Sidoarjo, Timurpos.co.id – Nama dr. Hidayatullah, Sp.N., turut muncul dalam pemberitaan mengenai bursa Ketua Tanfidziyah PCNU Sidoarjo menjelang Konferensi Cabang XXII. Rektor Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) tersebut memiliki latar pengabdian dalam organisasi NU, pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Sabtu (31/10/2026).
Liputan Sidoarjo menyebut Hidayatullah sebagai salah satu figur yang diperbincangkan untuk kepemimpinan mendatang. Sejumlah nama lain juga diberitakan, antara lain KH Zainal Abidin, H. Suwarno HB, H. Sugiono Al-Hafidz, dan H. Usman Balok. Nama-nama tersebut masih berada dalam pemberitaan bursa kepemimpinan, bukan daftar calon resmi yang telah ditetapkan.
Di tengah pembicaraan itu, pengalaman Hidayatullah dapat ditelusuri melalui kegiatan organisasi sarjana, pemberdayaan desa, pengembangan pelayanan rumah sakit, dan penanganan persoalan kesehatan masyarakat.
Hidayatullah pernah memimpin Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Sidoarjo. Arsip NU Online mengenai pelantikan kepengurusan awal menyebutnya sebagai ketua pertama organisasi tersebut di kabupaten ini.
Ketika itu, ia mengemukakan rencana pendidikan kesehatan bagi pesantren, badan otonom, madrasah, dan sekolah NU. Ia juga merencanakan pembentukan koordinator kecamatan untuk memperluas jaringan organisasi sarjana.
Pada masa kepemimpinannya, ISNU Sidoarjo turut menyelenggarakan pelatihan penganggaran yang berpihak kepada masyarakat miskin bagi sekitar 30 kepala desa. Kegiatan tersebut membahas perencanaan pembangunan, pengelolaan anggaran, dan penyusunan dokumen pemerintahan desa.
Hidayatullah menjelaskan bahwa pelatihan itu diarahkan untuk mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengurangan kemiskinan.
Di tingkat wilayah, ia pernah memimpin Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Jawa Timur. Ketika pandemi COVID-19, Hidayatullah menginisiasi pembentukan relawan pemulasaraan jenazah dengan melibatkan lembaga, badan otonom, dan rumah sakit NU.
Rencana pelatihan relawan tersebut memperhatikan ketentuan medis dan tuntunan agama dalam penanganan jenazah. Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satgas COVID-19 PWNU Jawa Timur, ia juga menyampaikan program bantuan bagi warga yang menjalani isolasi mandiri serta beasiswa bagi anak yang kehilangan orang tua akibat pandemi.
Pengalaman pengelolaan lembaga kesehatan dijalaninya melalui RSI Siti Hajar Sidoarjo. Saat menjabat direktur, rumah sakit tersebut meluncurkan aplikasi pendaftaran daring Porsi RSI Siti Hajar.
Aplikasi itu dirancang untuk membantu pasien memperoleh nomor antrean serta memilih dokter dan waktu pelayanan melalui telepon seluler. Dalam penjelasannya saat peluncuran, Hidayatullah menyebut keterlibatan aktivis muda NU yang memiliki keahlian teknologi informasi.
Pada masa kepemimpinannya, RSI Siti Hajar juga meraih juara pertama dalam ajang PERSI Award 2018. Publikasi rumah sakit menjelaskan bahwa karya yang diikutsertakan mengkaji hubungan kegiatan kemasyarakatan dengan citra, merek, dan loyalitas terhadap rumah sakit. Penghargaan tersebut merupakan capaian bersama tim dan manajemen rumah sakit.
Selain memimpin UMAHA, Hidayatullah mendapat amanah sebagai Ketua Koordinator Wilayah Jawa Timur Konsultan Hukum Kesehatan dan Advokasi Rumah Sakit Seluruh Indonesia (KOHKARSSI) masa bakti 2026–2031.
Dalam forum pelantikannya, ia menekankan edukasi hukum kesehatan, pencegahan persoalan hukum, serta pendampingan melalui kerja sama lintas profesi. Penguatan tata kelola rumah sakit dan perlindungan masyarakat sebagai penerima layanan menjadi bagian dari perhatian yang disampaikannya.
Rentang pengalaman tersebut menjadi latar Hidayatullah ketika namanya disebut menjelang Konfercab NU Sidoarjo. M12







