Surabaya, Timurpos.co.id – Proyek pembangunan saluran U-Ditch berukuran 150 × 150 sentimeter di kawasan Kali Sempakal, Kelurahan Menur Pumpungan, Surabaya, menjadi perhatian.
Dengan nilai anggaran mencapai Rp 2.166.395.609, kondisi pekerjaan dan material di lapangan perlu dipastikan sesuai dengan spesifikasi teknis serta dokumen kontrak.
Berdasarkan data paket pengadaan INAPROC, proyek bertajuk P258 Pembangunan Saluran U-Ditch 150 × 150 cm (Parapet Saluran Kali Sempakal) tersebut menggunakan dana APBD Kota Surabaya. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya tercatat sebagai instansi pengguna, sedangkan penyedianya adalah Mustika Karya.
Metode pengadaan dilakukan melalui e-purchasing. Dalam data yang disampaikan, status paket masih tercatat on process pada tahap kontrak.
Pantauan Lapangan: Saluran Berair dan Material Beton Terlihat
Berdasarkan pengamatan visua, terlihat aliran air berwarna kehijauan di antara dinding saluran. Pada sejumlah bagian tepi saluran tampak material sisa pekerjaan, pecahan beton, batu, dan material lain yang berada di sekitar struktur saluran.
Selain itu, sejumlah balok atau komponen beton yang ditumpuk di atas permukaan tanah bercampur kerikil, pecahan material, dan sampah. Kondisi tersebut memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan apakah material itu merupakan bagian dari pekerjaan proyek, material sisa pembongkaran, atau berasal dari kegiatan lain.
Di salah satu sisi saluran, terlihat pula pekerja yang sedang dilakukan, status keselamatan kerja secara keseluruhan, maupun apakah kondisi yang terlihat merupakan tahap sementara selama proses konstruksi.
Diduga adanya ketidaksesuaian spesifikasi, kerusakan konstruksi, atau pelanggaran keselamatan kerja. Diperlukan pemeriksaan langsung dan keterangan pihak terkait untuk mengetahui kondisi sebenarnya.
Kualitas Material dan Pemasangan Perlu Diverifikasi
Dengan nilai pekerjaan lebih dari Rp 2,16 miliar, pemeriksaan teknis menjadi bagian penting dalam memastikan hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan.
Sejumlah aspek yang perlu diverifikasi antara lain kesesuaian dimensi U-Ditch dengan spesifikasi kontrak, mutu beton pracetak, kondisi komponen yang akan dipasang, serta metode pemasangan dan sambungan antarelemen.
Material beton yang terlihat pada dokumentasi juga perlu dipastikan fungsi dan statusnya. Apabila merupakan material yang akan digunakan dalam pekerjaan, kondisi fisik dan kelayakannya perlu diperiksa oleh pengawas teknis. Jika merupakan material bongkaran atau sisa pekerjaan, penanganan dan penempatannya perlu disesuaikan dengan prosedur pelaksanaan proyek.
Selain itu, kondisi aliran air dan material yang berada di tepi saluran patut menjadi perhatian. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui apakah kondisi tersebut merupakan bagian dari tahapan konstruksi atau berpotensi menghambat aliran air apabila dibiarkan setelah pekerjaan selesai.
Penilaian mengenai mutu beton, kekuatan struktur, dan kapasitas saluran tidak dapat dilakukan. Hal tersebut membutuhkan pemeriksaan teknis, pengukuran, serta dokumen pendukung yang relevan.
Status Kontrak dan Progres Fisik Perlu Diperjelas
Papan nama proyek belum ditemukan sehingga proyek yang dibiayai oleh Aggaran APBD kota Surabaya, harus ada Keterbukaan informasi publik.
Karena itu, DSDABM Kota Surabaya perlu menjelaskan tanggal penandatanganan kontrak, jangka waktu pelaksanaan, jadwal pekerjaan fisik, serta progres terakhir proyek.
Klarifikasi juga diperlukan untuk memastikan apakah dokumentasi lapangan tersebut benar-benar berada dalam area pekerjaan paket P258. Pencocokan lokasi, papan informasi proyek, dan dokumen pelaksanaan menjadi penting agar penilaian tidak keliru mengaitkan kondisi di lapangan dengan paket pengadaan tertentu.
DSDABM dan MUSTIKA KARYA Perlu Memberikan Klarifikasi
Sebagai instansi pengguna, DSDABM Kota Surabaya perlu memberikan penjelasan mengenai mekanisme pengawasan, pemeriksaan kualitas material, dan pengendalian mutu pekerjaan pembangunan saluran Kali Sempakal.
Sementara itu, Mustika Karyaperlu dimintai keterangan mengenai tahapan pekerjaan, status material beton yang terlihat di lokasi, serta langkah penanganan material sisa apabila memang berkaitan dengan proyek tersebut.
Klarifikasi dari kedua pihak diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara pelaksanaan fisik, spesifikasi teknis, dan nilai pekerjaan yang bersumber dari APBD Kota Surabaya.
Pengawasan terhadap proyek infrastruktur bukan semata-mata berkaitan dengan penyelesaian konstruksi, tetapi juga memastikan hasil pekerjaan berfungsi sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Tok























