni ini akan dipamerkan di stand Pameran Aliansi Zerowaste Indonesia Busan Exhibition and Convention Center (BEXCO) 2, Hall 321 – 322, 25 November hingga 1 Desember 2024.

Replika toples bayi ini menggambarkan kondisi bayi yang terkontaminasi mikroplastik, tidak ada lagi tempat yang aman untuk bayi kotoran bayi dikaitkan dengan paparan lingkungan setelah lahir, seperti melalui ASI, susu formula, botol susu plastik, atau plastik. TOK/*

TK Wachid Hasyim Ikuti Festival J-Fest Drum Corps Extravaganza 2024

Surabaya, Timurpos.co.id – Acara Festival J-Fest Drum Corps Extravaganza 2024, Kategori TK, SD, SMP. TK Wachid Hasyim beralamat di Jl. Sidotopo Wetan Baru, Nomer. 39, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ajeng Irma Puspita, salah satu wali murid menyapaikan bahwa, TK Wachid Hasyim dibawah pimpinan Kepala Sekolah, Emilya Kartika Sari, S.Pd. TK Wachid Hasyim membekali para perserta didik pola pikir aktif, cerdas, kreatif dan mandiri.

“Dengan memberikan arahan yang tepat dalam proses pembelajaran dengan mempertimbangakan keseimbangan antara pendidikan umum dan pendidikan agama. Untuk persiapkan pendidikan formal lebih lanjut.” Kata Ajeng kepada awak media. Kamis (28/11/2024).

Ia menambahkan bahwa, kami sangat senang dan bangga mengikuti festival Fest Drum Corps Extravaganza 2024 di Jatim Ekspo. Kami berharap kegiatan ini bisa diadakan rutin setiap tahun.

Untuk diketahui festival Fest Drum Corps Extravaganza 2024 beberapa katagori yang dilombahkan, selain mendapatkan sertifikat dan piala juga mendapatkan uang pembinaan bagi yang juara. TOK

Kader PDI P Mega Bagus Saputra Soroti Serangan Siang Bolong H-1 Pilkada di Gresik

Foto: Mega Bagus Saputra

Gresik, Timurpos.co.id – Money politics atau serangan fajar yang terjadi menjelang pencoblosan Pilkada membuat runtuhnya demokrasi di Gresik. Hal tersebut menjadi sorotan Kader PDI. P Mega Bagus Saputra eks anggota DPRD Gresik 2019-2024.

Menurutnya, kemenangan sementara Paslon tunggal dalam Pilkada di Gresik tidak lepas dari money politik sehingga menyebabkan runtuhnya demokrasi di Gresik.

Tidak hanya itu dirinya juga mengkritisi serangan fajar yang terjadi saat masa tenang. “Jika tidak ada money politics, kotak kosong pasti menang telak, “nek ga onok money politik pasti kotak kosong menang telak, “ungkapnya. Rabu,(27/11/2024).

Ditambahkannya, Sementara itu dirinya juga menyinggung kinerja Bawaslu terkait money politics, ” bawaslu sebagai pengawas pemilu dan mendapatkan segala fasilitas seharusnya lebih mengetahui karena, di berikan pelatihan dan sebagainya, “kalau bawaslu diam berati masyarakat boleh menganggap bawaslu sudah di kondisikan, “terangnya.

Selain itu saat di singgung tentang adanya temuan money politics di  dilapangan dirinya menyatakan, “kemungkinan akan ada element lain yang akan menggugat, ” iya ada dari elemen lainnya, “kata Mega.

Dirinya juga berharap kedepan penyelenggara pemilu minimal harus mendapatkan sanksi, minimal diganti dengan orang baru yang lebih ber integritas, “tutupnya. FER

Stop Produksi Plastik Untuk Menghentikan Polusi Plastik

Foto: Aksi Nina Bersama Aktivis Lingkungan Global do Busan Korea

Gresik, Timurpos.co.id – Kampanyekan Ancaman Mikroplastik , Nina pamerkan Replika Bayi Dalam Toples Mikroplastik di Busan- Korea Selatan Sabtu Sore, (23/11) bersama 1500 orang aktivis lingkungan global , Nina, panggilan Aeshnina Azzahra Aqilani, Siswi Kelas XII 5 SMA Muhammadiyah 10 Gresik menyuarakan Pengurangan produksi plastik Global dan melarang racun kimia dalam pembuatan plastik.

“Lindungi Bayi-bayi dari ancaman mikroplastik, serpihan plastik kecil ini telah ditemukan dalam air susu ibu, plasenta, air ketuban dan organ tubuh manusia, bayi harus dilindungi dari Bahaya racun plastik, saatnya stop produksi plastik untuk menghentikan polusi plastik” teriak Nina ditengah aksi long march yang dilakukan bersama aktivitas lingkungan global. Pawai aksi ini dimulai dari Busan Olympic Park di Jalan Jangsan-Ro kemudian menyusuri Jalan Haeun-Daero di Kota Busan Korea Selatan.

Dalam Aksinya Nina membawa 6 toples berisi Bayi-bayi yang terlilit mikroplastik dan poster yang bertuliskan “cradled in Contamination= Mikroplastic have reached the Worm” (mikroplastic telah mencemari plasenta Bayi) dan ” tiny live, toxic threats=mikroplastics in the Worm,” (Ancaman racun untuk calon bayi=mikroplastik dalam plasenta) “ancaman mikroplastik telah nyata dirasakan, saat ini Bayi-bayi terancam racun mikroplastik karena dalam plastik terdapat ribuan bahan kimia tambahan yang bisa mengganggu hormon dan kesehatan bayi,” ungkap Nina.

Co Captain Komunitas river Warrior Indonesia ini menjelaskan bahwa di Busan pada 25 Nopember-2 Desember 2024 akan diadakan intergovernmental negotiating committee (INC)5 yang akan membahas kesepakatan global pengendalian pencemaran plastik termasuk dampaknya pada lautan. “INC 5 sangat menentukan keberlangsungan polusi plastik di bumi, jika semua pemimpin negara menyepakati untuk mengurangi produksi plastik maka kita akan bisa terlindungi dari polusi plastik namun jika pemimpin pemimpin negara yang hadir dalam INC 5 masih ingin meningkatkan produksi plastik maka akan ada bencana besar yang ditimbulkan oleh sampah plastik” jelas Nina. TOK/*

FH Ubaya Mengajak Masyarakat Stop Bullying Dalam Perspektif Hukum dan Psikologi

Surabaya, Timurpos.co.id – Permasalahan kekerasan yang terjadi pada anak atau bullying baik di lingkungan sekolah atau pun lingkungan sekitarnya, dapat diibaratkan seperti puncak gunung es. Anak-anak yang menjadi korban dari bullying ini pun dirasakan perlu mendapatkan perhatian, maupun saluran agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Persoalan ini lah yang coba diangkat oleh Universitas Surabaya (Ubaya) bekerjasama dengan Komisariat Alumni Fakultas Hukum (FH) dalam sebuah sarasehan yang bertajuk “Stop Bullying Dalam Perspektif Hukum dan Psikologi”.

Wakil Dekan I Ubaya, Peter Jeremiah Setiawan, S.H, M.H, mengatakan, bullying yang viral mungkin merupakan sebagian bullying yang nyata ada. Kasus-kasus bullying pun juga diyakininya banyak yang tidak dilaporkan oleh korbannya.

“Nah Ubaya bekerjasama dengan komisariat alumni FH mengambil peran tersebut untuk mengedukasi dan mendampingi satgas pada tiap sekolah,” ujarnya, Sabtu (23/11/2024).

Ia menyebut, Ubaya merupakan koordinator perguruan tinggi untuk Indonesia Timur. Saat ini, pihaknya juga berharap dapat masuk ke sekolah-sekolah agar dapat melakukan edukasi dan pencegahan terhadap bullying yang terjadi pada anak.

“Tentunya supaya ada pencegahan dan penanganan yang tepat dan tuntas untuk kasus-kasus yang ada,” tambahnya.

Terkait dengan hal ini, secara tegas pihaknya bekerjasama dengan Komisariat Alumni FH Ubaya dapat mengambil peran untuk melakukan edukasi dan mendampingi satuan tugas (Satgas) pada tiap sekolah yang ada.

Ditempat berbeda, DR. Freddy Purnomo anggota DPRD Jawa Timur menjelaskan, mengenai arti bullying menurutnya bullying merupakan suatu bentuk kekerasan fisik dan psikologis berjangka panjang yang dilakukan oleh seorang atau kelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri dan dalam situasi ada keinginan untuk menyakiti atau menakuti orang atau membuat orang tertekan, trauma depresi serta tidak berdaya.

Terdapat 4 (empat) bentuk-bentuk bullying, yaitu bullying secara fisik, yang mana tindakan bullying yang melibatkan kontrak fisik antar pelaku dan korban seperti dipukul, ditendang, diludahi didorong, merusak, barang, dan tindakan lain yang merugikan fisik. Kedua yaitu bullying secara verbal, yang mana tindakan bullying tidak kasat mata seperti dicela diejek dan diteror.

Yang ketiga yaitu penindasan secara sosial, yaitu tindakan menyebarkan rumor atau gosip yang tidak pasti, mengajak orang untuk menjauhi seseorang.

Terakhir yakni cyberbullying yaitu memberikan komentar kasar, menjatuhkan, mengancam, dan menyakiti yang disampaikan melalui media sosial.

Freddy memberikan perspektif hak asasi manusia, bahwa tindakan bullying secara jelas tidak sejalan dengan nilai hak asasi manusia. “Harkat dan martabat korban otomatis hilang dan diturunkan oleh tindakan pelaku bullying,” jelasnya.

Dalam konteks “hak asasi manusia” apapun kondisi fisik atau kenyataan yang melekat pada seseorang adalah anugerah Allah SWT, dimana keberadaannya wajib dihormati, dijunjung tinggi, dan negara berkewajiban untuk melindunginya. TOK